--- In [EMAIL PROTECTED], "antonhartomo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Berbincang agama dengan nafsu : adalah kebodohan. > Sama sekali tidak mencerahi. > Semoga milis ini tidak kian rancu. > Salam > (bandingkan contoh "sharing" milis tetangga ternukil dibawah)
--------------------------------------------- Betul,mas. Atau ini, yang juga diambil dari sebuah milis: From: "Tirta D. Arief" Date: Thu Oct 7, 2004 3:29 am Subject: Bentuk adalah Kekosongan--bahan renungan dan diskusi tambahan saja....... Pernah saya baca sebuah artikel, sekarang saya lupa sumbernya..... Katanya, bila inti atom dibesarkan menjadi seukuran buah jeruk, tentunya bukan jeruk Bali yang sebesar bola sepak, maka elektron-elektron yang mengelilingi inti akan bergerak sejauh diameter bumi. Sementara ruang di antara inti dan elektron itu kosong tidak ada apa pun! Mungkin rekan yang memahami fisika atom bisa bantu menghitung untuk membuktikan hal ini. Karena kalau benar berarti 'benda padat' itu banyak kosongnya:-)) salam, tirta On Wed, 6 Oct 2004, bi... wrote: > > > untuk tambahan.. > > sebenarnya ini topik 'klasik' yang sering sekali muncul dalam > berbagai versi dalam filsafat spekulatif. Maklumlah, orang > berfilsafat dulu suka menyorongkan hal2 macam2. Sejak jaman > Aristoletles yang mempermasalahkan antara "bentuk" dan "materi", > sampai ke yang mempermasalahkan bisa dipercaya atau tidak > visualisasi dari sensasi, etc. Kemudian lalu menjurus ke > pertanyaan yang bersifat eksistential, yaitu apakah benda2 > dunia ini ada? Siapa tahu hanya tipuan sensasi? Apakah > diri kita sediri ada? Apa bukti kita ini exist? Lalu muncul > Descartes yang memberi solusinya yang terkenal, "cogito ergo sum". > Kira2 artinya, Saya berpikir maka saya ada. Dengan demikian > Descartes beranjak dari level eksistensi dari level sensasi ke level > cognitive. > > Soal bentuk, kosong, dan ada. Ada atau tidak, kosong atau tidak, > ada adalah hasil proses cognitive (hasil pemikiran), bukan sensasi > (hasil penginderaan). Penginderaan itu cuma sebagai alat dasar untuk > membantu cognition. Tetapi cognition tidak semata tergantung dari > indera dasar. Secara teknis, manusia menciptakan banyak sekali > alat indera bantu (segala macam alat2 pendeteksian), dan juga manusia > menciptakan banyak sekali konsep untuk membantu terjadinya "ada". > Konsep2 itu lahir dari bahasa, bahasa manusia membuat sesuatu itu > ada atau tidak, kosong atau tidak. > > Saya kasih contoh: Ada sebuah tembok. Lalu oleh seorang, dipukul > dengan palu sehingga tembok itu bolong. Lalu manusia memberikan > konsep tempat bolong itu sebagai 'lubang'. Pertanyaan, lubang itu > sebenarnya ada atau tidak? > > Kalau dilihat dari material, maka lubang jelas jestru terbentuk > karena ketiadaan materi. Kalau ada materi di tempat lubang, ya > lubang tidak akan terjadi. Jestru karena tiada materi, maka > konsep yang dinamakan 'lubang' itu terbentuk. Jadi ADA lubang > jestru terbentuk kerena TIADA. > > Ini contoh bagaimana eksistensi sesuatu terbentuk karena secara > cognitive manusia mengidentifikasikan sesuatu lewat bahasa. Kalau > tanpa ada kata 'lubang', maka 'lubang' tidak akan pernah ada. > Itu kemudian meluas ke konsep2 lain, seperti konsep Tuhan, etc. > > > > Chris > ------------------------------------------------------ Tidak kekanak2an kan? seperti eyel2an, benar2n wahyu dimilis ini. salam RM D Hadinoto ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

