Wah, saya mohon maaf. Ini hanya reportase. Penulisnya (Chavchay Saefullah) mencoba mengnalogikan Payyudara sebagai sumber kehidupan. Ini novel filsafat. Samasekali tidak ada unsur mesum. Berbeda dengan Jenar, Ayu Utami and her gank, yang erotis dan cenderung streeptease.
Sekali lagi, saya mohon maaf, ya. selamat berpuasa. ps. mungkin anggota milis ini belum pada tahu tentgn Rumah Dunia.Saya diundang oleh moderator. Rumah Dunia adalah pusat belajar seluas 1000meter persegi di halaman belakang rumah saya. Ada perpustakaan anak, dewasa, toko buku (untuk mensubsidi), panggung untuk berexpresi), mushola, dan mess untuk 4 orang volunteer. kegiatannya sepulagn sekolah (PLS). jam 13.00 - 17.00. Yang mengelola istri saya. kegiatannya ada wisata gambar, baca, tulis, teater, study. semuanya gratis. biaya operasionalnya dari zakat saya (bekerja di RCTI) dan keluarga. juga ada bebrapa donatur musiman yang ingin berzakat. pada sabtu dan minggu, saya meluangkan waktu membagi2kan ilmu jurnalistik dan sastra ke pelajar/mahasiswa. Alhamdulillah, bbeerapa sudah menulis novel dan bekerja jadi wartawan di koran lokal (Radar Banten). Visi Rumah Dunia: mencerdaskan dan membentuk generasi baru di Banten. ini semacam support bagi Jakarta dalam memnrangi kebatilan lewat pena. Nah, setiap Sabtu, kami rutin bikin diskusi apa saja. pendidikan, seni, dan budaya. kami tidaj masuk ke politik praktis. kami menolak warna-warna. bahkan lintas gama (walaupun Islam adalah panutan kami). Kai juga concern ke pemunculan penulis lokal (Banten). Chavchay penulis dari Lebak. novel perdananya kani pestakan. Begitulah selintas pandang ttg rumah dunia. jurnali ni mingguan dan sudah berlangsung selamna 3 tahun di milis-milis. setiap kamis disediakan khusus halamannya di Radar Banten. Oke, rekans. salam dari rumah dunia gola gong ----- Original Message ----- From: "marthajan04" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, October 20, 2004 2:57 AM Subject: [ppiindia] Re: [rumah dunia] jurnal #98 > > > Kenapa sih dinamainya Payudara? kan enggak enak banget buat perempuan > ngomonginnya. Apa seniman2 sudah kehabisan ide untuk nyari nama yang > sopan dan tidak membuat jengah wanita? Katanya bulan suci Ramadhan > harus bebas dari pikiran2 mesum. Sebut2 nama itu kan bagi yang > sensitif bikin jengah ; bagi yang pikirannya kotor bisa membangkitkan > fantasi2 mesum. > > martha jan > > > > > --- In [EMAIL PROTECTED], "Heri Hendrayana" > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > PLN, FKB, DKB, DAN RASA KECEWA ITU! > > (Payudara dan Pesta Demokrasi) > > > > Pada 4 Oktober lalu, Banten berumur empat tahun. Pesta dimana-mana. > > Berjuta-juta rupiah hangus untuk acara ini. Apakah masyarakat > Banten > > merasakan "madu"? Apakah pembangunan menjamah lapisan masyarakat > dari utara > > sampai selatan Banten? "Sedikit" jawab Franky, personil "Kelompok > Penyanyi > > Jalanan" (KPJ) Rangkas Bitung , usai tampil di panggung Rumah > Dunia, 9 > > Oktober lalu. Umi Ayu, mahasiswa FISIP UNTIRTA, malah > kecewa, "Banten > > Selatan masih terisolir. Pembangunan masih terpusat di Banten > utara!" > > > > KACAU > > Untuk memperkecil rasa kecewa itulah, Sabtu (9\10) lalu, dari jam > 14.00 > > sampai jam 23.00 WIB, Rumah Dunia memberikan ruang kepada "Selatan" > > (Rangkasbitung) untuk bereksperesi. Dimulai dengan bedah novel > filsafat > > "Payudara" milik Chafcay Saefullah (jam 14.00 sampai 17.00 WIB). > Pembedahnya > > Ibnu Adam Avieciena (Mahasiswa STAIN SMHB Serang),. Maria (Redpel > Jurnal > > Perempuan) dan Nanang Suryadi (dosen Unibraw Malang) yang > menggantikan > > Bambang Q-Aness (Dosen Filsafat IAIN SGD Bandung), yang urung hadir > karena > > sakit. Yang istimewa dari bedah Novel Payudara ini adalah kehadiran > Hudan > > Hidayat, Kritikus Sastra dan CEO Creativity Writing Instititute > (CWI), > > Jakarta serta Nandang Aradea (ditemani Farid dari teater "Tanah > Liat"), yang > > sengaja datang dari Moskow, Rusia, untuk mengurus visa di Jakarta. > > Acara berlanjut pada malam hari. Tapi setengah jam sebelum acara > > berlangsung, Gola Gong panik dan naik pitam, karena karena listrik > mati. > > Padahal sudah di lostwatt, bayar Rp. 87.700 ke PLN. Saat > dilostwatt oleh > > petugas PLN bernama Mahmud (tentu dengan tip), Gong berkali-kali > > mengingatkan, bahwa tidak akan ada masalah. Soalnya, pada > acara "Keranda > > merah Putih" (14/8) lalu, setelah diloswatt, tiba-tiba listrik > mati. Mahmud > > memberi garansi acara akan lancar. Tapi, lihatlah itu! Listrrik > mati! Saya > > langsung mengontak PLN di 200716. Sialnya, petugas PLN itu tidak > bisa > > menjamin dan bilang, tidak ada yang namanya "Mahmud". Kami meminta > anak-anak > > KPJ untuk memeriksa. Untung ada Joy dari KPJ, yang paham soal > listrik. "Ah, > > ini sih tidak di Losswatt, Kang!" Joy Memberitahu Gong. > > Gong kesal campur kecewa, "Kami sudah menempuh prosedur, nggak > nyuri > > listrik! Bayar lagi! Tapi, pelayanan PLN kacau! Rakyat telat bayar, > dicabut! > > Ini minta loswatt, bayar pula, nggak ngurusinnya nggak becus! PLN > itu mikir > > nggak sih, kalau Rumah Dunia itu duitnya pas-pasan?! Serba gratis > pula! Ini > > 'kan untuk pengembangan SDM Banten! Kalau acara berantakan gara- > gara listrik > > mati, mikir nggak kalau Rumah Dunia udah nyewa sound sistem seharga > 400 ribu > > perak?! Bagaimana juga denan rombongan dari Rangkasbitung yang siap > tampil?! > > Mikir nggak sih PLN itu!" > > > > KECEWA > > Pukul 20.00 Listrik bisa beroperasi. Bukan berkat pelayanan PLN, > tapi > > berkat antisipasi Joy dari KPJ. Rumah Dunia disesaki pengunjung. > Gong > > memberi sambutannya, "RCTI Peduli menyelamatkan acara ini. Dengan > 1,5 juta > > perak, kita bisa bersilaturahmi dengan para seniman se-Banten " > Tamu-tamu > > ada yang dari Pandeglang, Malingping, Cilegon (diwakili Kuku Semar > dan > > beberapa pelajar SMAN 1 Cilgon), Merak, Balaraja, Jawilan, Malang, > dan > > Moskow. Tapi Gong kecewa lagi, karena tak ada satu pun perwakilan > dari Forum > > Kesenian Banten (baca essay Gola Gong Sabtu besok di "Harian Radar > Banten": > > Reposisi FKB-DKB, Sean Penn, dan Kekecewaan Chavcay). Chavchay, > Joy, dan > > semua yang hadir juga merasa kecewa, karena tak ada satu pun > perwakilan dari > > FKB yang hadir. "FKB itu 'kan dibentuk untuk kebersamaan. Jangan- > jangan, > > memang mereka tidak mau menerima kehadiran kami di sini," kata > Chavchay, > > yang merasa terharu dipestakan di Rumah Dunia oleh RCTI Peduli, > tanpa perlu > > mengeluarkan sepeserpun uang. > > Sedangkan DKB mengirimkan dua utusan, yang merasa malu, karena > dengan 1,5 > > juta perak, Rumah Dunia bisa membuat acara sehari-semalam. "Kami > diberi dana > > 100 juta rupiah, belum bikin apa-apa. Nanti, tahun 2005, kami akan > minta 1,2 > > milyar ke pemerintah. Dari dana itu, Rumah Dunia akan kami subsidi!" > > Sambutan lainnya dari Adi Wiguna (Rangkasbitung), berisi harapan > munculnya > > Multatuli-Multatuli baru yang telah dilupakan pemerintah dan > masyarkat. > > Sedang Gebar Sasmita (pelukis dari Pandeglang, mewakili Komunitas > Bunga > > Rumput), menyampaikann rasa terharunya dan bahagia dengan acara > ini "Kegitan > > ini harus kita lestarikan." Maemun (Malingping) dan Dewo (Kuku > Semar) > > sependapat dengan Gebar. > > Setelah parade Sambutan rampung. Barulah penonton mulai menikmati > > pertunjukan. Pertama-tama pledoi dari Chavcay Saefullah. Diteruskan > > musikalisai puisi oleh KPJ. Dibawah komando Ahmad Lugas Kusnadi KPJ > berhasil > > memukau pengunjung. Lagu-lagu yang diusung dari puisi Chavchay dan > Chairil > > Anwar. Selain karena liriknya-liriknya yang menyentuh, penonton > terhipnotis > > oleh seragam KPJ, yang menggunakan pakaian khas baduy. KPJ > merupakan wadah > > bagi para penyanyi jalanan yang diidrikan tahun 26 Desember 1996. > Telah > > banyak prestasi yang diraiihnya. Antara lain juara pada Cipta Lagu > Herry > > Rusli, penampilan di Taman Ismail Marzuki, di Dewan Kesenian > Jakarta. > > Puncak acara "Selatan Menguak Dunia", ialah interpretasi > novel "Payudara" > > dari "Sanggar Lenong Sedih". Nandang Aradea, yang kuliah > penyutradaraan di > > Moskow betah duduk dari jam 14.00 sampai selesai. Makan nasi bungkus > > sama-sama dan sangat rendah hati. Dia mengangkat dua jempol > tangannya. "Saya > > suka membaca berita-berita Rumah Dunia di internet. Hari ini saya > ingin > > membuktikannya! Ternyata memang oke!" pujinya tulus. Kata > Gong, "Anak-anak > > FKB harus belajar sama Nandang! Terutama kerendahatiannya!" > > > > DEMOKRASI > > Sementara Minggu siang (10/10), Warga Hegar Alam berbondong- > bondong menuju > > Rumah Dunia. Untuk memilih ketua RT. Hadir dalam acara ini Junaedi > (wakil > > Lurah Sumur Pecung), Ahmad (ketua RW IV Ciloang). Sebelum pemilihan > > dilakukan, para kandidat (Kurnia Hidayat Hs, Drs Ardi Jatmika yang > > digantikan oleh Iswan dan Drs. M Yasin) diminta memaparkan visi > dan > > misinya apabila terpilih menjadi ketua RT 04 hegar Alam. Warga juga > diberi > > kesempatan untuk bertanya kepada para kadidat. Setelah bedah visi > dan misi > > acara dilanjutkan dengan pencobolsan. Dari hasil penghitungan > suara, Kurnia > > Hidayat yang sebelumnya diduga sebagai calon kuat, akhirnya menang > mutlak > > atas lawan-lawannya. Kurnia, yang mempunyai visi merekatkan > warga, ini > > mendapat 101 suara dari seratus empat puluh warga yang memilih. > Sedang 4 > > suara memilih Ardi dan 17 suara ke Yasin. Sedang abstain 9 suara. > > Pesta Demokrasi ini adalah pertama kalinya terjadi di Hegar Alam > setelah 14 > > tahun ketua Rt dipegang oleh Drs. Taufik. Hal ini dibenarakan oleh > Kepala > > Desa Sumur Pecung. Bahkan ini adalah pertama kali terjadi dibawah > > kepemimipinannya "Ini hal baru yang mesti ditiru oleh warga-warga > lainnya > > dikelurahan kami! Kata Iswan. > > Ada berbagai Pekerjaan Rumah yang mesti dilakukan oleh Kurnia, > selakku RT > > terpilih, seperti keamanan yang akhir-akhir ini sangat > menghawatirkan, > > Banyak warga Hegar Alam yang kecolongan, memberantas marjinalitas > warga dan > > membina kerukunan warga. Semoga dengan RT baru dapat memberikan > warna baru, > > sehingga dapat membawa angin perubahan terhadap Hegar Alam dan > wilayah > > sekitarnya. Keamanaan terjaga, maling-maling tidak berani > menyatroni warga, > > kerukunan warga terbina, para warga yang satu dengan warga yang > lainnya > > tidak saling membenci. Dengan demikian akan muncul kebersamaan. > Kemajuan > > nampak di depan mata. Hegar Alam harus maju. Majulah Hegar Alam. > Majulah > > Banten. Majulah Indonesia. Amien. (Aji Setiakarya, Mahasiswa FISIP > UNTIRTA) > > > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

