Refleksi: Perbuatan "bukan manusiawi" selama ini bukan terorisme? Menko 
Polhukam Widodo bukan lahir kemarin dan bukan baru saja berkecimpun dalam 
bidang militer Indonesia. Koq pernyataannya bernada membodohkan rakyat. 

Macam-macam saja petinggi Indonesia. Ada yang berlagak a la James Bond, ada 
pula berlagak munafikum. 


http://www.suaramerdeka.com/cybernews/harian/0411/16/nas9.htm

Menko Polhukam:
Kekerasan di Poso Mengarah ke Terorisme

Poso, CyberNews. Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Widodo AS 
mengatakan, aksi kekerasan yang terjadi kurun dua pekan perakhir di Kabupaten 
Poso, Sulawesi Tengah merupakan perbuatan tidak manusiawi, bahkan sudah 
mengarah ke tindakan terorisme. 
"Karena itu pemerintah (Polri dan TNI) akan mengejar dan menangkap semua 
pelakunya, serta memproses secara profesional," kata dia ketika berdialog 
dengan beberapa keluarga korban peledakan bom di Poso, Selasa (16/11) siang.

Sebelumnya, Pendeta Ny. Nelly Alamako, wakil dari keluarga korban aksi bom Poso 
pada Sabtu pekan lalu (13/11,) meminta pemerintah pusat memberikan perhatian 
serius terhadap penanganan sejumlah peristiwa kekerasan terbarudi daerah bebas 
konflik bernuansa SARA iitu. "Aksi kekerasan di Poso akhir-akhir ini sudah 
sangat memprihatinkan, dan para pelakunya harus segera ditangkap untuk dimintai 
pertanggungjawaban secara hukum," tuturnya.

Alamako yang juga salah seorang pimpinan Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah 
itu menyatakan, pihak keluarga korban beserta masyarakat Poso pada umumnya yang 
pluralistik, selama ini sangat mendambakan perdamaian dan menginginkan hidup 
berdampingan satu-sama lain.

Atas dasar itu, ia berharap adanya peningkatan kegiatan pengamanan di seluruh 
wilayah Poso, sehingga daerah ini benar-benar kembali normal seperti keadaan 
sebelum pecah kerusuhan besar tahun 2000. Permintaan senada disampaikan 
sejumlah tokoh dari berbagai elemen masyarakat setempat, dalam berdialog 
lanjutan dengan Menko Polhukam.

Menurut Widodo, pihaknya akan memperhatikan masukan yang disampaikan berbagai 
pihak itu, guna merumuskan kebijakan yang tepat dalam menangani permasalahan di 
daerah bekas konflik Poso. Tapi, Menko Polhukam berharap seluruh komponen 
masyarakat di Kabupaten Poso memberikan dukungan penuh kepada aparat keamanan 
dan penegak hukum dalam melakukan tugas-tugasnya, terutama dalam menangkap dan 
memproses para pelaku tindak kekerasan.

Dukungandimaksud,antaralain menyerahkan secara sukarela senjata api dan bahan 
peledak ilegal yang masih dikuasai, serta memberikan informasi mengenai 
oknum-oknum yang pernah dan akan melakukan tindak kekerasan atau yang melanggar 
ketentuan perundang-undangan lainnya.

Ketika mengunjungi Poso selama 3,5 jam hingga Selasa petang, Widodo didampingi 
Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, dan Kapolri Jenderal Pol Dai 
Bachtiar. Kunjungan kerja Menko Polhukam beserta rombongan itu, dalam rangka 
melihat dari dekat perkembangan situasi kamtibmas di daerah bekas konflik 
tersebut. Seusai melakukan dialog, Menkopolhukam beserta rombongannya kembali 
lagi ke Palu dengan menumpang helikopter khusus untuk melanjutkan perjalanannya 
ke Jakarta.

Kabupaten Poso kurun dua pekan terakhir diwarnai tiga peristiwa kekerasan 
serius, yakni penemuan mayat Kades Pinedepa yang tubuhnya terpenggal dua, 
penembakan hingga tewas seorang sopir angkutan pedesaan, serta peledakan bom di 
Pasar Sentral Poso yang menewaskan enam orang dan melukai tiga lainnya.

Sementara itu, Kabag Infokom Pemkab Poso Abdul Haris Rengga secara terpisah, 
mengatakan sekalipun terjadi rentetan aksi kekerasan terbaru di daerahnya kurun 
dua pekan terakhir, namun masyarakat setempat tidak terpancing menanggapi 
insiden-insiden itu.

Buktinya, katadia, hingga saat ini kegiatan pemerintahan di semua tingkatan 
masih lancar, kamtibmas tetap kondusif, arus transportasi pada semua ruas jalan 
negara dan provinsi berjalan normal, serta kegiatan di sektor-sektor ekonomi 
lainnya juga berjalan seperti biasa.

Rengga mengakui pascapeledakan bom di Pasar Sentral Poso pada Sabtu pekan lalu 
sempat terjadi konsentrasi massa di sejumlah desa serta adanya kendaraan 
angkutan umum yang menunda keberangkatannya, namun itu hanya merupakan refleksi 
kekhawatiran sesaat.

( antara/cn05 )

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke