Mas danar, 
kalau cuma satelit-satelitan sih gampang, foto-foto dari atas, tapi kalau mau 
merekrut, menyebarkan kekacauan mesti bergaul dengan rakyatnya ya gak?
 
Jadi sampeyan juga mesti minum kopi untuk hal yang ini.

rm_danardono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:



Wilson:
Mungkin... tapi kalau kita berbicara mungkin, kemungkinan lain juga
banyak. Apa tidak mungkin, sambil "nginap" di RI nanti,
"intelijen-intelijen" asing itu "nyambil" mempelajari Indonesia dari
lebih dekat dan LANSUNG, sehingga pada saatnya nanti, semua rencana
sebenarnya (siapa tahu itu apa? Kemungkinannya banyak...) dapat
direalisasikan dengan lebih mulus.

RMDH: anda pernah baca mengenai satellit militer belum? Nah, tanpa 
menginjak bumi Nusantara, satellit militer dapat merekam seluruh 
gerakan militer, pos2 militer dan persenjataan. Mempelajari? Apa yang 
mau dipelajari? Bayar sedikit juga orang sudah dapat tahu banyak 
mengenai kita....gimana to?

Wilson:
Kepercayaan rakyat terhadap pemerintah disebagian kalangan masyarakat
memang sudah jelek sekali. Tapi mana ada reformasi apapun yang instan?
Mau di-instan-i sih bisa-bisa saja, tapi yang dihasilkan dengan instan
pasti akan buyar/hancur dalam waktu yang cukup instan juga.

RMDH: paling tidak kopi atau mie instan. Kepercayaan? Kalau diberi 
tauladan yang baik, pasti kepercayaan akan pulih..

Wilson:
TNI memang pernah bersalah dimasa lalu, tapi TNI juga terdiri dari
manusia-manusia seperti kita, hamba-hamba Allah yang tidak sempurna
dan sering berbuat khilaf. Makanya ada reformasi dalam tubuh TNI.

RMDH: Syukurlah TNI terdiri dari hamba Allah, kalau tidak bagaimana 
jadinya?

Wilson:
Apakah anda merasa mayoritas rakyat Indonesia lebih mempercayai
"segerombolan pasukan asing" atau lebih baik memberikan kesempatan
kepada saudara-saudara kita sendiri yang ada didalam TNI yang sedang
sekuat tenaga memperbaiki dirinya

RMDH:

Mayoritas kita itu siapa? Saya tak yakin rakat Aceh atau rakyat Irian 
akan lebih percaya pada siapa. kalau mayoritas orang Jawa, ya lebih 
percaya pada TNI, lha wong TNI itu kebanyakan direkrut di Jawa..
Memperbaiki diri? yang mana `yang diabwah, alias para prajurit yang 
gak salah apa2, atau para pimpinan yang berpeluang berbusiness ria?

Wilson:
dan mungkin, mungkin sekali "oknum-oknum" yang dulu bersalah 
sudah "dihukum" Tuhan dalam arti: pensiun, meninggal dalam tugas dll)

RMDH: Lhoooo? jadi dipensiun itu hukuman Allah? Lha pak Harto kok 
sedap sekali dihukum Allah? Meninggal dalam tugas itu hukuman Allah, 
Lho bagaimana dengan para pahlawan, yang kalau kelenger kita 
nyanyikan "Gugur Bunga?" dan dimakamkan di makam Pahlawan?

Anda ini mbok minumk kopi dulu sebelum nulis...

RMDH





--- In [EMAIL PROTECTED], "Wilson K." wrote:
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED], wrote:
> > Mungkin maksud mereka ialah untuk menjamin keselamatan negeri
> mereka, dan juga sewaktu-waktu bisa bantu TNI yang sampai kini belum
> mampu membasmikan pembunuhan penduduk orang-orang yang tak dikenal
> seperti di Sulawesi Tengah. 
> > 
> > Untuk menjajah Indonesia itu perlu jumlah tentara yang banyak 
sesuai
> keadaan geografis, jadi untuk apa dijajah cukup kalau pemerintah
> Indonesia bertindak sebagai penjajah, seperti pemerintahan Pak Harto
> dimana orang Aceh dibabat dan wanita-wanitanya diperkosa tanpa ada
> proses hukum terhadap para pelaku.
> > 
> 
> Mungkin... tapi kalau kita berbicara mungkin, kemungkinan lain juga
> banyak. Apa tidak mungkin, sambil "nginap" di RI nanti,
> "intelijen-intelijen" asing itu "nyambil" mempelajari Indonesia dari
> lebih dekat dan LANSUNG, sehingga pada saatnya nanti, semua rencana
> sebenarnya (siapa tahu itu apa? Kemungkinannya banyak...) dapat
> direalisasikan dengan lebih mulus.
> 
> Kepercayaan rakyat terhadap pemerintah disebagian kalangan 
masyarakat
> memang sudah jelek sekali. Tapi mana ada reformasi apapun yang 
instan?
> Mau di-instan-i sih bisa-bisa saja, tapi yang dihasilkan dengan 
instan
> pasti akan buyar/hancur dalam waktu yang cukup instan juga.
> 
> TNI memang pernah bersalah dimasa lalu, tapi TNI juga terdiri dari
> manusia-manusia seperti kita, hamba-hamba Allah yang tidak sempurna
> dan sering berbuat khilaf. Makanya ada reformasi dalam tubuh TNI.
> Apakah anda merasa mayoritas rakyat Indonesia lebih mempercayai
> "segerombolan pasukan asing" atau lebih baik memberikan kesempatan
> kepada saudara-saudara kita sendiri yang ada didalam TNI yang sedang
> sekuat tenaga memperbaiki dirinya (dan mungkin, mungkin sekali
> "oknum-oknum" yang dulu bersalah sudah "dihukum" Tuhan dalam arti:
> pensiun, meninggal dalam tugas dll)
> 
> Saya temukan satu lagi berita senada sebagai berikut:
> 
> 
> http://news.yahoo.com/news?
tmpl=story&u=/afp/20041102/wl_asia_afp/australia_indonesia_04110208540
2
> 
> Indonesia will not allow Australian troops on its soil: president
> 
> SYDNEY, (AFP) - Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono has
> ruled out allowing Australian troops to be stationed on its soil or
> letting them carry out pre-emptive strikes against extremists on its
> territory. 
> 
> 
> AFP/File Photo 
> 
> 
> In an interview with The Bulletin magazine, the newly elected
> Yudhoyono said relations with Australia would be a priority for his
> government but an excessive Australian security presence could be 
seen
> as intervention. 
> 
> "With good cooperation, there will be no need for the presence of 
the
> Australian military or police in Indonesia," he said. 
> 
> "That would only create problems for Indonesian people, who could
> wrongly perceive that as a form of intervention." 
> 
> Relations between the two countries have been prickly since 
Australia
> led international intervention in East Timor (news - web sites) in
> 1999 to stop a bloodbath by Indonesian troops and their militia 
proxies. 
> 
> However, police and other cooperation against Islamic extremists was
> stepped up after the 2002 Bali bombings. It was further increased
> after September's bombing of the Australian embassy in Jakarta. 
> 
> Prime Minister John Howard's government has stirred controversy by
> raising the possibility of pre-emptive strikes in the territory of
> unspecified neighbours to stop terrorist attacks. 
> 
> Those statements have been widely interpreted to mean Indonesia
> despite government denials. 
> 
> Since Howard's re-election last month, which coincided with that of
> Yudhoyono, the Australian government has talked of a new security 
pact
> with its giant neighbour in a bid to mend ties. 
> 
> Yudhoyono told The Bulletin a discussion forum was more important. 
> 
> "We don't need to create security or defence pacts because even in
> Southeast Asia we've never thought to create such pacts," he said. 
> 
> "What we need is a forum for dialogue between Indonesia and 
Australia
> to initiate talk on how regional security can be managed. 
> 
> "I will push strongly to create such a forum." 
> 
> The former general also promised to take stern action against
> terrorists operating out of Indonesia. The Al-Qaeda-linked Jemaah
> Islamiyah, which is blamed for numerous attacks including the Bali
> blasts, is based in Indonesia.









***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links








                        
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Check out the new Yahoo! Front Page.  www.yahoo.com/a

[Non-text portions of this message have been removed]






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke