Mas, memang benar sekali yang mas uraikan. darah dan nyawa putera 
puteri Nusantara dari berbagai suku dan agama telah membasahi persada 
negeri.

Sekarang, setelah merdeka, manusia rebutan, dan berteriak paling 
berhak menjadi penghuni negeri ini.

Lho mas, paman saya, alm. Letjen Joko Mulyono, yang pernah menjadi 
direktur Bina Masa Katholik, sebagai perwira  remaja corps 
artillerie, bersama pak Slamet Riyadi mendarat di Malukku..pak Slamet 
Riyadi gugur dibawah tembakan pasukan baret merah RMS yang dipimpin 
perwira2 KNIL.

Jangan kita lupakan jendral Worang yang gagah berani menggempur 
pembrontak2 di Sulawesi selatan. Juga col. Kawilarang yang de facto 
mendirikan RPKAD (kini Kopassus). Mereka penganut Protestant.

Betul mas, dengan kesatuan juang para penganut berbagai agama itu, 
kita mampu berseru Jalesveva Bhumimca Jayamahe..

Salam hangat

Danardono




--- In [EMAIL PROTECTED], "Amir S. Dewana" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> Yth:
> Bpk.RM Danardono HADINOTO
> mBak Carla Annamarie
> dan terutama para fans ppiindia di mana saja berada yang umumnya 
kaum muda yang terlahir jauh setelah Proklamasi.
> 
> 
> Apa khabarnya Pak Danardono. Masih ingat saya? Perkenankanlah saya 
menge"gong"i tukar info anda berdua. Dalam tataran perilaku, 
semacam 'E Pluribus Unum" terutama di militer kita (dulu ABRI, 
sekarang TNI setelah Polisi dipisahkan) pantas diacungi jempol, 
paling tidak selama periode 1945 - medio 1992 (sampai dengan 
munculnya faksi Abri merah putih vs Abri hijau).
> 
> Jabatan-jabatan tertinggi di militer/polisi kita bisa diduduki 
perwira kompeten mana saja tanpa pandang suku dan agamanya. Siapa 
tahu kalau Gatot Subroto yang punya ide mendirikan Akademi Milter 
Nasional/AMN adalah perwira AD yang beragama Buddha?? 
> 
> Panglima Besar Jenderal Soedirman, cikal bakal pimpinan militer RI, 
adalah sosok begawan militer dari lingkungan  religius kental 
Muhammadiyah. RI pernah mempunyai Kepala Staf Angkatan Perang 
Jenderal Majoor (pangkat waktu itu) Tahi Bonar Simatupang yang 
bersuku Batak dan beragama Kristen Protestan. Juga Menhankam/Panglima 
Abri pernah dijabat oleh Jenderal Maraden Panggabean yang sosok Batak 
dan beragama Kristen Protestan.
> 
> Jenderal TNI Try Sutrisno yang pernah menjadi Panglima Abri dan 
juga kemudian Wapres berasal dari lingkungan muslim santri yang 
kental. Saat inipun pimpinan tertinggi di Angkatan Laut adalah 
Laksamana Bernard Kent Sondakh, pria Minahasa yang beragama Kristen 
Protestan. Kepala Kepolisian RI juga pernah dijabat seorang beragama 
Kristen Protestan, yaitu Jenderal Polisi Widodo Budidarmo.
> 
> Siapa penggagas terbentuknya satuan komando pada AD kita kalau 
bukan Brigjen TNI (Anumerta) Ignatius Slamet Rijadi, putra Jawa asal 
Surakarta yang beragama Katholik Roma. Dan Laksamana Muda (Anumerta) 
Yos[afat] Soedarso adalah Pahlawan Aru yang ditenggelamkan oleh 
Belanda di perairan Aru dalam rangka merebut Irian Barat dari Belanda 
di dalam apa yang disebut Operasi Trikora.
> 
> Kita juga pernah mempunyai Menteri Pertambangan dan Energi Letnan 
Jenderal TNI (pur) Ida Bagus Sudjana yang bersuku Bali dan beragama 
Hindu Bali. Wakil Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (dulu 
RPKAD) pernah dijabat oleh Brigadir Jenderal TNI Sang Nyoman Suwisma 
yang bersuku Bali dan beragama Hindu Bali.
> 
> Yang saya sebutkan tadi di lingkungan militer/polisi yang bisa 
meniadakan preferensi atas dasar agama. Di jajaran birokrasi sipil 
pernah tidak kalah cemerlangnya. Sosok satu ini pernah menjadi 
Menteri Dalam Negeri, juga Menteri Luar Negeri; siapa dia kalau bukan 
Ida Anak Agung Gede Agung yang berasal dari Bali dan beragama Hindu 
Bali. Pada saat-saat puncak ketegangan dengan Belanda pasca 
Proklamasi Kemerdekaan RI, inilah Kepala Perwakilan RI di PBB New 
York, siapa lagi yang membela posisi RI kalau bukan Lambertus 
Nicodemus Palar yang asli Minahasa dan beragama Kristen Protestan. 
Kita pernah mempunyai Menteri Penerangan yang bukan bersuku Jawa, 
yaitu Arnold Mononutu yang asli Minahasa dan Kristen.
> 
> Bahwa jajaran pimpinan di militer/polisi dan birokrasi sipil banyak 
yang beragama Islam adalah sangat wajar karena warga negara beragama 
Islam memang mayoritas. 
> 
> Pada lambang-lambang angkatan di militer RI seperti Kartika Eka 
Paksi (AD), Jalesveva Jayamahe (AL) dan Swa Bhuwana Paksa (AU), dan 
juga yang non-militer Rastra Sewakottama (Polisi) menunjukkan masih 
adanya apresiasi pada kejayaan Kerajaan Majapahit yang hinduistis.
> 
> Bung Karno pernah oleh Belanda dibuang di Ende, Pulau Flores, Nusa 
tenggara Timur yang penduduknya umumnya beragama Katholik Roma. 
Bacalah buku Di Bawah Bendera Revolusi, seperti apa apresiasi Bung 
Karno kepada para padri Katholik Roma yang digambarkan sebagai orang 
yang suka bekerja.
> 
> Setelah menguatnya Orde Baru di bawah pimpinan Jenderal Soeharto, 
ada trend sedikit demi sedikit preferensi atas dasar agama ini 
semakin menguat dalam berbagai sendi kehidupan berbangsa dan 
bernegara. Dalam beberapa hal bisa disebut wajar, bisa pula disebut 
tidak wajar sesuai sudut keperluan pandangan itu sendiri. Misalnya, 
tidak mungkin seorang menteri dalam negerinya era Orde Baru adalah 
non-muslim karena acara nasional tahunan Musabaqoh Tilawatil Qur'an 
(MTQ) ada dalam kalender kegiatan tiap provinsi. Tidak mungkin 
seorang menteri luar negeri (berturut-turut Adam Malik, Mochtar 
Kusumaatmadja, Ali Alatas, Alwi Shihab dan Hassan Wirajuda) beragama 
non-Islam karena RI menginginkan citra khusus di kalangan dunia 
Islam/Arab meski negara-negara Arab penghasil petrodollar pelit 
membantu Indonesia dan bukan merupakan pasar untuk obyek-obyek wisata 
RI (NB: turis-turis Timur Tengah, ketimbang yang dari Eropa, tidak 
memiliki ketertarikan emosional khusus dengan obyek-obyek wisata yang 
merupakan warisan historis era nusantara Hindu semisal Bali dan 
Tengger).
> 
> Sekian dulu.
> 
> Salam hangat,
> Kaboel
> [][][][][][][][][][][][][][][][][][][][][][][][]
> 
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: "rm_danardono" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Tuesday, November 02, 2004 3:11 PM
> Subject: [ppiindia] Re: Amerika = Negara Krsiten ?
> 
> 
> > 
> > 
> > 
> > Mbak, dengan pekik juangnya "El Pluribus Unum" US adalah negara 
> > bhineka budaya dan agama, dan tak pernah merumuskan policy-nya 
> > bersandang pada kajian agama. US membela Kosovo dan Bosnia yang 
> > Muslim, dan membom Seebia yang Kristen. Lain kali membpom negara2 
> > yang beragama lain. jadi tak ada kriteria keagamaan dalam 
perilaku US 
> > secara keseluruhan.
> > 
> > Satu2nya kaitan US dengan religiousitas adalah ungkapan "In God 
we 
> > trust".
> > 
> > Kalau kita pelajari system hukum US yang termasuk kelompok system 
> > Anglo Saxon, maka kita lihat ketatnya azas sekularisme. Negara ya 
> > negara, agama ya agama.
> > 
> > ya kan mBak?
> > 
> > Salam
> > 
> > RM D Hadinoto
> > 
> > 
> > 
> > --- In [EMAIL PROTECTED], "Carla Annamarie" 
> > <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > 
> > > 
> > > america memang bukan negara agama, tp negara america berdiri or 
> > founded by
> > > sekelompok org kristen puritan, makanya kalo dilihat dr dasar-
dasar
> > > philosophy negaranya bnyk terkandung ajaran kristen.
> > > kalo dilihat sejarahnya, america adalah negara religious, tp dgn
> > > perkembangan jaman bnyk perubahan, sejak adanya amandemen 
pemisahan 
> > state
> > > affairs from religious affairs.
> > > 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke