08.10.2004

Senso-Motorik Kecoa  
  
(Kecoa terutama diteliti sebagai hama yang harus dibasmi)  
  
  
Kecoa, binatang yang dianggap sebagai pengganggu, ternyata memiliki banyak keunggulan, 
yang membuatnya tetap eksis sejak 300 juta tahun lalu. Terutama sistem senso-motorik 
kecoa menarik perhatian para ahli. Selain itu kemampuan adaptasi kecoa, dalam 
lingkungan paling ekstrim amat mengagumkan.

Tidak banyak orang awam yang tahu, bahwa serangga besar ini, sudah ada di muka Bumi 
sejak 300 juta tahun lalu, jadi lebih tua dari Dinosaurus. Ketika keluarga reptil 
raksasa Dinosaurus musnah sekitar 65 juta tahun lalu, keluarga kecoa terus bertahan 
hidup hingga kini. Para ahli biologi bahkan memperkirakan, jika terjadi bencana atom 
di muka Bumi, salah satu makhluk hidup yang akan tetap eksis adalah kecoa. 
Mencengangkan, tapi juga sekaligus mengusik rasa penasaran.

Salah satu yang menarik perhatian para peneliti, adalah sistem saraf motorik kecoa. 
Sejak lama diketahui, binatang yang dianggap hina dan cuma menjadi pengganggu manusia 
itu, memiliki kecepatan reaksi amat mengagumkan untuk meloloskan diri dari bahaya. 
Rahasianya terletak pada sistem saraf dan sistem gerak motorik kecoa. Serangga ini, 
dalam sejarah evolusinya yang panjang, mengembangkan dua sistem senso-motorik yang 
independen. Dalam arti, keduanya dapat berfungsi berbarengan, atau juga berfungsi 
masing-masing tanpa tergantung sistem yang lain.

Sistem senso-motorik yang pertama berada di bagian kepala, dengan dua antena yang 
berfungsi sebagai penala getaran. Dan yang kedua di bagian kaki belakang yang menerus 
ke bagian perut, dengan rambut-rambut halus, yang juga berfungsi serupa antena. 
Penelitian Prof. Christopher Comer, ahli saraf dari Universitas Illinois di Chicago 
AS, menunjukan kecepatan lari kecoa sebetulnya tidak mengagumkan, yakni hanya sekitar 
lima kilometer per jam. Tapi yang sangat mengagumkan, adalah kecepatan reaksi sistem 
senso-motoriknya dalam menanggapi rangsangan dari luar. Jika sistem penala getaran di 
kaki belakang atau antena di kepala mendapat rangsangan tiba-tiba, reaksinya terjadi 
hanya dalam waktu 15 sampai 20 milidetik. Atau lebih cepat dari kedipan mata, kecoa 
sudah lari dan menghilang di bawah lemari atau meja.

Bandingkan dengan kecepatan reaksi otak manusia, yang memerlukan waktu sekitar 200 
milidetik, untuk menanggapi rangsangan dari luar. Dengan kecepatan reaksi terhadap 
rangsangan yang luar biasa ini, sudah mencukupi bagi kecoa yang memiliki kecepatan 
lari hanya lima kilometer per jam, untuk dapat melepaskan diri dari segala bahaya. 
Yang juga amat menarik, adalah dua sistem senso-motorik kecoa yang terpisah dan 
independen. Jika salah satu sistemnya disabot atau dimatikan, sistem yang lain masih 
tetap aktif dan berfungsi. Juga kecoa yang dipotong kepalanya, masih bereaksi secepat 
semula.

Robot sensomotorik kecoa

Dengan mengamati sistem senso-motorik kecoa, dewasa ini dikembangkan berbagai kegunaan 
praktis dari keunggulan sistem tsb. Misalnya saja para ahli robotik, kini berusaha 
mengembangkan robot yang memiliki dua sistem sensorik independen. Bidang terapan dari 
senso-motorik buatan ini, juga cukup luas. Mulai dari produk untuk kebutuhan 
sehari-hari, seperti mobil misalnya, sampai ke robot penjelajah untuk misi luar 
angkasa. Di masa depan, robot penjelajah planit Mars sekelas Spirit atau Opportunity 
misalnya, bisa dilengkapi sirkuit pengendali ganda, yang berfungsi independen persis 
seperti sistem senso-motorik kecoa. Jika salah satu sistem macet, yang lainnya tetap 
berfungsi. Dengan begitu kehandalan misinya dapat dijamin.

Robot yang meniru sistem saraf motorik kecoa, dikembangkan oleh para peneliti robotik 
di Universita Case Western di Cleveland Ohio, AS, masing-masing Daniel Kingsley, Roger 
Quinn dan Roy Ritzman, menunjukan bahwa dengan meniru sistem ganda saraf kecoa, 
terbukti robotnya menjadi lebih handal. Robot berbentuk mobil atau rover seperti 
penjelajah Mars, akan mengalami kesulitan besar jika salah satu rodanya macet atau 
sistem pengendaliannya rusak. Namun dengan meniru sistem saraf motorik kecoa, hambatan 
semacam itu dapat ditanggulangi segera.

Terapan di dunia kedokteran

Selain penerapannya di wilayah teknologi robotik, penelitian sistem saraf kecoa oleh 
Prof. Christopher Comer dan Angela Ridgel dari Universita Case Western di Cleveland 
�Ohio, juga menunjukan arah terapannya dalam dunia kedokteran. Kecoa yang memiliki 
kecepatan reaksi mengagumkan, ternyata juga menderita penyakit degradasi pada alat 
motoriknya. Yakni gejala seperti rematik pada kakinya, jika umur kecoa sudah tergolong 
tua. Kecoa yang berumur 60 minggu, ternyata berpenyakit tungkai, sama seperti pada 
manusia lanjut usia.

Penelitian menggunakan kamera ultra-cepat, yang mampu merekam 125 gambar per detik 
menunjukan, kaki kecoa tua, tidak bisa lagi diajak mendaki permukaan yang menanjak. 
Juga reaksinya terhadap rangsangan dari luar menurun tajam. Jika sebelumnya, perubahan 
angin sedikit saja, memicu reaksi dari sistem motoriknya, kecoa tua memerlukan waktu 
untuk bereaksi. Diamati, kadang-kadang kecoa tua ini bereaksi seperti biasa, yakni 
lari secepat kilat, untuk menyembunyikan diri. Atau malahan terdiam di tempat, untuk 
mengolah rangsangan yang datang. Akibatnya kecoa tua lebih mudah ditangkap atau 
dibunuh.

Bagi para ahli saraf sifat degeneratif sistem saraf kecoa, menjadi bahan pelajaran 
menarik. Karena sistem saraf kecoa relatif sederhana, dan serangga itu juga relatif 
besar, lebih mudah melakukan pengamatan, mengapa terjadi degenerasi sistem saraf. 
Selain itu, proses penuaan pada kecoa tidak perlu ditunggu bertahun-tahun, seperti 
pada binatang menyusui yang dijadikan obyek penelitian. Sementara hasilnya, dapat 
dianalogikan pada sistem saraf binatang menyusui, yang jauh lebih kompleks dan lebih 
sulit diteliti.

Potong kepala

Penelitian yang dilakukan Ridgel dalam berbagai situasi, menunjukan kecoa tua ternyata 
kehilangan koordinasi terhadap kedua sistem saraf motoriknya. Tapi, ketika kecoa tua 
dipotong kepalanya, gerakan motoriknya menjadi pulih kembali seperti kecoa muda. 
Apakah kerusakan pada sistem saraf sentral, yang berpusat di otak yang menyebabkan 
gangguan gerak motorik ini? Rigdel dan tim penelitinya belum menarik kesimpulan sampai 
ke situ. Tapi penelitian oleh tim lainnya, menegaskan kemungkinan tsb. Hanya saja 
masih dipertanyakan metode penelitiannya. Apakah pengamatan dilakukan segera, setelah 
kepala kecoa tua dipotong, atau beberapa jam kemudian?

Namun berbagai penelitian terhadap kecoa, dapat ditarik manfaatnya bagi penelitian 
proses penuaan pada manusia. Sebab proses penuaan pada kecoa, mirip dengan proses 
penuaan pada manusia. Misalnya saja dicirikan oleh menurunnya fungsi sistem saraf 
pusat dan anggota badan motorik. Juga kemampuan otak untuk bereaksi menurun tajam. 
Kecoa tua akhirnya mati, karena kerusakan pada jaringan sistem saraf pusat dan sistem 
gerak motoriknya.

Semula tidak diduga, bahwa kecoa dapat mencapai umur cukup tua, seperti pada manusia 
modern, yang kini memiliki kecenderungan berumur lebih panjang. Namun juga menghadapi 
risiko, menurunnya kemampuan motorik dan degenerasi sistem saraf pusat dan otak. Dari 
penelitian kecoa, para peneliti sistem saraf dan gerak motorik mengharapkan, dapat 
mengembangkan metode atau obat, untuk mencegah atau memperlambat proses menurunnya 
kemampuan otak. Selain itu, berdasarkan hasil penelitian kecoa, juga diteliti 
kemungkinan, untuk tetap mempertahakankan kemampuan gerak motorik pada manula. 
 



[Non-text portions of this message have been removed]






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke