CATATAN MENYAMBUT MATAHARI PAGI: 
SURAT TENTANG SASTRA KEPADA ANAS AGE [27]



Monopoli merupakan salah satu ciri dari kapitalisme dan sesuatu yang selalu 
diusahakan diperoleh oleh pemegang kapital. Posisi monopoli menjamin keuntungan 
finansil yang besar dan memberikan kemungkinan kepada pemegang kapital untuk 
mendiktekan kehendaknya termasuk harga, yang bernilai dan tidak bernilai, yang 
laku dan tidak laku.Kapitalisme dengan ini meruapakan satu tatanan nilai. Dalam 
politik, monopoli diujudkan dalam bentuk otoritarianisme dengan segala 
variannya [seperti militerisme, neo-feodalisme, paternalisme, kekuasaan lelaki, 
dan sebagainya....]. Sedangkan dalam filsafat dijabarkan dalam perumusan azas 
tunggal, la pens�e unique -- pikiran tunggal, fanatisme, sektarisme [dalam 
segala ungkapannya seperti kekerasan fisik dan  verbal, ketidaktoleransi, 
memaksakan kehendak, anti kemajemukan, ketidakmampuan berdebat,jalan pintas, 
dan sebagainya...]. Konsep  koboisme Presiden AS, Geogre Bush "poros kejahatan" 
[l'axe du mal] tidak lain dari jenis pikiran "hitam putih", varian dari la 
pense� unique juga adanya. Konsep "hitam-putih" koboisme ini tercermin di  
banyak filem Amerika terutama yang disebut filem-filem Western dan tentu saja 
mencerminkan diri dalam bidang politik berbentuk politik intervensi di berbagai 
negeri. Konsep ini memperoleh kemungkinan oleh syarat sejarah sejak Perang 
Dunia I yang memberi syarat kepada Amerika Serikat [AS] untuk berkembang secara 
ekonomi ketika Eropa dihancurkan oleh Perang Dunia I. Artinya kebesaran AS 
bukanlah karena suatu keajaiban tapi dilahirkan oleh syarat obyektif politik 
dan ekonomi tertentu.Intervensi AS di berbagai bidang, kukira,  merupakan 
kelanjutan wajar  dan konsolidasi dari hasil perkembangan sosial, ekonomi dan 
politik yang berlangsung sejak PD I. Wajar bukan berarti manusiawi. Adanya dan 
berkembangnya "super market", kukira,  tidak lain dari ujud pelaksanaan 
filsafat "la pense� unique" kapitalisme yang pada dasarnya sama dengan 
pentrapan "survival of fittest" di bidang sosial, "the best will win". 
Globalisasi sebagai tingkat terbaru dari kapitalisme tidak lepas dari konsep 
filosofis begini. IMF dan Bank Dunia adalah alat pelaksana dari konsep ini di 
tingkat dunia. 


Sastra-seni sebagai bagian dari kreasi manusia kiranya tidak luput dari dari 
pelaksanaan konsep la pens�e unique sebagai hasil dari tingkat tertentu 
perkembangan masyarakat dunia dan masyarakat negeri tertentu. Apalagi dunia 
yang oleh perkembangan tekhnologi sekarang menjadi sebuah desa kecil dunia". 
Sebagai bagian dari produk manusia dunia dalam syarat sosial-ekonomi-politik 
dunia  seperti sekarang yang didominasi oleh globalisme [tingkat baru 
kapitalisme], sastra-seni dominan tidak lebih dari barang dagangan. Yang 
sous-dominant [sub-dominant] pasarnya sangat minim dan berangkat dari posisi 
sous-dominant inilah lahir gerakan alter-mondialisme dari Port Allegre 
[sekalipun masih rancu secara konsepsional]. Dengan latarbelakang yang sama, di 
Perancis lahir dan berkembang gerakan koperasi di bidang ekonomi atau Credit 
Union -- CU -- [mulai dari Jerman terutama setelah Perang Dunia II] yang 
merambat ke berbagai benua sampai ke Kalimantan Tengah.


Sastra-seni dominan Indonesia yang mengeksploitasi dan mengeksplorasi "tubuh 
perempuan" melalui "ekspresi erotis" hingga ke taraf "merajalela dan tak 
terkendalikan", kukira tidak lepas dari pengaruh globalisasi dan pengaruh pasar 
sehingga patut didengar argumen pembelaan mereka yang mengatakan bahwa 
karya-karya sastra pengejar uang dan individual celebrities  secara mudah untuk 
menjadi sastrawan sebagai karya-karya anti kapitalisme, demi kesetaraan jender 
dan usaha memanusiawikan manusia, kehidupan dan masyarakat. Individual 
celebrities pun, jika diusut-usut, akhirnya sampai kepada ujung bahwa manusia 
tidak lain dari barang dagangan.Pada era globalisasi sebagai tingkat baru 
kapitalisme, orang bangga jadi celebrities yang hakekatnya tidak lain dari 
barang dagangan, termasuk para sastrawan yang mengeksplorasi dan 
mengeksploatasi "tubuh perempuan" secara " tidak terkendalikan". Orang-orang 
ternganga dan terpukau memandang mereka karena dipengaruhi oleh tatanan nilai 
dominan pada saat ini. Padahal sesungguhnya mereka tidak lebih dari pada bulir 
padi hampa isi yang tidak bisa dijadikan beras penyambung kehidupan mayoritas 
anak negeri pemakan nasi. Karena sastra-seni merupakan salah satu wilayah 
pertarungan ide, wajar saja jika kehampaan ini dibela dengan 1001 dalih. Jan 
Myrdal dalam karyanya pernah berbicara, paling tidak mempertanyakan 
obyektivitas ilmu sosial. Jangankan soal "eksplorasi dan eksploatasi tubuh 
perempuan" melalui "ekspresi erotis", pembunuhan Yahudi di kamar gas oleh 
Hitler pun di Perancis dibantah sebagai tidak benar dan dianggap sebagai 
"rincian sejarah" [les details de l'histoire].Ketidakacuhan terhadap masakre 
Tragedi Nasional September 1965 di Indonesia pun kukira adalah varian dari 
ungkapan "jiwa-jiwa mati", "the death souls", [jika menggunakan istilah Nikolai 
Gogol]. Jiwa-jiwa mati yang dimatikan oleh Frankenstein uang kapitalisme.


Paris, November 2004.
--------------------
JJ.KUSNI





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke