dear bayu, masalah buyat ternyata cukup rumit perkembangannya, melibatkan beberapa LSM lingkungan termasuk Walhi.
tapi yang terakhir cukup kontroversial adalah iklan Newmont di berbagai TV nasional. secara visual bagus, hanya saja sayangnya secara content hal itu mengundang kontroversi, termasuk gugatan dari LSM2 lingkungan, termasuk pengungkapan fakta bahwa ada penyelewengan hasil penelitian WHO. (terlampir) kalo secara sederhana sih masalah etikanya adalah apakah: FAKTA: "Batasan ruang lingkup studi WHO yang hanya pada pencemaran Hg dan CN tersebut tidak dapat dipakai untuk menarik kesimpulan yang lebih luas mengenai keadaan lingkungan perairan Teluk Buyat" BISA secara etis dibungkus (iklan/PR-kan) untuk mendukung: TARGET IMAGE: "Buyat sehat dan bersih dari seluruh limbah NMR" CMIIW, salam, adam (DIKUTIP DARI PRESS BRIEF WALHI) Laporan WHO dan Institute of Minamata Disease Jepang * Judul laporan: "Mercury Pollution: Buyat & Totok Bay, North Sulawesi, Indonesia, Final Report prepared by: Mineshi Sakamoto, Ph.D, Institute for Minamata Disease, Ministry of Environment Japan, for World Health Organization Indonesia, Date: 08 September 2004" * Penelitian ini tidak dapat menjelaskan kondisi lingkungan hidup di Teluk Buyat karena parameter lingkungan yang diperiksa sangat terbatas dalam jumlah, representasi geografi, dan parameter logam yang diukur. Pada penelitian WHO ini hanya Hg dan CN yang diukur. Logam arsen yang merupakan logam pencemar utama di TelukBuyat tidak diukur pada air, pad aikan, pad asedimen, maupun pada udara dan jenis makanan lain. * Fokus utama studi ini memang hanya untuk mengkaji kontaminasi oleh logam merkuri/methil merkuri. * Oleh karena itu iklan-iklan yang dikeluarkan oleh PT. NMR di media massa yang menyatakan "Studi WHO simpulkan tak ada pencemaran di Buyat", sangat menyesatkan. Batasan ruang lingkup studi WHO tersebut tidak dapat dipakai untuk menarik kesimpulan yang lebih luas mengenai keadaan lingkungan perairan Teluk Buyat keseluruhan, terjadinya pencemaran dan dampak yang kini terjadi. =========================== -----Original Message----- From: Ray Indra [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Monday, October 25, 2004 9:57 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [communicationsIndonesia] (newmont) pertanyaan pedas seorang aktivis terhadap advertorial newmont Dear Armely, Ini pendapat saya ya: "The truth is according to the beholder". Kebenaran adalah apa yang dipikirkan oleh orang yang melihatnya. Benar atau misleading, akan ada orang yang percaya, ada yang tidak. Menurut Anda misleading, tapi menurut orang lain adalah kebenaran, justru mungkin pendapat Anda yang misleading. Beginilah dunia. Tugas PR agency adalah mengarahkan opini, sesuai permintaan kliennya (PR bukan badan sosial, tapi a profit organization). Bukan tugas PR untuk menyelidiki kebenaran. PR tidak punya divisi intelijen, lab, dll. Ini tugas media massa, kepolisian, kejaksaan, pengacara. Malah, dengan teori TOWS, tugas PR-lah untuk mengidentifikasi mana ancaman, dan meredam ancaman tersebut. Sebaliknya, harus memperkuat peluang yang ada. Salahkah PR membela kliennya? Lalu, apakah pengacara salah membela seorang pembunuh? Apakah rohaniwan salah mendoakan terpidana mati? Apakah dokter salah mengobati perampok yang tertembak? Tidak, bukan? Karena itu memang tugasnya. Bahwa kebenaran lebih sering berada di pihak yang kaya, itu memang ketidakadilan dunia ini. Saya rasa banyak juga PR/agency yang mau bekerja 'pro bono' untuk tujuan2 mulia, seperti beberapa PSA yang banyak kita lihat. Tapi memang biaya untuk PR itu sangat tinggi (jumpa pers, komunikasi dll). Tidak adil? Yah, my friend, itulah tugas menteri-menteri kita, untuk mengangkat kesejahteraan rakyat. Bukan tugas aku dan kau. We simply can't. Best wishes, AR Indra Nugraha [EMAIL PROTECTED] wrote: Date: Fri, 22 Oct 2004 16:06:28 +0700 From: armely meiviana <[EMAIL PROTECTED]> all, berhubung saya orang awam di dunia PR, ada beberapa pertanyaan yg muncul sehubungan dengan iklan newmont. melihat iklan NMR, menurut saya iklan ini misleading....menyesatkan masyarakat awam [beberapa kawan menyebutnya iklan sesat]. lalu apakah sebuah PR dalam memilih client dan jenis informasi yg ingin disebarkan, tidak perlu menyelidiki dulu kebenarannya? apakah memang tidak ada kode etik PR, sehingga sebuah PR consultant boleh melakukan apa saja, sesuai permintaan client, utk 'membedaki' keburukan sbuah corporate, tanpa perduli bhw corporate tsb memang sudah merugikan masyarakat banyak, terutama masyarakat kecil yg tentunya gak punya uang utk menyewa PR consultant, apalagi untuk bertarung di tingkat hukum untuk membela diri mereka? maaf jika pertanyaan2 saya agak pedas. jujur saja saya terkejut ketika di suatu minggu yg cerah saya menyaksikan iklan NMR yg menurut saya sangat menyesatkan, membodohi orang banyak....hanya untuk membela diri. seolah2 dgn adanya iklan tersebut, mereka bisa cuci tangan, dan kasus ini selesai sudah. lalu bgmn nasib org2 di sekitar buyat setelah itu ? gak ada orang yang mau tahu....krn mrk gak mampu membayar PR consultant utk membuat khalayak ramai dan pemerintah perduli akan nasib mereka, apalagi membongkar 'dosa2' NMR. maaf, jika ada yg merasa tersinggung. - armely meiviana - On Sat, 23 Oct 2004 02:02:00 -0700 (PDT), bayu montana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Bayu Montana < [EMAIL PROTECTED] > wrote: > > untuk semua aja dech.........!! > sorry, saya mau tanya pada semuanya soal BUYAT apa benar-2 terjadi > pencemaran atau bagaimana sich > sepertinya kita ini orang bodoh semua yach......, buat apa ada para pakar > ilmu & teknologi juga perguruan [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

