>>>>Tapi bukankah ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada industri 
agrikultural dan kelautan juga butuh teknologi tinggi ? setidak2nya 
jika ingin bersaing dengan negara2 maju atau menegah lainnya ? 
Teknologi terapan sederhana, mungkin lebih tepat tapi tetap butuh 
dana yang tak sedikit selain tentunya perbaikan sumber daya 
manusianya secara lebih merata... <<<<

100% Betul. Tapi jangan sampai tekhnology tinggi, yang didesign 
negara2 maju yang kurang penduduk, diterapkan dinegara kita, dimana 
tiap tahun jutaan angkatan kerja menerjang masuk pasar 
ketenagakerjaan,mBak.

>>>Saya tidak tahu apakah saya benar atau salah tapi apa tidak ada 
kemungkinan bahwa beliau (Pak Habibie) berupaya menggalang dana dulu 
atau mengupayakan satu sektor terlebih dahulu yang memang kebetulan 
dikuasainya secara baik..???<<<<

Mungkin,mBak, tapi setahau saya sebagai pejabat pihak pemberi dana, 
saya tak banyak tahu mengenai upaya beliau dalam bidang ini.

>>>Bukankah ini juga berkaitan dengan sumber daya manusia dan 
teknologi pengelolaan selain juga system tentunya ??? <<<

Betul,mBak.

>>>Saya pernah lihat memang didaerah Pekan baru, ada export Jahe 
Merah mentah ke Singapore dan beberapa negara Asia lainnya (kalau 
lagi musim, bisa berlangsung setiap hari) dan kemudian kita impor 
lagi jehe tersebut dalam bentuk kemasan, bubuk jahe,dll baik dalam 
bentuk minuman, makanan atau obat2an...<<<<<<<

Contoh bagus,mBak. Kalau saya lihat di food store disini, nanas, 
duren, nangka, nangka muda (jackfruit), ketela, nata de coco, nata de 
pinha, salak, semua datang dari Thailand atau Phiulippina, ahh pengen 
nangis..

>>>Sedih memang...
mungkin perlu satu aturan kriteria export barang dan import barang ??
<<<

Lebih penting lagi, support untuk pengusaha2 yang mau mengexport. 
Export jangan dipersulit.

>>>Sementara masyarakan mungkin sebaiknya dibimbing juga untuk bisa 
mengelola lebih baik lagi jadi tidak jual dalam bentuk mentahnya.... 
Bayangkan, dijual misalnya Rp. 1000,- per kilo, anehnya mereka dan 
kita tidak keberatan untuk beli dalam bentuk jadi meskipun harganya 
Rp. 10.000,- misalnya..... <<<<

Exactly correct. Jangan ikan mentah, belaka, tetapi yang diprocessed, 
sehingga value added-nya tinggi.

>>> Tidak jarang juga saya lihat banyak pengusaha2 kita (kebetulan 
kebanyakan Chineese) melakukan aktifitas2 import ilegal mulai dari 
documents ilegal sampai jenis barang ilegal.. Kalau docuemnts ilegal 
saja sudah mampu membuat negara rugi trilyunan apalagi barang 
ilegal... Tindakan terhadap pelanggaran seperti ini mungkin harus 
diperketat, tapi biasanya buntut2nya justru ke duit2 juga (UUD = 
Ujung Ujungnya Duit)...Bagaimana tanggapan Bapak ??<<<<

Exactly correct,mBak. Nah, inilah, yang sambil menyelam minum air, 
dibereskan. sambil menata kerangka makro yang cocok, kita benahi 
soal2 beginbi, sebab kalau tidak,sebaik apapun prasarana makro, gak 
akan jalan, seperti pasir masuk kemesin, kata pepatah Jerman.

Dan, jangan lupa mBak, mesin ekonomi tanpa pelumas ehh dana, gak akan 
lancar. Nah dana ini tak mungkin kita harapkan dari DN saja, jadi 
kita harus benahi Pasar Uang (Money Market) dan pasar modal (Capital 
Market) untuk penyediaan dana untuk penggeliatan mesin ekonomi. Ini 
membutuhkan ilkim yang kondusif. Inilah yang harus dilakukan pak 
Presiden, menciptakan suanasana tenang bagi investasi, kalau nggak, 
gak ada yang tertarik. Kami sementara memberikan Country Risk yang 
cukup rendah bagi Indonesia (ccc) , karena keadaan yang tak aman.

Salam hangat

RM D Hadinoto





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke