http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=berita%7C-238%7CX
Jumat, 26 November 2004
Perjuangan Munir Tidak Pernah Jauh Dari Perjuangan Perempuan
Jurnalis : Eko Bambang S
Jurnal Perempuan.com-Jakarta. Perjuangan yang dilakukan Munir tidak pernah jauh 
dari perjuangan perempuan. Kerjanya untuk orang hilang dan korban pelanggaran 
HAM berdiri diatas kedekatannya dengan ibu-ibu dari para korban. Dengan mereka, 
kerja Munir dijiwai oleh ketulusan kasih ibu pada anaknya, diasah oleh 
penderitaan seorang ibu yang kehilangan buah hatinya. Munir memahami bahwa 
ibu-ibu ini merupakan bagian tak terpisahkan dari komunitas pembela HAM di 
Indonesia. 

Demikian Sambutan Kamala Chandrakirana, Ketua Komnas Perempuan dalam acara 
peringatan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan 2004, Kamis (25/11/04). Acara 
yang diselenggarakan oleh Komnas Perempuan ini berlangsung di pelataran gedung 
Komnas Perempuan, Jakarta. Acara ini sekaligus sebagai peluncuran Kampanye 16 
Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan yang selalu diperingati setiap tanggal 
25 November. Dalam kesempatan ini pula, Komnas Perempuan mendedikasikan acara 
ini kepada Almarhum Munir, Pejuang Hak Asasi Manusia, yang mana didalam 
perjuangannya tidak pernah jauh dari perjuangan perempuan. Peringatan ini juga 
dihadiri Suciwati, Istri Almarhum Munir, Sumarsih, Ibunda Wawan korban Semangi, 
dan sejumlah aktivis pembela HAM lainnya. 

Menurut Kamala, hubungan Munir dengan para ibu korban bukan sekedar untuk 
melakukan aksi-aksi advokasi bersama, tetapi juga untuk bersama-sama memikirkan 
strategi bergerak jangka panjang; bukan hanya untuk bertemu saat-saat genting, 
tetapi juga untuk menjadi seorang sahabat dalam kehidupan keluarga korban. 
Ketika Indonesia pertamakali mengadakan sebuah investigasi resmi untuk kasus 
pelanggaran berat HAM, yaitu kasus Timor Timur pada tahun 1999, Munirlah 
aktivis HAM laki-laki pertama yang mengangkat pengalaman khas perempuan dalam 
situasi konflik bersenjata. Ia lakukan ini bukan untuk sekedar menyebutkan 
bahwa perempuan juga korban. Menurut Kamala, pada saat semua pekerja HAM sibuk 
dengan kasus-kasus yang tak berjenis kelamin, Munir menemukan dan mengenali 
kasus-kasus perkosaan dan perbudakan seksual, serta membangun suatu pemahaman 
yang mencapai akar persoalan, yaitu bagaimana tubuh perempuan digunakan sebagai 
bagian dari arena � bahkan strategi � perang: bagaimana tubuh perempuan adalah 
salah satu fokus dari perebutan kuasa, alat bagi prajurit untuk menunjukkan 
penundukkan dan kemenangan. 

Munir menurut Kamala adalah sosok yang tidak membeda-bedakan kualitas 
perhatiannya antara kasus-kasus politik yang high profile dan kasus 
ketidakadilan yang dialami dalam kehidupan sehari-hari seorang janda yang hidup 
dalam kesendirian. Munir juga tidak memalingkan muka pada ketidakadilan yang 
terjadi dalam kehidupan rumah tangga seseorang ataupun yang dialami oleh 
perempuan dalam hubungan intimnya dengan laki-laki. Bahkan menurut pengakuan 
Suciwati, istriMunir, dalam membina hubungan dengan istrinya, komitmen Munir 
pada nilai-nilai keadilan dan demokrasi tak begitu saja dikesampingkan atas 
nama kenyamanan seorang suami, ataupun atas nama budaya dan tradisi keluarga 
yang sudah turun-temurun. �Cak Munir adalah suami yang juga mengambil peran 
domestik didalam keluarga. Dia tidak pernah mengeluh untuk melakukan 
pekerjaan-pekerjaan domestik dan saya tidak pernah dianggap sebagai konco 
wingking,� Demikian ungkapan hati Suciwati. 

Suciwati juga mengatakan bahwa suaminya Munir selalu menekankan bahwa gerakan 
perempuan sangat penting untuk menjadi gerakan sosial, sepoerti halnya yang 
terjadi di Argentina. Menurut Suciwati Munir selalu mencontohkan bagaimana 
ibu-ibu di Argentina berjuang keras untuk menuntut kembalinya anak-anak mereka, 
suami mereka yang ditangkap karena kekejaman rezim otoritarian di Argentina. 
Dalam konteks ini maka, gerakan perempuan seharusnya bisa dilakukan 
bersama-sama dengan elemen gerakan sosial lainnya. Menurut Munir, kata 
Suciwati, �kalau gerakan perempuan hanya dilakukan oleh kelompok perempuan 
saja, maka gerakan perempuan nantinya akan menjadi ekslusif. Untuk itu 
setidaknya semua pihak dan semua elemen seharusnya melakukan gerakan secara 
bersama-sama, demi menciptakan keadilan HAM,� ujar Suciwati. �Saya tidak 
menyesal suami saya memperjuangkan HAM, suami saya membela hak-hak perempuan. 
Namun kami sangat menyesal bila perjuangan HAM yang dilakukan tidak dilanjutkan 
oleh para pejuang HAM lainnya,�ujar Suciwati. �Kekerasan tidak perlu ditakuti, 
tetapi kekerasan terus dilawan,�ujar Suciwati. 

Sementara itu Indri, salah seorang aktivis HAM, mengatakan bahwa Sebagai 
aktivis HAM, cak Munir telah melengkapi pemikirannya dengan perspektif 
perempuan. Dalam perjuangannya cak Munir telah mendedikasikan pemikirannya 
untuk kesetaraan dan keadilan perempuan,� ujar Indri. Ditambahkan, Cak Munir 
dalam perjuangan HAM, selalu menjadi inspirator bagi sejumlah aktivis HAM. 
Gagasan dan Ide Cak Munir terus menjadi inspirasi bagi terciptanya strategi 
untuk memperjuangkan korban. Cak Munir juga terus mengingatkan bahwa sebagai 
pejuang HAM kita tidak boleh merasa lelah dan berhenti, selama tindakan 
kekerasan terus terjadi,�ujar Indri. Begitupula dengan pendapat Pingkan, yang 
juga menjadi aktivis HAM, bahwa Munir adalah sosok yang mencintai orang-orang 
yang tertindas, mencintai buruh dan mengajarkan untuk selalu memperjuangkan 
kesewenang-wenangan,�ujar Pinkan. 

Atas segala dedikasinya terhadap perjuangan perempuan inilah, maka Komnas 
Perempuan mendedikasikan peringantan hari anti kekerasan terhadap perempuan ini 
kepada Munir sebagai pejuang HAM yang menyikapi kehidupan publik dan privat 
sebagai satu kesatuan utuh yang saling terkait, dan membutuhkan pembelaan dari 
segala bentuk ketidakadilan dengan konsistensi yang tidak tergoyahkan. Menurut 
Kamala, Munir belum berhenti menggugat. Melalui kematiannya, ia masih menguji 
kesigapan negara dalam menyikapi pelanggaran HAM dan masih mendesak kita untuk 
terus mempertaruhkan diri dalam kancah perjuangan untuk keadilan dan kebenaran. 





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke