Tulisan yang sangat menarik,mas. Mungkin layak dibahas latar 
belakang sosiologis masyarakat disana, terutama norma2 apay ang 
sangat menentukan. Misalnya agama.

Agama apakah yang menjadi acuan disana?

Saya juga melihat sebuah reportase di TV Jerman, mengenai masyarakat 
di sebuah wilayah di Nepal selatan, dekat perbatasan ke India. Juga 
mirip demikian, dimana wanita yang menentukan kehidupan adat, dan 
juga tatanan ekonomi (hak milik dan hukum waris).

Yang aneh, dalam mengkaji sosiologis peran wanita dalam masyarakat, 
justeru wanitalah yang sering mengukuhkan posisi mereka yang dinomor 
duakan, misalnya di Afganistan dizaman Taliban.

Dalam sebuah reportase di TV Jerman, dimana diselidiki keadaan hidup 
dikeluarga Turki yang masih rendah pendidikannya, dan belum 
menguasai bahasa Jerman, seringkali siibu yang keras terhadap anak2 
wanitanya, agar menuruti kehendak garis laki2 (ayah atau saudara2 
laki2). 

Mereka biasanya masih langsung datang dari wilayah Turki Asia, yaitu 
Anatolia. Ini yang membuat pusing pejabat2 urusan integrasi, yang 
bertugas menyatukan orang2 asing dengan pnduduk Jerman, karena 
selain ketidak mampuan bahasa dan juga tak ada skill samasekali 
(kecuali membersihkan ruangan), maka para wanita (isetri), tidak 
diizinkan keluar rumah, atau bergaul dengan luar kelompok.

Salam

RM D Hadinoto



--- In [EMAIL PROTECTED], Eko Bambang Subiyantoro <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=berita%7C-208%7CX
> Senin, 25 Oktober 2004
> 
> Di Ngata Toro, Perempuan Terlibat Dalam Pengambilan Keputusan
> Jurnalis : Eko Bambang S
> Jurnalperempuan.com - Jakarta. Perempuan dalam masyarakat Ngata 
Toro Sulawesi Tengah mempunyai peran besar dalam proses pengambilan 
keputusan. Proses keterlibatan perempuan tidak hanya sekedar 
simbolis, namun terlembagakan dalam sistem adat masyarakat Ngata 
Toro. 
> 
> "Misalkan dalam ada seseorang atau lembaga diluar masyarakat Ngata 
Toro yang ingin melakukan penelitian terhadap masyarakat Ngata Toro. 
Untuk memutuskan apakah rencana penelitian ini disetujui atau tidak, 
setidaknya melibatkan beberapa pihak terkait yaitu : Lembaga 
Pemerintah Ngata Toro, Dewan Adat, Perempuan Adat dan Tokoh 
Masyarakat Ngata Toro. Jika salah satu pihak tidak memberikan 
ijinnya maka penelitian tersebut tidak bisa dilaksanakan. Peran 
beberapa pihak tersebut cukup kuat sebagai bentuk representasi 
masyarakat adat Ngata Toro," ujar Rukmini salah seorang aktivis dari 
Organisasi perempuan Adat Ngata Toro. 
> 
> Perempuan dalam sejarah adat Ngata Toro sebenarnya memiliki peran 
yang cukup strategis. Dimasa silam, perempuan Ngata Toro mempunyai 
tiga posisi kunci dalam kehidupan sosial masyarakat yaitu sebagai 
Tina Ngata (Ibu Kampung), Pobolia Ada (Pemegang Adat) dan Pangalai 
Baha (Pengambil kebijakan). Perempuan dalam konsep masyarakat adat 
Ngata Toro juga memiliki peran penting sebagai Tua Tambi (tempat 
Penyimpan Adat). Dalam kenyataan kehidupan sehari-hari, peran 
tersebut dijumpai dalam sistem perdagangan. Seseorang tidak dapat 
menjual sesuatu barang jika pelaksanaanya tidak melibatkan kaum 
perempuan dalam suatu keluarga. Misalkan menjual hewan ternak, kebun 
dan sebagainya yang dianggap menjadi harta keluarga. 
> 
> Dalam mengedepankan perempuan, masyarakat Ngata Toro tidak hanya 
mengedepankan secara kuantitas, tetapi juga kualitas. Apabila ada 
anggota masyarakat yang tidak mengidahkan keberadaan perempuan dalam 
struktur sosial masyarakat, maka ia akan mendapat sanksi adat. Jadi, 
jika seorang pria mengetahui bahwa untuk menjual harta dalam 
keluarga memerlukan izin dari perempuan sebagai Tua Tambi, dan tidak 
ketentuan itu tidak diidahkan, maka ia tergolong orang yang 
melakukan pelanggaran adat, dan wajib mendapat sanksi adat. 
> 
> Namun demikian, peran strategis perempuan Ngata Toro ini sempat 
menghilang ketika lahir sejumlah produk perundangan yang 
menyeragamkan semua lembaga yang ada di Indonesia, termasuk lembaga 
perempuan sekitar dekade 70-an. Lembaga perempuan pada tingkat desa 
tidak dibenarkan muncul selain lembaga perempuan yang dibentuk 
pemerintah yaitu PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga). Namun 
demikian, kehadiran PKK bagi masyarakat Ngata Toro dirasakan justru 
mempersempit ruang gerak perempuan, khsusnya dalam proses 
pengambilan keputusan. PKK justru menjadikan urusan domestik menjadi 
jabatan wajib perempuan dalam keseharian. 
> 
> Untuk itu melalui berbagai pertemuan dengan sejumlah tokoh adat, 
maka lahir keinginan untuk kembali memposisikan peran perempuan 
seperti masa silam. Dalam proses itupun terungkap bagaimana 
perempuan mempunyai keinginan untuk berpartisipasi dalam pengelolaan 
kehidupan bersama. Untuk itu desakan merevitalisasi peran penting 
perempuan kembali muncul. Puncaknya terjadi pada tahun 2000 ketika 
musyawarah besar kaum perempuan Ngata Toro menghasilkan sejumlah 
rekomendasi penting diantaranya membentuk lembaga perempuan yang 
akhirnya menjadi induk Organisasi Perempuan Adat Ngata Toro atau 
OPANT. 
> 
> Organisasi Perempuan Adat sendiri mengemban suatu mandat khusus 
untuk mengorganisasikan kepentingan perempuan adat Ngata Toro dalam 
berbagai bidang kehidupan (sosial, politik, ekonomi budaya dan 
sebagainya). Secara visi OPANT akan menegakkan hak dan kedaulatan 
perempuan dengan mengemban misi untuk meningkatkan sumber daya 
manusia (perempuan). OPANT juga memperjuangkan peran perempuan dalam 
pengambilan keputusan baik secara internal maupun Eksternal adat 
Ngata Toro. Disamping itu juga misi yang diemban OPANT adalah untuk 
membangun solidaritas antar perempuan. Tentunya kehadiran OPANT pun 
secara langsung menggeser lembaga bentukan negara yaitu PKK dan 
OPANT dalam mekanisme kerja kelembagaan Ngata menjadi salah satu 
unsur selain pemerintah ngata sendiri. 
> 
> Peran Perempuan dan Kearifan Adat
> Pentingnya peran perempuan dalam masyarakat adat Ngata Toro 
bukanlah sekedar tuntutan tanpa dasar. Keberadaan perempuan Ngata 
Toro mempunyai arti penting dalam proses pengelolaan sumber daya 
alam yang sangat terkait dengan kehidupan masyarakat Ngata Toro. 
Dalam menentukan berhasil atau tidaknya produksi panen misalnya 
peran perempuan secara adat sangat dibutuhkan.Hal ini dapat dilihat 
dari awal penhamburan benih yang melakukan adalah perempuan karena 
perempuan lebih mengetahui dan menentukan kapan waktu yang baik 
untuk penghamburan benih dan bercocok tanam dengan pengetahuan lokal 
perempuan dengan melihat bulan yang baik dilangit. Hal ini dilakukan 
agar tanaman yang ditanam dapat berhasil sesuai yang diinginkan 
tanpa adanya gangguan hama pada tanaman. 
> 
> Dalam pembukaan lahan baru yang akan dijadikan kebun atau sawahpun 
keterlibatan perempuan sangat perlu. Dalam adat Ngata Toro 
menyatakan bahwa selain laki-laki, perempuan juga harus disertakan 
dalam meminta izin penjaga lahan (jin) yang akan dibuka. Menurut 
kepercayaan masyarakat Ngata Toro, jika perempuan tidak dilibatkan 
dalampekerjaan tersebut akan terjadi malapetaka yang tidak 
diinginkan seperti banjir, gangguan binatang pada tanaman dan 
sebagainya. 
> 
> Belajar dari sejumlah kearifan dasar masyarakat Adat Ngata Toro 
ini sebenarnya sudah ditunjukkan bagaimana perempuan dalam segala 
aspek kehidupan hendaknya juga diberi posisi yang adil dan setara 
dalam masyarakat. Masyarakat adat Ngata Toro sudah mengajarkan 
bagaimana ketidakadilan dalam menjalani kehidupan masyarakat dengan 
meniadakan peran salah satupihak, baik laki-laki atau perempuan akan 
berdampak pada hilangnya sumber kehidupan suatu masyarakat. Tentunya 
kita bisa belajar bagaimana masyarakat Ngata Toro bisa 
mengimplementasikan kesetaraan gender dalam kehidupan tanpa 
meninggalkan adatnya.








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke