Saya kok percaya saja hal-hal mencengangkan yg sampai sekarang saya sulit untuk 
menjawabnya...
 
1. Kenapa sampai sekarang saya tidak berhasil melihat tengkuk saya, kalau saya 
tidak dibantu orang lain, atau alat cermin buatan orang lain? 
 
Hikmah: saya tidak akan memahami kebenaran agama, tanpa diskusi atau minta 
ajaran pada ahlinya...
 
2. Saya pernah belajar Yoga, katanya keabadian adalah ketika kita mampu 
mengontrol alam bawah sadar kita, sehingga tidaklah ada Tuhan melainkan kitalah 
Tuhan..., aduh...., kalau kita Tuhan, kenapa kita tidak bisa menjawab, ada 
dimana kita ketika kita sedang tidur? Kenapa selagi tidur nyenyak, suara petir 
guntur pun tidak terdengar, sehingga ada banyak kasus orang tertidur dan rumah 
kebakaran tidak sadar, dan mati kebakar?
 
3. Juga tidak masuk akal kan, kita lihat aktivitas harian di pasar, seakan 
mereka tidak ada yg mengontrol dan mengatur. Seakan ada pedagang, ada pembeli, 
habis perkara. Tetapi ternyata dibalik keramaian itu, ada Pemda, preman pasar, 
polisi kecamatan, dst...
 
4. Alam semesta, apakah bergerak dengan sendirinya? Aduh..., apakah semuanya 
sebuah kebetulan semata? Bagaimana mungkin bumi mengitari matahari, kok bisa 
melayang di angkasa? Tidak masuk akal, tetapi begitulah..., sama saja saya 
tercengang ketika memegang orang yg sakratul maut, betul-betul sekarat, matanya 
ke sana kemari, tetapi tidak jelas melihat kemana. Ketika dinyatakan mati 
setelah dibawa ke rumah sakit, di depan saya tubuhnya terbujur sayu. "Dia sudah 
pergi....", kata perawat. 
Lha, ini siapa?
"Ini tubuhnya...", kata saya sendiri, jawab sendiri, dalam hati.
 
Jadi yg namanya dicky. syafei, nurahcmat, siapa? Yang ini tulisannya, ini 
tubuhnya, ini pendapatnya, ini bajunya..., tapi mereka sendiri siapa? Yg pergi 
adalah nyawanya... lha mereka siapa?
 
mereka tidak ada, melainkan diadakan oleh yg Maha Ada..., seakan sangat tidak 
masuk akal, tetapi dapatkah kita menjelaskannya?
 
seorang guru TK pernah ditanya, kenapa kalo Tuhan itu dekat kok tidak bisa 
dilihat?
 
Tercengang oleh pertanyaan anak balita, tetapi rupanya hidayah Allah datang.
 
"Anak-anak, coba lihat ini apa...Ya... baik, kalian lihat tutup gelas 
ya..."katanya. Lalu guru semakin mendekatkan tutup gelas ke mata salah seorang 
anak, dan ditanya pertanyaan yg sama. Jawabannya adalah "tutup gelas". Ketika 
tutup gelas sampai ditempelkan dimata anak, anak ditanya, "Apa yg kau 
lihat?"... tidak ada, hanya gelap saja (karena tutup gelas menutupi katanya, 
saking dekatnya.."
 
Ya, karena saking dekatnya Allah, bahkan kita sampai tidak mampu 
melihat-Nya...., tetapi kehadiran-Nya kita rasakan...
 
5. "Bagaimana mungkin, manusia akan mencapai langit ketujuh, pesawat macam apa 
yg bisa membawanya?"..
 
Baiklah, dapatkah kita menjawab, bagaimana mungkin seekor nyamuk dari Jogja 
terbang ke Jakarta?
 
Masya Allah, ternyata nyamuk menempel di didinding kereta api, lalu sesekali 
terbang di gerbong, dan tahu-tahu 6 jam berikutnya sudah nyampe di Jakarta. 
Betapa menakjubkan, berapa kecepatan seekor nyamuk bisa mencapai Jakarta dari 
Jogja dalam hitungan jam? Secepat itukah larinya, terbangnya? Tidakkah sayapnya 
akan patah dan bercerai berai?
 
Tidak, karena nyamuk tidak merasa sdg menaiki kereta api.
 
Rupanya, kita sdg menaiki kendaraan raksasa bernama bumi ini, menuju tempat yg 
tidak masuk akal kita menjumpainya: akhirat. Teori benturan bintang kembar, 
atau benturan asteroid, atau bahkan tabrakan bumi dan planet atau pun matahari, 
akan mendekati kenyataan. Bagaimana mungkin jarak matahari dan bumi hanya 
sejengkal tangan? Masuk akal kah? ternyata...., 
 
6. Ceritakan kepadaku ttg waktu; adakah waktu itu? Ketika kita mengatakan 
"now", maka sesungguhnya "now" itu sdh berlalu. Tidak pernah ada saatnya 
"sekarang", karena ketika kita berucap, "Baik sekarang...", maka hitungan waktu 
telah mulai dan kita tidka mampu menjumpai "sekarang" melainkan "sekarang yg 
lain lagi". Besok? Selalu saja besuk....tidak ada besuk..., jadi "Sekarang" dan 
"besuk" ternyata tidak ada.... aduh, sungguh tidak masuk akal..
 
Yg ada hanyalah "kemaren".. yg lalu, ... betapa masa kanak-kanak pun seperti 
"baru kemaren saja..", seperti puisinya Mustofa Bisri...."Rasanya baru 
kemaren...."
 
Dengarkan firman Allah, "Ketika itu, banyak orang berkata, seandainya aku 
dihidupkan lagi, ingin rasanya aku selalu berbuat kebajikan...."
 
Kita hidup di dunia kemaren, karena saat ini yg hakiki adalah di akhirat, 
ketika waktu tidak lagi dapat didefinisikan, ketika kewajiban shalat tidak lagi 
ada karena tidak ada ketetapanw waktu, ketika zakat dan amalan saleh telah 
ditutup dan manusia tinggal menghitung apa yg telah dikerjakannya...
 
http://www.secretbeyondmatter.com/beyondmatter.html
 
 
 
Wassalam

RG Nur Rahmat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


Ajarkan saja agama Islam itu sebagaimana ia diajarkan tidak perlu dibumbui dan 
ditambah sedapkan. Toh, yang benar itu tetap sama. Toh, konsep ketuhanan agama 
Islam tetap masuk akal.

Muh Syafei wrote:
Idul Fitri, Superman dan Power Rangers

Beberapa tahun lalu dengan sangat bersemangat saya membawa pulang VCD 
Superman. Untuk apa? Tentu untuk menyenangkan anak saya yang memang 
menggemari tontonan heroik. Tapi tak berapa lama saya lemas ketika anak 
saya tidak sedikitpun menunjukkan sikap antusias saat VCD mulai diputar. 
Anak saya hanya betah nonton beberapa menit untuk kemudian ngeloyor main 
lagi.

Tentu saja respons "negatif" anak saya itu menimbulkan rasa penasaran. 
Akhirnya saya kejar anak saya dengan beberapa pertanyaan sepulang main 
tentang ketidak-tertarikannya terhadap VCD Superman.

"Nggak masuk akal," begitu alasannya singkat. Walah, anak 5 tahunan 
(waktu itu) sudah bisa bilang "nggak masuk akal". Terus saya kejar lagi, 
"Emangnya Power Rangers (tontonan favorit-nya) itu masuk akal?"

"Ya masuk akallah, kan berubah dulu, terus berubah lagi jadi robot .. " 
kurang lebih begitu "argumennya" tentang masuk akal.

"Argumen" anak saya memang belum bisa disebut argumen, karena justru 
aneh jika anak 5 tahunan bisa memaparkan argumentasi secara runut dan 
terperinci. Tapi, dari "argumen" singkat itu setidaknya saya sudah bisa 
meraba dan mengerti seperti apa kurang lebihnya "bangunan" benak anak saya.

Oke .. memang saya belum berani menyimpulkan bahwa anak saya bisa 
merepresentasikan anak-anak Indonesia yang seusia pada umumnya. Namun 
jujur, waktu itu saya merasa tidak sedang berhadapan dengan seorang anak 
saya saja, melainkan seperti berhadapan dengan "bayangan" jutaan 
anak-anak. Jutaan anak-anak yang "bangunan" imajinasinya sudah berbeda 
dengan masa kanak-kanak saya.

Dari substansinya tidak ada yang berbeda jauh antara Superman dan Power 
Rangers. Ada penyerang dan pembela bumi, ada si penghancur dan sang 
penyelamat, ada si jahat dan si baik, ada pesakitan dan pahlawan. Namun 
toh tokoh-tokoh -yang merupakan simbol- serta bagaimana si tokoh itu 
sudah mengalami perubahan dan -dengan sendirinya- perbedaan.

Imajinasi masa kanak-kanak saya sudah cukup terpuaskan dengan asal-usul 
Superman yang dari planet antah-berantah, mengalami kehancuran, terus 
dikirimkan ke bumi dengan membawa kekuatan super-nya yang sudah 
merupakan bawaan orok atau warisan dari nenek moyangnya. Sedang 
imajinasi kanak-kanak anak saya lebih bisa terpuaskan dengan adanya 
proses-proses bagaimana kekuatan itu terbangun. Imajinasi kanak-kanak 
saya cukup terpuaskan dengan sesuatu yang -seperti- "mak bleg" turun 
dari langit sudah jadi, sedang imajinasi kanak-kanak anak saya tidak.

Peristiwa keseharian yang saya alami dengan anak saya itu memang bukan 
satu-satunya, tapi tetap merupakan salah satu yang cukup berpengaruh, 
yang membuat saya tidak pernah berhenti berpikir tentang pendidikan 
alternatif bagi anak-anak, khususnya pendidikan agama (sayang, karena 
keterbatasan saya, sampai sekarang saya belum bisa merumuskan pendidikan 
alternatif tersebut, dan tetap saja -sampai sekarang- hanya berupa 
kerangka besar dan kasar).

Dulu ketika masih kanak-kanak mendengar dongeng dari guru agama tentang 
keajaiban-keajaiban, bisa mendatangkan kekaguman yang luar biasa. Kisah 
Nabi yang terbang menunggang bouraq (semacam kuda terbang) sudah cukup 
menimbulkan kekaguman luar biasa. Begitupun kisah Adam yang "mak bleg" 
turun dari surga ke dunia, di susul penciptaan Hawa dari tulang rusuk 
Adam, maupun kisah-kisah lain. "Allah Maha Kuasa", "Allah Maha 
Berkehendak", "Kun Fayakun", dan seterusnya cukup untuk memuaskan 
pertanyaan masa kanak-kanak saya. Apakah kisah dan cara penyampaian yang 
sama bisa juga memuaskan anak-anak sekarang? Saya tidak tahu persis, 
tapi -jujur saja- saya pesimis.

Kebetulan selama bulan Ramadhan kemarin ada salah satu stasiun televisi 
yang tiap hari memutar sinema tentang keajaiban-keajaiban yang -katanya- 
merupakan kisah nyata. Well, saya tidak ingin meributkan tayangan 
seperti itu, saya hanya ingin bilang bahwa tiap kali nonton tayangan 
tersebut saya seperti ber-nostalgia dengan masa kanak-kanak. Masa-masa 
ketika gampang terpukau dengan hal-hal yang ajaib.

Kini, Ramadlan telah berlalu dan Idul Fitri telah dirayakan di 
mana-mana. Tentu tiap orang bisa berbeda-beda bagaimana menyambut dan 
memaknai Idul Fitri. Secara pribadi, saya memaknai Idul Fitri sebagai 
momen untuk melihat dan berkaca pada sisi kemanusiaan paling mendasar 
pada setiap diri. Idul Fitri, kembali kepada "fitrah", "asal mula 
kejadian", yang merupakan dasar ataupun -semacam- "starting point" bagi 
tiap manusia dalam melangkah menapaki hidup selanjutnya. Seberapa baik 
langkah seseorang di kemudian hari, tergantung sejauh mana "fitrah"-nya 
tercerahkan, sehingga terus-menerus bisa jadi tempat "berkaca" dan 
sebagai penuntun langkah-langkah di masa mendatang. "Fitrah" itulah diri 
kita yang sejati, yang ternyata juga selalu berubah, ber-evolusi.

Selamat Hari Raya Idul Fitri
Minal Aidin Wal Faidzin
Taqaballahu minnaa wa minkum
Mohon Maaf Lahir dan Batin



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links










---------------------------------
Do you Yahoo!?
Discover all that�s new in My Yahoo!

[Non-text portions of this message have been removed]







***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links









[Non-text portions of this message have been removed]






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke