Artikel dari mas Dicky:tim Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan (Fakta)

Tanggepan gue: Organisasi kurang gawean......ahhahahahaha......mending meniliti ttg 
jajanan jalanan yg tidak sehat utk anak2...........ketimbang cari masalah pemurtadan.

NB 

 

 


dicky riyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Hantu Pemurtadan Gentayangan di Sekolah
Tanggal: Saturday, July 26 @ 12:55:31 JAVT
Topik: Berita

Jangan terkecoh dengan penampilan sekolah umum. Bisa jadi itu adalah sekolah Nasrani 
yang terselubung

Anda yang saat ini sedang sibuk mencari sekolah untuk putra-putri tercinta, 
waspadalah! Baru-baru ini, tim Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan (Fakta) 
�mengamankan� 50-an Injil dari SMP dan SMK "Bina Kusuma" di Pesanggrahan, Jakarta 
Selatan. Kitab-kitab itu diperoleh dari siswa/i beragama Islam yang sekolah di lembaga 
swasta tersebut. �Sekolah itu tampil dengan status swasta umum, tidak sebagai sekolah 
Kristen,� kata Abu Deedat Syihabuddin, Sekjen Fakta. 

Metode Kristenisasi lewat sekolah kini menjadi trend baru. Yaitu melalui 
sekolah-sekolah swasta yang sebenarnya menyembunyikan misi pemurtadan. Akibatnya, 
banyak ummat Islam yang terkecoh. �Maunya menyekolahkan anak di sekolah swasta, eh... 
ternyata itu punya misionaris atau zending,� lanjut Abu Deedat. 

Sekolah swasta semacam ini pada mulanya tak segan mengangkat guru-guru Muslim. Bahkan 
sebuah sekolah di daerah Bintara, Bekasi (Jawa Barat), sengaja mengangkat mantan guru 
madrasah menjadi kepala sekolahnya. Maksudnya, agar kaum Muslimin di sekitarnya tak 
ragu untuk menyekolahkan anaknya di sana. 

Namun sang kepala sekolah tersebut kini telah didepak, diganti yang beragama Nasrani. 
Beberapa guru Muslim pun mengalami nasib yang sama. Nama sekolah berubah, menjadi 
lebih tampak nuansa Nasraninya. Pelajaran agama Islam ditiadakan. 

Modus operandi semacam itu juga terjadi di wilayah Yogyakarta. Sekolah-sekolah Nasrani 
biasanya �membungkus� dirinya dengan nama-nama yang kental Jawa-nya, seperti Marsudi 
Luhur, Pangudi Luhur, Sanjaya, Widodo, dan semacamnya. Bahkan ada sebuah taman 
kanak-kanak di Pakem (sekitar 15 km arah utara Yogyakarta) beridentitas TK �ABA�, 
padahal itu lembaga pendidikan Nasrani. Selama ini, menyarakat mengetahui nama TK 
�ABA� selalu identik dengan taman kanak-kanak yang dikelola Muhammadiyah. 

Saat ini ada sekitar 1300 siswa/i Muslim di Yogyakarta yang terjebak di sekolah 
Nasrani. Diduga mereka bahkan mereka telah murtad. 

Tidak mengherankan, sebab sekolah swasta seperti di atas memang mengemban semangat 
�dakwah� sebagaimana lembaga pendidikan Nasrani pada umumnya. Sekolah Katolik 
misalnya, akan selalu berpedoman kepada Surat Kongregasi Pendidikan Katolik yang 
mengemban misi pemurtadan. 

Dalam Kongregasi Nomor 35, disebutkan bahwa tujuan sekolah ini adalah �... membangun 
manusia seutuhnya, karena di dalam Kristus, manusia sempurna, semua nilai manusia 
dipenuhi dan disatukan. Di sinilah letak ciri khas Katolik dari sekolah�. 

Hal serupa tercantum pada nomor 45. Yaitu �Sekolah Katolik mempunyai tugas khusus 
membentuk murid-muridnya menjadi Kristen seutuhnya...� 

Pengajian Bersama
Hantu pemurtadan juga gentayangan di kampus-kampus. Infiltrasinya lebih halus, 
misalnya dengan mengadakan kajian bersama lintas agama. Salah satunya yang 
diselenggarakan oleh Forum Stafuka, sebuah kelompok diskusi yang didirikan tanggal 19 
April 2000 atas kerjasama Sekolah Tinggi Teologi (STT) Apostolos Jakarta dan HMI 
Komisariat Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 

Dalam situsnya di internet, Stafuka mengaku beranggotakan lima perguruan tinggi. Yaitu 
STT Apostolos Jakarta, Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jurusan 
Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif 
Hidayatullah Jakarta, Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor, dan Institut 
Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri. 

Sementara itu Drs Amal Fathullah Zarkasyi, MA, Pembantu Rektor III ISID, PM Darussalam 
Gontor membantah pihaknya menjadi anggota Forum Stafuka, dan menyatakan dengan tegas 
lembaganya anti Kristenisasi dan anti segala bentuk pemurtadan lainnya. 

Selain mengadakan kajian bersama, Stafuka juga rutin mengadakan Pekan Komunikasi 
Agama-agama (PEKA). Acaranya meliputi doa bersama, pentas seni, teater, dan talkshow. 
PEKA 1 telah berlangsung di Aula Serba Guna dan Aula Madya UIN Syarif Hidayatullah 
Jakarta (1-2 Juni 2001). PEKA 2 berlangsung di Aula IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 
(9-13 November 2001). 

Pada tanggal 21 dan 23 Oktober 2002, Stafuka menggelar "Pengajian Kristologi" di 
kampus UIN Syarif Hidayatullah. Bertindak sebagai narasumber adalah KAM Jusuf Roni, 
seorang pendeta yang selama ini reputasinya sudah cukup kesohor sebagai penghina 
Islam. "Saya heran, Jusuf Roni kok bisa jadi pembicara di lembaga pendidikan Islam," 
kata Abu Deedat. 

Memang, para mahasiswa UIN, ISID, IAIT, dan IAIN itu masih mengaku beragama Islam. 
Namun di mata Abu Deedat, mereka hakikatnya sudah murtad. Arti murtad di sini tidak 
cuma sebatas pada keluar dari agama Islam. "Orang yang telah mengalami pendangkalan 
aqidah sehingga menganggap bahwa semua agama itu sama benarnya, tergolong murtad juga. 
Mereka ini sering mengadakan doa bersama, pengajian bersama, dan ritual yang campur 
aduk dengan berbagai agama.� 

Misi pemurtadan secara halus semacam ini digerakkan oleh empat tokoh utama. Pertama, 
Pendeta KAM Jusuf Roni. Rektor STT Apostolos ini gencar menjalin kerjasama dengan 
lembaga pendidikan Islam, termasuk pesantren. 

Kedua, Bambang Noorsena. Ini adalah pentolan Kristen Ortodoks Syiria (KOS). Dalam hal 
ritual dan pakaian, orang-orang KOS sangat mirip dengan kaum Muslimin. Di sekitar 
kawasan Surabaya, banyak orang yang terkecoh dibuatnya. 

Ketiga, Pendeta Josias Lengkong. Pimpinan Sekolah Teologi Kalimatulloh Jakarta ini 
sehari-hari tampil memakai peci. Kalau pas acara wisuda, dosen dan mahasiswanya tampil 
serupa. Tak beda dengan wisuda anak-anak TPA. 

Keempat, Pendeta Eddy Sapto. Yang satu ini lebih berkonsentrasi menggarap kalangan 
lapis bawah, seperti buruh, petani, dan pengangguran. Setahun lalu Eddy Sapto ketahuan 
menyekap puluhan orang untuk dimurtadkan. Mereka dijanjikan lapangan kerja lewat 
Yayasan Dian Kaki Emas Bekasi. Ternyata bukan pekerjaan yang diterima, tetapi Injil 
dan pelarangan shalat. 

Sekolah atau lembaga pendidikan hanyalah salah satu wahana pemurtadan. Masih ada 1001 
sarana dan cara lain. Mereka mengepung kaum Muslimin dari segala penjuru. Caranya 
beragam, mulai dari pembagian peralatan sekolah, bantuan beasiswa, janji lapangan 
kerja, sampai hipnotis. 

Tampaknya gerakan itu cukup berhasil. Salah satu indikasinya, laju tumbuh ummat Islam 
di Indonesia cenderung stagnan. Berdasar data yang dihimpun Fakta, pertumbuhannya cuma 
2,75% per tahun. Bandingkan dengan ummat Katolik yang mencapai 4,6%, atau dua kali 
lipat pertumbuhan penduduk (2,34%). Sementara ummat Protestan meningkat 4,5%, Hindu 
3,3%, dan Budha 3,1%. 

Survei antar sensus Biro Pusat Statistik tahun 1990 menunjukkan, ummat Islam mencapai 
87,5% dari total penduduk Indonesia yang mencapai 200-an juta jiwa. Namun pada tahun 
1999 persentase itu menurun drastis, menjadi cuma 75%. 

Jadi, jangan terlena dengan sebutan mayoritas, atau negeri Muslim terbesar di dunia! 

(Masjidi, Bachroni, Jumari, Pambudi) 

*) Dikutip dari Majalah Suara Hidayatullah Edisi 03/XVI Juli 2003

rm_danardono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Lho mas Riadi ini memang konco diskusi kok. gak opo2, padhu sitik2..
nek ora yo bosen too ha ha ha

Maap2an kan masih nanti to?

salam

RM D Hadinoto




--- In [EMAIL PROTECTED], Pradhita al-Rasyid <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> 
> Sudah mas, ini bulan puasa tidak usah bertengkar. Mari
> bermaaf-maafan saja, lebih berpahala.
> 
> Manusia hanya bisa menilai dari lahirnya saja.
> Batinnya hanya Allah yang tahu.
> 
> salam, p.r.
> 
> 
> > murtad itu bukan karo sopo, murtad itu artinya
> > keluar dari agama. tanya dong, kalo gak ngerti,
> > jangan pake asumsi. 
> >  
> > kok pak harto murtad ambek bung karno, piye tho
> > iki...
> >  
> > 
> > 
> > rm_danardono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > 
> > Murtad kuwi opo toh? Murtad karo sopo? Karo pak
> > lurah?
> > Lha pak Harto opo yo gak murtad karo bung Karno? Lha
> > malah dadi 
> > presiden kuwi?
> 
> 
> 
>             
> _______________________________
> Do you Yahoo!?
> Declare Yourself - Register online to vote today!
> http://vote.yahoo.com





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]



Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT


---------------------------------
Yahoo! Groups Links

   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
  
   To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
  
   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 




[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]



Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT


---------------------------------
Yahoo! Groups Links

   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
  
   To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
  
   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
vote.yahoo.com - Register online to vote today!

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke