http://www.sinarharapan.co.id/berita/0410/19/sh04.html

Menyaksikan Hari-hari Terakhir Megawati di Istana

JAKARTA - Menjelang Isya, rangkaian mobil rombongan presiden telah berjajar 
di jalan aspal samping barat Istana Merdeka. Sekonyong-konyong burung merak 
jantan di sangkar barat jalan itu mengeluarkan suara seperti lolongan, hanya 
beberapa menit sebelum Presiden Megawati Soekarnoputri keluar dari Istana 
Merdeka.
Burung merak yang kini tinggal lima ekor itu seperti tahu kalau itu adalah 
dua hari terakhir Megawati berkantor di lingkungan Istana Kepresidenan. 
Sementara beberapa burung merak putih kepunyaan Megawati yang biasa 
dititipkan di kandang istana, sudah dibawa kembali oleh sang empunya.
Di tengah kesibukan lingkungan istana berbenah menyambut penghuni barunya, 
seminggu terakhir Presiden Megawati menjalankan kegiatan seperti biasa. Usai 
berziarah ke pusara ayahandanya, Soekarno di Blitar, Senin (11/10), hari 
berikutnya Megawati meresmikan Terminal Peti Kemas di Pelabuhan Bitung, 
Sulawesi Utara.
Sementara Rabu (13/10) dari pagi Kepala Negara membuka Pameran Produk Ekspor 
ke-19 di Arena Pekan Raya Jakarta, lalu meresmikan Revitalisasi Museum 
Nasional dan sorenya menerima tama di Istana Negara. Esoknya pun Presiden 
Megawati kembali ke Istana Negara menerima laporan kedua penasihat dan 
utusan khusus presiden, yaitu Ali Alatas dan Nana Sutresna, kemudian ziarah 
ke makam ibundanya sebelum memimpin Rapat Kabinet Terbatas.
Proyek Jalan Layang Pamanukan di Jalur Pantura merupakan proyek terakhir 
yang diresmikan Presiden Megawati. Senin (18/10) itu juga, Megawati memimpin 
Sidang Kabinet Paripurna untuk terakhir kali, usai menerima Komisi Pemilihan 
Umum (KPU) yang dipimpin Ketua KPU, Nazaruddin Sjamsuddin, sekitar pukul 
15.00 WIB.

Berpose Terakhir
Sebelum sidang kabinet, Megawati menggunakan mobil golf bersama Wakil 
Presiden (Wapres) Hamzah Haz menuju teras depan Istana Merdeka yang 
menghadap Jalan Medan Merdeka Utara. Tentu saja mereka tetap di bawah 
pengawalan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspamres).
Para menteri dengan jas berwarna gelap lengkap dengan kopiah berdiri 
berjajar di tangga Istana Merdeka. Kepala Negara yang sore itu mengenakan 
baju terusan berwarna coklat berdiri di tengah di antara mereka, untuk 
berpose terakhir sebagai Kabinet Gotong Royong.
Kemudian Panglima TNI Jenderal TNI Endriarto Sutarto dan Kepala Kepolisian 
Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Da'i Bachtiar bergabung ikut 
berpose. Menyusul Menteri Tenaga Kerja dan Trasmigrasi (Menakertrans) Jacob 
Nuwa Wea yang datang terlambat di bawah tepuk tangan riuh para wartawan.

Tampak menteri Kabinet Gotong Royong hadir, kecuali Menteri Riset dan 
Teknologi (Menristek) Hatta Rajasa yang mundur karena menjadi anggota Dewan 
Perwakilan Rakyat (DPR) dan Menteri Pertahanan (Menhan) Matori Abdul Djalil 
yang masih sakit. Sementara tiga mantan menteri yaitu Susilo Bambang 
Yudhoyono dan M. Jusuf Kalla yang telah mundur dari kabinet, serta Agum 
Gumelar yang tidak aktif karena menjadi calon wakil presiden mendampingi 
calon presiden Hamzah Haz dalam pemilihan presiden (Pilpres) yang lalu.
Di tempat yang sama, Megawati pun bersedia berpose terakhir kali dengan para 
wartawan yang meliput di istana. Lantas dengan seulas senyum, putri sulung 
Proklamator Indonesia itu menyambut uluran tangan para wartawan yang 
mengajak bersalaman. Namun tetap saja pertanyaan mengenai ketidakhadiran 
dalam pelantikan presiden mendatang hanya dijawab Megawati dengan senyuman 
penuh arti.

Sidang Kabinet Terakhir
Usai berfoto bersama, Presiden Megawati memimpin Sidang Kabinet Paripurna 
terakhir di Kantor Presiden yang baru, di halaman tengah Istana 
Kepresidenan. Menurut Sekretaris Negara/Sekretaris Kabinet (Sesneg/Seskab) 
Bambang Kesowo, Presiden meminta agar sampai dengan tanggal 20 Oktober 2004 
para menteri Kabinet Gotong Royong tidak mengambil keputusan strategis dan 
kebijakan pemerintahan penting lagi.
Bambang Kesowo juga mengatakan, Presiden minta para menterinya agar 
benar-benar mempersiapkan pengalihan tugas-tugas kepada para menteri baru. 
Hal itu dimaksudkan supaya segala sesuatunya dapat berjalan dengan lancar.
Sidang kabinet yang kurang dari sejam itu berakhir menjelang Magrib. 
Presiden Megawati menyelenggarakan buka puasa bersama para menteri Kabinet 
Gotong Royong yang selama tiga tahun terakhir membantunya menjalankan roda 
pemerintahan.
Sebelum Presiden dan Wakil Presiden Hamzah Haz bersama para menteri berbuka 
puasa di Istana Merdeka, tampak putri Megawati, Puan Maharani, datang 
mendampingi ibundanya. Sedangkan para wartawan mendapat jatah buka puasa 
nasi kotakan di Wisma Negara di komplek istana.

Sekitar sejam kemudian Presiden Megawati keluar dari Istana Merdeka melalui 
pintu belakang di samping barat. Dengan mengenakan baju terusan biru toska, 
Megawati tampak anggun di seputar Sesneg/Seskab Bambang Kesowo, Sekretaris 
Presiden (Sespres) Kemal Munawar, Sekretaris Militer (Sesmil) Mayjen TNI 
Tubagus Hassanuddin, Waseskab Erman Rajaguguk dan pejabat istana lain yang 
mengantarnya ke mobil.
Kepala Negara memasuki mobil B 1 dari sisi kanan. Tak seberapa lama, ia 
meminta putrinya memanggil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM 
Hendropriyono untuk duduk di samping Megawati di mobil B-1 itu.
Sirene mobil patroli kawal (patwal) pun meraung, tidak kurang dari 10 
rangkaian mobil mewah itu bergerak membelah kegelapan malam di jalanan yang 
telah dibuka khusus untuk pejabat negara. Menurut rencana, Selasa (19/10) 
ini benar-benar hari terakhir Presiden Megawati di istana untuk 
menandatangani 18 Undang-undang dan Keputusan Presiden yang tersisa. Tapi 
yang pasti, hari ini Megawati menandatangani Rancangan Undang-undang tentang 
Sistem Jaminan Sosial Nasional, di Istana Negara.
Maka tak ada lagi rangkaian panjang mobil mewah lengkap dengan ambulans dan 
dokter, karena mulai tanggal 20 Oktober itu menjadi hak presiden yang baru 
dilantik. Selamat jalan Ibu Presiden, selamat datang Bapak Presiden baru! 
(SH/mega christina) 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke