menarik memang kalau memperhatikan fenomena SBY-Kalla ini. Sebagai Presiden /Wakil Presiden yang baru, dain pertama kali dipilih langsung oleh rakyat, mereka memang masih tampak gamang. Mungkin karena tahu bahwa dukungan Partai-partai diperlukan, sementara mereka 'bersebrangan' dengan salah satu partai terbesar dan paling berpengalaman.
Dalam sebuah diskusi kecil dengan teman-teman di Bandung, terbersit kabar adanya sebuah konsprasi besar yang menghadang SBY-Kalla. Konspirasi ini begitu besar dan kuatnya, sehingga kita semua tidak menyadarinya. Konspirasi ini pernah dibicarakan dalam suatu acara talkshow di Televisi. Terlepas dari benar tidaknya teori konspirasi semacam ini, saya pikir menarik juga untuk dikaji. Teori ini mengemukakan, bahwa ada satu kekuatan yang sengaja mendorong publik untuk menggantungkan harapan setinggi langit pada pemerintahan SBY-Kalla. Publik dalam artian masyarakat, karena masyarakatlah pemilih SBY-Kalla. Dengan harapan yang dipancang setinggi langit, maka kekecewaan akan jatuh pada mereka. Ibarat bandulan, semakin tinggi dipancang semakin keras jatuhnya. Dan lihat saja, siapa yang akan diuntungkan. Paradigma saat ini tidak memungkinkan (meski ada peluang) partai lewat parlemen dengan mudah menjatuhkan SBY-Kalla. Dengan menggunakan kekuatan publik, maka tangan-tangan pelaku konspirasi ini akan tampak bersih. Harapan yang dipancang tinggi-tinggi ini didukung oleh banyak elemen. Salah satunya adalah media, dimana media sebagai corong pertama sangat mencolok menampakkan harapan-harapan masyarakat ini dengan baik. Sejak pemilihan kabinet yang 'terlihat' sangat penting, sampai-sampai SBY-Kalla saja sebagai pihak yang punya otoritas dalam hal ini seolah-olah diberi deadline oleh masyarakat. Dan hasilnya mulai terlihat, bahkan belum satu minggu, SBY-Kalla sudah menuai kekecewaan. Saya pikir media akan sangat berperan, sehingga saya tinggal mengkritisi media-media sekarang, siapa yang ada di belakangnya, dan apa kepentingannya. Saya tidak yakin bahwa seratus persen media kita obyektif. Media besar dengan jangkauan nasional sekalipun, sangat mudah disetir oleh kepentingan. Sadar maupun tidak, ada kekuatan yang mampu mengarahkan tema-tema media kita. Mereka punya uang berlimpah, sehingga sulit melacak keterlibatannya. Seperti yang bung Todung sebutkan dalam salah satu email dalam milis ini, kebebasan pers akan berhadapan dengan kekuatan modal. Selain modal dari dalam tubuh media, juga ada modal di luar media yang sangat berpengaruh dan mampu membangun wacana publik. Saya-pun secara pribadi kecewa dengan kabinet Indonesia Bersatu. Tapi mau apa lagi, saya juga tak ikut-ikutan memilih kok. Saya masih tidak percaya dengan politisi Indonesia hasil pengkaderan Orde Baru. Siapapun dia. Saya memilih menjadi penonton saja, dan melakukan sesuatu di tingkat akar rumput. Harapan saya gantungkan pada generasi muda. Lebih baik saya lupakan generasi tua yang sudah sangat tercemar. Saya percaya betul, bahwa masyarakat kita sangat cepat belajar. Lihat saja, baru 3 tahun Mega berkuasa, dan mereka bisa melihat bagaimana Mega tidak berdaya. Saya yakin, kalau SBY-Kalla juga sama-sama melempem, maka rakyat juga akan melupakan mereka. Kita lihat saja, siapa yang akan diuntungkan dengan 'kejatuhan' citra SBY-Kalla. Rahadian P. Paramita [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

