Iya mas. 

Beberapa tahun yang silam, saya bersama group wisata, sahabat2 saya, 
orang Jerman dan Austria, mengunjungi Malaysia. Di Kuala Kangsar kami 
masuk dan kagumi arsitektur mesjid Ubuddiyah yang berkupel keemasan 
itu. Kami masuk diminta menanggalkan sepatu, yang tentu saja kami 
lakukan. Juga anngauta group kami yang wanita memakai rok normal 
ukuran. Tak ada masalah.

Kami diterima dengan ramah, mereka tanya kami darimana, dsb. Akhirnya 
kami sumbangkan beberapa ringgit untuk kas mesjid. Mereka sangat 
berterimakasih.

Tentu saja, kami tak datang untuk berdoa, ataupun mengikuti doa. Kami 
tak ingin mengganggu ibadah, seperti juga kami tak suka, kalau 
tourist2 sliweran digereja, selama ada ibadat.

Setelah itu, kami ke Perak, dan kunjungi sebiah vihara Buddha diatas 
bukit karang. Kami bertanya mengenai arti tiap2 symbol. Para bikshu 
menjawab pertanyan kami dengan sabar dan ramah.

Juga di Penang, kami kagumi vihara2 bergaya Siam dan bergaya Burma. 
Terasa keteduhan dan kedamaian disana.

Salam

RM D Hadinoto




--- In [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] wrote:
> ***********************
> No virus was detected in the attachment no filename
> 
> Your mail has been scanned by InterScan.
> ***********-***********
> 
> 
> Mau sekedar sharing aja....
> Waktu saudara sepupu saya menikah di Masjid Sunda Kelapa, keluarga 
saya yg
> non-muslim tetap hadir dan masuk ke dlm Masjid untuk menyaksikan 
Ijab
> kabul, sekaligus mendengarkan ceramahnya. Tidak masalah bagi saya 
dan
> mereka....
> 
> Saya juga pernah diundang, menghadiri dan mengikuti tahlilan lebih 
dari 10
> x....
> Tapi sewaktu tahlilan saya mendoakan yg punya hajat dengan cara saya
> sendiri.. :o)
> Not a big deal buat saya... saya tetap dengan keyakinan saya, tidak 
merasa
> "risih" dan "panas" (krn yg merasa kepanasan dg doa-doa cuma 
Setan :o) ).
> Saya yakin doa yg dipanjatkan adalah baik adanya dan ditujukan 
kepada Sang
> Khalik yg sama.
> 
> Pengajian dan tahlilan termasuk ritual juga khan??
> 
> Sebenarnya, tidak ada paksaan dari pihak Kristiani untuk mengikuti 
semua
> Upacara natal. Biasanya upacara natal di Instansi sangat berbeda dg 
Ritual
> yg dijalankan
> di Gereja. Kenapa mesti pusing?? Takut umatnya pindah agama?? Kenapa
> takut??
> 
> Justru, yg berkembang adalah kenapa berkunjung mengucapkan selamat 
natal
> di rumah orang Kristian juga tidak diperbolehkan?? Siapa yg 
memulai, ya??
> apa ya tujuannya?? Bukankah hal ini yg dapat membuat jarak antar 
pemeluk
> agama??
> 
> Lebih 90 % Keluarga besar saya yg Muslim juga tetap mengucapkan 
selamat
> Natal
> kepada keluarga yg Kristiani, tanpa mengindahkan fatwa tsb. Bagi 
mereka
> niat baik bersilaturahmi tidak dapat dihalangi oleh apapun termasuk 
fatwa
> "kontroversial".
> Demikian juga sebaliknya.
> 
> Persaudaraan sejati tercipta dengan interaksi yg tulus tanpa sekat,
> walaupun terdapat perbedaan. Betul apa nggak??
> 
> 
> Salam,
> 
> AI
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ==========
> 
> From: Suhiro <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Re: orang kristen ke masjid
> 
> 
> apa tidak kebalik MAs,
> Buya Hamka kan sampe keluar atau dikeluarkan dari MUI karena fatwa 
haram
> mengucapkan selamat natal, karena natal dianggap ritual agama lain 
(ada
> acara ritual, seperti misa natal) dan keadaan waktu itu banyak 
diadakan
> natal bareng juga halal bi halal bareng sehingga dikawatirkan, 
karena
> bukan itu bentuk toleransi yang diharapkan, tidak termasuk 
toleransi dalam
> ritual keagamaan.
> 
> kalau masuk masjid dan denar pengajian, saya kira tidak masalah, 
ucapan
> selamat hari raya juga tidak haram , lagian hari raya bukan ritual
> keagamaan, ritualnya adalah puasa, maaf memaafkan juga bukan ritual 
itu
> adalah maaf memaafkan sebagaimana minta maaf dihari biasa.
> tapi emang lebih bijak seperti yasaran bung RG NUrahmat
> 
> On Tue, 19 Oct 2004, Mario Gagho wrote:
> 
> >
> > Bung Togi,
> >
> > Pendapat bung Nur Rahmat saya kira sudah cukup bijak,
> > bahwa dalam kaitannya dg masuk atau tidaknya ke masjid
> > bagi nonmuslim sangat tergantung pada kerelaan jamaah
> > masjid setempat dan untuk itu perlu ditanyakan pada
> > tokoh masyakarat muslim setempat. Intinya semua ini
> > perlu dilakukan semata-mata untuk menjaga keharmonisan
> > dan menambah nilai silaturrahmi antarumat beragama yg
> > menjadi niat mulya dari Anda. Tentunya akan ironis
> > kalau tujuan mulya semacam itu akan ditanggapi dg
> > kesalahpahaman.





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke