Kawans,
Beberapa waktu lalu bung Budi <[EMAIL PROTECTED]> dari majalah Cakram 
pernah memposting tulisan berjudul "Jika Lalat Jadi Berita" karya bung
Ludi Hasibuan. Tulisan tersebut
kemudian dikomentari oleh bung Ridwan Nyak Baik <[EMAIL PROTECTED]> 
dari Pertamina - dari kacamata seorang praktisi kehumasan. Cukup 
menarik untuk direnungkan (maaf kalau sudah pernah membacanya).

Salam MediaCare!


Radityo Djadjoeri

----------------------------------------------------------------

JIKA LALAT JADI BERITA
oleh Ludi Hasibuan

Di sebuah negeri antah berantah, suatu sore, seorang dokter, seorang
aktivis lingkungan, aktivis kemanusiaan, wartawan, seorang mahasiswa 
dan seorang tentara sedang duduk di warung kopi. Jika seekor lalat 
masuk ke cangkir kopi mereka, apa yang akan terjadi?

Dokter: Kopi dan cangkirnya dibuang, lalu dia mengganti dengan yang
baru.

Aktivis Lingkungan: Lalat diambil, dikeringkan, lalu dilepas (bila
masih hidup). Kopinya, tetap diminum.

Mahasiswa: Lalat dibuang nggak peduli mau hidup atau mati dan kopi
tetap diminum.

Aktivis Kemanusiaan: mengangkat lalat dari cangkir, memberikan
perlindungan hukum, advokasi hukum serta menuntut dipulihkan hak-haknya
sebagai lalat.

Wartawan: mempublikasikan peristiwa tragis ini. Lalat terperosok ke
cangkir kopi. Mencari orang yang bertanggung jawab atas peristiwa ini dan
meminta pertanggung jawabannya. Membuka dompet sosial demi lalat yang 
malang ini.

Wartawan Infotaiment: Mempublikasikan peristiwa malang ini. Mencari 
orang tua si lalat, minta pertanggung jawaban pemilik kedai, pemilik 
cangkir, tanya pendapat para ahli, cari keluarga dekat si lalat diminta
pendapatnya dari peristiwa ini. Kemudian diulang lagi dari atas supaya 
cukup 4 episode.

Wartawan Kriminal Televisi: Membuat rekayasa ulang peristiwa ini.
Mewawancarai keluarga lalat (jika lalatnya mati), menyebutkan pasal-
pasal yang biasa digunakan Jaksa untuk menuntut peristiwa ini. Mewawancarai para
pakar hukum untuk diminta pendapatnya mengenai kejadian ini. Waspada...
Waspadalah......

Tentara:
1. Membentak pemilik warung dan memerintahkannya mengganti dengan
kopi baru.
2. Menuduh mahasiswa telah dengan sengaja memasukkan lalat dalam cangkir
kopinya.
3. Meminta dokter segera memeriksa kesehatannya.
4. Menangkap aktivis lingkungan atas tuduhan perbuatan tidak
menyenangkan, karena telah membiarkan lingkungan sekitar warung
kotor sehingga banyak lalat.
5. Mengumpulkan warga desa baik tua muda atau lelaki dan perempuan
untuk melakukan wajib kerja bakti membersihkan lingkungan.
6. Menggelar konferensi pers dan meminta wartawan menulis bahwa
tentara dibantu masyarakat telah membersihkan kampung tersebut dari
lalat.
7. Membentuk organisasi sipil untuk memastikan bahwa kerja bakti
dilakukan tiap hari.
8. Mengumpulkan orang untuk demonstrasi meminta agar tentara
dipertahankan di daerah tersebut dengan alasan karena banyak lalat.
9. Mendesak pemerintah pusat memberlakukan status darurat militer
untuk mencegah lalat kembali.
10. Melobi parlemen mengucurkan dana Rp 3 triliun untuk membiayai
darurat militer membasmi lalat.
11. Ketika darurat militer hampir habis, mengundang kembali dokter,
aktivis lingkungan dan mahasiswa untuk duduk minum kopi dan
memerintahkan seekor lalat untuk masuk kembali ke cangkir kopinya.

----------------------------------------------------------------
KOMENTAR DARI BUNG RIDWAN NYAK BAIK

Mas Budi, mohon maaf saya lengkapi dengan ulah PR dalam peristiwa 
tersebut, yakni:

PR (strategis): 
Menggelar konferensi pers serta membagi siaran pers 
tentang peristiwa tersebut, dalam kerangka 5 W + H dengan bentuk 
piramida terbalik, dan dilengkapi dengan background story untuk box 
mengapa disitu ada lalat, serta apakah peristiwa serupa pernah terjadi
sebelumnya baik di lokasi tersebut maupun di tempat lain di dunia ini. 
Kemudian berapa banyak korban (jiwa, harta dan benda). Lalu ditambah 
dengan data (bila ada) menetri/ pejabat/tokoh/artis sinetron, film, 
pelawak/pemimpin perusahaan pers papan atas/atlet nasional/pakar/ dsb. 
yang pernah sakit perut atau mual-mual setelah minum kopi di warung 
tsb. 

Kemudian, sang PR menghubungi pakar kampus/non kampus, anggota DPR, 
praktisi lingkungan, LSM, dll. untuk memesan tulisan selaku 3rd party 
endorsement. Setelah itu, pasang PSA (ILM) besar-besar tentang 
kebersihan lingkungan dan anjuran agar selalu menutup cangkir kopi demi
menjaga nilai-nilai kejuangan serta ketahanan nasional...  

PR (yang terperangkap dalam mitos) : 
Langsung mengontak EO dan konsultan PR, meminta agar dibuatkan siaran pers yang 
menceritakan 
bahwa musibah lalat kecemplung kopi adalah peristiwa post majeur, 
diluar kekuasaan kita. Kejadian baru sekali itu saja dan bukan karena 
lingkungan kotor. Sang PR juga meminta EO mengundang wartawan makan 
siang di restoran hotel bintang 5 untuk ramah tamah dan silaturrahmi 
seraya memberikan siaran pers tersebut, berikut tas kertas/plastik 
yang berisi beberapa souvenir dan "amplop" sambil berucap: "Rekan-rekan
wartawan, mohon maaf karena waktu sangat sempit maka tanya-jawab 
ditiadakan...."    


=============================================================
Perjuangkan aspirasi dan hak hak konsumen acara televisi. Mari 
bergabung dengan The Indonesian Television Watch. Kirim email kosong ke
[EMAIL PROTECTED]



Our Services:
Media Center - Media Monitoring - News Clipping Service - Publishing

Mailing list: http://groups.yahoo.com/group/mediacare



-- 
_______________________________________________
Find what you are looking for with the Lycos Yellow Pages
http://r.lycos.com/r/yp_emailfooter/http://yellowpages.lycos.com/default.asp?SRC=lycos10



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke