http://www.suarapembaruan.com/News/2004/11/17/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY SUARA PEMBACA TNI di bawah Dephan Jerumuskan Tentara MENHAN Juwono Sudarsono dalam seminggu masa jabatannya melontarkan gagasannya agar struktur kedudukan TNI berada di bawah Dephan. Alasannya adalah idealnya atau lebih tepatnya pada umumnya dalam negara demokrasi, militer di bawah Dephan. Terus terang saya, sangat mengagumi kedua tokoh tersebut sebagai ilmuwan dan pengamat, namun tentang ide dan alasan mengapa TNI harus di bawah Dephan saya kurang sependapat. Harus diakui, negara-negara demokrasi pada umumnya menempatkan militer di bawah Dephan. Namun, perlu diingat umumnya mereka menganut sistem parlementer, bukan presidensial seperti Indonesia. Di samping itu penempatan tentara dalam struktur negara, tentunya suatu negara memiliki pengalaman dan pertimbangan masing-masing. Pengalaman selama ini apabila sipil terlalu mengurus rumah tangga tentara berakibat tegangnya hubungan keduanya. Contoh, munculnya Peristiwa Cikini 1952 konon dipacu oleh keinginan parlemen yang memiliki rencana mempensiunkan 200.000 prajurit TNI. Presiden Gus Dur yang memutasikan Mayjen TNI Sudrajat sebagai Kapuspen TNI gara-gara ngomong bahwa presiden bukan Panglima Tertinggi TNI. Dan yang baru-baru ini terjadi, Megawati memberi pangkat jenderal penuh kepada Hari Sabarno dan Hendropriyono yang sempat bikin gonjang-ganjing. Itu dilakukan oleh presiden. Apalagi kalau campur tangan itu dilakukan oleh pejabat di bawah presiden, bisa kita bayangkan akibatnya. Hal itu sangat mungkin terjadi apabila TNI berada di bawah Dephan. Yang perlu diingat lagi bahwa jabatan menteri termasuk menteri pertahanan adalah jabatan politis yang biasanya dijabat oleh orang-orang yang berasal dari partai politik. Ini juga sangat memungkinkan tentara untuk dimanfaatkan sebagai mesin politik partai tertentu (partainya Menhan). Nah, secara langsung penempatan TNI di bawah Dephan berarti menyeret TNI dalam kancah politik praktis lagi. Menurut pertimbangan saya, biarlah kedudukan TNI seperti saat ini yang sesuai dengan UU TNI yang baru. Kalaulah akan diubah, biarlah perjalanan TNI dan pemerintah yang akan datang yang menentukan. Jangan terburu-buru. Belum tentu militer di bawah Dephan lebih tepat dibanding militer di bawah presiden, khususnya untuk Indonesia. Herman [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

