Betulkah Tuhan Telah Menghancurkan Kaum Tsamud, Sodom-Gomorah dan 
Pompeii?

Kawans,
Harun Yahya pernah mengulas tentang kota Pompeii yang konon 
dihancurkan
oleh 'kekuatan' Tuhan karena penduduk kota tersebut tak bermoral. 
Pompeii 
yang terletak di dekat Gunung Vesuvius dicap sebagai simbol dari 
degradasi akhlak pada zaman kekaisaran Romawi, dimana kota itu 
menjadi 
pusat perzinaan dan praktek homoseksual. Jauh sebelumnya, Tuhan pun 
pernah murka karena alasan yang hampir sama, dan lalu meluluh 
lantakkan 
Sodom & Gomorah. 

Menurut Al Quran surat Al-Qamar ayat 31, Tuhan juga pernah 
memusnahkan 
kaum Tsamud dalam waktu singkat - entah dimana kaum itu bermukim, dan 
tak jelas apa salah mereka sehingga harus dimusnahkan. Kalau dibaca 
salah satu ayatnya, pemusnahan itu sepertinya menggunakan bom atom 
atau
'nuclear weapon', bukan karena bencana alam seperti terjadi Pompeii 
dan Sodom & Gomorah:

'Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras 
mengguntur, maka jadilah mereka seperti rumput-rumput kering (yang 
dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang.'

Lalu tertulis di Al-Quran Surat Yaasiin 36:29:
'Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan saja; maka 
tiba-tiba mereka semuanya mati.'

Sepertinya senjata pemusnah yang mirip senjata nuklir ini juga dipakai
oleh Prabu Krisna - salah satu tokoh pewayangan pada Kisah 
Mahabarata -
dengan senjata cakra (maaf kalau salah). Juga kisah-kisah para dewa 
Yunani yang sakti dan punya senjata mematikan. Mungkinkah di zaman 
dulu, 
ada beberapa 'pasukan alien' turun ke bumi, lalu mereka berkoalisi 
dengan penduduk bumi? Mereka yang punya teknologi canggih, disewa 
untuk
berperang demi menghancurkan musuh. Kekuatan mereka dengan penguasaan 
teknologi canggih membuat manusia-manusia bumi memujanya dan 
menjadikan 
mereka sebagai dewa, raja atau tuhan. Ingat film 'God must be crazy'? 
Orang Afrika pun menganggap kaleng Coca Cola sebagai Tuhan, karena 
turun dari langit. Padahal kaleng itu dibuang dari sebuah pesawat 
oleh 
penumpang yang iseng saja.

Tentang Tuhan mengirim 'pasukan dari langit' termuat di Al-Quran 
Surat 
Yaasiin 36:28:
'Dan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) 
suatu
pasukan pun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya.'

Ada juga disebut pasukan burung yang memuntahkan bebatuan untuk 
menghancurkan sebuah kota. Apakah ini sepasukan pesawat tempur dengan
senjata pamungkasnya? 'Burung' dan 'bebatuan' hanya kata kiasan 
belaka. 
Kisah-kisah semacam ini tak cuma terjadi di Timur Tengah saja, tapi 
juga di
Afrika, Cina, India, Amerika Selatan, dan komunitas manusia-manusia 
masa lampau yang melukiskannya di dalam gua-gua. Bedanya, apa yang 
terjadi
di Timur Tengah masa lampau tercatat dalam kitab-kitab suci, sedangkan
di wilayah lain hanya berbentuk kisah-kisah, lukisan gua, babat, 
legenda
dan yang terjelek adalah cerita dari mulut ke mulut.

Selain tulisan Harun Yahya tentang Pompeii, juga saya sertakan email 
dari rekan Awang Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED] yang 
bertutur 
tentang tragedi Sodom & Gomorah.

Mohon pencerahan dari teman-teman semua, karena semua kitab-kitab suci
'agama langit' bercerita tentang tragedi mengenaskan itu - ya kaum
Tsamud, ya Pompeii, ya Sodom & Gomorah. Apa betul ini 'ulah' Tuhan? 
Percayakah Anda? Atau ini sekadar rekayasa agama untuk menakut-nakuti 
umatnya? Untuk rekan-rekan yang beragama Hindu, Budha dan lainnya, 
mohon info juga, apakah di kitab suci kalian banyak cerita tentang 
Tuhan Anda yang murka lalu menghancurkan umat manusia, dan banyakkah 
kisah tentang peperangan antar umat manusia? Kalau ada, berapa persen 
ayat-ayat yang berisi tentang perang, kehancuran, penyiksaan, 
perajaman, 
pembumihangusan, pemusnahan umat manusia, dan tindak kekerasan 
lainnya?

Salam Pencerahan!


Radityo Djadjoeri
<[EMAIL PROTECTED]>

-------------------------------------------
Pompeii: Mengulang Sejarah Kaum Luth
Oleh Harun Yahya

Alqur'an mengisahkan kepada kita bahwa tidak ada perubahan dalam 
hukum 
Allah (sunnatullah):

"Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sekuat-kuat sumpah; 
sesungguhnya jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, 
niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk dari salah satu umat-umat
(yang lain). Tatkala datang kepada mereka pemberi peringatan, maka 
kedatangannya itu tidak menambah mereka kecuali jauhnya mereka dari 
(kebenaran), karena kesombongan (mereka) di muka bumi dan karena 
rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu tidak akan 
menimpa 
selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-
nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) 
kepada orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan 
mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) 
akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu" 
(QS. Al-Faathir, 35:42-43).

Begitulah, "Sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi 
sunnah Allah".  Siapapun yang menentang hukum Allah dan berusaha 
melawan-Nya akan terkena sunatullah yang sama. Pompeii, yang 
merupakan simbol dari 
degradasi akhlaq yang dialami kekaisaran Romawi, adalah pusat 
perzinaan 
dan homoseks. Nasib Pompeii mirip dengan kaum Nabi Luth. Kehancuran 
Pompeii terjadi melalui letusan gunung berapi Vesuvius.

Gunung Vesuvius adalah simbol negara Italia, khususnya kota Naples. 
Gunung yang telah membisu sejak dua ribu tahun yang lalu itu juga 
dinamai 'The Mountain of Warning' (Gunung Peringatan). Tentunya 
pemberian nama ini bukanlah tanpa sebab. Adzab yang menimpa penduduk
Sodom dan Gomorah, yakni kaum Nabi Luth as, sangatlah mirip dengan 
bencana yang menghancurkan kota Pompeii.

Di sebelah kanan gunung Vesuvius terletak kota Naples, sedangkan kota 
Pompeii berada di sebelah timur gunung tersebut. Lava dan debu dari 
letusan maha dasyat gunung tersebut yang terjadi dua milenia yang lalu
membumi hanguskan penduduk kota. Malapetaka itu terjadi dalam waktu 
yang sangat mendadak sehingga menimpa segala sesuatu yang ada di kota 
termasuk segala aktifitas sehari-hari yang tengah berlangsung.
Aktifitas yang dilakukan penduduk dan segala peninggalan yang ada 
ketika bencana terjadi kini masih tertinggal persis sama seperti 
ketika 
bencana tersebut terjadi 2000 tahun yang lalu, seolah-olah waktu
tidak bergeser dari tempatnya.

Pemusnahan Pompeii dari muka bumi oleh bencana yang demikian dasyat 
ini
tentunya bukan tanpa maksud. Catatan sejarah menunjukkan bahwa kota 
tersebut ternyata merupakan pusat kemaksiatan dan kemungkaran. Kota 
tersebut dipenuhi oleh meningkatnya jumlah lokasi perzinahan atau 
prostitusi. Saking banyaknya hingga jumlah rumah-rumah pelacuran 
tidak 
diketahui. Organ-organ kemaluan pria dengan ukurannya yang asli
digantung di pintu tempat-tempat pelacuran tersebut. Menurut tradisi 
ini, yang berakar pada kepercayaan Mithraic, organ-organ seksual dan 
hubungan seksual sepatutnya tidaklah tabu dan dilakukan di tempat
tersembunyi; akan tetapi hendaknya dipertontonkan secara terbuka.

Lava gunung Vesuvius menghapuskan keseluruhan kota tersebut dari peta 
bumi dalam waktu sekejap. Yang paling menarik dari peristiwa ini 
adalah
tak seorangpun mampu meloloskan diri dari keganasan letusan Vesuvius. 
Hampir bisa dipastikan bahwa para penduduk yang ada di kota tersebut 
tidak mengetahui terjadinya bencana yang sangat sekejap tersebut, 
wajah
mereka terlihat berseri-seri. Jasad dari satu keluarga yang sedang 
asyik menyantap makanan terawetkan pada detik tersebut. Banyak sekali 
pasangan-pasangan yang tubuhnya terawetkan berada pada posisi sedang
melakukan persetubuhan. Yang paling mengagetkan adalah terdapat 
sejumlah pasangan yang berkelamin sama, dengan kata lain mereka 
melakukan hubungan seks sesama jenis (homoseks). Ada pula pasangan-
pasangan pria dan wanita yang masih ABG. Hasil penggalian fosil juga
menemukan sejumlah mayat yang terawetkan dengan raut muka yang masih 
utuh. Secara umum, raut-raut muka mereka menunjukkan ekspresi 
keterkejutan, seolah
bencana yang terjadi datang secara tiba-tiba dalam sekejap.

Dalam konteks ini, terdapat aspek dari bencana tersebut yang sangat 
sulit untuk dimengerti. Bagaimana bisa terjadi ribuan manusia 
tertimpa 
maut tanpa melihat dan mendengar sesuatu apapun?

Aspek ini menunjukkan bahwa penghancuran Pompeii mirip dengan 
peristiwa-peristiwa adzab yang dikisahkan dalam Alqur'an, sebab 
Alqur'an secara khusus mengisyaratkan 'pemusnahan secara tiba-tiba' 
ketika mengisahkan peristiwa yang demikian ini. Misalnya, 'penduduk 
suatu negeri' sebagaimana disebut dalam surat Yaasiin ayat 13 musnah 
bersama-sama secara keseluruhan dalam waktu sekejap. Keadaan ini 
diceritakan sebagaimana berikut:

'Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan saja; maka 
tiba-tiba mereka semuanya mati.' (QS. Yaasiin, 36:29)

Di surat Al-Qamar ayat 31, pemusnahan dalam waktu yang singkat 
kembali 
disebut ketika kehancuran kaum Tsamud dikisahkan:

'Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras 
mengguntur, maka jadilah mereka seperti rumput-rumput kering (yang 
dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang.'

Kematian masal penduduk kota Pompeii terjadi dalam waktu yang sangat 
singkat persis sebagaimana adzab yang dikisahkan dalam kedua ayat di 
atas.

Kendatipun semua peringatan ini, tidak banyak yang berubah di wilayah 
di mana Pompeii dulunya pernah ada. Distrik-distrik Naples tempat 
segala kemaksiatan tersebar luas tidaklah jauh berbeda dengan
distrik-distrik bejat di Pompeii. Pulau Capri adalah tempat di mana 
para kaum homoseksual dan nudis (orang-orang yang hidup telanjang 
tanpa
(busana) tinggal. Pulau Capri diiklankan sebagai 'surga kaum
homoseks' di industri wisata. Tidak hanya di pulau Capri dan di 
Italia,
bahkan hampir di seantero dunia, kerusakan moral tengah terjadi dan 
sayangnya mereka tetap saja tidak mau mengambil pelajaran dari
pengalaman pahit yang dialami kaum-kaum terdahulu.

-------------------------------------------------
From: Awang Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Subject: Saat Tuhan Memerintahkan Geologi Membinasakan
Sodom dan Gomorrah

Judul di atas terasa absurd atau provokatif ? 
Kita akan berkata "tidak" kalau saja kita coba memahami lebih 
mendalam 
apa yang sesungguhnya telah terjadi di sana - di dua kota kecil di 
selatan Laut Mati 4000 tahun Yang lalu.
Empat tahun yang lalu, saya memulai pencarian ini, dimotivasi oleh 
perasaan bahwa seorang geologist harus bisa menerangkan segala 
sesuatu 
yang menyangkut geologi yang ditemukan di Kitab Suci yang 
dipercayainya,  Jurnal2/buku2 arkeologi, Kitab Suci2 agama 
Kristen-Islam-Yahudi (teman saya yang Muslim membantu saya meneliti 
ayat2 yang berkaitan di Al Qur'an), dan tentu saja geologi, 
dikumpulkan. 

Di akhir riset pribadi, sebagai kenangan/catatan untuk penelitian 
lebih lanjut, saya tulis sebuah artikel un-published berjudul, 
"Judgment Day of Sodom and Gomorrah : Geological Evidence of a 
Biblical Truth" Ini pernah saya bagi ke beberapa teman sebagai bagian 
dari kesaksian. Di bawah ini beberapa ringkasannya.

Dengan berpedoman kepada kitab2 suci, ekspedisi arkeologi telah 
dilakukan berkali-kali untuk mencari di mana lokasi Sodom dan 
Gomorrah.

Kesimpulannya, dua kota ini ada di ujung selatan Laut Mati (Sedom/
Bahrat Lut) di wilayah sengketa Israel-Palestina dan Yordania. Di 
ujung BD laut ini sekarang ada sebuah pegunungan bernama Usdom (Har 
Sedom/Jabal Usdum). Penggalian arkeologi tahun 1924 menemukan sisa2 
kehidupan Zaman Perunggu Tengah (2000-1500 BC) yang prolific, lima 
mata air tawar, dan barisan benteng dengan banyak sekali peninggalan 
kebudayaan, begitu kayanya sehingga sering ditulis "like the garden 
of God" dengan dating absolut 2500-2000 BC. 

Pada 2000 BC seperti semuanya berhenti begitu saja. Berdasarkan itu, 
para ahli memutuskan bahwa Sodom dan Gomorah terletak di ujung 
selatan Laut Mati, terkubur dalam perairan dangkal di selatan Tanjung 
Al Lisan. 

Laut Mati (Yam Ha-Melah/ Al Bahr Al Mayyit) dibatasi oleh Pegunungan 
Judea ke barat dan Plato Transyordania ke timur. Sangat kontras 
kedalamannya dengan 400 m di bagian utara dan makin mendangkal ke 
selatan sampai hanya 4 meter saja di tempat dimana diduga Sodom dan 
Gomorrah terkubur. 

Data geologi menunjukkan sesuatu yang menakjubkan. Laut Mati adalah 
tepat merupakan transform boundary terhadap Arabian Plate dalam 
hubungannya dengan Lempeng Afrika dan Eurasia. Bisa dipastikan, rift 
valley dan strike-slip fault membentuk Laut Mati. Lebih ke selatan 
lagi, kita akan takjub, ternyata Laut Mati dan Sungai Yordan yang 
mengalirinya adalah ujung utara sistem retakan di Bumi yang sangat 
terkenal : East African Rift Valley. dari Sungai Zambesi di Afrika 
Timur ke Laut Merah ke Sungai Yordan. 

Saat Lempeng Arab bergerak ke timur, membukalah Laut Merah dalam 
mekanisme incipient sea floor spreading. Ke utara, rifting Laut Merah 
bercabang dua splay, ke BL membentuk Teluk Suez, ke TL membentuk 
Teluk 
Akaba-Laut Mati-Sungai Yordan. Rift Teluk Suez kemudian aborted, 
mati, seperti aulacogen berhubungan dengan collision African Plate 
vs. 
Anatolian Plate, sementara Teluk Akaba-Laut Mati-Yordan 
aktif.

Bisa diyakini, bahwa Laut Mati adalah pull-apart basin berbentuk 
rhombohedral, merupakan blok yang tenggelam diapit dua sesar besar : 
Sesar Moab dan Sesar Yudea. Air dari Laut Mati tidak keluar ke Teluk 
Akaba karena sebuah tinggian Dataran Tinggi Negev. Endapan di sekitar 
Laut Mati terdiri atas endapan khas Timur Tengah : gipsum, rocksalt, 
clay, marl, evaporit, karbonat, lempung tebal. Endapan aspal 
ditemukandi mana-mana dan telah biasa digali sumur untuk 
memperolehnya sejak zaman dulu pun.

Kiamat di Sodom dan Gomorrah, berdasarkan data di Kitab Suci2, 
arkeologi, dan geologi, adalah lebih mungkin karena gempa di jalur 
strike-slip fault dan mud-volcano. Sebuah gempa membentuk vertical 
wrench fault yang memecahkan sealing overpressured shales yang 
plastis 
dan buoyant. Release tekanan itu mengekspulsi pore fluids, air, 
minyak, gas dan semua materi di sekitar Teluk Mati termasuk garam dan 
aspal. 

Didekat sesar, clay menjadi liquefied dan buoyant dan akan 
terekstrusi 
melalui zona sesar sebagai mud diapir dan mud volcano di 
permukaan lengkap dengan material ekstrusinya.Sebuah letusan mud 
volcano bisa sangat katastrofik. Letusan mud volcano di Waimata 
Valley Selandia Baru bisa mengerupsi 100.000 ton viscous mud hanya 
dalam waktu sejam. Banyak mud volcano di Timor ('poton' mereka 
menyebutnya) benar2 mengeluarkan api dan gelegar petir. Sebuah poton 
besar di Pulau Kambing utara Timor tak akan mudah membedakannya dengan
sebuah gunung api magmatis.

Begitulah, suatu subuh 4000 tahun yang lalu Tuhan yang sudah geram 
melihat kejahatan penduduk Sodom dan Gomorah, memerintahkan geologi 
Bumi di sekitar Laut Mati untuk memporakporandakan, menggulingkan, 
membolak-balikkan (dengan gempa) dan membakar kota ini menghujaninya 
dengan batu, lumpur, api, belerang, aspal, dan garam (dengan letusan 
gununglumpur). Istri Lot (Luth) yang masih berat hati meninggalkan 
Sodom dan Gomorrah, tewas dalam pelarian - mengerak ditutupi garam. 

Di selatan Laut Mati itu, banyak pilar garam, sisa endapan erupsi, 
dan orang2 sana menyebutnya dengan istilah "istri Lot".  Kitab 
Kejadian 19 di 
Alkitab (Bible) atau Surat Hud Juz XII ayat 69-83 di Al Qur'an 
menceritakan kejadian itu dan geologi membuktikan kebenarannya. 
Semoga bermanfaat menambah keimanan - bahwa benarlah Kitab Suci itu.

Salam, 

Awang

-----------------------------------------









------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke