Tanggapan mengenai Impian Turki
RM Danardono HADINOTO
Menilik masuknya Turki kedalam UE semata dari segi agama, adalah
terlalu onesided. Terutama, bila kita mencoba memahami, motivasi
pendukung kuat masuknya Turki kedalam UE, yakni Inggris Raya dan AS.
Dari titik tolak historie, Turki sudah mempunyai peranan dalam
sejarah Europa, juga ketika masih menjadi kesultanan Turki. Jangan
kita lupakan, peran kesultanan Turki sebagai sekutu dalam Perang
Dunia I. Hubungan kesultanan Turki dengan kekaisaran Jerman adalah
cukup erat.
Para analis politik Europa yang jeli, tak akan ter-gesa2, melihat
Turki sebagai fenomena "negara Muslim", karena Turki secara politis
tak pernah berdiri dalam deretan negara2 Islam, terutama negara
negara Arab.
Integrasi Turki didalam masyarakat negara negara Europa, walau masih
jauh dari optimal, adalah cukup baik. Jerman, Austria, Swiss,
mempunyai porsi penduduk Turki yang cukup substantial. Warga Turki
tak pernah terlibat dalam aksi aksi terrorisme.
Dalam era perang dingin, sepanjang tahun 50an dan 60an, sampai
jatuhnya tirai besi, Republik Turki adalah penjaga gawang terdepan
dalam menghadapi kekuatan militer Uni Sovjet. Turki lebih dipercaya
sebagai allians daripada negara2 kecil satleit Uni Sovjet, yang kini,
mendahului Turki masuk kedalam UE.
Skenario politik menghadapi issue keanggautaan Turki adalah ajaib.
Hampir semua pemerintah negara negara anggauta UE menyetujui masuknya
Turki, sedangkan rakyat mereka rata rata skeptis.
Sedihnya, ke-skeptis-an kebanyakan masyarakat terhadap keanggautaan
Turki, dipergunakan oleh beberapa partai untuk alasan yang populitis
murah. Mereka me-nyala nyalakan ketakutan terhadap orang Turki.
memang rasa xenophobia sudah selalu ada. Terutama, sejak angka
pengangguran meningkat, apalagi di Jerman, sampai meraih titik yang
mengkhawatirkan.
Juga rasa skeptis ini terutama subur dikalangan penduduk "pribumi"
Europa yang berpendidikan rendah. Mereka hampir tak pernah tahu
menahu mengenai peran Turki yang aktif selama ini dalam sejarah
Europa. Ini ditambah dengan kenyataan, bahwa kebanyakan generasi
pertama buruh migrant asal Turki rata2 tak mampu berbahasa setempat,
dan beerpendidikan sangat minim. Mereka kebanyakan berasal dari
Anatolia.
Sekaligus, anak anak generasi kedua Turki banyak yang berhasil meraih
pendidikan tinggi, dan memiliki profesi profesi terhormat, seperti
dokter, insinyur, enterpreneur, manager, dll. Di Jerman dan Austria,
beberapa orang Turki menjadi anggauta parlemen.
Lepas daripada keterbelahan pendapat mengenai keanggautaan Turki,
para analis sosiologi sepakat, bahwa keanggautaan Turki akan sangat
merubah peta demografi Europa puluhan tahun mendatang.
Disebabkan oleh rendahnya angka kelahiran penduduk kulit putih
("pribumi") Europa, maka penduduk Europa belasan tahun mendatang akan
terutama terdiri dari manusia lanjut usia. Dengan demikian, akan
terjadi pergeseran dalam peta demografi, dimana, lama kelamaan, orang
Turki, atau penduduk asal Turki, akan melebihi penduduk "pribumi".
Ini bearti juga, meningkatnya kelompok manusia yang berbudaya "non
Europa".
Dari pengalaman saya langsung bergaul dengan orang orang Turki, saya
berpendapat, bahwa mereka mampu menjadi anggauta masyarakat Europa,
tak lebih tapi tak kurang dari bangsa bangsa lain yang kini telah
menjadi anggauta UE. Mengapa tidak?
Setahu saya, di-wilayah wilayah dimana orang Turkii hidup dikota
Vienna, angka kriminalitas adalah sangat rendah. Well, sering terjadi
bunuh membunuh antara mereka, yang kurang kami, orang Non Turki,
fahami. Ini mungkin terkait erat dengan adat istiadat mereka.
Banyak sekali bidang bidang business yang mereka telah "rebut": usaha
restaurant dan snacks (kebab shops), juga penjahit, serta pedagang
sayur mayur atau toko daging halal. Bebuisness dengan mereka sangat
menyenangkan karena kejujuran mereka.
Banyak analis, juga pengamat politik, yang beranggapan, bahwa
membiarkan Turki berada diluar pintu Europa, adalah kebodohan taktis
yang luar biasa. Tentu sakja, harus disadari pula, bahwa keanggautaan
Turki didalam UE, membuat Europa menjadi benua, yang terbentang dari
Skandinavia sampai perbatasan Irak.
Mungkin, jalan terbaik, adalah membiarkan perkembangan ini berkembang
secara natural, tak ter-gesa gesa. Europa harus memberikan chance
yang fair bagi pimpinan Turki, untuk membuktikan kebesaran idee bapak
Turki: Kemal Pasha Attat�rk. Turki adalah bagian dari Europa!
RMDH, Vienna awal Nopember 2004
--- In [EMAIL PROTECTED], A Fatih Syuhud <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Selasa, 02 November 2004
>
> OPINI
>
> http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2004110201175926
>
> Impian Turki, Dilema Eropa
>
> A Fatih Syuhud, Mahasiswa Pascasarjana Agra
> University, India
>
> SEPERTI yang sering terjadi dalam sejarah, suatu
> peristiwa yang tampak kecil dapat mengganggu desain
> besar. Dalam kasus Turki, yang sudah menunggu sekian
> lama diadakannya negosiasi serius untuk bergabung
> dengan Uni Eropa (UE), sebuah rencana undang-undang
> (RUU) anti-perzinaan, di mana zina dianggap sebagai
> pelanggaran kriminal, telah mengalihkan pertanyaan
> besar tentang masa depan arsitektur Eropa.
>
> UE membuat terobosan dengan memasukkan 10 anggota
> baru, kebanyakan dari negara bekas komunis. Akan
> tetapi, pertanyaan yang akhirnya akan menentukan masa
> depan Eropa masih mengambang. Akankah Turki akhirnya
> mendapat kursi di meja Eropa?
>
> Adalah mimpi Kemal Attaturk untuk membawa negaranya
> menuju era modern setelah ia membangun jembatan
> modernisasi dari puing-puing Emperium Ottoman. Ia
> menghapus sistem khalifah, mengganti tulisan Arab
> dengan abjad Roman dan menjadikan sekularisme sebagai
> Tuhan baru. Secara geografis Turki meliputi Eropa dan
> Asia. Ia merupakan fenomena unik, terutama karena
> militer menjadi penjaga gawang sekularisme dan
> berstatus negara dalam negara.
>
> Ironisnya, sebuah partai dengan akar Islamis, Justice
> and Development Party (AKP), melaju cepat untuk
> membawa Turki menuju Eropa. Lebih menarik lagi, usaha
> ini dilakukan pada era pascatragedi 11-9 di mana
> populasi Barat cenderung menganggap muslim sinonim
> dengan teroris. Dan, bagaimanapun, Turki adalah negara
> muslim, walaupun dengan polesan modernitas.
>
> Pada dasarnya, Turki menjadi objek dilematis bagi
> Eropa. Apakah Eropa pada esensinya sebuah klab
> eksklusif Kristen? Apabila demikian, adakah tempat
> bagi sebuah negara muslim? Tetapi apabila Turki
> ditolak, ke mana arah frustrasi sebuah bangsa yang
> selama beberapa dekade dipinggirkan dan dihina? Dan
> apakah Eropa, dengan menolak klaim Ankara, akan
> semakin memperkuat tesis clash of civilisations-nya
> Huntington?
>
> Turki telah menandatangani kesepakatan Asosiasi dengan
> UE yang waktu itu bernama Komunitas Ekonomi Eropa
> (KEE) pada 1963 dan secara formal mengajukan
> keanggotaan empat tahun berikutnya. Satu dekade
> kemudian, sejumlah negara bekas Komunis ikut antre
> dalam KTT UE di Luksemburg tetapi Turki bahkan tidak
> dipertimbangkan untuk menjadi anggota, tetapi akhirnya
> dinyatakan sebagai kandidat pada Desember 1999. Tiga
> tahun kemudian, UE menggarisbawahi sejumlah
> persyaratan ekonomi dan politik yang harus dipenuhi
> sebelum pembicaraan penerimaan formal dapat dimulai.
> Persyaratan tersebut meliputi ekonomi pasar, institusi
> yang stabil yang menjamin demokrasi, rule of law dan
> HAM.
>
> Pemimpin AKP dan Perdana Menteri, Recep Tayyip
> Erdogan, sangat fokus memenuhi segala persyaratan ini.
> Siaran bahasa Kurdi mulai diperkenalkan Juli lalu,
> hukuman mati pun dihapus dan penyiksaan di penjara
> dilarang. Yang paling fenomenal, dominasi militer atas
> pemerintah dalam bentuk Dewan Keamanan Nasional (DKN)
> dipersempit dengan cara menempatkan sipil sebagai
> kepala dan memberi kekuasaan lebih pada perwakilan
> yang dipilih rakyat. Di samping itu, Ankara mendapat
> simpati Eropa dengan menyetujui Siprus Utara yang
> berada di bawah Turki untuk melakukan referendum
> reunifikasi sesuai formula PBB, yang ditolak oleh
> Yunani yang sudah lebih dulu menjadi anggota UE.
> Sejumlah rancangan reformasi hukum yang berisi
> langkah-langkah untuk membawa Turki searah dengan
> praktik Eropa sedang diproses oleh Parlemen sebelum
> akhirnya sedikit terganggu dengan klausul hukum
> antizina yang kontroversial itu.
>
> Zina merupakan sebuah tindak kejahatan di bawah UU
> Turki sampai kemudian dihapus bagi laki-laki pada 1996
> dan bagi perempuan dua tahun kemudian. Di bawah
> klausul baru ini, perzinaan akan dikenakan hukuman
> dengan perbedaan bagi lelaki dan perempuan. Kaum
> lelaki, umpamanya, baru dikenai hukuman apabila ia
> sudah biasa melakukannya sedang wanita langsung
> dikenai hukuman walau hanya melakukannya satu kali.
> Secara faktual, kebanyakan rakyat Turki mendukung
> langkah yang diusulkan itu.
>
> Apapun hasil akhir dari klausul itu, ia telah
> memunculkan pertanyaan yang lebih besar atas posisi
> Turki di Eropa. Dalam kata bapak konstitusi Eropa
> baru, mantan presiden Valery Giscard d'Estaing,
> memasukkan Turki akan bermakna 'akhir dari Eropa'.
> Sejumlah tokoh lain, termasuk para Duta Besar Eropa,
> dengan terus terang mengekspresikan oposisi mereka
> atas rencana memasukkan Turki dalam UE. Walaupun
> beberapa pemerintah semacam Jerman, Inggris, dan
> bahkan Prancis mendukung masuknya Turki, namun rakyat
> mereka cenderung skeptikal. Meski demikian, yang lain
> mencoba menjembatani dengan mengajukan status khusus
> bagi Turki sedikit di bawah keanggotaan penuh. Hal ini
> juga dilatarbelakangi oleh ketakutan demografis: bahwa
> Turki akan muncul sebagai negara terbanyak populasinya
> di UE, dengan laju pertumbuhan populasi yang cepat
> bersamaan dengan turunnya populasi negara anggota UE
> yang Kristen.
>
> Perdana Menteri Belanda Jan Peter Balkenende, yang
> sedang memegang kepresidenan UE, mengatakan pada saat
> sesi pertama Parlemen Eropa yang diperluas bahwa
> anggota hendaknya tidak tergoda untuk tunduk pada
> Islamofobia dan harus memperlakukan aplikasi Turki
> berdasarkan pertimbangan objektif. AS semakin menambah
> kompleksitas permasalahan di saat sedang terjadinya
> ketegangan hubungan transatlantik. Presiden George W
> Bush menyatakan secara terbuka beberapa bulan lalu
> bahwa UE hendaknya memberikan tanggal yang pasti bagi
> Turki untuk memulai pembicaraan soal keanggotaan, yang
> memancing kemarahan Presiden Prancis Jacques Chirac.
> Seakan tidak memedulikan kemarahan Chirac, Bush
> kembali mengulang anjurannya itu pada kesempatan
> berikutnya. Seperti diketahui, Turki adalah anggota
> NATO, North Atlantic Treaty Organization.
>
> Komisi Eropa akan membuat laporan pada kepala negara
> UE pada 6 Oktober 2004 tentang eligibilitas Turki
> untuk menjadi anggota sesuai dengan kriteria Desember
> 2002 yang dibuat di Kopenhagen. Para kepala negara
> akan membuat keputusan pada pertemuan di Belanda pada
> Desember. Apabila, dan ini kemungkinan terjadi, komisi
> tersebut sepakat, negara anggota akan diberi waktu
> tiga bulan untuk membuat penilaian.
>
> Sekalipun berdasar skenario yang paling optimistik
> (Erdogan mengisyaratkan bahwa Turki baru dapat menjadi
> anggota pada 2012) dibutuhkan waktu yang cukup lama
> sebelum negara itu dapat mencapai ambisinya. Akan
> tetapi, perjalanan ke depan tentu tidak akan mulus.
> Karena, mereformasi hukum tidaklah semudah menjamin
> pelaksanaannya. Hal yang agak membantu peluang Turki
> dalam tubuh Eropa yang sangat terpecah-belah dalam
> soal kredibilitas Turki adalah bahwa tidak memasukkan
> Turki ke dalam keanggotaan akan jauh lebih buruk dari
> pada menjadikannya sebagai bagian UE.***
>
>
>
>
>
>
> __________________________________
> Do you Yahoo!?
> Check out the new Yahoo! Front Page.
> www.yahoo.com
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/