(JUKEBOX JOURNALISM) MENULIS ATAU MENYAMPAIKAN BERITA ADALAH LAKU MORAL

Kawans,
Saya selalu terpikat membaca ulasan Bung Ridwan Nyak Baik dari 
Pertamina, yang rutin dikirim ke milis iPerhumas. Bung Ridwan adalah
termasuk senior dalam dunia perhumasan di Indonesia. Beliau tak segan-
segan membagi ilmunya kepada para yuniornya, baik dalam bentuk tulisan 
maupun di ajang seminar.

Kali ini Bung Ridwan mengomentari tentang issue 'Jukebox Journalism'
yang kian kental melumuri dunia pers kita. Selamat membaca.

Salam,


Radityo Djadjoeri
MediaCare!


PESAN DARI PENA INDONESIA:

Ada beberapa materi tentang jurnalisme dan penulisan yang bisa didownload disini:
http://www.penaindonesia.com/sekolah/bahan/download.htm



===============================================================

Date: Tue, 19 Oct 2004 10:14:12 +0700
From: Ridwan Nyak Baik <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: RE: [iPerhumas] 'JUKEBOX JOURNALISM' DI PEMILU 2004: Siapa saja yang bermain? 

Rekans,

Membincangkan Jukebox Journalism (JJ) memang menarik. Sebab, fenomena 
JJ sangat sulit diberantas (untuk menyebutkan tidak dapat). Berbeda 
dengan fenomena Wartawan Bodrek atau Wartawan Tanpa Surat Kabar (WTS), 
JJ tidak memeras atau berperilaku preman. Dalam prakteknya JJ tetap 
mengetengahkan elemen-elemen suatu fakta yang layak ditulis menjadi 
berita, seperti: aktualitas, penting, keluar biasaan, daya pengaruh, 
konflik, emosi, kemajuan, humor, dsb.

Goenawan Mohamad dalam pengantar (terjemahan) Sembilan Elemen Jurnalisme 
(Kovach & Rosenstiel) menyebutkan bahwa: "Menulis atau menyampaikan 
berita adalah sebuah laku moral." Bila seluruh insan pers bertindak 
demikian maka tidak keliru bila imperium media akan tumbuh sebagai 
pilar ke empat demokrasi. 

Masalahnya timbul karena dalam memutar roda industri media tidak 
dilakukan hanya oleh Redaksi dan jalur turunannya yang berkaitan dengan
materi/aspek berita dan pemberitaan semata. Namun, dalam mengenal 
industri media kita harus melihat secara utuh dan terintegrasi pada 
ketiga bagian besar pendukungnya, yakni: 

(1) Perusahaan Pers (Pimpinan Perusahaan) yang mengelola aspek bisnis 
suatu media, meliputi bidang-bidang sirkulasi, promosi, iklan, oplah, 
keuangan, SDM, umum, dsb.; 

(2) Redaksi (Pemimpin Redaksi) yang mengelola aspek pemberitaan berikut 
wartawannya (Redpel, Korlip, Redaktur, reporter, riset & dokumentasi, 
dsb.; (3) Pengelolaan produksi/percetakan. Ketiga fungsi dimaksud 
sering memicu konflik internal suatu penerbitan pers karena fanatisme 
fungsional, ketiganya ingin tampil dominan.

Mitos koran adalah wartawan/jurnalis. Namun dalam kenyataannya kerap 
terjadi suatu hasil reportase yang bernilai tidak dapat tampil ke 
halaman media karena tergusur iklan. Dalam kasus ini Pemimpin Redaksi 
"kalah" dalam berargumentasi dengan Pemimpin Perusahaan.

Dalam kacamata Pemimpin Perusahaan (yang "profit oriented") setiap 
halaman koran/tabloid/majalah dan jam siaran (radio/TV) merupakan 
asset, bak sawah/kebun yang harus dibajak/dicangkul dan ditanami dengan
pohon-pohon iklan agar tumbuh subur secara berkesinambungan. Maka 
kerap kita lihat koran yang halaman beritanya lebih sedikit dari 
halaman iklan. Atau acara TV/Radio yang terpotong iklan secara 
semena-mena. 

Siapa yang salah, bila wartawan di lapangan menulis suatu news, 
feature atau news feature yang berkualitas (memenuhi semua unsur) hasil 
pengejaran nara sumber sampai berhari-hari, dilengkapi dengan riset 
pustaka dan wawancara pendukung dari individu/fungsi terkait dianulir 
dalam rapat Redaksi atas saran pemimpin perusahaan karena menyerempet-
nyerempet bisnis pemegang saham utama di sektor lain, atau nama baik 
atas perilaku buruk sang pemegang saham.

Maka, sering terjadi tarik ulur (konflik internal) antara kepentingan 
Pemimpin Umum dan Pemimpin Perusahaan dengan Pemimpin Redaksi.  Pemred 
yang kuat serta punya integritas terhadap laku moral seorang jurnalis 
murni tidak akan goyah oleh pressure dari Pemimpin Umum dan Pemimpin 
Perusahaan. 

JJ menurut saya sangat ditentukan oleh integritas sang Pemred dan 
jajaran vertikal di bawahnya sampai ke lapangan. Kultur dan kiprah 
jurnalistik yang dikembangkan Pemred yang dituangkan dalam kebijakan 
keredaksian akan berdampak pada kadar idealisme selagorde jurnalis di 
bawahnya. Mau seutuhnya menjadi pilar ke empat demokrasi atau pengerat 
pilar demokrasi itu sendiri lewat JJ. 

Jadi, JJ berkembang bukan karena "kenakalan" rekan-rekan jurnalis di
lapangan, tetapi tumbuh karena kebijakan redaksional di atasnya 
termasuk kultur korporat industri/perusahaan media itu sendiri yang 
dibangun atas komitmen pemegang saham, CEO serta para elit di imperium 
bisnis media tersebut.

Tabik,

Ridwan Nyak Baik
Pseudo Journalist, Corporate communication & CSR Specialist

 

Mediacare: http://groups.yahoo.com/group/mediacare



-- 
_______________________________________________
Find what you are looking for with the Lycos Yellow Pages
http://r.lycos.com/r/yp_emailfooter/http://yellowpages.lycos.com/default.asp?SRC=lycos10



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke