(dari milis sebelah, fyi only)
Semoga ibadah puasa yang dijalankan makin murni terlaksana.
Adil-rukun antar umat, sebangsa, sebagaimana cita para
pendiri republik. Subhanallah.
wasalam



--- <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
SdrKus,
Silahkan anda simak berita ini dari sumbernya
Media Gatra
http://www.gatra.com/artikel.php?id=48006
Inilah kemunduran dari Indonesia yang semakin
merasa dirinya lebih beragama dibanding negara lain
--- <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Salam dari India.
> Terhadap berita dalam email ini (saya hapus), kalau
> isi email ini benar maka 
> saya:
> 
> 1. Prihatin sekali dengan adanya Perda Ramadhan
> sebab dengan adanya perda 
> seperti itu menurut saya telah menjadikan puasa yang
> semestinya menjadi 
> sebuah tindak kesalehan menjadi hukum publik
> kemasyarakatan yang memberi 
> beban bagi orang lain. Jangan-jangan nanti
> pemerintah menentukan bahwa 
> seseorang harus berpuasa!!! Semestinya kan justru
> karena seseorang puasa 
> maka dia akan lebih membantu, mempermudah atau
> setidaknya tidak menjadi 
> penghalang bagi orang lain untuk memenuhi
> kebutuhanya. (Dan kalau saya yang 
> berpuasa maka adanya orang yang "makan di tempat
> umum" justru saya jadikan 
> sarana positif pembentukan mental dan kepribadian
> saya. Menjadi ujian bagi 
> saya)
> 2. Kalau bener bahwa malah ada bukti yang berupa
> film video wah.....kok 
> canggih benar piahak pamong Praja. Jangan jangan ini
> sudah menjadi "bisnis" 
> baru peradilan kita.
> 3. Kalau benar bahwa kedua puteri (yang non muslim
> ini) minum di warung dan 
> saat itu kena Razia....wah....ini sudah keterlaluan.
> Bagaimana para pemilik 
> warung? Apakah juga dibawa ke pengadilan? Jangan
> jangan nanti orang yang di 
> rumah sendiri sedang makan dan minum, tapi karena
> dari jendela kaca bisa 
> dilihat, maka juga akan dikenai jerat hukum. Dimana
> ruang privat kita? 
> Dimana kebebasan kita kalau demikian halnya?
> 4. Ternyata ada benernya juga selentingan beberapa
> kawan, "yang puasa orang 
> lain....kita yang kebagian repotnya."
> 6. Dan juga ada maknanya ketika beberapa tahun yang
> lalu saya menjumpai 
> tulisan, "Tolong hormati kami yang tidak berpuasa"
> terpampang di salah 
> seorang temen yang kost di Jogja.
> 5. Saya bangga dengan ajaran bahwa ketika
> berpuasa "Hendaknya jangan 
> diketahui banyak orang bahwa engkau sedang
> berpuasa." Dan saya merasa aneh 
> bahwa ada orang berpuasa malah seolah berteriak,
> "Nih....gue lagi 
> puasa....hormati gue dong! Awas lu kalau kagak
> hormati gue.....gue denda!"
> Di India, di negara bagian saya, gema Ramadhan tidak
> terasa sama sekali. Dan 
> di tempat saya ini kebebasan seseorang untuk
> beribadat sangat dihormati. 
> Orang yang berpuasa nampaknya tidak menuntut yang
> neko-neko terhadap orang 
> lain. India secara lebih tegas tidak memasukkan
> hal-hal keagamaan dalam 
> ranah kenegaraan. BJP yang lima tahun lalu berusaha
> menjadikan India 
> masyarakat Hindu, tumbang oleh kekuatan kelompok
> yang menginginkan negara 
> ini diatur dengan prinsip sekuler. Dan memang, India
> adalah negara sekuler 
> yang penduduknya sangat religius.
> Di negara-negara bagian yang dipimpin oleh
> orang-orang Hindu fanatik, 
> ternyata mereka "terjungkal" dalam pemilihan umum di
> tingkat state.
> salam nehi-nehi,


--- End forwarded message ---






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke