Mas, kalau kita masukkan truck Mercedes dan bus untuk kepentingan 
publik, why not? Barang2 ini berkwalitas tinggi dan mempuyna daya 
tahan yang lama. Tetapi, barang2 ini haruslah di produksikan di 
Indonesia (jangan sekedar assembling). Ini dilakukan di RRT dan 
India, mengapa kita tak mampu melakukannya?

Tetapi sedan Mercedes? Untuk apa? untuk siapa? Tidak cukupkah Kijang 
untuk lapisan menengah? Lalu mengimport utuh kendaraan2 import kelas 
luxus? kita kebanyakan devisa? Kita bisa mengimport kendaraan2 dari 
Asia yang jauh lebih murah, dari India misalnya. Malu? kurang PD? 
Tidakkah kendaraan buatan India juga cukup bagi anggauta legislatif 
kita?

Volvo? Anggauta legislatif Swedia juga pakai Volvo, tetapi pendapatan 
mereka beribu kali pendapatan kita, dan..Volvo mereka buat sendiri.

Bilakah kita lebih banyak produksi daripada konsumsi?

Lebih hebat lagi, kalau gaji untuk birokrasi kelas atas dan anggauta 
legislatif dibiayai dengan pinjaman...

Barang2 mereka kita tolak, mereka mau perang dagang? Silakan. Uni 
Europa juga sering perang dagang dengan USA, misalnya dalam soal 
import baja baru baru ini. Tak perlu takut, katanya berdaulat, ya kan?

Saya kira yang sakit perut kalau tak masukkan barang2 luxus dari LN 
bukan orang2 asing, tetapi eliti kita sendiri. Atau?


Salam

RM D Hadinoto



--- In [EMAIL PROTECTED], "Rachman, Mauludi \(GE Consumer 
Finance\)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> setuju ... setuju ...
> tapi ... kalo barang dagangan mereka kita tolak ... siap** aja kita 
belajar perang gerilya lagi :)
> siap lah !
> 
> -----Original Message-----
> From: rm_danardono [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Wednesday, October 27, 2004 12:59 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [ppiindia] Re: [ekonomi-nasional] YUSUF ANWAR kasih 
Pinjaman
> ADB asal PRIVATISASI KELISTRIKAN
> 
> 
> 
> 
> 
> Mungkin paling bagus, kalau negara2 maju membuat list dari negara2 
> yang dianggap korup, lalu tak memberikan pinjaman, seperti yang mas 
> Nizami katakan. Tetapi, justeru negara2 yang miskin dan masih korup 
> membutuhkan modal untuk pembangunan mereka, jadi kalau dihentikan, 
> ini akan berarti kemunduran ekonomi bagi banyak sekali negara2 di 
> dunia ketiga. 
> 
> Dan, celakanya, banyak negara2 kaya memaksakan menjual barang2nya 
ke 
> negara2 miskin hanya sekedar untuk me-lakukan barang2nya, walau 
tahu, 
> negara2 miskin ini akan kempas kempis mengembalikannya. Misalnya 
> Jerman tak seharusnya mengexport Mercedes dan Swedia tidak 
mengexport 
> Volvo ke Indonesia, sebab barang2 ini pasti dibeli dengan kredit.








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke