CATATAN KECIL LEBARAN KATARSIS AKHIR RAMADHAN Dan.... bedug akhir ramadhan berkumandang. Suara takbir menggema. Hanya doa sederhana, semoga Tuhan memberikan yang terbaik untukku, untuk semua makluk yang bernama manusia (purwokerto, 18 November 2004, 10.03) Selama empat hari, Saya menghabiskan liburan lebaran di sebuah kota kecil Magelang, tanah tempat Saya di lahirkan dan menikmati masa- masa indah sewaktu kecil. Lebaran kali ini, Saya menemukan sebuah makna yang berbeda dengan lebaran sebelumnya. Tuhan memang terlalu baik kepadaku. Hingga, Saya dapat menikmati hari-hari dengan beribu kenangan yang tak terlupakan. Semoga saja, kenangan ini bisa menghantarkan kepada kehidupan yang lebih baik di kemudian hari dan Tuhan ridho atasnya. Saya selalu percaya bahwa apa yang di berikan Tuhan adalah sesuatu yang terbaik dan Saya mencoba untuk menikmati apa yang di berikan Tuhan itu. Terkadang, memang banyak kejadian- kejadian susah dan duka yang Saya hadapi, tapi dengan filosofi hidupku..hadapi dunia dengan senyuman... membuatku senantiasa menikmati hidup ini. Selama empat hari di rumah, Saya melakukan berbagai macam aktivitas; Hari Pertama. Saya mengikuti sholat Idul Fitri di halaman Masjid Jami' di kampungku. Seperti biasanya, halaman selalu penuh, kabanyakan terisi oleh penduduk yang pulang kampung dari perantauanya di Jakarta. Pada saat itu, berkumpullah banyak orang tanpa kecuali laki dan perempuan, tua muda berkumpul menjadi satu. Hanya satu hal yang Saya pikirkan waktu melihat banyak orang berkumpul yaitu sosialisasi ide (maklum..naluri aktivis gerakan mahasiswanya muncul). Alangkah strategisnya saat itu andai ada sebuah bahasan besar di perbincangkan. Saya melihat ada momentum strategis yaitu pada saat khotbah Idul fitri, mereka pasti mendengarkan dengan seksama apa yang di katakan oleh pengkotbah tersebut. Sayangnya, tak ada yang baru dari apa yang di perbincangkan oleh sang khotib. Inilah barangkali kelemahan umat Islam yaitu lemahnya memanaje isu. Sebenarnya momentum itu sangat tepat untuk membahas problematika kontemporer umat Islam. Misalnya, tema-tema penyebab kemunduran umat islam seperti tema kemiskinan (pemiskinan) yang masih dirasakan sebagian besar umat islam kemudian menyampaikan alternatif solutif berupa gerakan sadar zakat dll. Jika perlu ada semacam kesepakatan tema apa yang tepat dan sesuai kebutuhan untuk di sampaikan pada saat khotbah idul fitri, sehingga ini menjadi pemikiran yang harus segera di respon dan diatasi oleh umat Islam sendiri. Harapannya, setiap peserta sholat idul fitri menjadi tergugah kesadarannya untuk berperan mengatasi masalah besar tersebut dengan kemampuan dan kompetensinya masing-masing. Sayang, acara-cara strategis seperti ini tak pernah di manajemen (di kelola) dengan baik. Hari kedua Seharian penuh, aktivitas Saya habis untuk silaturahmi ke tetangga dekat dan saudara-saudara yang lain. Tak lupa, sebelumnya ( setelah sholat kemarin) Saya juga minta maap ke Abi dan Bunda atas segala kesalahan yang Saya perbuat. Bagi Saya, kedua orang tua adalah lilin bagi anaknya. Kadang Saya merasa berdosa telah memperlakukan orang tua seperti itu. Saya tahu betul bagaimana mereka rela bersusah-susah untuk membiayai anaknya, kedua orang tua Saya menginginkan anaknya untuk mejadi sarjana dan rela berpeluh keringat untuk membiayai anaknya. Maklum, Ayah Saya, tapi Saya lebih senang menyebutnya Abi, tidak ingin pengalaman yang menimpanya terulangi yaitu gagal menjadi sarjana karena kendala klasik yaitu masalah keuangan. Sebenarnya, Saya tidak enak dengan kedua orang tua Saya tersebut terutama ketika harus meminta jatah uang bulanan. Kini, yang selalu Saya pikirkan adalah bagaimana membahagiakan kedua orang tua Saya itu yaitu lekas lulus menjadi seorang Sarjana. Dilematis memang, disatu sisi, Saya harus di tuntut cepat lulus oleh orang tua Saya, sementara Saya masih harus mengurus berbagai aktivitas dan cita-cita yang belum terlaksana. Aktivitas di KAMMI, Forum Lingkar Pena (FLP), Global Institute (GI), Perkumpulan Mahasiswa Islam Magelang (PRISMA) dan tentunya sebuah obsesi yaitu bisa menulis buku sebelum lulus. Ah, Saya tidak tahu apakah Saya bisa melakukan itu semua. Yang pasti mulai saat ini Saya akan melakukan yang terbaik dari kemampuan yang bisa Saya lakukan. Saya percaya bahwa Tuhan akan melihat proses manusi bukan hasilnya. Masalah hasil, Saya selalu percaya bahwa Tuhan senantiasa akan memberikan yang terbiak buat Saya. Keyakinan ini yang membuat Saya untuk selalu bersyukur dan mencoba untuk tidak selalu mengeluh atas beragam sesuatu dan peristiwa yang Saya rasakan. Hari Ketiga Saya reuni akbar dengan alumnus Ma'had Al-Ichsan. Sebuah pondok pesantren tempat Saya mencari ilmu saat SMA dulu. Maklum, bertahun- tahun Saya sekolah di Yayasan Katholik sehingga tidak pernah diajarkan tentang keIslaman. Akhirnya Saya masuk pesantren itu di samping paginya harus sekolah di SMU Negeri 2 Magelang alias BEGARLIS (Belakang Gardu Listrik) School. Saat bertemu dengan teman- teman lama, Saya jadi teringat kisah-kisah lama yang masih terkenang. Saya pernah di hukum untuk tilawah (ngaji) Al-Quran satu Jus (10 halaman). Gara-garanya Saya dan teman Saya ikut training Pelajar Islam Indonesia (PII) tanpa ijin pengasuh pesantren. Kini, teman saya itu tidak aktif di PPI tetapi justru menjadi Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim (KAMMI) Komisariat UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta. Dia dulu pernah menjadi carik (sekretaris) disaat kepengurusan Saya, yang kebetulan pernah di tunjuk menjadi Lurah (ketua) pesantren tersebut, padahal kalau masalah ilmu agama, Saya minim sekali. Yang namanya disuruh berdiri karena tidak lancar bahasa arab (nahwu) Saya bahkan langganan (heheheh). Waktu itu calon lurahnya 6 orang, pada saat pemilihan pemilihan pertama Saya memperoleh suara sama. Baru pada pemilihan kedua Saya terpilih menjadi ketua dengan selisih satu angka. Teman Saya itu waktu SMU, yang kini jadi ketua KAMMI itu paling jago mengerjakan soal-soal Fisika dan Kimia. Waktu ada PR (Pekerjaan Rumah) Saya sering hanya menyalin Saja setelah dia kerjakan (ternyata jahat juga diriku yah... heheheh). Ada juga seorang teman yang pernah kena kasus yaitu ketahuan nonton film, wah...terang saja kena marah Sang Ustad. Saya kurang tahu dia di hukum apa karena di sidang di ruang pengasuh. Kini, Dia menjadi anggota militer angkatan darat yang bertugas di Akademi Militer (AKMIL) Magelang. Acara reunian itu berlangsung malam habis isya. Setelah acara malam reunian selesai, Saya muter-muter kota Magelang sampai jam 00.00 malam bersama Bakti, teman Saya yang jadi ketua KAMMI UIN Suka Jogjakarta itu, setelah makan nasi Goreng, Saya menuju barak Militer di Panca Arga, menuju asrama teman Saya yang jadi militer dan tidur disana. Dunia pesantren, bagi Saya sangat menyenangkan. Ada solidaritas (ukhuwah) yang tinggi antar sesama santri. Disamping itu juga mendapatkan ilmu-ilmu Islam yang akan menjadi bekal untuk menjalani kehidupan keseharian. Tapi, ada masalah yang mungkin sepele tapi tak seharusnya di lupakan yaitu masalah kebersihan. Yang namanya pesantren itu kebanyakan jorok alias kebersihannya tidak terjaga. Saya tidak tahu apa ada pesantren yang tidak jorok...? ( sepanjang yang Saya tahu..semua pesantren Jorok.. heheheh). Hari Keempat Paginya, Saya silaturahmi mengunjungi teman-teman di Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kebetulan di kantor DPD ada Pak Arifin yang sedang piket, jaga sekretariat (kantor), beliau adalah Sang ketua DPD PKS yang juga menjadi anggota DPRD Kota Magelang. Orangnya seperti kader- kader Partai Keadilan yang lain, sederhana dan terkesan santai, tidak terlalau formal. Banyak cerita menarik yang Saya dapatkan tentang lika-liku Dakwah di kota Magelang. Saya jadi pingin untuk kembali ke Magelang setelah lulus nanti. Setelah itu, Saya refreshing ke Garden Mall lihat-lihat buku. Tak ada buku yang cocok (maksudnya cocok harganya. hehehe.). Akhirnya, hanya membeli sebuah buku kecil untuk sekedar sebagai teman sewaktu banyak ide muncul. Kemudian, baru terasakan, badan serasa capek sekali, lantas Saya menuju Masjid Agung di Alun-Alun kota Magelang, setelah sholat, Saya istirahat sebentar..eh ternyata malah ketiduran......akhirnya sore Saya baru menuju ke terminal Magelang untuk berangkat ke Purwokerto lagi....malam jam 23.30 baru sampai..dan ternyata..purwokerto masih sepi, sunyi, senyap..untung..ada warnet yang buka. Setelah lama menulis di warung ketik, akhirnya jadi juga tulisan ini. Wahyu Utami Komputer Purwokerto, 18 November 2004. Salam Sudaryono Achmad (Ipunk) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

