Salam member milis PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) India!

Pertama kali saya memberi komentar di mailing list PPI India, awalnya saya diberitahu 
oleh saudara Izzam (Zamhasari Jamil) sebagai moderator untuk bergabung dan 
Alhamdulillah banyak informasi yang bermanfaat (karena saya dengar banyak alumni 
India, penerus-penerus bangsa dengan latar belakang pendidikan yang berbeda & wartawan 
Indonesia dari seluruh dunia juga ikut bergabung) dan senang sekali bisa mengenal 
saudara semuanya. Saya siswa Master di Jawaharlal Nehru University, New Delhi. Saya 
sudah 3 bulan di India. Di kampus dan di India umumnya saya sebagai siswa terbiasa 
untuk menyatakan unek-unek atau ketidak-senangan tanpa basa-basi baik kepada 
professor, teman maupun supir oto (Demokrasi dalam berpendapat, daripada 
membicarakannya kepada orang lain justru itu sifat seorang pecundang) jadi sekarang 
saya menyatakan kekurang-senangan saya pada saat menerima e-mail dari mailing list ini 
yang berisi hanya hujatan tanpa bukti yang memecah belah persatuan bangsa, obrolan 
bahkan diskusi
 sia-sia yang membuang waktu efektif saudara untuk membangun bangsa dan negara 
tercinta Indonesia. 

Saya mohon agar saudara semuanya member milis tercinta ini mematuhi aturan yang telah 
dibuat oleh moderator saudara Zamhashari Jamil yang berkaitan dengan ini juga segala 
aturan yang telah ditetapkan. Maaf bila saudara kurang senang dengan pernyataan saya. 
Terima kasih

Berikut ada potongan artikel yang insyaAllah bermanfaat dan saya rasa berhubungan 
dalam masalah ini dan silahkan bila perlu dikritisi, saya petik dari bukunya Abdullah 
Gymnastiar yang berjudul Demi Masa!



Amanah itu bernama Waktu!

Tidak bisa kita pungkiri bahwa satu-satunya yang tidak bisa direm adalah waktu. Setiap 
orang punya jatah yang sama, 24 jam. Orang yang sukses dengan yang gagal, begitupun 
calon ahli surga dan calon ahli neraka (itu bagi yang beragama), waktu yang diberikan 
kepada mereka semua adalah sama. Yang jadi soal adalah bagaimana mengelola waktu agar 
menjadi manfaat?



Begitu juga antara orang-orang Eropa, Amerika, Jepang dan Indonesia juga, sama jatah 
waktunya 24 jam sehari. Dunianya sama seperti dunia yang kita tempati, dunia yang satu 
ini juga. Tapi mengapa kita yang orang Indonesia ini telah jauh ketinggalan? Diantara 
penyebabnya adalah karena kita belum mengerti betapa berharga dan pentingnya waktu!



Alhasil, yang menjadi masalah sesungguhnya bukan terletak pada waktunya, tetapi pada 
bagaimana kita bisa mengisinya dengan cara yang sebaik-baiknya.



Waktu yang telah berlalu tidak mungkin bisa terulang kembali. Misalnya bagi yang 
muslim, sholat Maghrib yang kita lakukan pada suatu hari, terjadi hanya satu kali dan 
tidak akan pernah terulang kembali dalam sepanjang hayat kita. Kalau melakukan dengan 
seenaknya saja , tidak bermutu, maka kita sudah kehilangan sebuah sholat Maghrib. 
Misalnya juga kita duduk � duduk bersama didalam masjid, menunggu seoran gpenceramah 
tiba. Diantara kita ada yang sibuk membaca al-Qur�an, ada yang sibuk berdzikir, tetapi 
mungkin ada juga yang sibuk melamun. Jelas, waktunya sama tapi hasilnya berbeda. Semua 
tergantung pada bagaimana kemampuan kita dalam memanfaatkannya.



Perlu diingat saudara, dalam dimensi masa atau waktu ini segala sesuatu yang ada pada 
diri kita adalah amanah. (Itu juga bagi yang beragama tentunya dan khususnya yang 
muslim) Mulut kita adalah amanah. Jangan biarkan untuk mengobrolkan sesuatu yang 
sia-sia. Masih banyak perkataan lain yang bermanfaat daripada berkata sesuatu yang 
belum tentu kebenarannya. Maka sekali-kali jangan bunyikan mulut ini kecuali kita 
pastikan bahwa omongan yang akan kita ucapkan merupakan suatu kebaikan.



Telinga mata dan tangan kita juga adalah amanah. Ketika kita membuka layar TV, PC 
(internet browser, e-mail dsb) tanyalah pada diri sendiri apakah yang akan kita dengar 
atau lihat darinya adalah sesuatu yang bisa menjadikan amal kebaikan? Apakah lagu atau 
informasi yang kita nikmati akan membawa kepada kebaikan? Atau sebaliknya, keburukan? 
Kalau tidak bermanfaat, sebaiknya matikan saja. Sebab masih banyak informasi yang 
lebih bermaslahat untuk diketahui.



Ketika naik bus misalnya, dan kebetulan di samping kiri dan kanan kita ada yang 
mengobrol dengan obrolan yang tidak karuan, kalau kita berkeinginan untuk ikut 
mendengarkannya, maka kita sudah termasuk orang yang merugi. Ingatlah! Setiap kita 
mendengar sesuatu, secara otomatis sesuatu tersebut akan menjadikan kita berfikir 
mengikuti apa yang kita dengar itu.



Pada saat membaca koran, misalnya lagi, tanya dan tanyalah terus kenapa kita selalu 
ingin membaca berita kriminal saja? Kenapa hanya suka membaca sesuatu yang mengumbar 
hawa nafsu belaka? Tentunya itu tidak efektif dan tidak menambah serta meningkatkan 
kemampuan diri. Kita menyadari bahwa semakin hari kebutuhan kita semakin meningkat dan 
tentunya semua itu akan susah dicapainya bila kita tidak meningkatkan kemampuan diri.



Kalau diibaratkan dalam perlombaan sepeda, pembalap yang menang adalah pembalap yang 
bisa mengayuh sepedanya paling banyak dibanding pembalap lainnya dalam waktu yang 
sama. Begitu juga kita, agar kita bisa mengejar ketertinggalan dan bahkan melebihi 
bangsa-bangsa lainnya, maka yang harus kita lakukan adalah mengisi waktu (yang sama 
juga dimiliki bangsa-bangsa lainnya) secara efektif untuk terus memperbaiki dan 
mengembangkan kemampuan diri. 



Dst������

regards,

 




F a c h i m
School of Computer & System Sciences
Jawaharlal Nehru University, New Delhi
Address :
Sabarmati Hostel, Boys Wing Room 053
JNU Campus, Phone : +911126717649, Mobile : +919871149961
 
Allah tidak merubah keadaan suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang bersikeras untuk 
merubahnya. Tiada pilihan selain sukses!!!





                                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail � CNET Editors' Choice 2004.  Tell them what you think. a

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke