http://www.suarapembaruan.com/News/2004/10/20/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY Yudhoyono-Jusuf Kalla Ucapkan Sumpah PEMBARUAN/YC KURNIANTORO PRESIDEN BARU - Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono membacakan sumpah jabatannya ketika dilantik menjadi Presiden RI untuk periode 2004-2009, di Ruang Sidang Paripurna I, Gedung Nusantara MPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/10). JAKARTA - Susilo Bambang Yudhoyono dan Muhammad Jusuf Kalla mengucapkan sumpah di hadapan Sidang Paripurna MPR, Rabu (20/10), sebagai bentuk pengukuhannya menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2004 - 2009. Sidang Paripurna MPR dengan acara pengucapan sumpah presiden dan wakil presiden terpilih itu dipimpin oleh Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid didampingi tiga Wakil Ketua MPR, AM Fatwa, Aksa Machmud, dan Mooryati Soedibyo. Pengucapan sumpah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden dan Muhammad Jusuf Kalla berlangsung khidmat dan lancar. Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri dan mantan Wakil Presiden Hamzah Haz yang diundang pemimpin MPR tidak hadir pada acara tersebut. Demikian juga dengan mantan Presiden Soeharto, BJ Habibie, dan Abdurrahman Wahid Sebelum acara pelantikan dimulai, ketika Hidayat Nur Wahid menyebutkan jumlah anggota MPR yang hadir dari semua fraksi di MPR, ada interupsi dari anggota Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi. Interupsi itu pada intinya mengoreksi ucapan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid yang salah menyebut nama Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi. Hidayat Nur Wahid menyebutnya Fraksi Bintang Pelopor Reformasi, padahal seharusnya Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi. Setelah Ketua KPU, Nazaruddin Syamsuddin membacakan SK Pengumuman dan Penetapan Hasil Pemilu Presiden Putaran II bernomor 98/SK/KPU/2004, anggota Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi, Bursa Sarnubi juga menginterupsi. Dia meminta supaya presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyampaikan semacam pidato di depan Sidang Paripurna MPR, meskipun sidang paripurna itu tidak menjadwalkan pidato presiden. Tetapi interupsi itu tidak dihiraukan oleh pemimpin MPR. Sidang Paripurna MPR pengucapan sumpah presiden dan wakil presiden dihadiri oleh 611 anggota MPR. PEMBARUAN/YC KURNIANTORO SUMPAH JABATAN - Wakil Presiden Terpilih Jusuf Kalla membaca sumpah jabatan saat dilantik menjadi wapres untuk periode 2004-2009, di Ruang Sidang Paripurna I, Gedung Nusantara MPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/10). Rinciannya, Fraksi Partai Golkar sebanyak 125 orang dari 147 anggota, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sebanyak 91 orang dari 122 anggota, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan sebanyak 55 dari 57 anggota, Fraksi Partai Amanat Nasional dihadiri oleh 49 orang dari 53 anggota, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa dihadiri oleh 49 orang dari 52 anggota, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera dihadiri oleh 44 orang dari 45 anggota, Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi sebanyak 18 dari 20 anggota, Fraksi Partai Demokrat sebanyak 57 dari 57 orang anggota, dan kelompok Dewan Perwakilan Daerah dihadiri 123 dari 128 anggota. Dalam pidatonya, Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menyatakan, Presiden Megawati Soekarnoputri dan Wakil Presiden Hamzah Haz telah berhasil memimpin negeri ini melalui penyelenggaraan pemilu secara demokratis di tengah masa transisi. Apalagi pemilu 2004 merupakan pemilu yang untuk pertama kalinya diselenggarakan secara langsung. Ketua MPR menyatakan terkesan dengan ucapan Presiden Megawati ketika memberikan sambutan pada peringatan hari ulang tahun ke-59 TNI 5 Oktober 2004 lalu. ''Siapapun yang terpilih dalam pemilihan umum presiden dan wakil presiden yang demokratis harus diterima dengan baik. Sebab sesungguhnya kemenangan itu adalah kemenangan kita semua, kemenangan seluruh rakyat Indonesia. Pilihan kita mungkin saja berbeda, tetapi harapan kita sama yaitu menyongsong masa depan yang gemilang. Kebersamaan harapan itulah yang akan mempertautkan kita menjadi satu kesatuan yang utuh,'' kata Hidayat mengutip Megawati. Berkaitan dengan itu, sudah seharusnya bangsa Indonesia memberikan apresiasi yang tinggi atas kesuksesan Presiden Megawati dan Wakil Presiden Hamzah Haz mengantarkan bangsa Indonesia melewati masa transisi menuju kehidupan demokrasi. Kepada Presiden dan Wakil Presiden yang baru, Ketua MPR mengingatkan, agar mereka bisa membawa harapan rakyat Indonesia kepada kehidupan yang lebih baik selama lima tahun kedepan. Hidayat berharap, Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla bisa menjadi presiden dan wakil presiden bagi seluruh rakyat Indonesia, seluruh golongan dan kelompok, tanpa membeda-bedakan aneka latar belakang, termasuk aspirasi dan paham serta pilihan politiknya. Negara Sahabat Acara pengucapan sumpah presiden dan wakil presiden terpilih itu juga dihadiri oleh lima kepala pemerintahan negara sahabat, yakni Perdana Australia, John Howard, Perdana Menteri Malaysia, Abdullah Ahmad Badawi, PM Singapura Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Timor Leste, Mari Alkatiri, dan Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam. Selain itu, hadir juga duta-duta besar dan utusan beberapa negara sahabat lainnya. Hadir juga dalam acara itu sejumlah Menteri Kabinet Gotong Royong, di antaranya Menteri Pendidikan Nasional Malik Fadjar, Mennakertrans Jacob Nuwa Wea, Menteri Agama Said Aqil Al Munawar, Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno, Menko Ekuin Dorodjatun Kuntjoro Jakti, Menteri Negara Informasi dan Komunikasi Syamsul Muarif, Menteri Negara UKM Ali Marwan Hanan, serta Menperindag Rini Soewandi. Dua mantan wakil presiden, yakni Try Sutrisno dan Sudharmono juga hadir, begitu juga mantan calon presiden Amien Rais dan Wiranto, serta mantan calon wakil presiden Siswono Yudo Husodo. Wakil presiden terpilih Jusuf Kalla yang didampingi Nyonya Mufidah Jusuf Kalla tiba di depan Gedung Nusantara MPR pada pukul 09.18 WIB menggunakan mobil Mercy bernomor polisi B 1240 BD, sedangkan presiden terpilih Susilo Bambang Yodhoyono didampingi Nyonya Kristiani Susilo Bambang Yudhoyono tiba di depan Gedung Nusantara pada pukul 09.23 WIB menggunakan mobil Mercy B 1086 BD. Setibanya di depan Gedung Nusantara, Yudhoyono disambut Ketua MPR Hidayat Nur Wahid yang menyalaminya dengan ciuman pipi. Sementara itu, pada saat acara pengucapan sumpah presiden dan wakil presiden, di luar gedung MPR/DPR dua kelompok massa yang berjumlah sekitar 200-an orang melakukan aksi unjuk rasa. Mereka berasal dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang menyatakan diri sebagai oposisi untuk pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Sedangkan kelompok lainnya berasal dari Himpunan Masyarakat untuk Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (Humanis) yang menuntut agar pemerintahan Yudhoyono - Kalla segera menuntaskan berbagai kasus korupsi besar yang melibatkan beberapa pejabat di lembaga negara dalam 100 hari pemerintahannya. Dalam orasinya, mereka menyebut pejabat negara yang harus diseret ke pengadilan di antaranya adalah Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita sebagai tersangka pada kasus TAC antara Pertamina dan PT Ustraindo Petro Gas yang merugikan negara hingga US$ 24,8 juta. Mereka mendesak agar kasus Ginandjar dijadikan sebagai salah satu agenda 100 hari pertama kerja pemerintahan Yudhoyono-Kalla. Usai pelantikan, pukul 11.43 Yudhoyono beserta keluarga tiba di Istana Merdeka. Lima menit kemudian, Jusuf Kalla beserta keluarga tiba di tempat yang sama. (A-16/A-21/M-11) -------------------------------------------------------------------------------- Last modified: 20/10/04 [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

