EQUATOR
Sabtu, 23 Oktober 2004

Poltabes Tangkap Teman Dekat Azahari

Pontianak,-  Aparat Poltabes Pontianak berhasil menangkap Is, warga 
Malaysia, yang diduga salah satu anggota jaringan Al-Qaeda. Ia pernah satu 
pondok dengan Noordin M Top dan Dr Azahari.
Tertangkapnya Is ini berawal dari laporan sang kurir yang dititipi surat 
dari Is, untuk orangtuanya di Malaysia. Sang kurir curiga atas surat 
tersebut, lalu melapor ke Polisi. Pria bertubuh semampai ini ditangkap di 
Gang KY, Jeruju, Jumat dini hari (22/10) pukul 02.00 WIB, dipimpin langsung 
Kapoltabes Kombes Pol Drs Affan Richwanto, beserta tiga perwira Poltabes. 
Sepuluh lembar surat Is untuk ayahandanya itu mengungkap seluruh perjalanan 
hidup Is selama berada di Indonesia, termasuk pelariannya ketika diburu 
aparat intelijen Polri dan Interpol.
Dalam salah satu kalimatnya, Is juga menyebutkan kalau ia pernah menetap di 
Balai Karangan I, Pontianak, Sintang, Sambas, dan Jakarta, dan sempat 
menikah dengan seorang perempuan Indonesia asal Balai Karangan. Pertemuannya 
dengan kedua pelaku bom yang jadi buronan nomor wahid, yaitu Noordin M Top 
dan Dr Azahari di salah satu pesantren di pinggiran Pontianak saat berobat 
karena diserang santet.
Is pernah juga meminta bantuan dari Kedutaan Malaysia di Jakarta agar 
dikeluarkan dari Indonesia. Celakanya, Is malah disekap oleh sekelompok 
pengikut Al-Qaeda di Jakarta. Selama pelariannya, Is mengaku sangat 
ketakutan, karena terus dikejar-kejar aparat Interpol.
Sehingga suatu ketika, saat tiba di salah satu kampung di pinggiran kota 
Pontianak, ia pernah minta kepada warga agar dikirim melalui jalan laut 
melalui Paloh dan Sambas ke Malaysia.
Namun meski mendapat uluran tangan dan belas kasihan dari warga kampung 
tersebut, Is tetap merasa ketakutan. Sebab bayangan kematian seperti hukum 
gantung dan tembak mati selalu menghantuinya.
Meski saat itu ia mengaku mendapat perlindungan dari seorang anggota 
Al-Qaeda bersenjata api, yang juga memberinya perlengkapan senjata api jenis 
revolver untuk perlindungan diri, tetap saja Is ketakutan.
Namun, menurut pengakuan Is di suratnya, anggota Al-Qaeda itu tidak 
mengetahui niatnya untuk pulang ke Malaysia. Jika diketahui, maka ia tetap 
akan dibunuh.
Itulah beberapa bagian penting dari suratnya yang dijadikan acuan bagi pihak 
kepolisian untuk menahan dan melakukan pemeriksaan terhadap Is. Tak 
tanggung-tanggung, begitu mendapat laporan akurat itu, Kapoltabes Pontianak, 
para Kasat dan Kanit langsung bergerak melakukan penangkapan.
Hingga tadi malam, belum diketahui hasil akhir dari pemeriksaan terhadap Is 
yang dititipkan di tahanan Reserse Poltabes. (tim) 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke