memang semboyan Manifesto KM&FE bisa di interpretasikan secara beragam. Dengan begitu bisa juga di operasinalkan secara beragam pula. ketika jaman KM&FE hidup, cakarnya kaum kapitalis Industrial dinilai sangat mendominasi praktek pemerasan dan penghisapan tenaga kerja di sektor buruh dalam negri masing2! Makanya analisanya sangat rinci untuk mengungkap mekanisme sistim praktek pemerasan dan penghisapan terhadap kelas buruh. inipun dijelaskan bagaimana para kapitalis industrial menciptakan dan menggunakan metode sistim manajemennya untuk meningkatkan nilai lebih keuntungan demi kepentingan proses akumulasi kapitalnya. Nah...ilmu pisau analisa ini dijadikan modal awal oleh para penganut Sosial demokrat guna mengubah konsep "perjuangan" kelas buruh menjadi "perdamaian" kelas buruh terhadap kelas kapitalis. Dengan begitu dalam proses perkembangan industrialisasi di Eropa menunjukan keberhasilannya untuk melakukan akumulasi kapitalnya dengan dibarengi oleh peranan pemerintah yang mengontrol jalannya mekanisme hubungan kerja di sektor industri. peranan pemerintah adalah melindungi dan memberi kesempatan terhadap kelas kapital industri untuk mengembangkan kapitalnya. Sementara pihak pemerintahpun bermain dan berperan dengan cara menciptakan mekanisme kontrolnya melalui penarikan pajak,seperti melakukan penentuan dan pemberlakuan kebijakan hak wajib bayar pajak. Peran pemerintah atas dasar pertimbangan dari kesepakatan bersama antar pemerintah dan pemegang modal yang dilakukan melalui proses negosiasinya. hasil negosiasinya a.l. penyediaan sarana transportasi oleh pemerintah guna melancarkan dan mengembangkan distribusi hasil produksi, menyediakan sarana fasilitas kebutuhan kelas buruh guna meningkatkan produktivitas, hak sang pemodal untuk membentuk pengembangan teknologi guna mendukung kepentingan kapital akumulasi. Para pemodal menganggap juga tidak adil kalau kelas buruh tidak bayar pajak. Nah...jadi peranan pemerintah adalah juga berfungsi sebagai penengah antar konflik kepentingan kelas buruh dan kelas pemodal. Jadi para penganut SoSDEM sempat bertahan untuk berkuasa lama lantaran ilmu pisau metode analisa KM&FE dioperasional secara "damai". Sementara itu sektor LITBANG dan Teknologi sang pemodal sempat berhasil meningkatkan produksi melalui cara mengurangi variabel pekerja. Disinilah peranan pemrintah mulai mengalami krisis dan tidak berdaya dalam menangani penyediaan lapangan kerja. Sebagai kompensasinya guna menstabilkan kekuasaannya, pemerintah melakukan peningkatan sektor pelayanan kebutuhan konsumen serta melakukan program privatisasi terhadap sektor transportasi, sektor asuransi kesehatan, serta sektor sarana kesejahteraan masyarakat publik umum lainnya. Sementara itu kelas industri kapital banyak beralih ke indusrti pelayanan yang mana beroperasi di segala negara dunia ketiga yang memiliki kekayaan alamnya. Sementara itu kelas financial kapital melalui para pemodal bankir berhasil menggandakan kapital akumulasinya, melalui penyediaan sarana kebijakan pemerintah terhadap kelas pemodal industri maupun kaum pekerjanya. Modal kapital finansial berhasil di serap melalui kebijakan wajib asuransi kepentingan keselamatan kondisi kerja kelas buruh dll. Dengan begitu nasib kelas buruh tidak hanya ikut menikmati sarana perbaikan kondisi kerja tapi juga ikut menikmati proses penghisapan dan pemerasan terhadap jumlah manusia di negara dunia ketiga. Sementara itu peranan pemerintah negara dunia ketiga harus tetap dibikin untuk menjadi boneka kepentingan sang pemodal asing yang dikoordinasi oleh IMF, World bank dan multinasional Corporation. Keberhasilan sistim parlementaire Demokrasi tidaklah hanya jasanya pemerintah untuk memakmurkan sang pemodal nasional yang diwakili Industrial kapital dan Financial kapital tapi juga ikut menstimulasi operasi investasi kapital nasional ke internasinal. Disamping itu pemerintah pun juga dinyatakan sukses melakukan pengkebirian sikap militansi kelas buruh di negaranya serta menyulap karakter klas pekerja sebagai parner hidup sang pemodal nasional.. Disinilah globalisasi dinyatakan sebagai tophitnya kancah pertikaian singgasana internasional rejim. Konflik terselubung Amerika dan Europa sudah di periode "perang Dingin" telah menjadi kancah konflik terbuka di periode "perang terorist". Mengingat Amerika mempunyai kemampuan prosentase lebih besar dengan pemodal financial kapitalnya, bilamana ini dibanding dengan Europa. La Luta continua! --- In [EMAIL PROTECTED], ujang polis <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > --- Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Kalau dipikir betul-betul ada dua macam globalisasi: > > > > (A) Mula-mula diumumkan oleh Karl Marx dan Fredrich > > Engels dengan Manifesto > > Kumunis yang bersemboyang: "Kaum Buruh di semua > > negeri, bersatulah" [Workers > > of all countries, unite!] Cetakan pertama manifesto > > tsb terbit 12 Februari > > 1848. Dikatakan bahwa kalau perjuangan buruh di > > semua negeri bersatu dan > > alat-alat produksi dikuasai oleh kaum buruh > > [proletariat], maka bisa > > terlaksana perbaikan hidup bagi selruruh rakyat. > > Alasannya ialah keuntungan > > yang dicapai dari pengunaan alat-alat produksi > > [production mean] tidak masuk > > kekantong segelintir klik manusia [capitalist], > > tetapi ke kas negara dan > > dipakai untuk umum demi kepentingan bersama. Selain > > itu banyak tuntutan yang > > dijiwai Manifesto tsb berhasil yang sekarang > > berlaku diseluruh dunia, > > antara lain ialah misalnya 8 jam kerja sehari, dan > > berbagai perbaikan > > kondisi kerja, larangan dipekerjakan anak-anak > > dibawah umur berhasil dicapai > > dan malah telah menjadi konvensi internasional. > > Mungkin Manifesto ini telah > > ada dalam bahasa Indonesia, karena katanya adalah > > satu-satunya booklet yang > > paling banyak diterjemahkan dalam berbagai bahasa. > > terus terang aye belon perne liat buklet begituan pak. > > > (B) Globalisasi yang hangat dibicarakan belakangan > > ini, agaknya bisa > > disimpulkan mirip yang disebutkan diatas cuma saja > > pemainnya lain, jadi > > semboyangnya :"Kaum kapitalis disemua negeri > > bersatulah! [Capitalists of all > > countries, unite!]. Dikatakan bahwa yang dimaksudkan > > dengan globalisasi > > ialah "free movement of capital, commodity and > > labour". Katanya dengan > > adanya kebebasan ini akan tercipta perbaikan hidup > > bagi semua orang. Bagi > > yang kritis dikatakan bahwa globlisasi tak lain dari > > pada kepentingan > > Multinasional Enterprises [MNE] atau Transnasional > > Corporation [TNC]. Dalam > > majalah mingguan Guardian Weekly beberapa tahun lalu > > pernah ada sbuah > > artikel panjang tentang Multilateral Agrreement on > > Investment [MAI] yang > > dipersiapkan secara rahasia oleh negeri-negeri OECD. > > Kalau ditinjau apa yang > > dimaksudkan oleh MAI ini tak beda dengan tujuan > > globalisasi yang > > dibicarakan. Artikel mengenai MAI ini pernah > > disiarkan dibeberapa > > mailinglist. Untuk pelaksaan globalisasi dibutuhkan > > penyesuaian struktur > > eknomi yang antara lain privatisasi milik negara, > > kelonggaran pajak > > perusahaan, keluasaan bagi modal asing untuk > > beroperasi, pengaruh organisasi > > buruh dikebiri etc. > > hahahaha aye pengen ketawa katenye demokrasi taunye > nyontek komunisasi hahahahaha... tapi kemudian aye ... > hua hua hua aye pengen sedih membacanye pak, apelagi > bangse kite banyak nyang masih bodo, mau aje diadu > dombe pake soal agame.....kalo uraian pak Ambon bener, > make dg care membikin orang Indonesie bertengkar terus > pake soal agame, make gera'an gera'an penguasaan aset > rakyat oleh pare pemilik MAI seperti yang pak Ambon > maksut, bise berjalan mulus dan kagak bakalan ade > orang nyang mau tereak lagi, walopun ade pasti ude > kehabisan energi buat tengkaran soal agame.. > > Mengelola bangse lain untuk diambil keuntungannye > memang jauh lebihmure dibanding mengelola usahe negare > sendiri untuk dibagikan bagi pare manulanye.....aye > pengen sedih....kalau faktenye bank dinegeri mereka > kagak ade divisi pensiunnye lebih baikan BNI atau bank > Indonesia nyang laen buka cabang di US sane supaye > bise kasih pensiun begi orang orang disane.....biar > ade imbangan juga buat ngejagain kurs rupie kite nyang > naek turun. > > > Kurang lebih demikian secara singkat. Kapan-kapan > > kalau saya jumpai artikel > > tentang MAI akan saya sampaikan. > > Thanks > > Regards, > ujang > > > > __________________________________ > Do you Yahoo!? > Check out the new Yahoo! Front Page. > www.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

