Saya menyaksikan beberapa kandidat Menteri Ekonomi
Kabinet SBY di Metro TV.
Irsan Tanjung ketika ditanya visi dan misi mengatakan
akan mengurangi kemiskinan, membuka lapangan kerja,
serta penjadualan hutang. Ini bagus. Tinggal bagaimana
cara dia melakukan harus diperjelas.

Ada pun Sofyan Jalil mengatakan bahwa subsidi BBM
harus dicabut agar negara tidak bangkrut. Ketika
ditanya apakah itu tidak akan menimbulkan gejolak?
Sofyan mengatakan yang penting sosialisasi dan
penyampaian.

Meski Sofyan mengatakan bahwa dia simpati pada rakyat
miskin. Tapi dari pemikirannya, dia tidak mengerti
penderitaan rakyat miskin.

Jika ingin negara tidak bangkrut, bukan subsidi BBM
yang harus dicabut. Karena ini akan menimbulkan efek
"IMF Riots" (Kerusuhan IMF) yang telah terjadi di
Argentina, Meksiko, serta di negara kita pada tahun
1998, ketika pemerintah menaikan harga BBM akibat
desakan IMF.

Sebaiknya subsidi yang dicabut adalah subsidi ke
perbankan senilai ratusan trilyun dalam bentuk SBI,
KLBI, dan BLBI. Kemudian kebocoran anggaran yang
menurut BPK senilai Rp 166,5 trilyun (71% dari APBN
1999) pada APBN 1999 yang terus berlanjut hingga
sekarang, seharusnya bisa menutupi itu.

Jika BBM ikut dinikmati orang kaya pemilik mobil, maka
kenakan pajak progresif bagi orang kaya. Misalnya
pajak kendaraan bagi mobil mewah dikenakan tarif 50%
dari harga mobil. Atau pajak penghasilan untuk orang
kaya dikenakan sampai sebesar 50%.

Dengan cara itu, maka "subsidi" yang dinikmati orang
kaya akan kembali dengan pengenaan pajak yang tinggi
bagi orang kaya.

Sebab dengan menaikan BBM, maka biaya transportasi
akan naik. Ini akan menimbulkan efek domino pada harga
barang lainnya, yang mengakibatkan naiknya harga
kebutuhan rakyat.

Jika penghasilan rakyat tetap, tapi harga barang
meningkat, maka otomatis Sofyan akan memiskinkan lebih
banyak rakyat Indonesia.

Dalih bahwa subsidi BBM akan diberikan langsung ke
rakyat miskin tidak tepat, karena subsidi sering salah
sasaran dan banyak rakyat miskin justru tidak
menerimanya.

Bagaimana pemerintah bisa tahu rakyat mana yang miskin
dan yang tidak? Bagaimana pemerintah tahu alamat
rakyat miskin itu, sehingga bisa memberikan bantuan
kepada mereka? Bagaimana pemerintah bisa memastikan
bahwa subsidi itu tidak jatuh ke LSM fiktif atau
dikorup oleh oknum aparat pemda?

Semoga Menteri Kabinet SBY benar2 menteri yang
memikirkan rakyat. Bukan orang2 Pro IMF yang hanya
membela kepentingan IMF dan segelintir kapitalis.
 
Tim Ekonomi Pro-IMF Jangan Masuk Kabinet Baru
 

Jakarta, Sinar Harapan
Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla
disinyalir mendapat tekanan dari ekonom-ekonom pro-IMF
(Dana Moneter Internasional) untuk memasukkan anggota
tim ekonomi yang mempunyai kedekatan dengan lembaga
multilateral itu dalam kabinet. Jika itu terjadi,
tidak akan ada perubahan signifikan dalam kebijakan
ekonomi pemerintahan mendatang. Sebaiknya
Yudhoyono-Kalla memasukkan ekonom-ekonom yang memiliki
pemikiran baru, bukan ekonom-ekonom pro-IMF dalam
kabinet.
Demikian sumber SH yang dekat dengan kalangan tim
sukses Yudhoyono-Kalla, di Jakarta, Rabu (21/9) pagi.
Sumber itu juga menyebutkan, ada beberapa nama yang
dipertimbangkan masuk dalam tim ekonomi pasangan
tersebut antara lain Boediono yang saat ini masih
menjabat Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati yang
kini menjabat Direktur Eksekutif Dana Moneter
Internasional (IMF) mewakili 12 negara Asia Tenggara
(South East Asia/SEA Group), serta Tanri Abeng.
Menurut sumber tersebut, Boediono akan dipertahankan
sebagai Menteri Keuangan dalam kabinet mendatang
karena dinilai mampu menjaga stabilitas perekonomian.
Sri Mulyani kemungkinan diposisikan sebagai Menko
Perekonomian, sementara Tanri Abeng diposisikan
sebagai Menteri Negara BUMN.
Beberapa nama lain yang juga disebut masuk tim ekonomi
di antaranya, Irsan Tanjung, fungsionaris Partai
Demokrat dan Dosen UI, Rino Agung Efendi bekas
petinggi Danareksa, Sofyan Jalil, dan Setiyanto P
Santosa (mantan Dirut PT Telkom Tbk).
�Tetapi mungkin nama-nama itu hanya masuk dalam daftar
besarnya, sulit untuk masuk dalam daftar inti,� kata
sumber tersebut. Sementara itu ekonom yang juga calon
anggota DPR terpilih dari Partai Amanat Nasional (PAN)
Dradjat H Wibowo menilai, jika benar tim ekonomi nanti
masih mengambil ekonom-ekonom yang pro-IMF, maka
kebijakan ekonomi Indonesia tidak akan banyak berubah
dari kebijakan ekonomi pemerintahan sekarang.
�Dengan kata lain siapapun presidennya kebijakan
ekonominya sudah dikandangin. Jangan berharap akan ada
perubahan kebijakan ekonomi,� ujarnya ketika dihubungi
SH, Rabu (22/9).

Pemikiran Baru
Sementara itu, ekonom Indef, Iman Sugema, mengatakan,
pasangan Yudhoyono-Jusuf Kalla diminta mengangkat tim
ekonomi kabinet mendatang khususnya untuk posisi
strategis berasal dari kalangan profesional karena
sangat menentukan stabilitas ekonomi pada masa
pemerintahannya.

�Mereka yang menjabat sebagai menteri-menteri ekonomi
disamping harus dapat dipercaya juga harus profesional
karena terkait langsung dengan kepercayaan pasar,�
kata Iman seperti dikutip Antara, Selasa (21/9).
Menurutnya, beberapa jabatan menteri ekonomi seperti
Menteri Keuangan, Menteri Perindustrian dan
Perdagangan, Menteri Koordinator, dan beberapa jabatan
penting lainnya sebaiknya bukan berasal dari jabatan
�politik dagang sapi�.
Iman mengatakan, kalangan profesional bisa berasal
dari kalangan perguruan tinggi, pejabat pemerintah
karir, perusahaan swasta, maupun BUMN dan sebagainya,
tetapi yang jelas harus memiliki pemikiran baru. 
�Bahkan kalau perlu jabatan kabinet mendatang diisi
orang-orang baru dalam rangka memberikan penyegaran,
serta diharapkan dapat memberikan perubahan,� ujarnya.
Namun, Iman juga mengingatkan, kebijakan ekonomi
tersebut harus ada yang merupakan satu rangkaian dari
pemerintahan sebelumnya, sedangkan kebijakan yang
salah tidak boleh dilanjutkan lagi. 
�Tugas dari capres dan cawapres terpilih nantinya
harus dapat memilah-milah mana yang dipakai dan mana
yang harus ditinggalkan,� tuturnya.
Iman menunjuk kebijakan yang salah dibidang BUMN.
Pemerintah sebelumnya terlalu berorientasi kepada
penjualan BUMN untuk menutup defisit APBN ketimbang
memperbaiki kinerjanya. 
�Dalam hal ini perlu Menteri Negara BUMN yang dapat
memberikan penyegaran dalam kebijakannya serta tidak
terjebak pada hal yang pragmatis tetapi tidak
esensial,� tuturnya.
Ditambahkannya, Menteri BUMN mendatang harus
profesional untuk menyehatkan sekitar 170 BUMN di
bawahnya, jangan seperti yang sudah-sudah hanya
sebagai �broker�. BUMN itu harus dibina agar lebih
kompetitif, profitabel, memberikan pelayanan lebih
baik kepada publik, dan memiliki prospek.
Iman juga mengatakan, pemilihan Dirut BUMN sebaiknya
dibenahi lagi jangan asal-asalan dan berdasarkan
hubungan kongkalingkong, melainkan harus memiliki
pengalaman (track record) yang baik.
Iman menjelaskan, berdasarkan catatan siapapun yang
menduduki jabatan capres dan cawapres pada tahap awal
akan mendapatkan dukungan positif dari pasar, tetapi
selanjutnya sangat tergantung pada kebijakan yang
ekonomi yang diambilnya.
Pemerintah harus memberikan keyakinan kepada pasar
dengan memberikan fundamental yang baik, kebijakan
penting yang harus diambil diantaranya mengatasi
pengangguran dan kemiskinan. (yat)
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0409/22/sh03.html

=====
Bacalah artikel tentang Islam di:
http://www.geocities.com/nizaminz


                
_______________________________
Do you Yahoo!?
Declare Yourself - Register online to vote today!
http://vote.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke