Assalamu�alaikum wr wb, Dalam Islam, Tuhan itu adalah satu. Dia tidak beranak dan diperanakkan, serta tak ada satu pun yang setara denganNya (Al Ikhlas). Dalam Islam tidak dikenal istilah Tuhan Anak atau Tuhan Bapak, karena Tuhan itu satu adanya.
Allah adalah Maha Pencipta. Dia adalah yang Awal. Keberadaannya sudah ada sebelum semuanya ada. Tidak mungkin Tuhan lahir di suatu masa, ketika makhluk seperti manusia sudah ada. Tuhan adalah yang Maha Akhir. Tidak mungkin dia wafat ketika makhluk lainnya masih hidup. � Berikut artikel mengenai sifat-sifat Tuhan menurut Islam. Wassalam � Tauhid: Keesaan Allah Kita mengatakan bahwa kepercayaan tentang keesaan Allah adalah karena pertolongan Allah, -- bahwa Allah itu Esa tanpa sekutu. Tiada yang serupa dengan-Nya� Tidak ada yang dapat mencapai/meliputi Dia . Tidak ada tuhan lain kecuali Dia.�� Dia adalah abadi (baqa) tanpa awal dan tiada berakhir Dia tidak akan pernah musnah (fana) atau menuju akhir Tidak suatu pun terjadi kecuali karena kehendak-Nya . Tidak ada imaginasi/gambaran yang dapat mencapai-Nya dan tidak ada pemahaman yang dapat mencapai-Nya. Dia berbeda dari segala makhluk-Nya Dia selalu Hidup dan tidak pernah mati, dan Dia selalu aktif, tiada pernah tidur Dia mencipta tanpa keperluan untuk melakukannya dan menyediakan keperluan makhluk-Nya tanpa usaha/ikhtiar. Dia menyebabkan kematian tanpa takut dan menghidupkan lagi tanpa kesulitan. Dia selalu ada dengan Sifat-sifat-Nya sebelum penciptaan. Dengan menciptakan makhluk dari tiada menjadi ada, tidaklah menambah apa-apa terhadap sifat-Nya. Karena Dia bersama sifat-sifat-Nya sejak sebelum keabadian (azali), dan tetap bersama/melekat terus tanpa berakhir.� Tidak hanya sesudah mencipta, Dia disifati "Pencipta", dan tidak juga dengan membuat permulaan sehingga Dia disifati "Yang Awal" Dia selalu menjadi Tuhan bahkan ketika tidak ada yang mempertuhankan, dan selalu menjadi Pencipta bahkan meskipun ketika tidak ada makhluk. Dia adalah "Yang membawa kehidupan dari yang mati", sesudah Dia memberi kehidpan pertama kali, dan tetap memiliki nama/sifat itu sebelum kehidupan ada. Begitu juga Dia memiliki nama "Pencipta" sebelum mencipta makhluk. Hal ini karena Dia memiliki kekuasaan untuk melakukan segala sesuatu, segala sesuatu tergantung pada-Nya, segala sesuatu mudah bagi-Nya, dan Dia tidak membutuhkan apa pun. "Tiada sesuatu apa pun yang serupa dengan Dia dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat" [ash-Shura 42:11] Dia menciptakan makhluk dengan ilmu-Nya. Dia menentukan taqdir bagi makhluk-Nya Dia membagi kepada mereka/makhluk lamanya hidup Tidak ada baginya yang terembunyi sebelum Dia menciptakan mereka, dan Dia mengetahui segala sesuatu akan terjadi pada mereka sebelum Dia menciptakan mereka. Dia memerintahkan mereka untuk menaati-Nya dan melarang mereka untuk durhaka pada-Nya Segala sesuatu terjadi sesuai dengan ketentuan dan kehendak-Nya, dan apa yang dikehendaki pasti terjadi. Apa yang manusia miliki hanyalah apa yang Dia kehendaki untuk mereka. Apa yang Dia kehendaki untuk mereka pasti terjadi, dan apa yang tidak Dia kehendaki pasti tidak terjadi. Dia memberi petunjuk kepada yang Dia kehendaki, dan melindungi mereka, dan menjaga mereka yang merugikan, karena kasih-Nya, dan Dia meyesatkan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, merendahkan mereka, menyiksa mereka, karena keadilan-Nya. Segala sesuatu tunduk kepada Kehendaknya baik karena kasih-Nya atau Keadilan-Nya Dia Maha Suci dari memiliki lawan atau sekutu/serikat Tidak ada yang dapat bebas dari keputusan-Nya atau membalikkan perintah-Nya, atau mengalahkan perkara/urusan-Nya. Kita percaya kepada semua hal tersebut dan pasti bahwa segala sesuatu berasal dari Dia http://soni69.tripod.com/aqidah_tahawiyah.htm � PERBEDAAN TAUHID DAN TRINITAS oleh Muhammad Husain Haekal � Akan kita lihat dalam Qur'an yang telah menyebutkan Isa� dan Mariam� dengan� penghormatan serta penghargaan yang demikian rupa dari Tuhan sehingga kitapun karenanya turut� bersimpati pula,� terbawa� oleh� rasa� persaudaraan.� Tetapi� apa� yang menyebabkan kita lalu bertanya?: Kalau begitu,� kenapa� kaum Muslimin� dan� Kristen� selama berabad-abad terus bermusuhan dan berperang? Jawaban� atas� pertanyaan� ini� ialah,� bahwa antara�� ajaran-ajaran�� Islam�� dan� Kristen� itu� terdapat perbedaan asasi yang menjadi suatu� sebab� perdebatan� hebat semasa� Nabi, sekalipun perdebatan demikian itu tidak sampai melampaui batas permusuhan dan kebencian. Kaum Kristen tidak mengakui� kenabian� Muhammad� seperti� Islam� yang� mengakui kenabian Isa; Kristen berlandaskan� Trinitas,� sedang� Islam samasekali� menolak,� selain Tauhid. Kaum Kristen menuhankan Isa, dan berpegang pada argumentasi ketuhanannya� itu� bahwa dia�� sudah�� berbicara�� sejak�� di�� dalam�� buaian� serta memperlihatkan mujizat-mujizat yang tak dapat dilakukan oleh yang� lain;� suatu hal yang sebenarnya hanya dapat dilakukan oleh Tuhan. � KAUM NASRANI MENGAJAK NABI BERDEBAT � Pada masa permulaan� Islam� mereka� mendebat� kaum� Muslimin tentang�� itu� dengan� menggunakan� Quran,� dengan� berkata: Bukankah Quran yang diturunkan kepada Muhammad itu� mengakui pendapat� kami� ketika� berkata:� "Dan tatkala para malaikat berkata: 'Aduhai Mariam, Tuhan menyampaikan� berita� gembira kepadamu� dengan� Firman� Tuhan:� namanya� Isa al Masih anak Mariam,� orang� terpandang� di� dunia� dan� di� akhirat� dan termasuk� orang yang dekat (kepada Tuhan). Ia akan berbicara dengan orang semasa ia anak-anak dan sesudah dewasa� dan� ia tergolong� orang yang baik-baik.' Kata (Mariam)-nya: 'Tuhan, dari mana saya akan mendapatkan anak, padahal tak ada� orang yang� menyentuhku.'� Ia� (Tuhan)� berkata: 'Begitulah, Tuhan mencipta menurut kehendakNya. Jika ia memutuskan sesuatu, Ia hanya� berkata: Jadilah, maka iapun jadi. Dan ia mengajarkan Kitab kepadanya, hikmah kebijaksanaan, Taurat dan Injil. Dan ia� diutus� menjadi� Rasul bagi Keluarga Israil: 'Aku datang kepadamu membawa sebuah Bukti dari Tuhanmu. Kuciptakan� dari tanah� liat� bentuk serupa burung. Kutiup ia lalu ia menjadi seekor burung dengan ijin Allah, dan aku dapat� menyembuhkan orang� buta� dan� berpenyakit kusta serta menghidupkan orang mati dengan ijin Allah. Akupun dapat memberitahukan kepadamu apa� yang kamu makan dan apa yang kamu simpan dalam rumahmu. Itulah� suatu� bukti� bagimu� bila� kamu� orang-orang�� yang beriman." (QS, 3:45-49) � Jadi� Qur'an� menegaskan,� bahwa ia menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang buta asal� dari� kelahiran,� menyembuhkan kusta,� dan� dari� segumpal tanah dijadikannya seekor burung dan dapat membuat ramalan dan� semua� ini� adalah� merupakan sifat-sifat� Ilahiah.� Inilah� pandangan� kaum� Nasrani masa Nabi,� yang�� dijadikan�� mereka�� bahan�� argumentasi�� dan mengajaknya� berdebat dengan pendirian, bahwa Isa juga Tuhan di samping Allah. Dan ada lagi segolongan� mereka� itu� yang berpendirian menuhankan Mariam karena Allah telah menurunkan SabdaNya kepadanya. Pendirian� kaum� Nasrani� yang� demikian pada� masa� itu� menganggap� Mariam� satu� dari� tiga� dalam Trinitas Bapa, Anak dan Ruh Kudus. Mereka yang� berpendirian dengan� menuhankan� Isa� dan ibunya itu hanya merupakan satu sekte� dari�� sekian�� banyak�� sekte-sekte�� Nasrani�� yang bermacam-macam dan terpencar-pencar itu. � Orang-orang� Nasrani� seluruh� jazirah Arab dengan alirannya yang bermacam-macam itu mengajak Muhammad� berdebat� menurut dasar� mazhab� mereka.� Kata mereka Almasih itu ialah Allah, dia anak Allah; kata mereka dia adalah satu dari tiga� dalam Trinitas.� Mereka� yang� berpendapat� pada ketuhanan Isa itu berpegang� pada� argumentasi� yang�� disebutkan�� di�� atas. Argumentasi� yang� mengatakan� bahwa� dia� anak Allah, sebab bapanya tidak� diketahui� orang,� dan� dia� berbicara� dalam buaian� semasa� anak-anak,� yang� tak� pernah� terjadi� pada siapapun dari anak Adam. Argumentasi yang� mengatakan� bahwa dia satu dari tiga dalam Trinitas, sebab Allah berkata: Kami perintahkan, Kami jadikan dan� Kami� tentukan.� Kalau� hanya Satu� tentu� berkata:� Aku� perintahkan, Aku jadikan dan Aku tentukan. Muhammad mendengarkan semua tanggapan mereka� itu, dan� mengajaknya� berdiskusi� dengan� cara� yang lebih baik. Dalam perdebatan itu ia tidak begitu keras seperti� terhadap kaum� musyrik� dan� penyembah berhala. Bahkan dikemukakannya argumen itu berdasarkan wahyu dengan� cara� yang� logis� dan sebagaimana yang diterangkan dalam kitab-kitab mereka. Allah berfirman: "Sebenarnya� mereka� telah� melakukan� penghinaan (terhadap� Tuhan), mereka yang mengatakan, bahwa Allah ialah Isa al-Masih� anak� Mariam.� Katakan:� Siapakah� yang� dapat merintangi� jika Ia hendak membinasakan al-Masih anak Mariam serta ibunya dan setiap orang yang� ada� di� muka� bumi� ini semua?� Kerajaan� langit� dan� bumi serta segala yang ada di antara itu, adalah milik Allah. Ia menciptakan apa yang� ada di�� antara� itu,� dan� Allah� Maha� Kuasa� atas� segalanya. Orang-orang� Yahudi� dan� Nasrani�� berkata:�� Kami�� adalah anak-anak� Allah� dan� yang dicintaiNya. Katakan: Mengapa Ia menyiksamu� karena� dosa-dosamu� itu?�� Sebenarnya�� kamupun manusia,� seperti� yang� pernah diciptakanNya. Ia mengampuni siapa saja yang dikehendakiNya dan Ia menghukum� siapa� saja yang� dikehendakiNya.� Kerajaan langit dan bumi serta segala yang ada di antara itu, adalah milik Allah. Dan kepadaNyalah kembali sebagai tujuan terakhir." (QS, 5:17-18) � "Sebenarnya� mereka� telah� melakukan� penghinaan� (terhadap Tuhan), mereka yang mengatakan, �bahwa� Allah� itu� al-Masih anak� Mariam. Bahkan al-Masih berkata: Hai anak-anak Israil, sembahlah�� Allah,�� Tuhanku�� dan�� Tuhanmu.��� Barangsiapa mempersekutukan Allah, Allah akan mengharamkan surga baginya dan tempatnya adalah api neraka. Orang-orang� teraniaya� itu takkan� punya� pembela.� Sebenarnya� mereka� telah melakukan penghinaan (terhadap Tuhan) mereka� yang� mengatakan,� bahwa Allah� adalah� satu� dari tiga dalam Trinitas. Tak ada tuhan kecuali Tuhan Yang� Satu.� Apabila� tidak� mau� juga� mereka berhenti�� (menghina�� Tuhan),�� pasti�� mereka� yang� telah merendahkan� (Tuhan),� itu� akan�� dijatuhi�� siksaan�� yang memedihkan." (QS, 5:72-73) � "Dan� ingat� ketika� Allah� berkata:� Hai� Isa� anak Mariam! Engkaukah yang mengatakan� kepada� orang:� mengangkatku� dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah? Ia menjawab: Maha Suci Engkau, tidak akan aku mengatakan yang bukan menjadi� hakku. Kalaupun��� aku��� mengatakannya,��� tentu��� Engkau�� sudah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada dalam� hatiku, tapi aku tidak mengetahui apa yang ada di dalam Dirimu. Maha Mengetahui Engkau� atas� segala� yang� gaib.� Tak� ada� yang kukatakan kepada mereka, selain daripada yang Kauperintahkan kepadaku;� supaya� mereka� menyembah� Allah,�� Tuhanku�� dan Tuhanmu,� dan� akulah� saksi� mereka� selama� aku� berada di tengah-.engah mereka. Tetapi setelah Kauwafatkan aku, Engkau Pengawas� mereka� dan� Engkau� pula� yang menyaksikan segala sesuatu.� Kalau�� Engkau�� siksa�� mereka,�� mereka�� adalah hamba-hambaMu,�� kalaupun�� Engkau�� ampuni� mereka,� Engkau Penguasa Maha Mulia dan Bijaksana." (QS, 5:116-118) � Pandangan Nasrani adalah Trinitas dan Isa adalah anak Allah. Sedangkan� Islam� menolak� semua� itu� dengan� tegas sekali, menolak bahwa Tuhan mempunyai� anak.� "Katakan:� 'Allah� itu Satu.� Allah� itu� abadi dan mutlak. Tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tiada satu apa pun� yang� menyerupai-Nya." (QS,� 112:1-4)� "Tidak� sepatutnya bagi Allah akan mengambil anak. Maha Suci Ia." (QS, 19:35) "Hal seperti� terhadap� Isa bagi Allah sama seperti terhadap Adam; dijadikan-Nya ia dari tanah lalu dikatakan: jadilah, maka jadilah ia." (QS, 3:59) � Pada dasarnya Islam adalah agama� Tauhid,� dalam� pengertian Tauhid� yang� murni� dan� kuat� sekali, dan dalam pengertian Tauhid yang sederhana dan jelas sekali.� Setiap� kemungkinan yang� akan� mengaburkan pengertian dan pikiran Tauhid, Islam tegas menolaknya dan menganggapnya kufur. "Allah tidak� akan mengampuni� bila� Dia dipersekutukan. Tetapi selain itu akan diampuniNya siapa saja yang dikehendakiNya." (QS, 4:48) � Bagaimanapun konsepsi Masehi tentang Trinitas,� yang� memang mempunyai hubungan sejarah dengan beberapa agama lama, namun bagi Muhammad itu sama sekali bukan� suatu� kebenaran.� Yang benar� ialah� Allah� itu Esa, tidak bersekutu, tidak beranak dan� tidak�� diperanakkan,�� dan�� tak�� ada�� apapun�� yang menyerupaiNya. Jadi tidak heran kalau antara Muhammad dengan pihak Nasrani masa itu� terjadi� diskusi� dengan� cara� yang baik,�� dan�� wahyupun� memperkuat� Muhammad� seperti� dalam ayat-ayat itu. http://media.isnet.org/islam/Haekal/Muhammad/Pustaka2.html � ===== Bacalah artikel tentang Islam di: http://www.geocities.com/nizaminz __________________________________ Do you Yahoo!? Meet the all-new My Yahoo! - Try it today! http://my.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

