Bagaimana dengan para pemerkosa TKW  Indonesia di Arab Saudi, apakah para pemerkosa 
tsb dihukum sesuai dengan hukum agama? 

> 
> Fr�n: A Nizami <[EMAIL PROTECTED]>
> Datum: 2004/11/02 Tue AM 09:48:49 CET
> Till: [EMAIL PROTECTED],  sabili <[EMAIL PROTECTED]>, 
>   padhang-mbulan <[EMAIL PROTECTED]>, 
>   yisc_al-azhar <[EMAIL PROTECTED]>
> �mne: [ppiindia] RE: Dasar Hukum Islam dan Perbedaan Aliran dalam Islam
> 
> 
> Sebaiknya kita tidak apriori dulu dgn hukum Islam.
> Bahkan untuk beberapa hal, terlihat jelas hukum Islam
> lebih baik daripada hukum sekuler yang terbukti tidak
> mampu memberikan keamanan. Bahkan AS adalah negara
> yang cukup tinggi angka pembunuhan dan perkosaan (di
> sana perkosaan terjadi dalam hitungan menit).
> 
> Dalam Islam, pemerkosa hukumannya mati, sehingga orang
> harus berpikir 7x sebelum memperkosa. Sementara hukum
> sekuler paling cuma beberapa bulan. Akibatnya
> perkosaan merajalela. Bahkan ada bayi yang berumur 2
> tahun diperkosa.
> 
> Dalam Islam, pembunuh yang membunuh tanpa hak (bukan
> membela diri), hukumannya mati. Dalam hukuman sekuler,
> paling cuma beberapa tahun.
> 
> Tak heran jika karena kasus sepele, orang tidak segan2
> membunuh.
> 
> Iran menerapkan hukum Islam, dan di sana kehidupan
> jauh lebih aman ketimbang di sini. Arab Saudi pun
> meski pembunuhan dan perkosaan ada, tapi jauh lebih
> sedikit ketimbang Indonesia. Di Indonesia, saking
> banyaknya pembunuhan dan perkosaan, maka harian
> kriminal seperti Pos Kota tidak pernah kehabisan
> bahan.
> 
> 
> --- archana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > 
> > "Akan lebih baik bagi kita untuk mempelajari dan
> > mengamalkan ayat- ayat
> > yang Muhkamaat (jelas) serta Hadits ketimbang
> > melakukan 
> > penafsiran seenak sendiri sehingga hasilnya hukum
> > Islam versi mereka 
> > tak lebih seperi hukum sekuler yang dipakai di
> > negara-negara Barat.."
> > 
> > Kita perhatikan:
> > 
> > a) Mempelajari dan mengamalkan ayat2 Kitab Suci
> > (agama apapun) adalah 
> > aktivitas dalam wilayah keagamaan masing2.
> > Penafsiran ayat biasanya 
> > dilakukan oleh pakar2 agama yang berhak memberikan
> > penafsiran sesuai 
> > dengan jabatannya dalam agama masing2.
> > 
> > 
> > Kalau penafsiran ayat hanya boleh dilakukan oleh
> > pakar2 agama saja
> > berarti Kitab Suci itu tidak universal dong :-).
> > Mungkin yg lbh tepat
> > adlh mrk seharusnya hny menerjemahkan saja. Kalau
> > kita dipaksakan
> > u/menerima tafsir2 dari orang2 tertentu..bagus kalau
> > tingkat kesadaran
> > dan pemahaman si penafsir itu bagus. Kalau tidak?
> > Kalau pemahamannya
> > sungguh sempit? Ya jadinya seperti para ekstrimisme
> > yg picik.
> > Sesungguhnya setiap kitab sifatnya universal, krn
> > harus ditafsirkan
> > sesuai dengan tingkat pemahaman masing2. Sbg contoh,
> > anak TK atau SD tdk
> > dpt memahami buku pelajaran tngkt Universitas. Kalau
> > kita memaksakan
> > pelajaran dn pemahaman Universitas ke anak SD,
> > kitapun melakukan
> > tindakan kekerasan. Memang yg di Universitas wajib
> > membimbing mereka yg
> > masih di SD dn berbicara dgn mrk dlm bhs yg mereka
> > pahami. Namun kalau
> > tdk jg bisa mengerti, ya jgn dipaksakn. Sepanjang
> > pemahaman SD itu tidak
> > merugikan ataupun menteror mereka yg bkn di SD, itu
> > tdk masalah. Yng
> > bermasalah adlah jika para SD ini memaksa kehendak
> > mereka. Spt ketika
> > Galileo mengatakan bhw dunia ini bundar dan gereja
> > mengatakan dunia ini
> > datar. Gereja malah menghukumnya, namun akhirnya
> > tokh duniapun
> > mengakuinya. Seperti jg Nabi Muhammad, dulupun dia
> > dihujat dn diusir o/
> > masyarakat. Beliaupun dgn cara halus dn persuasif
> > mengajak mereka.
> > Perangpun dilakukan terpaksa ketika mereka harus
> > membela diri.
> > 
> > Kesadaran manusia berevolusi, yg paham hny di kelas
> > SD diapun harus
> > berusaha naik kelas ke tingkat lanjutannya. Kalau
> > 'stuck' di SD mulu
> > ya...berabe.
> > 
> > 0>b) Hukum sekuler yang dipakai  di negara2 barat
> > adalah hukum negara 
> > yang berlaku bagi setiap warga daripada negara2
> > tersebut tak perduli 
> > agama apa. kalau tidak, sangat rumitlah bagi negara,
> > membnerlakukan x-
> > hukum bagi x-agama. Ini tak mungkin bukan? Hukum
> > pidana yang berlaku 
> > adalah satu, bagi setiap warga.
> > 
> > c) Hukum sekuler dipakai tidak saja di Barat, namun
> > juga di Timur, 
> > misalnya Tiongkok, Jepang, India, Malaysia,
> > Indonesia, Philippina, 
> > Thailand, Singapura, Myanmar, Laos, Kambodscha,
> > Nauru, Fidschi, Papua 
> > Neuguniea, Timor Timur, dan banyak lagi lainnya.
> > 
> > Sebaliknya, sedikit negara yang menggunakan Kuran
> > sebagai Hukum 
> > Negara, yang dapat dipakai sebagai acuan praktek
> > hukum internbasional 
> > maupun nasional.
> > 
> > d) Kalau umat Islam di Indonesia tak ingin tunduk
> > pada Hukum Nasional 
> > kita, maka hukum apa yang anda anjurkan?
> > 
> > 
> > Saya juga setuju dengan harus diberlakukannya sebuah
> > hukum yang adil. Di
> > Televisi Pakistan, Jendral Musyaraff sdh berani
> > mengatakan bahwa negara
> > mereka yg menelurkan para teroris akbt dari hukum
> > Syariat yg
> > diberlakukan sdh tidk sesuai dgn kondisi jmn skrng.
> > Negara2 di dunia yg
> > menjalankan Syariat Islam sangat terhitung o/ jari
> > dn mrk pun sdh ada yg
> > mulai menghapusnya. Lalu mengapa malah kita di
> > Indonesia yg
> > menginginkannya? Seharusnya kita bs belajar dr
> > pengalaman mrk. Inilah
> > permasalahan manusia, always forget to look back n
> > learn from history.
> > Jika sebagaian wilayah di Indonesia memberlakukan
> > Syariat Islam dn hny
> > diberlakukan u/ orng2 Islam saja, berarti terjadi
> > ketidak adilan hukum. 
> > 
> > Jadi seharusnya memang hanya berlaku 1 hukum saja
> > dan sepatutnya setiap
> > warga tunduk pada hukum itu no matter what religion
> > he or she is.
> > 
> > Love n peace,
> > Maya S Muchtar
> > 
> > 
> > -----Original Message-----
> > From: A Nizami [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
> > Sent: Friday, October 29, 2004 6:11 PM
> > To: [EMAIL PROTECTED]
> > Cc: sabili; yisc_al-azhar; padhang-mbulan;
> > [EMAIL PROTECTED]
> > Subject: [ppiindia] Dasar Hukum Islam dan Perbedaan
> > Aliran dalam Islam
> > 
> > 
> > Sesungguhnya dasar hukum Islam bersumber dari Al
> > Qur'an dan Hadits. Al
> > Qur'an merupakan kumpulan firman Allah yang berisi
> > petunjuk bagi orang
> > yang bertakwa, sedang Hadits merupakan penjelasan
> > dari
> > Nabi Muhammad
> > SAW. Jika ada masalah yang tak ada solusinya dalam
> > Al
> > Qur'an dan
> > Hadits, barulah para ulama Mujtahid bisa melakukan
> > ijtihad untuk
> > mencapai Ijma' Ulama (Kesepakatan ulama) yang
> > tentunya
> > tak boleh
> > bertentangan dengan Al Qur'an dan Hadits. Hal ini
> > sama
> > dengan
> > peraturan camat tak boleh bertentangan dengan
> > peraturan Walikota,
> > peraturan pemerintah, dan UUD:
> > .
> > "Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya;
> > petunjuk bagi
> > mereka yang bertakwa," [Al Baqoroh:2]
> > 
> > Sebagai Muslim, kita dilarang kafir (mengingkari)
> > perintah Allah dalam
> > Al Qur'an:
> > 
> > "Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku
> > turunkan (Al Qur'an)
> > yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat), dan
> > janganlah kamu
> > menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan
> > janganlah kamu
> > menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah,
> > dan
> > hanya kepada
> > Akulah kamu harus bertakwa" [Al Baqoroh:41]
> > 
> > Kafir terhadap Al Qur'an bukan cuma berarti dia
> > terang-terangan
> > menyatakan kafir terhadap isi Al Qur'an, tapi juga
> > dia
> > berusaha
> > menafsirkan isi Al Qur'an sehingga berbeda dengan
> > maknanya.
> > 
> > Padahal Allah menegaskan bahwa dalam Al Qur'an itu
> > ada
> > ayat yang jelas
> > yang wajib kita amalkan, sedang ayat yang tak jelas
> > hanya Allah saja
> > yang mengetahuinya.
> > 
> > "Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Qur'an) kepada
> > kamu. Di antara
> > (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat itulah
> > pokok-pokok isi Al
> > Qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat.
> > Adapun orang-orang
> > yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka
> > mereka mengikuti
> > 
> === message truncated ===
> 
> 
> =====
> Bacalah artikel tentang Islam di:
> http://www.geocities.com/nizaminz
> 
> 
>               
> __________________________________ 
> Do you Yahoo!? 
> Check out the new Yahoo! Front Page. 
> www.yahoo.com 
>  
> 
> 
> 
> 
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
> Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>  
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
>  
> 
> 
> 
> 

-------------------------------------------------
WebMail fr�n Tele2 http://www.tele2.se
-------------------------------------------------



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke