saya setuju seperti negara tetangga kita juga melakukan hal yang sama 
mekloning expatrian dan pribumi sehingga mengasilkan sesuatu yang cukup berkompeten 
dan perbedaan bukan lah ukuran atau sebagai penghalng tapi perbedaan adalah sebagai 
kasanah 
dan harus di sikapi dengan arif dan bijaksana 
dan bumi terus berputar dan jaman terus bergulier 
ketekukan akan suatu hal yang belum tentu terjadi dan kekawatiran akanterus membuat 
kita terbelakang
mengapa bebas aktif tak di berdayakan agar tak seperti katak dalam tempurung 
bukankah semua terlahir dari sebuah ketertekanan semangat senasip sepenanggungan 

  ----- Original Message ----- 
  From: RM Danardono HADINOTO 
  To: [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Friday, November 05, 2004 1:35 PM
  Subject: [ppiindia] Re: Regulasi Masuknya Perguruan Tinggi Asing




  Mungkin sekali, kita harus pandai pandai memberlakukan peraturan bagi 
  masuknya perguruan tinggi asing, misalnya, mewajibkan mereka mendidik 
  juga atau menatar tenaga pengajar perguruan tinggi nasional, 
  mengadakan research bersama, tukar menukar staff pengajar maupun 
  doktorand ataupun tenaga2 ilmiah.

  Mewajibkan mereka menerima sebagian siswa2 yang bertalenta sebagai 
  penerima scholarship. Mewajibkan mereka melatih tenaga2 akhli di 
  kantor2 pemerintah, misalnya dalam bentuk traing courses ataupun 
  seminar atau workshops.

  Mewajibkan mereka mengajak mintra industri dari negeri masing2 
  (misalnya Siemens dari jerman, atau General Electrics dari USA) untuk 
  membantu mencetak2 akhli2 dalam bidang tekhnologi, dimana kita sangat 
  ketinggalan.

  Menilik penciutan ekonomi di Europa, dimana ribuan guru2 dan tenaga 
  pengajar terancam menjadi penganggur, pasti akan banyak minat untuk 
  membantu kita dalam membangun tenaga2 akhli.

  Hanya mengatakan, "itu berbahaya, itu merugikan, dsb" tak akan 
  menolong kita sendiri.

  Salam

  RM D Hadinoto




  --- In [EMAIL PROTECTED], RG Nur Rahmat <[EMAIL PROTECTED]> 
  wrote:
  > 
  > Saya memang betul alasan itu cuma sayangnya akibatnya fatal untuk 
  masa depan kita, mutu lulusan kita rendah dan ini saja sudah terbukti 
  sekarang. Mereka takut sebab orang-orang kaya akan menyekolahkan 
  anaknya ke Univ. asing, masuk akal toh. Dan, orang-orang inilah yang 
  selama ini diharapkan untuk menutup kekurangan dana di Univ. apalagi 
  sekarang pemerintah tidak lagi memberikan dana untuk Univ. Negeri.
  >  
  > 
  > 
  > RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  > 
  > 
  > 
  > Beralasankah kekhawatiran kita? Tak mampukah kita bersaing? Apakah 
  > pendidikan kita hanya terjamin, bila tak ada PT asing dinegeri kita?
  > 
  > Tidakkah, PT asing berarti juga peluang bagi anak didik kita, 
  dimana 
  > kita tak pelu mengirim anak didik kita ke LN, yang hanya akan 
  > membuang devisa? Misalnya, tidak mengirim anak didik kita ke Agra 
  > tetapi ke Bandung? tidak ke Boston tapi ke Tondano?
  > 
  > Bagaimana pendapat kalian, kawan2?
  > 
  > Salam
  > 
  > RM D Hadinoto
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > SUARA PEMBARUAN DAILY
  > --------------------------------------------------------------------
  --
  > ----------
  > 
  > Regulasi Masuknya Perguruan Tinggi Asing
  > 
  > 
  > EMUNGKINAN masuknya perguruan tinggi (PT) asing menimbulkan 
  > kekhawatiran sejumlah kalangan pengelola PT karena akan menyulitkan 
  > keberadaan perguruan tinggi di Indonesia. Pemimpin perguruan tinggi 
  > yang tergabung dalam Forum Rektor telah menyampaikan keberatan dan 
  > kekhawatiran. Peluang masuknya PT asing berkaitan dengan 
  kesepakatan 
  > perdagangan jasa atau General Agreement on Trade in Services (GATS).
  > 
  > Kekhawatiran-kekhawatiran seperti ini sebenarnya telah muncul dalam 
  > berbagai bidang berkaitan arus globalisasi yang nyaris tak 
  > terbendung. Sayangnya, Indonesia sering menyikapi hal ini hanya 
  > dengan kecemasan-kecemasan belaka, menunjukkan pengakuan bahwa kita 
  > memiliki masalah dalam daya saing. Akibatnya, perdagangan bebas 
  > selalu tampil sebagai wajah yang menakutkan daripada peluang bagi 
  > Indonesia melakukan ekspansi ke luar negeri.
  > 
  > KECEMASAN ini jarang sekali dijadikan sumber energi untuk membenahi 
  > diri. Bayang-bayang tentang arus perdagangan bebas yang menjadikan 
  > Indonesia sebagai pasar sebenarnya telah lama terlihat, tetapi 
  upaya 
  > untuk mengantisipasi terlalu lemah. Demikian juga di bidang 
  > pendidikan yang belakangan juga menuai kritik karena kualitas yang 
  > tidak membaik. Bahkan makin banyaknya warga negara Indonesia yang 
  > memilih pendidikan di luar negeri tidak dijadikan pemicu untuk 
  > meningkatkan kualitas pendidikan di dalam negeri. Kenaikan yang 
  > paling menonjol justru selalu pada biaya pendidikan.
  > 
  > Namun demikian, dalam kondisi seperti ini, kita juga tidak mungkin 
  > tampil sok gagah dengan begitu saja menerima perdagangan bebas. 
  Tanpa 
  > daya saing yang kuat, mengadopsi begitu saja perdagangan bebas 
  justru 
  > makin menyulitkan keadaan Indonesia yang sudah sulit ini. Oleh 
  karena 
  > itu, masalah kemungkinan masuknya perguruan tinggi asing ini juga 
  > harus disikapi dengan lebih cermat. Menjadi sebuah tantangan yang 
  > menggugah untuk meningkatkan kualitas pendidikan sehingga pada 
  > saatnya siap bersaing dengan perguruan tinggi asing. 
  > 
  > Di sisi lain, kita pun tidak ingin perguruan tinggi di Indonesia 
  > hanya menjadi jago kandang yang selalu dilindungi oleh proteksi 
  yang 
  > berlebihan. Kerja sama dan masuknya perguruan tinggi asing 
  diperlukan 
  > untuk mendorong perbaikan kualitas pendidikan di Indonesia. Yang 
  > diperlukan adalah regulasi yang jelas tentang masuknya perguruan 
  > tinggi asing tersebut, agar tidak menjadikan perguruan tinggi dalam 
  > negeri makin lemah. 
  > 
  > REGULASI yang diperlukan haruslah menyangkut tiga hal penting. 
  > Pertama, perguruan tinggi asing yang masuk harus bekerja sama 
  dengan 
  > perguruan tinggi yang sudah ada di Indonesia baik swasta maupun 
  > negeri. Dengan begitu, kehadirannya bisa bersinergi untuk 
  > meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Lagipula kerja sama ini 
  > bisa menjadi bagian dari pengawasan agar jangan sampai yang masuk 
  ke 
  > Indonesia adalah perguruan tinggi negeri "ruko" (rumah toko). 
  > Bukankah sudah banyak cerita perguruan tinggi "ruko" di negara yang 
  > maju sekalipun? 
  > 
  > Kedua, perguruan tinggi asing masuk ke Indonesia hanya untuk 
  membuka 
  > program-program studi yang di Indonesia belum ada atau masih lemah, 
  > bukan membuka program studi yang di Indonesia sudah ada, sehingga 
  > bisa mematikan perguruan tinggi setempat. Hal ini bisa menjadi 
  celah 
  > untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia.
  > 
  > Ketiga, perguruan tinggi asing di Indonesia harus menaati Undang-
  > Undang Sistem Pendidikan Nasional yang ada, sehingga keberadaannya 
  > tidak semata-mata untuk tujuan komersial. Akan sangat mencelakakan 
  > jika perguruan tinggi asing menjadi pipa-pipa yang menyedot dana 
  > dalam negeri keluar. Namun, regulasi jangan hanya menjadi penampung 
  > kecemasan belaka. Sebab, kecemasan berlebihan menjadikan kita 
  seperti 
  > menunggangi kuda kayu, kita terguncang-guncang tetapi tidak pernah 
  > bergerak ke mana pun.
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  **********************************************************************
  *****
  > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
  Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-
  india.uni.cc
  > 
  **********************************************************************
  *****
  > 
  ______________________________________________________________________
  ____
  > Mohon Perhatian:
  > 
  > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
  otokritik)
  > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
  > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
  > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
  > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
  > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
  > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
  > 
  > Yahoo! Groups Links
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  >                   
  > ---------------------------------
  > Do you Yahoo!?
  >  Check out the new Yahoo! Front Page.  www.yahoo.com/a
  > 
  > [Non-text portions of this message have been removed]








  ***************************************************************************
  Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
  ***************************************************************************
  __________________________________________________________________________
  Mohon Perhatian:

  1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
  2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
  3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
  4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
  5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
  6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
  7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]



        Yahoo! Groups Sponsor 
              ADVERTISEMENT
             
       
       


------------------------------------------------------------------------------
  Yahoo! Groups Links

    a.. To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
      
    b.. To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]
      
    c.. Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke