Salam,

Selang beberapa saat setelah kak Nur Wahid terpilih sebagai Ketua 
MPR, sayapun menerima message dari rekan saya yang memberitahukan 
bahwa posisi bang AR kini sudah diganti oleh kak Nur Wahid. Saya 
langsung membayangkan kak Nur Wahid yang "bergandengan mesra" dg mas 
SBY. Bagaimana tidak, saya tak bisa membayangkan wajah Indonesia ini 
bila MPR juga dikuasai oleh orang-orang Golkar atau PDIP. Sudahlah 
DPR dikuasai oleh "kebangsaan", wuuhhh, ngeri... ngeri....

Bertemunya kak Wahid di MPR dgn SBY di istana presiden, akan menambah 
keyakinan rakyat bawah yang selama ini terinjak-injak oleh kaki-kaki 
penguasa yang angkuh untuk memperoleh keadilan yang sebenarnya. Tak 
salah, bila PKS memilih SBY pada pilpres lalu. Bang AR, tolong 
dibantu kak Wahid ini dengan pengalamanmu selama di MPR yang lima 
tahun itu.

Wassalam,

IzaM -
   
Tajuk Rencana         
Riau Pos, Sabtu, 09 Oktober 2004

Harapan Rakyat pada Hidayat Nurwahid 

Ketua Umum DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nurwahid 
terpilih sebagai ketua MPR menggantikan Amien Rais. Publik cukup 
antusias menyambut terpilihnya doktor jebolan Timur Tengah itu. 
Sebab, selama ini, Hidayat dan partainya dikenal sebagai komunitas 
yang menjadikan moral sebagai semangat politiknya.Hidayat tentu 
bukanlah sosok sempurna. Karena itu, selama memimpin lembaga 
tertinggi tersebut, bisa saja, ada kekurangan yang muncul. Harapan 
besar masyarakat kepada sosok Hidayat yang selama ini dikenal 
sederhana dan jujur, bisa saja, akan mengalami sedikit pergeseran. 
Atau, bahkan, tidak akan ada sama sekali. Semua masih serba mungkin. 

Terlepas dari kemungkinan itu, terpilihnya Hidayat tetaplah menarik 
dicermati. Setidaknya, ada beberapa poin penting yang layak 
digarisbawahi. Antara lain, dengan terpilihnya Hidayat itu, iklim 
politik Indonesia ke depan bisa diharapkan lebih stabil. Ini 
mengingat, pada pilpres putaran kedua, Hidayat dan partainya 
mendukung pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla yang kini 
telah dinyatakan sebagai Presiden dan Wapres terpilih. 

Kita tidak dapat membayangkan seandainya yang terpilih adalah paket A 
yang mengajukan Sutjipto. Karena kelompok itu juga telah menguasai 
DPR, maka sangat mudah bagi mereka untuk `'mengganggu'' pemerintah. 
Termasuk menggelar impeachment. 

Ini bukan berarti kita menginginkan pemerintahan SBY-Kalla steril 
dari kritik. Dalam konteks demokrasi, kritik dari lembaga legislatif 
ke eksekutif adalah keharusan. Namun, kita sudah terlalu lelah 
melihat gonjang ganjing politik di negeri tercinta ini. Kita ingin 
SBY-Kalla yang dipilih langsung oleh rakyat itu bisa menjalankan roda 
pemerintahan dengan tenang. 

Harapan untuk tidak adanya gangguan sangat masuk akal kita 
kedepankan. Sebab, kita masih sering menyaksikan kritik itu sering 
muncul bersamaan dengan semangat menjatuhkan, bukan semangat 
memperbaiki. Dalam arti, kritik tidak disampaikan secara proporsional 
dan konstruktif, melainkan untuk sekadar mengganggu dan menjatuhkan 
lawan. 

Dengan melihat track record Hidayat selama ini, kita masih berharap 
kritik terhadap pemerintah tetap ada. Namun, kritik itu proporsional 
dan konstruktif. Kita berharap, Hidayat masih terus mengedepankan 
kejujuran politiknya. Bila pemerintahan SBY-Kalla benar-benar 
melenceng dari kebenaran, lembaga yang dia pimpin akan digunakan 
untuk mengakhiri ketidakbenaran pemerintah. Namun, selagi 
pemerintahan berjalan sesuai dengan jalur yang benar, maka dia 
bersama lembaga MPR bisa menjaganya dari upaya kelompok yang sekadar 
ingin mengganggu dan menjatuhkan. 

Lagi-lagi, kalau melihat perjalanan politik Hidayat, kita masih punya 
harapan hal itu akan dijalankan dengan baik. Artinya, kendati dia dan 
partainya mendukung SBY-Kalla pada pilpres putaran kedua, itu tidak 
akan menjadikan mereka permisif terhadap penyelewengan pemerintah. 

Namun, jika ternyata harapan itu tidak dijalankan, kita akan ramai-
ramai menghukumnya. Dan Hidayat beserta partainya, PKS, yang selama 
ini besar karena kebersihan dan kejujurannya, akan hancur seketika. 
Jadi, ini adalah taruhan besar bagi karir politik Hidayat bersama 
partainya. 

Di sini lain, Koalisi Kebangsaan yang menguasai DPR kita harapkan 
juga menjadi `'oposisi'' yang maksimal dalam melakukan pengawasan. 
Namun, mereka tidak akan mudah mengajak MPR untuk melakukan 
impeachment karena MPR bukan berada di tangan mereka. Dari sini, 
suasana politik yang sehat kita harapkan segera terbangun. 

Jika kesantunan berpolitik anggota MPR itu dikedepankan, pembangunan 
bangsa ini pun akan berjalan lebih baik. Sebab, selama ini masalah 
bangsa adalah soal moral. Jika moral sebagain acuannya, kehadiran 
Hidayat tentunya akan menyirami kegersangan kehidupan yang jauh dari 
moralitas selama ini.*** 






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke