>>>>>jilbab, adalah salah satu indikasi ketaatan terhadap syariat, 
pola pikir yg berorientasi kemajuan.<<<<<

Iki piye to mas? Syariat adalah masalah agama, sedangkan kemajuan 
adalah istilah tata kemasyarakatan. Kan ora gatuk (tak cocok)? kalau 
kita diabad ke XXI ini tak menyekolahkan anak wanita kita, seperti 
dizaman embah2 kita, ini tak maju, tapi ini gak ada sangkutan dengan 
syariat. kalau orang Muslim gak sholat, nah ini tidak syariat. ya kan?

Dua ukuran yang berbeda kan mas? Yang satu kilogram, ukuran berat, 
yang lain liter, ukuran volume. Piye to?






--- In [EMAIL PROTECTED], dicky riyadi <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> hebat juga ada komentar jilbab identik dg keterbelakangan. jilbab 
tidak esteteik. 
>  
> dimata saya, justru jilbab identik dg estetika, dan kemajuan. 
Jilbab tidak identik dg arab, jilbab adalah pakaian muslimah yg wajib 
bagi sebagian orang, dan sangat disarankan bagi sebagian yg lain. 
Jilbab membuat pemakainya anggun dan berwibawa, meskipun kualitas 
pribadi tetap tidak selalu serta merta identik dg jilbab. 
>  
> jilbab membuah wanita tampil lebih terhormat, meskipun tidak selalu 
yg berjilbab adalah wanita terhormat. minimal, pakaiannya adalah 
pakaian yg terhormat.
>  
> dg jilbab, seseorang jelas berafiliasi ke nilai apa, dan bagaimana 
dia memandang hidup maupun kehidupan setelah kematian. 
>  
> bagi muslim, jilbab bukanlah sekedar pakaian, melainkan refleksi 
dari nilai hidup, sebagaimana muslim memandang Islam bukanlah sekedar 
agama, melainkan sebuah nilai hidup. 
>  
> normalnya, orang berjilbab menjadi "kurang bebas", yg sebenarnya 
bermakna tidak bebas lagi untuk berbuat aneh-aneh, meskipun tidak 
menuutp kemungkinan ada juga jilbab-er dan tetap maksiat. 
>  
> Kesimpulannya:
>  
> - jilbab identik dg kehormatan
>  
> - perkara ibu SBY tidak berjilbab, itu adalah pilihan pribadi. 
tetapi nilai muslim tetap menilai jilbab adalah lebih baik
>  
> - justru yg tidak berjilbab adalah terbelakang, misalnya bikini, 
rok mini, you can see, dan sejenisnya adalah pakaian "hemat" yg 
mengumbar sisi tubuh manusia yg semestinya ditutup demi kehormatan 
manusia itu sendiri.
>  
> - hampir semua mayat tubuhnya ditutup kain, utamanya muslim memakai 
kain kafan. ini adalah kehormatan bagi manusia, sedangkan bagi yg 
tidak tahu mungkin mayat malah diberi pakaian bersanggul, berbedak, 
berhias, dan lain.lain yg bersifat duniawi. muslim melihat hidup dan 
mati adalah hal sama, karena hidup sendiri adalah persiapan untuk 
menghadapi kematian yg merupakan kehidupan yg tanpa akhir. jilbab, 
adalah salah satu indikasi ketaatan terhadap syariat, pola pikir yg 
berorientasi kemajuan.
>  
>  
> 
> 
> ade_kim_hook <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> SBY dan bini
> 
> Saya pikir lumayan juga setelah melihat foto spt
> diatas itu. Ibu presiden bersanggul dan bisa jadi
> berkebaya.
> 
> Well...saya pikir masih lumayan. Masih ada sisa-
> sisa ke-indonesian-nya. Khawatir jika melihat si
> ibu presiden itu mukanya tenggelam ditelan jilbab.
> Jika memakai jilbab, bukan saja menjadi serba tidak 
> estetik tapi juga memberikan gambaran seorang ibu 
> yang terbelakang dan diluar jalur ke-kartini-an.
> 
> Kendati semakin merajalela arabisasi di tanah air,
> kadang-kadang dipihak tokoh masyarakat tersirat
> juga untuk menampilkan budaya sendiri walaupun bisa
> dituduh kurang islami.
> 
> Itu bisa disebut sebagai pejuang.
> 
> _____________________________
> http://indonews.free.fr
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-
india.uni.cc
> 
**********************************************************************
*****
> 
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
> 
> 
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
> 
>    To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
>   
>    To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>   
>    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service. 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke