salam!
quite impressive tulisannya Om Winters.. sekarang.. gimana Om SBY and Cos beraksi? apakah "ia akan menjadi presiden bersejarah bagi negara ataukah hanya catatan kaki yang lain dalam sejarah panjang dari oportunis-oportunis dan kegagalan- kegagalan" saja? Peace Indonesia ku! salam Qisai New Delhi --- In [EMAIL PROTECTED], Tangkisan Letug <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Saatnya Indonesia Kerja Keras > > Jeffrey Winters, Guru Besar Northwestern University, > Chicago, USA > > (Media Indonesia, 5 Oktober 2004) > > PEMILIHAN Presiden (Pilpres) 2004 memberikan beberapa > pelajaran politik yang sangat penting. Pemilihan ini > membuktikan bahwa tidak masalah bagaimana populernya > Anda pada saat itu, jika Anda tidak memberikan hasil, > penduduk Indonesia akan menolak Anda segera setelah > mereka mendapatkan kesempatan untuk menentukan sikap. > Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono harus tidak > melupakan pelajaran ini. Saya secara pribadi > menyaksikan euforia di sekeliling Megawati dan > perjalanannya menuju kepresidenan. Megawati merasa > teryakinkan bahwa orang-orang mencintainya, > menggantungkan semua harapan padanya, dan tidak akan > meninggalkannya. > Pada puncak kepopulerannya, mungkin pandangan ini > dapat dimengerti. Tetapi "cinta" dan "kesetiaan" dalam > dunia politik tidak dapat berlanjut jika orang yang > memberikan semua harapannya, menyadari bahwa mereka > sekali lagi telah dikhianati dan dicurangi. > Cerita tentang perpolitikan Indonesia adalah cerita > tentang "lingkaran harapan". Meskipun telah > dikecewakan terus dan terus, satu hal yang Anda dapat > katakan tentang orang Indonesia bahwa mereka tidak > pernah secara tetap memperolok (sinis). Mereka ingin > memercayai bahwa pemimpin mereka adalah baik, bahwa ia > sangat peduli tentang kemiskinan dan penderitaan > orang. > Tetapi kita seharusnya tidak pernah bingung tentang > kemiskinan dan kekurangan pendidikan formal dan > kebodohan. Walaupun sesungguhnya orang Indonesia > sangat kekurangan pendidikan yang modern, tetapi > mereka tidak bodoh. > Mereka bisa membedakan antara pemimpin politik yang > mengabaikan mereka dan mereka yang peduli atau > merespons kebutuhan-kebutuhan mereka. Mereka bisa > membedakan antara membicarakan tentang bagaimana > menciptakan pekerjaan dan yang benar-benar menciptakan > pekerjaan. Dan mereka bisa membedakan antara yang > memecahkan masalah korupsi dan yang menjadi bagian > dari masalah dari korupsi itu sendiri. > Dalam semua hal ini, populasi orang Indonesia cukup > berpengalaman. Dan hasilnya pada pemilihan 2004 > membuktikannya. > Pemilihan 2004 juga membuktikan bahwa uang yang > membantu untuk memenangkan pemilihan, adalah tidak > cukup. Pemilihan langsung tidak dapat dibeli dengan > uang. Mantan Presiden Soeharto punya uang, Habibie > punya uang, dan satu hal: kekuatan, bahkan Megawati > dan partainya punya banyak modal untuk memasuki arena > (pertempuran) politik. > Semuanya terjatuh dan mereka kehilangan pendukung. > Pemilihan ini juga memperlihatkan bahwa koalisi partai > menjadi tidak terlalu penting bagi kandidat dalam > menghadapi pemilihan langsung. Partai-partai di > Indonesia sangatlah lemah. Mereka tidak memiliki > definisi ideologi yang jelas (kecuali mungkin PKS), > struktur internal mereka kekurangan disiplin dan > kesetiaan, dan instrumen mereka untuk distribusi, > bukan untuk mobilisasi. > Orang tidak mendukung partai-partai politik di > Indonesia karena mereka percaya pada sesuatu. Mereka > bergabung karena mereka ingin mendapatkan sesuatu: > jalan masuk untuk sistem "bagi-bagi". Ideologi dan > prinsip yang jelas telah hilang dari tangga > perpolitikan Indonesia (orang Indonesia) sejak Pak > Harto mengambil kendali pemerintahan pada tahun > 1960-an. > Itulah mengapa menjadi sangat mudah bagi Golkar dan > PDIP untuk membentuk sebuah aliansi. Tidak satu pun > yang berdiri untuk suatu prinsip-prinsip yang jelas, > tetapi keduanya ingin mengambil kekuatan sebanyak > mungkin. > *** > Sekali lagi, penduduk menyaksikan hal ini dan menolak > koalisi. Mereka dapat dengan mudah melihat bahwa > koalisi nasional adalah usaha yang dilakukan oleh para > politikus di atas untuk meraih dan menguasai tanpa > keuntungan yang jelas bagi orang-orang di bawahnya. > Pemilihan 2004 juga membuktikan bahwa orang Indonesia > sangat ingin berubah, mereka ingin negara mereka maju > secara pesat, dan mereka lelah pada pemimpin yang > gagal mengerti pesan (keinginan) ini. > Orang-orang Indonesia ingin mengatakan bahwa ini > adalah negara yang kaya. Kita selalu mendengar hal > ini. Tetapi kenyataannya adalah sebaliknya. Indonesia > adalah negara yang miskin --negara yang amat sangat > miskin. Dan dibandingkan dengan negara tetangga besar > lainnya seperti China dan India, menjadi lebih miskin > bukan lebih kaya. > Jika kita membagi negara menjadi tiga kategori: kaya, > menengah, dan negara-negara miskin: Indonesia berada > di kategori yang terakhir, dan tidak terlalu jauh dari > bawah. Orang-orang Indonesia tengah berada dalam > kemiskinan yang amat sangat dan telah lama sehingga > dapat hampir dapat dianggap bahwa ini adalah keadaan > yang normal atau sudah biasa. > Sekarang ini adalah pertanyaan yang teramat penting: > 50 hingga 100 tahun kemudian dari sekarang, apakah > Indonesia masih akan berada dekat dari urutan dunia? > Apakah ada kesempatan bahwa negara paling tidak akan > melompat ke kategori menengah? > Jika orang Indonesia tidak mulai untuk serius dari > sekarang, mulai presiden yang baru ini, nanti 100 > tahun ke depan dari sekarang, Indonesia akan tetap > berada di kategori paling bawah, sama dengan > negara-negara kuli di dunia. > Saya pikir setiap orang akan setuju bahwa ini akan > menjadi tragedi dan keseluruhannya sangat tidak dapat > diterima. Tapi bagaimana menghindari masa depan? > Hal ini membawa pada pertanyaan penting yang kedua: > apa yang presiden baru dan representasi legislatif > harus lakukan untuk membuat perbedaan? > Satu hal yang sangat jelas: bahwa pendekatan dan > mentalitas yang dilakukan selama ini harus ditolak > sebagai suatu kesalahan. Mafia Berkeley yang telah > mendominasi kebijakan ekonomi di Indonesia selama satu > dekade harus diakui bahwa resep (anjuran) mereka > adalah kegagalan yang sangat besar. > Kelompok/para ekonom telah terlalu jauh terpengaruh, > baik secara pribadi maupun dalam konteks pemikiran, > kepada Bank Dunia dan IMF. > Tidak satu pun negara di dunia ini telah membuat > perubahan atau kenaikan yang signifikan dalam > peringkat dunia, dengan mengikuti diagnosa dan anjuran > dari World Bank dan IMF. > Tapi ini tidak berarti bahwa dapat dengan mudah > menjawabnya dengan mengatakan "pergi ke neraka" kepada > institusi yang besar ini (WB dan IMF), yang dapat > membuat orang Indonesia merasa bangga sebagai bangsa. > Tetapi akan menjadi kehancuran jika Anda tidak > mempunyai tujuan yang jelas tentang bagaimana Anda > ingin mengambil alih ekonomi sendiri (mengurus > sendiri) dan memajukannya dengan pesat dan cepat. > Juga, SBY sebagai pemimpin nasional harus menjadi > komunikator yang jujur pada penduduk Indonesia. > Kekayaan dari negara ini tidak datang atau didapatkan > dari dalam tanah atau turun dari langit. Hal itu akan > datang dari hasil kerja keras, dari keringat, dari > efisiensi, dan beragam inovasi dibandingkan dengan > para pesaing. > *** > Sebenarnya rakyat akan rela untuk memikul pengorbanan > apabila mereka percaya akan dua hal: bahwa pengorbanan > akan dibayar dengan adil untuk seluruh penduduk > (berarti yang kaya juga harus memberikan pengorbanan > juga), dan ini adalah pengorbanan untuk kemakmuran > yang sesungguhnya dan bukan pengorbanan menuju akhir > kematian. > Itulah, setiap orang harus percaya bahwa keadaan > mereka dalam kemiskinan tidaklah untuk selamanya, dan > telinga mereka terbuka bahwa negara berada dalam jalur > yang benar dan semuanya akan menjadi baik. > Saya sangat mendukung para pekerja dan petani > Indonesia. Tetapi penilaian yang jujur adalah mereka > bukan produsen dan kompetitor yang efisien. Hal ini > harus diubah, dan hal ini harus dimulai dari sikap > yang baru. Ini dimulai dengan menjadi jujur dan > mengakui bahwa Indonesia bukanlah negara yang kaya. > Potensi untuk menjadi kaya dan realitas untuk menjadi > kaya adalah dua hal yang tidak sama. > Hal konkret kedua adalah hal yang harus dilakukan > oligarki di Indonesia harus dimusnahkan dan > dijinakkan. > Tidak masalah apakah negara itu demokrasi atau > diktator. Faktanya bahwa setiap negara di dunia > didominasi oleh jaringan yang kecil oleh para elite > yang di sebut oligarki. > Oligarki di Indonesia adalah liar dan butuh untuk > dijinakkan. Oligarki di sini mencuri dalam skala yang > besar dari negara dan mereka tidak membayar apa pun > untuk hal ini. Jika Indonesia punya kesempatan untuk > maju ke depan, hal ini harus dihentikan secepatnya. > Figur-figur dan kelompok politikus yang mayoritas luas > tidak lain adalah lintah yang mengisap darah negara. > Orang-orang harus berhenti bersabar dengan keuntungan > sendiri para politikus. Sudah waktunya untuk bertindak > cepat dan waktunya untuk marah mengenai bagaimana para > pengusaha di sini sangat efisien dalam memutuskan > perjanjian dan membuat diri mereka kaya sendiri, > ketika negara tetap berlanjut kepada kemunduran. > Indonesia tidak memiliki waktu untuk di sia-siakan. > Seluruh dunia tidak menunggu Indonesia untuk bergerak > seperti kura-kura sama seperti ketika negara lambat > memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya. > Apakah 2004 merupakan saat yang menentukan untuk > Indonesia? Kita akan mengetahuinya selama enam hingga > dua belas bulan mendatang. SBY akan menentukan > iramanya/arahnya secepatnya. Dan kita akan melihat > apakah ia akan menjadi presiden bersejarah bagi negara > ataukah hanya catatan kaki yang lain dalam sejarah > panjang dari oportunis-oportunis dan > kegagalan-kegagalan. *** > > > > > > __________________________________ > Do you Yahoo!? > New and Improved Yahoo! Mail - 100MB free storage! > http://promotions.yahoo.com/new_mail ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

