iya, tolong jelaskan cara membuat apem yg enak...
RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Lha kalau pakde Riadi debat2an, apa yang diketahui? pakde minta resep bikin apem aja, deh... RMDH --- In [EMAIL PROTECTED], dicky riyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Aha.......... mas RM Danardhono yg praktisi perbankan berdebat dengan Pak Ikranagara yg ahli sosial politik (dan budaya)... > > Wahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh...................., mas RM Danardhono jangan emmaksa diri berdebat ssu yg tidak tahu... > > mestinya Anda berdebat yg anda tahu saja.... > > rosi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > dan seorang penguasa berpotensi untuk menjadi sejarah > atau mengkilafkan sejarah > > ----- Original Message ----- > From: RM Danardono HADINOTO > To: [EMAIL PROTECTED] > Sent: Friday, November 05, 2004 1:24 PM > Subject: [ppiindia] Re: DISKONTINUITAS [G30S, Terlibatkah Soeharto?] > > > > > Terimakasih untuk uraiannya. > > Saya mengadakan approach dari sisi yang berbeda dari anda, dan tak > terlalu memfokus pada struktur pemikiran seperti yang anda ulas, > namun, melihat sejarah sebagai suatu untaian peristiwa yang saling > terkait secara kausal. Simple. > > Kita ambil contoh yang sangat sederhana. Perkembangan angkatan perang > kita. Dizaman revolusi, uniform perwira kita masih mengandung unsur > uniform Jepang, kemudian setelah kemerdekaan memakai system > kepangkatan Belanda, juga dalam doktrin organisasi. Mengapa? Simply, > karena dalam membangun kedepan angkatan tempur kita, perwira2 pemikir > kita, dari jendral Urip, pak Dirman sampai TB Simatupang, Kawilarang > dan Nasution, berorientasi pada apa yang mereka alami dan terjadi > selama ini. Organisasi ketentaraan Belanda. Kita pakai kesatuan yang > masih memakai bahasa Jerman, karena nama ini dipakai tentara Belanda, > yakni "WK alias Wehrkreis", pada serangan umum 1 Maret 1949. Suharto > adalah komandan salah satu Wehrkreis, yang bahasa Indonesia adalah > Lingkaran Pertahanan. > > Contoh ini, dapat kita lanjutkan dengan organisasi2 pemerintahan, > perusahaan2 negara, organisasi departmental pemerintah, lembaga2 > peradilan dst. > > Lihat perkembangan bahasa Indonesia. Waktu kecil di Sekolah Rakyat > (volksschool, kini SD) tahun 50an awal, kami masih memakai pustaka > berdasar ejaan van Ophuizen. Kemudian diganti ejaan kita yang tahun > 1950, tidak lagi oe sebagai u (sebelum 1950 "umum" ditulis "oemoem"), > dsb. Memakai tj sekarang c, dj sekarang j, dst. kemudian datang ejaan > yang kita pakai sekarang. > > Apa yang ingin saya katakan? Juga dalam memulai budaya bernegara > baru, kita TAK mungkin mulai dari 0 seperti yang anda usulkan. > > Apakah sejarah itu melingkar, persegi, segitiga atau bujursangkar, > tetaplah proses sejarah itu kontinue. Anak didik dari keluarga Muslim > yang berbusana Muslim misalnya dari Minangkabau, tak mungkin tiba2, > beragama Protestant, berbusana ala orang Jerman, dan berfikir seperti > orang Jerman. melepas diri total dari generasi sebelumnya. > > Tak mungkin. > > Seorang remaja yang berasal dari keluarga yang berbeda, > berlatarbelakang pendidikan berbeda, berbahasa daerah beda, apalagi > berlatarbelakang finansial beda, walau mengunjungi universitas yang > exactly sama, akan mengembangkan pola hidup yang tetap berbeda. > masing2 mengikuti pola pokok keluarganya, latarbelakang budayanya. > > Saya perhatikan, keluarga anggauta korps diplomatik kita disini. > Hidup beberapa tahun diantara budaya yang samasekali asing. Namun > mereka tetap meneruskan warisan budaya pada anak didik mereka. Yang > berjilbab ya berjilbab, yang sekular ya sekular, yang Tionghoa tetap > berbudaya Tionghoa, yang Jawa ya berbahasa Jawa, yang Arab tetap > seperti Arab, yang Padang tetap hidup seperti orang Padang di Tanah > Air. > > Kalaupun ada generasi ketiga, yang sudah tak menguasai lagi bahasa > Indonesia, atau bercampur darah dengan orang kulit putih, tetap saja, > budaya orang tua diteruskan. Seorang wanita setengah Jawa setengah > Austria, tetap beragama Islam, mengaji, walaupun suaminya orang > Austria yang Kristen, dan dia tak kuasai bahasa Indonesia dengan > fasih. beberapa anak2 turunan Jawa, walau bengkak bengkok bahasa > Indonesia, tetap keluar "medok"nya kalau bicara. Juga lafal bahasa > Jermannya ada lagu Jawanya..Aneh. > > Mengapa kita dan Malaysia demikian berbeda dalam menengelola bangsa > dan negara? mengembangkan bahasa berumpun Melayu yang begitu berbeda? > > Karena sejarah kita berbeda. > > Kita katakan "polisi", yang berasal dari bahasa Belanda "politie" > (bunyinya sama), dan Malaysia mengatakan "polis" dari bahasa > Inggris "police" (bunyinya sama). Kita katakan "pos" dari bahasa > Belanda "post", dan Malaysia "mel" dari bahasa Inggris "mail" > (bunyinya sama). Kita katakan kamar dari bahasa Belanda "kammer", > Malaysia pakai kata Melayu "bilik". > > Kita punya kesatuan polisi bernama Brigade Mobil disingkat Brimob, > yang dahulunya berasal dari kesatuan berbahasa Belanda "mobile > brigade", disingkat "Mobrig" (diawal tahun 50an). > > Mengapa Malaysia dan Indonesia tak mulai dengan 0 seperti usul anda? > Karena tak mungkin. Mas, apa yang diskontinue? > > Salam > > RM D Hadinoto > > > > > > > > > > > > --- In [EMAIL PROTECTED], "Ikranagara" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Wacana kita memang beda rupanya. Anda penganut Sejarah yang linier > > dan sekali gus kadangkala sejarah yang sirkuler. Biasanya seoarang > > penganut yang linier akan menentang yang sirkuler. Jadi, sebenarnya > > yang rancu (munggkin lho, tapi! --- maaf) adalah Anda saja. > > Yang kita percakapkan di sini adalah pertanyaan klasik pemikir > > Modernis, apakah sejarah itu linier atau sirkuler? > > > > Untuk menjawabnya, tentu saja kita harus mempelajari sejarah. > > Jawaban saya juga dasarnya dari membaca sejarah, seperti Anda > > temukan dalam tulisan singkat saya itu. > > > > Jadi, sebenarnya, antara penganut linier dengan yang sirkuler itu, > > ada persamaannya, bahwa sejarah memang berkesinambungan, hanya saja > > yang linier kalau digambarkan grafisnya maka satu garis lurus yang > > berkelanjutan. Sedangkan yang sirkuler adalah sebuah garis yang > > membentuk sebuah liongkaran, jadi ada kecenderungan terjadi > > pengulangan terhadap apa yang sudah pernah terjadi sebelumnya. > > > > Selain itu, dari kalangan Modernis ini masih ada satu lagi, yaitu > > bukan penganur linier dan bukan pula penganut sirkuler, melainkan > > penganut dialektika. Bagaimana gambaran grafisnya, yang > > membedakannya dari yang dua sebelumnya? Gambarnya adalah garis yang > > tidak lurus melain melengkung tetapi tidak membentuk lingkaran, > > melain menaik, jadi mirip dengan per, yang cenderung mengkrucut, > > maka akan ada puncaknya di ujung itu nanti yang merupakan titik > > mutlak. Penganut Idelaisme Hegel menyebut itulah "Idea Absolut," > > atau seringkali ditafsirkan "Tuhan." Bagi penganut dialektika > > Materiliasme seperti Marx, maka titik di puncak itu adalah > > Masyarakat ideal Komunis seperti yang digambarkannya di dalam > > Dialektika Sejarah Materilaisme-nya maupun program "Manifesto > > Komunisme"-nya. > > > > Tapi dialektika itu hanyalah merupakan dongeng rasionalitas buah > > fikiran belaka, artinya itu merupakan hasil sebuah konstruksi > > belaka. Kesimpulan yang diungkapakam oleh Aleksander Kojeve dalam > > kuliahnya tentang Hegel, dan kesimpulannya ini sempat mengejutkan > > para pemikir di Perancis. Maka muncullah pemikiran baru di luar > > penganut Modernisme itu, yakni Post-Strukturalisme dan > > Postmodernisme. > > > > Nah, tentang adanya diskontinuitas yang saya pakai sebagai dasar > > analisa saya itu, beasal dari wacana baru ini, terutama dari wacana > > Dekonstruksi yang ada bab genealoginya itu, terutama yang > > diungkapkan oleh Derrida. > > > > Itulah sebabnya kesimpulan saya, kita memang beda wacana, Mas > > Danardono. > > > > > > Ikra.- > > > > > > > > > > > > --- In [EMAIL PROTECTED], "rm_danardono" <[EMAIL PROTECTED]> > > wrote: > > > > > > > > > IKRA: > > > > > > Diskontinyitas sejarah itu dengan mudah bisa kita lihat dalam > > > perjalanan sejarah itu sendiri. Di zaman modern kita sekarang ini > > > saja telah terjadi diskontinyuitas yang global ketika Tembok > Berlin > > > runtuh dan rezim komunis menyatakan dirinya bangkrut di man- mana > > > lalu membuang sejarah pembangunan ekonomi yang berdasarkan > > pandangan > > > Dialektika Materialisme Histories itu. Jadi, Runtuhnya Tembok > > Berlin > > > itu sebuah tonggak simbolis berakhirnya sebuah perjalanan sejarah > > di > > > Uni Soviet, Eropah Timur, dan kemudian disusul oleh RRC --- > > terutama > > > di bidang sejarah politik ekonomi Marxis/Komunis. > > > > > > > > > RMDH: ah ini namanya bukan diskontuinitas! Runtuhnya tembok > > Berlin, > > > diikuti oleh pembangunan system kapitalistis di seluruh negara2 > ex > > > komunis, adalah justeru KONTINUITAS hitoria! Ini adalah hukum > > > dialektika. Yang anda maksudkan adalah pemutusan ideologi > > > sebbelumnya, TETAPi bukan diskontinuitas historia. Ini tak > > mungkin. > > > Sebab, justeru pergantian system politis ekonomis ini adalah > > > SAMBUNGAN y<a reaksi dariupada apa yang terjadi sebelumnya. Tanpa > > ada > > > sambungan, takkan ada reaksi seperti ini. > > > > > > IKRA: > > > > > > Cuma, ironisnya, mereka yang melakukan diskontinyuitas itu semua > > kok > > > malah kembali ke sistem yang mereka putus dahulu itu, yaitu > kembali > > > kepada politik ekonomi kapitqalis. Mestinya mereka mencari > > > alternatif baru di luar Marxisme/Komunis maupun Kapitalis, > bukannya > > > melanjutkan apa yang dulu sudah diskontinyuitasi ketika memilih > > > sistem atau politik Ekonomi Marzis/Komunis. > > > > > > RMDH: Nah inilah, apa yang anda paparkan, BUKTI, bahwa historia > > itu, > > > dalam long run episode, adalah sebuah KESATUAN. Jaringan kejadian > > > yang saling terkait. > > > > > > IKRA: > > > > > > Jadi, memang, Manifesto Komunis-nya Karl Marx dulu itu ditulis > > untuk > > > melakukan diskontinyuitas terhadap perjalanan sejarah sebelumnya, > > > artinya mereka memasuki zaman baru, dunia baru. Cuma selakanya di > > > dunia baru dan zaman baru itu mereka bangkrut --- pemerataan bukan > > > berupa pemerataan kemakmuran melainkan pemerataan kemiskinan, juga > > > tidak ada demokrasi dan tidak ada HAM; itulah pangkal kebangkrutan > > > mereka. Maka itu tidak bisa diteruskan.Diskontinyuitas! > > > > > > Timbulnya Manifesto Komunis juga adalah reaksi logis dari > > kejadian2 > > > sebelumnya, jadi merupakan matarantai bersambung historia. takj > > ada > > > diskontinuitas disini. > > > > > > IKRA: > > > > > > Demikian juga halnya ketika kita memproklamasikan Kemerdekaan kita > > > dari penjajahan Belanda, kita melakukan diskontinyuitas terhadap > > > perjalanan sejarah sebelumnya --- dari menjalani sejarah sebagai > > > bvangsa terjajah akhirnya menjalani sejarah sebagai bangsa yang > > > merdeka. Untungnya kita tidak kembali ke sistem kerajaan- kerajaan > > > yang jumlahnya banyak seperti dahulu kala itu, melainkan kita > > > melakukan diskontinyuitas terhadap sejarah nenekmoyang kita itu, > > > kita tidak mau mewarisi sistem pemerintah modelk nenekmyang kita > > > itu, karenanyalah kita memasuki dunia baru dan zaman baru yaitu > > > dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. > > > > > > RMDH: > > > Juga kemerdekaan Indonesia 1945 adalah reaksi kesinambungan dari > > > nasib bangsa Indonesia dijajah Belanda dan Jepang. Indonesia tak > > > memulai sejarahnya dari 0! Lihatlah, istana kepresidenan kita > > adalah > > > bangunan yang dibuat untuk pera gubernur jendral Belanda. Bank > > > Indonesia adalah sambungan dari de Javasche Bank, dll. > > > > > > Pimpinan TNI banyak yang berasal dari KNIL dan memakai pada > walyna > > > system kemiliteran KNIL, juga kepangkatan.. apanya yang > > diskontinue? > > > > > > Kedudukan Jakarta dipusat negara, adalah sambungan dari peran > > > Batavia. Dominasi TNI di Jawa adalah sambungan dari system > > > kemiliteran KNIL yang berkomando di Batavia! > > > > > > Gubernur2 sudah ada dizaman Belanda. System perbankan kita, > > > perusahaan2 negara, Kereta Api, semua sambungan dari zaman > > Belanda. > > > Apa yang diskontinue? > > > > > > IKRA: > > > > > > Sejarah memang penuh dengan penggalan-penggalan yang ada pangkal > > > awalnmya tapi juga akan ada ujung akhirnya. Maka, perjalanan > > sejarah > > > tidaklah merupakan sebuah garus linear yang tunggal, melainkan > > garis- > > > 0garis yang terputus-putus berjajar menjadi jalur-jalur yang punya > > > pangkal awal dan punya ujung akhir. > > > > > > RMDH: Tak ada garis putus dalam sejarah. Semuanya bersambungan. > > Dari > > > Majapahit ke negara2 Islam di Jawa, dari sana ke masa > kolonialisme > > > VOC, lalu ke Hindia Belanda. Datang zaman Jepang yang juga > > sambungan > > > dari politik internasional kala itu (coba pelajari, mengapa > Jepang > > > menyerang AS danb sekutu? mengapa Jepang ingin kuasai kawasan > > > Pacific). Kalau anda analitis dalam mempelajari sejarah anda akan > > > ketemukan, bahwa tak ada garis putus dalam hiostoria, kecuali > > missing > > > link mengenai asalmuasal Manusia. > > > > > > IKRA: > > > Tadinya saya berharap dengan tumbangnya Suharto maka itulah ujung > > > akhir politik ekonomi Kapitalisme Neoliberal di Indonesia. Tapi > > > nyatanya Habibie, Gus Dur, Mega dan bahkan SBY masih meneruskan > > > politik ekonomi yang sama. Maka kita akan menjalanan jalur yang > > sama > > > dengan yang pernah dijalani oleh Suharto dulu itu: adanya proses > > > konglomeratisasi yang melahirkan segelintir orang kaya-raya, tapi > > > juga di lain fihak akan tetap ada yang hidup di bawah garis > > > kemiskinan dan dalam tindihan pengangguran yang tercatat maupun > > yang > > > terselubung. Sebalian lainnya lagi hidup di antara kedua > > ekstrimitas > > > itu. Persis di zaman Suharto dulu, jadi kita meneruskan apa yang > > > sudah dimulai oleh Suharto ketika dia menerima sistem dan bantuan > > > yang ditawarkan oleh "Berkeley Mafia" dari AS itu. Ilmu ekonomi > > yang > > > dipakai di zaman SBY ini juga sama: Kapitlasime Neoliberal. Tidak > > > terjadi diskontinyuitas, meskipun sudah sempat memutuskan hubungan > > > dengan IMF. > > > > > > RMDH: perkembangan politik sosial ekonomi Indonesia, seperti juga > > > TIAP negara, adalah matarantai proses yang berkesinambunagn, > > takkan > > > ada titik akhir, tanpa sambungan. Neo liberalisme atau system > > pasar > > > bebas adalah system yang juga berkuasa di Indonesia dizaman > Hindia > > > belanda. Ekonomi dunia adalah ekonomi pasar, yang terutama > > menentukan > > > harga commodities kita, kopi, teh, karet, dlsb. > > > > > > IKRA: > > > > > > Contoh-contoh lainnya dalam perjalanan sejarah bisa Anda cari > > > sendiri. > > > > > > RMDH: Tapi kajilah secara ilmiah. > > > > > > IKRA: > > > Kalau pada tingkatan perorangan, sudah saya contohkan apa yang > > > terjadi pada kedua putera saya itu. Juga apa yang terjadi pada > diri > > > saya, saya akhirnya sampai kepada keputusan (sekian puluh tahun > > yang > > > lalu!) bahwa saya dibebani oleh cita-cita orang tua saya, > sedangkan > > > ideal saya sama sekali lain, maka sejak menyadari itu saya > > > menyatakan "putus" dengan orang tua saya dan membina diri pribadi > > > saya sesuai dengan ideal saya yang tidak sesuai lagi dengan ideal > > > yang dicangkokkan ke dalam diri saya oleh orang tua orangtua saya. > > > Ini juga sebuah perjalanan "sejarah hidup" seorang individu yang > di > > > dalamnya ada diskontinyuitas! Memang, berat dan tidak mudah, > tetapi > > > harus saya lakukan, dan saya berhasil melakukannya. Dibutuhkan > > > ketegaran jiwa untuk semua ini! > > > > > > RMDH: Nonsense, kalau anda katakan anak2 anda berkembang fully > > > terlepas dari perkembangan sejarah anda. Anak2 anda akan > > berkembang > > > lain daripada perkembangan anak2 lain dengan background lain. > > Anak2 > > > kulit putih di US akan berkembang lain daripada anak2 Black > > Amerivan, > > > Hispanics, Asian dll. > > > > > > Anak2 anda mewarisi bahasa yang anda pakai, budaya anda, cara > anda > > > makan dan minum, tata perilaku anda, dll. Bahwa sang ayah petani, > > > tetapi anaknya dokter atau insinyur ini BUKAN bukti > diskontinuitas. > > > > > > Bush adalah contoh terbaik kontinuitas hiostorai sebuah keluarga. > > > > > > Mas, jangan bikin bingung pakde Riadi. > > > > > > Salam > > > > > > RM D Hadinoto > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > --- In [EMAIL PROTECTED], "Ikranagara" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > > Diskontinyitas sejarah itu dengan mudah bisa kita lihat dalam > > > > perjalanan sejarah itu sendiri. Di zaman modern kita sekarang > > ini > > > > saja telah terjadi diskontinyuitas yang global ketika Tembok > > Berlin > > > > runtuh dan rezim komunis menyatakan dirinya bangkrut di man- > mana > > > > lalu membuang sejarah pembangunan ekonomi yang berdasarkan > > > pandangan > > > > Dialektika Materialisme Histories itu. Jadi, Runtuhnya Tembok > > > Berlin > > > > itu sebuah tonggak simbolis berakhirnya sebuah perjalanan > > sejarah > > > di > > > > Uni Soviet, Eropah Timur, dan kemudian disusul oleh RRC --- > > > terutama > > > > di bidang sejarah politik ekonomi Marxis/Komunis. > > > > > > > > Cuma, ironisnya, mereka yang melakukan diskontinyuitas itu > semua > > > kok > > > > malah kembali ke sistem yang mereka putus dahulu itu, yaitu > > kembali > > > > kepada politik ekonomi kapitqalis. Mestinya mereka mencari > > > > alternatif baru di luar Marxisme/Komunis maupun Kapitalis, > > bukannya > > > > melanjutkan apa yang dulu sudah diskontinyuitasi ketika memilih > > > > sistem atau politik Ekonomi Marzis/Komunis. > > > > > > > > Jadi, memang, Manifesto Komunis-nya Karl Marx dulu itu ditulis > > > untuk > > > > melakukan diskontinyuitas terhadap perjalanan sejarah > > sebelumnya, > > > > artinya mereka memasuki zaman baru, dunia baru. Cuma selakanya > > di > > > > dunia baru dan zaman baru itu mereka bangkrut --- pemerataan > > bukan > > > > berupa pemerataan kemakmuran melainkan pemerataan kemiskinan, > > juga > > > > tidak ada demokrasi dan tidak ada HAM; itulah pangkal > > kebangkrutan > > > > mereka. Maka itu tidak bisa diteruskan.Diskontinyuitas! > > > > > > > > Demikian juga halnya ketika kita memproklamasikan Kemerdekaan > > kita > > > > dari penjajahan Belanda, kita melakukan diskontinyuitas > terhadap > > > > perjalanan sejarah sebelumnya --- dari menjalani sejarah > sebagai > > > > bvangsa terjajah akhirnya menjalani sejarah sebagai bangsa yang > > > > merdeka. Untungnya kita tidak kembali ke sistem kerajaan- > > kerajaan > > > > yang jumlahnya banyak seperti dahulu kala itu, melainkan kita > > > > melakukan diskontinyuitas terhadap sejarah nenekmoyang kita > itu, > > > > kita tidak mau mewarisi sistem pemerintah modelk nenekmyang > kita > > > > itu, karenanyalah kita memasuki dunia baru dan zaman baru yaitu > > > > dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. > > > > > > > > Sejarah memang penuh dengan penggalan-penggalan yang ada > pangkal > > > > awalnmya tapi juga akan ada ujung akhirnya. Maka, perjalanan > > > sejarah > > > > tidaklah merupakan sebuah garus linear yang tunggal, melainkan > > > garis- > > > > 0garis yang terputus-putus berjajar menjadi jalur-jalur yang > > punya > > > > pangkal awal dan punya ujung akhir. > > > > > > > > Tadinya saya berharap dengan tumbangnya Suharto maka itulah > > ujung > > > > akhir politik ekonomi Kapitalisme Neoliberal di Indonesia. Tapi > > > > nyatanya Habibie, Gus Dur, Mega dan bahkan SBY masih meneruskan > > > > politik ekonomi yang sama. Maka kita akan menjalanan jalur yang > > > sama > > > > dengan yang pernah dijalani oleh Suharto dulu itu: adanya > proses > > > > konglomeratisasi yang melahirkan segelintir orang kaya- raya, > > tapi > > > > juga di lain fihak akan tetap ada yang hidup di bawah garis > > > > kemiskinan dan dalam tindihan pengangguran yang tercatat maupun > > > yang > > > > terselubung. Sebalian lainnya lagi hidup di antara kedua > > > ekstrimitas > > > > itu. Persis di zaman Suharto dulu, jadi kita meneruskan apa > yang > > > > sudah dimulai oleh Suharto ketika dia menerima sistem dan > > bantuan > > > > yang ditawarkan oleh "Berkeley Mafia" dari AS itu. Ilmu ekonomi > > > yang > > > > dipakai di zaman SBY ini juga sama: Kapitlasime Neoliberal. > > Tidak > > > > terjadi diskontinyuitas, meskipun sudah sempat memutuskan > > hubungan > > > > dengan IMF. > > > > > > > > Contoh-contoh lainnya dalam perjalanan sejarah bisa Anda cari > > > > sendiri. > > > > > > > > Kalau pada tingkatan perorangan, sudah saya contohkan apa yang > > > > terjadi pada kedua putera saya itu. Juga apa yang terjadi pada > > diri > > > > saya, saya akhirnya sampai kepada keputusan (sekian puluh tahun > > > yang > > > > lalu!) bahwa saya dibebani oleh cita-cita orang tua saya, > > sedangkan > > > > ideal saya sama sekali lain, maka sejak menyadari itu saya > > > > menyatakan "putus" dengan orang tua saya dan membina diri > > pribadi > > > > saya sesuai dengan ideal saya yang tidak sesuai lagi dengan > > ideal > > > > yang dicangkokkan ke dalam diri saya oleh orang tua orangtua > > saya. > > > > Ini juga sebuah perjalanan "sejarah hidup" seorang individu > yang > > di > > > > dalamnya ada diskontinyuitas! Memang, berat dan tidak mudah, > > tetapi > > > > harus saya lakukan, dan saya berhasil melakukannya. Dibutuhkan > > > > ketegaran jiwa untuk semua ini! > > > > > > > > Ikra.- > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > --- In [EMAIL PROTECTED], dicky riyadi > <[EMAIL PROTECTED]> > > > > wrote: > > > > > > > > > > Pak Ikranagara..... mohon maaf, saya mendukung Anda... > > > > diskontinuitas itu perlu, sangat perlu... > > > > > > > > > > munkin Anda perlu menjelaskan buat Pak RM Danardhono, biar > > tidak > > > > menganalogikan sejarah dengan menabrak pohon segala... > > > > > > > > > > masak kita harus mengingat-ingat pohonnya,...., kan yg > penting > > > > kita hati-hati saja.... bukan mengingat pohonnya an sich......, > > > > sebab masih banyak pohon lagi......... > > > > > > > > > > sejarah tdk perlu menyalahkan pada pribadi soeharto, > melainkan > > > > bahwa setiap presiden terbuka peluang menjadi sosok jahat > > maupun > > > > baik... > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Ikranagara <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > > > > Bagaimana membangun masa depan kalau tidak tahu masa lalu? > > > > > > > > > > Bisa saja! Dengan melakukan diskontinuiti terhadap masa lalu! > > > > > > > > > > Generasi baru jangan mau dibebani masa lalu orangtuanya, agar > > > bisa > > > > > bebas dalam membangun masa depannya sesuai dengan idelnya > > > sendiri, > > > > > dan bukan ideal orang tuanya. Itulah sebabnya manusia punya > > otak > > > > > yang tergolong yahut di bandingkan makhluk lainnya. > > > > > > > > > > Pendidikan orang tua itu baik, tetapi untuk batas tertentu > > kita > > > > > harus berani menyetopnya, kalau tidak maka kita akan dibebani > > > > hasil > > > > > brainwashed orang tua itu. Ya, pendidikan itu banyak sekali > > unsur > > > > > brain washednya. > > > > > > > > > > Kata kunci: DISKONTINYUITAS! ini juga saya berikan kepada > > kedua > > > > > putera saya, dan mereka masing-masing menjsadi dirinya > sendiri > > > > yang > > > > > bebas dari orang tuanya --- alangkah bahagianya saya sebagai > > > orang > > > > > tua! > > > > > > > > > > Tapi apa yang dilakukan presiden-presiden kita sesudah > Suharto > > di > > > > > bidang ekonomi? Tidak berani melakukan diskontinyuitas, > > akibatnya > > > > > kita akan mengulang jalan yang sudah pernah dilalui oleh > > Suharto > > > > di > > > > > bidang ekonomi. Kesenjangan ekonomi, kemiskinan dan > > pengangguran > > > > > akan menjadi hantu yang kalau suidah tiba saatnya maka > > menjelma > > > > jadi > > > > > momok amuk-amukan lagi! > > > > > > > > > > Ikra.- > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > --- In [EMAIL PROTECTED], "rm_danardono" > > > > <[EMAIL PROTECTED]> > > > > > wrote: > > > > > > > > > > > > > > > > > > >>>>kalo ada apa-apa, dulu selalu menyalahkah bung karno, > > nah > > > > > > sekarang gantian nyalahkan semuanya pada pak harto. > > > > > > > > > > > > > > emang gampang sih menyalahkan..<<<<<< > > > > > > > > > > > > RMDH: lha iya too..bung Karno juga nyalahkan Belanda! Gus > > Dur > > > > > > nyalahkan Megawati..Suharto nyalahkan bung Karno.. > > > > > > Lha anda kira siapa yang salah? Jan Pieterzoon Coen? > > > > > > > > > > > > Mas Rahmat ya betul dong, belajar dari sejarah. Gimana mau > > > > bangun > > > > > > masa depan, kalau masa lalu aja gak tahu? Lha ilmu alam itu > > > > gimana > > > > > > menggenmangkannya? kan juga dengan experiment2? Secara > > ilmiah > > > > > namanya > > > > > > empirik. kalau anda nabrak pohon kemarin dulu, masa mau > > lupain, > > > > > lalu > > > > > > besok nabrak lagi? > > > > > > > > > > > > Piyee to? > > > > > > > > > > > > RMDH > > > > > > > > > > > > > > > > > > --- In [EMAIL PROTECTED], dicky riyadi > > > <[EMAIL PROTECTED]> > > > > > > wrote: > > > > > > > > > > > > > > memang paling mudah menengok masa lalu, daripada bersiap > > ke > > > > masa > > > > > > depan. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > RG Nur Rahmat <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > > > > > > > > Untungnya, anak cucu kita tahu apa itu kebenaran. Kenapa > > kita > > > > > bisa > > > > > > tengkurap begini. Sejarah itu sangat penting. Kalau tidak > > pasti > > > > > dia > > > > > > akan dimakamkan di TMP Kalibata. > > > > > > > > > > > > > > fatur <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > Adakah kita pernah peduli atas korban-korban setelah > > tanggal > > > > > > KERAMAT itu? > > > > > > > Apakah anda pernah mengakui ada berjuta umat manusia tak > > > > berdosa > > > > > > mati > > > > > > > sia-sia atas nama kemanusian? > > > > > > > Apakah pemerintah pernah mengakui? Pembantaian, > intimidasi, > > > > > > > penghancuran..suharto tetap pahlawan. > > > > > > > Apa utungnya andai suharto terlibat? Para korban sudah > > > > terlanjur > > > > > > menderita > > > > > > > mas. > > > > > > > > > > > > > > _____ > > > > > > > > > > > > > > From: Ambon [mailto:[EMAIL PROTECTED] > > > > > > > Sent: Tuesday, October 26, 2004 5:14 AM > > > > > > > To: Undisclosed-Recipient:; > > > > > > > Subject: [ppiindia] G30S, Terlibatkah Soeharto? > > > > > > > > > > > > > > * http://www.kompas.com/kompas- > > cetak/0410/27/opini/1350653.htm > > > > > > > Rabu, 27 Oktober 2004 > > > > > > > > > > > > > > G30S, Terlibatkah Soeharto? > > > > > > > > > > > > > > SETIAP kali memasuki bulan September dan Oktober, ingatan > > > > selalu > > > > > > menerawang > > > > > > > jauh ke belakang, tepatnya ke peristiwa Gerakan 30 > > September > > > > > (G30S) > > > > > > tahun > > > > > > > 1965 yang sampai kini masih tetap menyimpan misteri. > > > > > > > Ada pepatah yang menyatakan bahwa orang yang menguasai > > > > > informasi, > > > > > > akan > > > > > > > menguasai dunia. Pepatah itu tidak mengada-ada, karena > > > > kenyataan > > > > > > itulah yang > > > > > > > > > > > > > > terjadi pada Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan > > > > Darat > > > > > > (Kostrad) > > > > > > > Mayor Jenderal Soeharto sewaktu Peristiwa G30S terjadi. > > > > > > > Ia adalah satu-satunya perwira tinggi Angkatan Bersenjata > > > > > Republik > > > > > > Indonesia > > > > > > > > > > > > > > (ABRI) yang tahu persis tentang apa yang terjadi pada > > tanggal > > > > 1 > > > > > > Oktober 1965 > > > > > > > > > > > > > > dini hari itu. Data yang telah dipublikasikan selama ini > > > > > > menyebutkan, pada > > > > > > > tanggal 30 September 1965 malam, Soeharto telah diberi > > > > informasi > > > > > > oleh > > > > > > > Kolonel Infanteri Abdul Latief, Komandan Brigade > Infanteri > > I > > > > > > Jayasakti Kodam > > > > > > > > > > > > > > V Jaya, bahwa akan dilakukan penjemputan paksa terhadap > > para > > > > > > jenderal > > > > > > > pimpinan teras Angkatan Darat, termasuk Panglima Angkatan > > > > Darat > > > > > > Jenderal > > > > > > > Ahmad Yani, untuk dihadapkan kepada Presiden Soekarno. > > > > > > > =========================== > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > ********************************************************************* > > > > > * > > > > > > ***** > > > > > > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. > > > Menuju > > > > > > Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > > > > www.ppi- > > > > > > india.uni.cc > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > ********************************************************************* > > > > > * > > > > > > ***** > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > _____________________________________________________________________ > > > > > _ > > > > > > ____ > > > > > > > Mohon Perhatian: > > > > > > > > > > > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA > > (kecuali > > > > sbg > > > > > > otokritik) > > > > > > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan > > > > > dikomentari. > > > > > > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > > > > > > > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > > > > > > > 5. Satu email perhari: ppiindia- [EMAIL PROTECTED] > > > > > > > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > > > > > > 7. kembali menerima email: ppiindia- [EMAIL PROTECTED] > > > > > > > > > > > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > > > > > > > Do you Yahoo!? > > > > > > > Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish. > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > ********************************************************************* > > > > > * > > > > > > ***** > > > > > > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. > > > Menuju > > > > > > Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > > > > www.ppi- > > > > > > india.uni.cc > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > ********************************************************************* > > > > > * > > > > > > ***** > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > _____________________________________________________________________ > > > > > _ > > > > > > ____ > > > > > > > Mohon Perhatian: > > > > > > > > > > > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA > > (kecuali > > > > sbg > > > > > > otokritik) > > > > > > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan > > > > > dikomentari. > > > > > > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > > > > > > > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > > > > > > > 5. Satu email perhari: ppiindia- [EMAIL PROTECTED] > > > > > > > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > > > > > > 7. kembali menerima email: ppiindia- [EMAIL PROTECTED] > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Yahoo! Groups Sponsor > > > > > > > Get unlimited calls to > > > > > > > > > > > > > > U.S./Canada > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > > > > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > To visit your group on the web, go to: > > > > > > > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ > > > > > > > > > > > > > > To unsubscribe from this group, send an email to: > > > > > > > [EMAIL PROTECTED] > > > > > > > > > > > > > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! > > Terms > > > of > > > > > > Service. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > ********************************************************************* > > > > ****** > > > > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. > Menuju > > > > Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > > www.ppi- > > > > india.uni.cc > > > > > > > > > > > > > > > ********************************************************************* > > > > ****** > > > > > > > > > > > > > > > _____________________________________________________________________ > > > > _____ > > > > > Mohon Perhatian: > > > > > > > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali > > sbg > > > > otokritik) > > > > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan > > > > dikomentari. > > > > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > > > > > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > > > > > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > > > > > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > > > > 7. kembali menerima email: ppiindia- [EMAIL PROTECTED] > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT > > > > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > To visit your group on the web, go to: > > > > > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ > > > > > > > > > > To unsubscribe from this group, send an email to: > > > > > [EMAIL PROTECTED] > > > > > > > > > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms > of > > > > Service. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > ********************************************************************* ****** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi- india.uni.cc > ********************************************************************* ****** > _____________________________________________________________________ _____ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > Yahoo! Groups Sponsor > > Get unlimited calls to > > U.S./Canada > > > > > ------------------------------------------------------------------- ----------- > Yahoo! Groups Links > > a.. To visit your group on the web, go to: > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ > > b.. To unsubscribe from this group, send an email to: > [EMAIL PROTECTED] > > c.. Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > ********************************************************************* ****** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi- india.uni.cc > ********************************************************************* ****** > _____________________________________________________________________ _____ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT > > > --------------------------------- > Yahoo! Groups Links > > To visit your group on the web, go to: > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ > > To unsubscribe from this group, send an email to: > [EMAIL PROTECTED] > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. > > > > [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT --------------------------------- Yahoo! Groups Links To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

