> ada kisah menarik nih ....buat direnungkan dan introspeksi termasuk saya
sendiri....semoga bermanfaat...
  >
  >
  > Sang Imam
  >
  >
  > Sebuah artikel yang dimuat oleh harian umum al-Ahraam telah membuat Sang
  > Imam dan murid-muridnya gelisah. Bagaimana tidak, artikel yang ditulis
oleh
  > si Fulan itu berisi pemikiran yang sangat bertentangan dengan
nilai-nilai
  > Islam. Si Fulan mengatakan bahwa tidak ada kewajiban bagi manusia untuk
  > menutup auratnya. Sebab secara fitrah, tiap manusia dilahirkan dalam
keadaan
  > telanjang. Maka ia menyerukan agar budaya telanjang itu dilestarikan di
  > tengah masyarakat Mesir.
  >
  > Maka para ikhwan yang merasa marah, langsung membuat artikel bantahan
dan
  > siap dikirim ke harian umum yang sama. Namun sebelum itu, mereka
mengutus
  > seorang ikhwan bernama Mahmoud yang merupakan penulis artikel bantahan
itu,
  > untuk meminta pendapat dan izin dari Sang Imam.
  >
  > "Ya, Ustadz. Bagaimana pendapat anda?" tanya Mahmoud pada Sang Imam yang
  > tampak terdiam lama setelah membaca artikel bantahan itu.
  >
  > "Akhi." Sang Imam menatap Mahmuod. "Artikelmu ini sangat bagus dan penuh
  > argumentasi yang jitu. Tapi."
  >
  > "Tapi apa ya, Ustadz?" tanya Mahmoud heran. Wajah Sang Imam yang teduh
itu
  > berubah galau. Ditatapnya artikel bantahan yang tergenggam di tangnnya.
  >
  > "Dalam pikiranku, tergambar beberapa dampak dari tulisanmu ini jika ia
jadi
  > dimuat," ujar Sang Imam pelan sambil kembali menatap Mahmoud. "Pertama,
  > artikel yang ditulis si Fulan itu sangatlah tajam, menusuk hati kaum
  > Muslimin. Sementara konsumen pembaca harian al-Ahraam itu sendiri
relatif
  > sedikit dibanding jumlah penduduk Mesir secara keseluruhan. Dan
rata-rata,
  > mereka tidak membacanya dengan serius."
  >
  > Mahmoud menyimak uraian Sang Imam dengan hati bertanya-tanya. Ia belum
paham
  > maksud gurunya itu.
  >
  > "Jika kita menurunkan bantahan terhadap artikel tersebut, maka akan
timbul
  > beberapa titik rawan. Diantaranya, justru akan mengekspos artikel
tersebut
  > dan memancing keingintahuan bagi mereka yang belum membacanya. Sementara
  > yang sudah membaca, akan kembali terpancing untuk membaca dengan serius.
  > Dengan demikian, tanpa sadar kita telah memicu perhatian masyarakat
kepada
  > sesuatu yang buruk, yang bisa saja mendatangkan mudharat bagi
orang-orang
  > yang berjiwa lemah. Kalau artikel si Fulan itu kita diamkan saja, insya
  > Allah ia akan tenggelam dengan sendirinya," tutur Sang Imam pelan.
Mahmoud
  > masih tampak belum puas dengan penjelasan itu, meski ia mulai bisa
meraba
  > maksud gurunya.
  >
  > "Akhi, bantahan adalah salah satu bentuk tantangan yang akan memancing
sikap
  > keras kepala bagi yang dibantah. Dan sekalipun ia menyadari bahwa ia
salah,
  > tapi bantahan itu akan membuatnya bersikukuh pada kesalahannya.
Ketahuilah,
  > Akhi, si Fulan itu telah terpengaruh oleh sebuah lingkungan yang
membuatnya
  > berpikir seperti itu. Dan aku melihat, tujuannya menulis artikel itu
  > bukanlah untuk mengungkapkan apa yang menjadi keyakinannya. Melainkan
  > sekedar mencari perhatian dengan cara menghalalkan segala cara." Sang
Imam
  > diam sejenak. Sementara Mahmoud yang duduk di hadapannya masih menunggu
  > kelanjutan kalimatnya dengan raut serius.
  >
  > "Akhi, jika sampai si Fulan bersikukuh dalam kesalahan itu akibat
bantahan
  > yang kita sampaikan, maka secara tidak langsung kita telah menghalangi
pintu
  > taubat baginya. Si Fulan itu masih muda. Membukakan pintu kebenaran
baginya
  > jauh lebih baik daripada melemparkannya jauh-jauh dari kebenaran yang
  > sebenarnya menjadi hak dia. Justru kewajiban kitalah untuk membantunya
  > meraih kebenaran itu. Aku tidak ingin, emosi yang bermain dalam dada
kita
  > membuat sesorang terhalang dari hidayah Allah. Begitulah pemikiranku.
  > Bagaimana menurutmu, Akhi?" Sang Imam menutup penjelasannya.
  >
  > Mahmoud yang sejak tadi diam menatapnya, perlahan menunduk. Kini semakin
  > disadarinya betapa Sang Imam adalah manusia yang sangat bijak. Sosok
yang
  > penuh kharisma dan telah melebur ke dalam kancah dakwah secara jasad,
ruh,
  > akal, dan hartanya. Pengetahuan yang dalam dan hubungannya yang erat
dengan
  > Allah telah menjadikan pandangannya demikian luas, nalurinya peka, mata
  > hatinya tajam, jauh menembus ke depan. Ya, ia telah dianugerahi
  > bu'dunnazar*, sesuatu yang jarang dimiliki oleh orang biasa.
  >
  > Perlahan Mahmoud mengangkat kepalanya. Ditatapnya wajah Sang Imam sambil
  > tersenyum. "Anda benar sekali ya, Ustadz. Saya setuju dengan pendapat
anda."
  > Sang Imam pun tersenyum melihat muridnya mau memahami apa yang ada dalam
  > pikirannya. Maka perlahan dirobeknya artikel yang tergenggam di
tangannya
  > saat itu.
  >
  > Epilog
  >
  > Waktu terus berlalu, dan artikel si Fulan yang membahayakan itupun
berlalu
  > begitu saja. Masyarakat sepertinya tidak terusik sama sekali. Namun,
apakah
  > yang terjadi pada si Fulan sendiri? Sejarahlah kemudian yang mencatat
bahwa
  > ia telah menjelma menjadi sosok paling heroik di kancah dakwah. Ia telah
  > tercatat sebagai salah seorang prajurit Islam yang gagah berani, yang
  > menyuarakan kebenaran dengan suara lantang meski penjara mengurung
jasadnya.
  > Ia telah menjadi orang terdepan dalam perjuangan menegakkan kalimatullah
di
  > Mesir dan menutup sejarah hidupnya sebagai seorang syuhada di tiang
  > gantungan. Dialah. Sayyid Quthb! (NoS)
  >
  > *bu'dunnazar = pandangan yang jauh ke depan
  >
  > Sebuah cuplikan kecil untuk mengenang Imam Hasan al-Banna
  >
  > Oleh: Novia Syahidah
  >





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke