Langsung dari Lokasi [6]

Zawawi Imron menjawab :
"Pangeran Wijil I memang seorang satrawan sekaligus seorang pujangga. Ada beberapa 
karya sastra beliau yang ditemukan.Beliau adalah salah satu murid dari Sunan Bonang 
(berguru di Sunan Bonang) tempat pertemuannya itu di "pesujudan" Sunan Bonang di 
daerah Tuban. Sedangkan Raden Sosrokartono, meskipun seorang yang waskita, tetapi dia 
bukanlah seorang sastrawan. Tidak diketemukan karya2 sastra beliau.

Kesempatan hanya diberikan pada 1 orang lagi selain saya.

Dan setelah itu adalah coffee break dan selanjutnya adalah sarasehan, atau langkah2 
apa yang mau disepakati di dalam pertemuan sastrawan nusantara ini.

Kesempatan itu sekali lagi tidak saya sia-siakan..
"Baiklah sastrawan Cyber silakan"..eh tetapibaru mau berdiri, sudah disusul dengan 
orang lain yang berdiri, selesai orang itu mengemukakan pendapatnya, baru saya mau 
berdiri, lagi-lagi diserobot sama orang yang dari belakang, Padahal jelas2 dari 
moderator sudah mempersilakan saya.
Mulai keluar Indonesianya..he..he..
Gak mau antri dan maunya menang sendiri, maen serobot2an gitu...
Ya sampai 5 kesempatan yang diberikan, masih aja saya diserobot giliran saya untuk 
mengemukakan pendapat.

Ramalan Joyoboyo sudah mengatakan,
"yen ra melu gendeng gak bakal kedhuman"
(kalau gak ikut gila gak bakal kebagian) 
he..he..
Jadilah sudah saya yang semula waras berubah menjadi gila juga biar kebagian giliran, 
maka meski waktu sudah habis, saya serobot juga dan saya sempat berdebat dengan 
moderatornya dalam situasi yang agak panas.
"Satu menit saja pak ! cukup 1 menit saja saya mau menyampaikan usul dari satrawan 
cyber" kata saya sambil mengacungkan jari..
Sempat bersitegang sebentar, akhirnya moderatornya ngalah juga.."Baik..silakan 
saudara".

Sebab saya ngertinya memang soal cyber, maka saya sampaikan beberapa hal :
1. Saya akan membuatkan Pertemuan Sastrawan Nusantara ini Mailing list, jadi biar 
semua bisa berkomunikasi. Insya alloh sesegera mungkin asal alamat2 imel bapak dan ibu 
nanti diberikan ke saya.
2. Saya sanggup membuatkan website Sastrawan Nusantara juga, dimana bapak ibu bisa 
menampilkan karya2 terbarunya dan bisa berkomunikasi juga...nah kalau yang ini asal 
ada hitungannya saja...he..he.."
kataku sambil tersenyum
"GGRRRRR......"orang-orang pada ketawa..

"Beneran pak, bu, kalau pembuatan mailing list gratis juga gak papa, tapi kalau 
pembuatan web ya mesti ada hitungannya" kataku lagi..

"Dan yang ketiga, Insya alloh saya akan mengadakan "pertemuan sastrawan cyber 
nusantara" sebagai wujud kepedulian kita dari sastrawan cyber kepada dunia sastra pada 
umumnya.

3 hal itulah yang saya rasakan perlu untuk saya sampaikan kepada bapak2 dan ibu2 
semuanya...

Alhamdulillah tentang mailing list, para sastrawan nusantara itu yang tidak gaptek 
segera menyambut dengan gembira, sudah terkumpul 7 alamat imel mungkin, dan soal web 
site PSN yang tidak gratis itu seolah tertiup angin lalu...he..he..
maklumlah wong memang tidak gratis..he..he.

Dan yang ketiga, insya alloh akan segera kita informasikan pada teman2 semua, 
sastrawan cyber di Nusantara, mungkin di awal kita akan berkumpul di mailing list 
Sastrawan Nusantara dulu, baru kemudian kita bisa mengadakan pertemuan di "darat". Dan 
untuk selanjutnya, maka setiap ada Pertemuan Sastrawan Nusantara (2 tahun sekali), 
maka setiap itu pula ada sastrawan dari cyber yang mewakili kita..

so...
any idea ???

salam persaudaraan
huttaqi
www.huttaqi.org

Jawa Pos , Kamis, 30 Sept 2004
Perlukah Sastra Idol?


MINIMNYA perkembangan dunia sastra memancing beragam komentar dari peserta Pertemuan 
Sastrawan Nusantara (PSN) XIII. Salah satunya datang dari Viddy A.D. Daery. Sastrawan 
dan novelis Surabaya. Menanggapi "ketertinggalan" dunia sastra dengan dunia hiburan, 
Viddy menawarkan even Sastra Idol untuk mengangkat dunia sastra.

Ini diungkapkannya dalam sesi diskusi yang menampilkan pembicara Dr Dendy Sugono, Dr 
Ayu Sutarto, dan Dra Sri Widati. Dalam sesi ini, Dendy memang mengangkat buruknya 
"nasib" dunia sastra dibandingkan dengan dunia hiburan. "Dunia hiburan punya Indonesia 
Idol, KDI (Kontes Dangdut Indonesia, Red) dan AFI (Akademi Fantasi Indosiar, Rd) yang 
sangat banyak peminatnya," ungkap Dendy.

Mendengar hal ini, Viddy pun langsung angkat bicara. Pria kelahiran Lamongan, 28 
Desember 1961 ini bertanya, "Sebenarnya, apa yang menjadi kendala? Apakah pemerintah 
tidak punya dana untuk mengembangkan sastra?" tanyanya.

Selain itu, Viddy juga langsung mengutarakan ide uniknya. "Bagaimana jika kita 
mengadakan Sastra Idol?" Tak pelak, ide "gila" ini langsung memancing tawa peserta 
diskusi. Jika memang ada even semacam itu diselenggarakan, Viddy bahkan bersedia 
menjadi penghubung bagi dunia pertelevisian. Sebab, pengarang novel Pendekar Sendang 
Drajad ini memang sudah belasan tahun bekerja di dunia pertelevisian.

Dendy pun menanggapi ide unik ini. Katanya, mengangkat dunia satra dalam televisi 
memang sudah menjadi cita-cita yang akan direalisasikan dalam waktu dekat. "Pada 2005 
nanti, akan ada televisi pendidikan yang dijalankan oleh Dinas Pendidikan Nasional. Di 
situ, kita nanti bisa bersama-sama menggarap dunia sastra," kata Dendy.

Selain tanggapan berupa pertanyaan, muncul juga keluhan dari beberapa guru sekolah. 
Misalnya, yang dikatakan oleh Ali, salah satu guru SMP di Surabaya. Menurutnya, anak 
didiknya lebih bangga belajar Matematika dibandingkan bahasa. Selain itu, serbuan 
sinetron di televisi swasta juga turut mengacaukan kecintaan siswanya terhadap bahasa. 
"Mereka lebih suka berbicara dalam dialek Jakarta. Lu-lu, gue-gue, seakan sudah 
menjadi trend anak muda," katanya.(dos)



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke