Selasa, 26 Okt 2004,
Sembilan Parameter untuk 100 Hari 

Oleh Andi Kurniawan *
Perbaikan hidup secara signifikan adalah janji Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 
dalam kampanyenya. Karena itu, seluruh rakyat harus terus menagih janji tersebut 
sebagai wujud kepedulian terhadap perbaikan kehidupan bangsa. Apalagi, Presiden 
Yudhoyono langsung dipilih rakyat. Langkah awal menagih janji itu adalah dengan 
menilai pemerintahan Presiden Yudhoyono pada 100 hari pertama yang merupakan fase awal 
sebuah pemerintahan.

Apa yang dilakukan dalam 100 hari pertama adalah pembentukan karakter dan fondasi 
dasar sebuah pemerintahan, sehingga dapat dijadikan dasar untuk menilai kapabilitas 
suatu pemerintahan, serta komitmen terhadap janji-janjinya. Dari sana, kita bisa 
melihat apakah sebuah pemerintahan bisa diharapkan untuk membuat perubahan signifikan 
atau hanya akan menunjukkan hasil kerja ala kadarnya.

Dalam menilai kinerja fase pertama pemerintahan, diperlukan parameter-parameter yang 
sesuai dengan situasi dan kondisi. Ada sembilan parameter yang menjadi pisau analisis 
dalam mengevaluasi pemerintahan. Pertama, pembentukan pemerintahan yang bersih dan 
sehat. Hal itu dilakukan dengan menegakkan komitmen untuk menciptakan sistem 
pemerintahan yang efektif dan efisien, bebas dari kolusi, korupsi, dan nepotisme, 
serta ditopang dengan penempatan right man in the right place.

Kedua, penegakan supremasi hukum, terutama dalam kasus-kasus pengkhianatan kepercayaan 
dan amanat rakyat seperti korupsi dan HAM. Memejahijaukan kasus-kasus korupsi yang 
sempat mangkrak merupakan salah satu hal yang mendesak untuk dilakukan.

Ketiga, perbaikan pendidikan. Pembentukan karakter bangsa, terutama generasi muda, 
adalah investasi terbesar sebuah bangsa. Karena itu, perbaikan dunia pendidikan 
merupakan langkah yang sangat penting. Evaluasi sistem pendidikan dan perbaikan 
infrastruktur pendidikan merupakan hal pertama yang harus dilakukan. Langkah awalnya 
adalah peningkatan subsidi pendidikan.

Keempat, pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Langkah itu sekaligus dilakukan untuk 
menyelesaikan masalah kemiskinan dan pengangguran. Pembangunan harus mengarah pada 
pemerataan kesejahteraan rakyat. Karena itu, yang dilakukan dalam fase pertama 
pemerintahan adalah memperluas dan membantu tumbuh dan berkembangnya usaha 
kecil-menengah. 

Kelima, perbaikan sarana dan prasarana pelayanan publik. Yang dilakukan adalah 
mengevaluasi dan memperbaiki pelaksanaan pelayanan publik. Misalnya, dalam bidang 
kesehatan, harus lebih diarahkan pada perbaikan pelayanan untuk ekonomi lemah.

Keenam, pelaksanaan paradigma pembangunan yang berkelanjutan. Itu dilakukan dengan 
menjadikan pertimbangan kelestarian lingkungan hidup sebagai prioritas utama, tidak 
sekadar memandang lingkungan hidup sebagai aset ekonomi yang bisa dieksploitasi 
seenaknya.

Ketujuh, mempertegas kewibawaan dan kemandirian negara di mata dunia internasional. 
Langkah awalnya ialah menolak intervensi asing, memutus hubungan dengan pihak luar 
yang merugikan negara, dan membela serta menjamin penghormatan HAM warga Indonesia 
yang ada di luar negeri seperti TKW.

Kedelapan, pelaksanaan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pengembalian 
fungsi militer sebagai alat pertahanan negara dan penegakan supremasi sipil merupakan 
hal pertama yang harus dilakukan.

Kesembilan, persiapan menyambut Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru. Semua itu merupakan 
momentum yang ada dalam 100 hari ke depan. Pemerintah harus mempunyai langkah konkret 
untuk mengantisipasi masalah seperti kelangkaan dan kenaikan harga sembako, arus mudik 
dan balik, serta masalah lain yang merupakan masalah musiman momentum di atas.

Apa yang dilakukan dalam 100 hari pertama pemerintahan adalah langkah awal dari kerja 
lima tahun kedepan. Karena itu, semua yang dilakukan harus merupakan usaha yang 
visioner, terencana, dan tidak sekadar aksi sporadis sebagai euforia kekuasaan. 

Selain itu, apa yang dilakukan pemerintah sekarang tidak bisa dilepaskan dari capaian 
pemerintah yang lalu. Dengan demikian, dalam 100 hari ini, harus dilakukan evaluasi 
capaian itu, kemudian menyusun rencana strategi dan rencana operasional untuk 
mewujudkan perbaikan kehidupan rakyat Indonesia. Jangan sampai, pemerintah hanya 
membuat bangsa ini kembali melakukan aksi Rezero yang mengakibatkan langkah perubahan 
hanya jalan di tempat, tidak pernah bisa sampai ke tujuan sesungguhnya. 
* Andi Kurniawan, mahasiswa Unibraw Malang

http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=137445


-- 
India.com free e-mail - www.india.com. 
Check out our value-added Premium features, such as an extra 20MB for mail storage, 
POP3, e-mail forwarding, and ads-free mailboxes!

Powered by Outblaze


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke