Dikatakan "menghilang", bukan berarti mati terkubur!

----- Original Message ----- 
From: "RG Nur Rahmat" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, November 30, 2004 5:29 AM
Subject: Re: [ppiindia] Syariat Tak Pernah Padam


>
> terjawab sudah pertanyaan anda kenapa tiba-tiba Laskar Jihad menghilang 
> begitu saja.
>
> Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> http://www.gatra.com/artikel.php?id=49386
>
> NASIONAL
>
> Syariat Tak Pernah Padam
>
> KETIKA pemilihan presiden putaran kedua digelar pada 20 September lalu,
> Ustad Ja'far Umar Thalib, 43 tahun, sedang mengajar santri-santrinya di
> Pondok Pesantren Ihya 'as Sunnah. Tak seorang pun penghuni pesantren yang
> berlokasi di Desa Degolan, Ngemplak, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, itu
> keluar untuk memberikan suara pada calonnya.
>
> Menurut Ketua Kelompok Pemungutan Pemilihan Suara Degolan, Suwarno, 70
> tahun, Ja'far tak pernah datang ke TPS, meski semua administrasi sudah
> beres. "Ini terjadi sejak pemilu tahun sebelumnya," tutur Suwarno. 
> Pesantren
> Ihya 'as Sunnah memiliki lima ustad dengan 54 santri. Total warganya 70
> orang. Dari jumlah itu, sebanyak 40 orang yang sudah punya hak suara.
>
> Di TPS 5 Degolan, tempat Ja'far mencoblos pada pemilu presiden putaran
> kedua, pasangan Susilo Bambang Yudhoyono(SBY)-Muhammad Jusuf Kalla meraih
> 119 suara. Megawati-Hasyim Muzadi mendapat 104 suara. Sebanyak 133 orang 
> tak
> menggunakan hak suaranya, termasuk komunitas pondok pesantren tempat 
> Ja'far
> menjadi pengasuhnya. Pada pemilu presiden putaran pertama, 5 Juli lalu,
> pasangan Mega-Hasyim menduduki urutan pertama, diikuti SBY-Kalla,
> Wiranto-Salahudin Wahid, Amien Rais-Siswono, dan paling bontot diduduki
> Hamzah-Agum.
>
> Ja'far memilih tak ikut mencoblos karena merasa tak bisa berharap banyak
> dari kandidat presiden yang ada. "Saya pesimistis dan tak bisa berharap
> banyak dari presiden terpilih untuk memberlakukan syariat Islam," ujarnya
> memberi alasan. Kartu pemilihnya digeletakkan saja di atas almari pakaian.
> "Untuk apa nyoblos kalau ideologinya saja sudah haram," kata Ja'far tegas.
> Baginya, pemilihan umum adalah bagian dari demokrasi buatan manusia.
> Padahal, masih kata Ja'far, ideologi selain Islam adalah haram.
>
> Dalam pandangan Ja'far, ideologi dan paham demokrasi yang sengaja diusung
> oleh Barat itu bertujuan melawan dan menghancurkan Islam. Demokrasi 
> sendiri,
> menurut Ja'far, akan segera hancur dan digantikan dengan Islam. "Tunggu 
> saja
> saat-saat kehancurannya. Tanda-tandanya sudah mulai kelihatan. Tak ada
> negara di dunia yang abadi dengan demokrasi," katanya mencoba 
> menganalisis.
> Baginya, hanya Islam yang akan melanggengkan dunia dan negara dari
> kehancuran. Ia mencontohkan Arab Saudi, meski tak menerapkan Islam
> sepenuhnya, negaranya aman dan sejahtera, serta bisa menjamin keadilan
> rakyatnya.
>
> Bagi mantan Panglima Laskar Jihad ini, paham selain Islam tak bisa 
> diterima.
> Ia yakin dan masih mempunyai obsesi suatu saat penerapan syariat Islam
> secara kaffah di Indonesia tercapai. "Saya akan tetap berjuang selama 
> hayat
> masih dikandung badan dan tidak akan pernah menyerah," katanya. Bagi 
> Ja'far,
> dan orang-orang yang sepaham dengannya, penerapan syariat Islam di 
> Indonesia
> adalah sebuah keharusan.
>
> Pasalnya, mayoritas penduduk Indonesia adalah Islam. Syariat Islam, lanjut
> Ja'far, memilih dan menempatkan keadilan secara sempurna. Meski tidak ada
> pemilihan presiden laiknya pemilihan umum, suara dan perwakilan umat Islam
> dan warga lainnya sudah diwakilkan pada ahlul halli wal aqdi, yang terdiri
> dari kalangan ulama, orang-orang saleh, dan mereka yang ikhlas.
>
> Para ahlul halli wal aqdi yang terpilih jelas bukan orang sembarangan.
> Mereka tak hanya teruji secara kemampuan, melainkan juga secara moral dan
> agama. "Jika konsep ini digunakan, dapat menghindari salah pilih wakil dan
> pejabat yang bukan ahli dan kemampuannya," katanya. Adapun umat di luar
> Islam, tambah Ja'far, tetap terlindungi karena hukumnya jelas.
>
> Mereka juga punya wakil di ahlul halli wal aqdi. Baginya, tak ada istilah
> darurat untuk menunda penerapan syariat Islam. Pasalnya, darurat hanya
> diperbolehkan kalau situasi dan kondisinya yang alamiah bukan buatan
> manusia. "Sementara ajakan berdemokrasi di Indonesia sengaja ada dan
> diadakan," katanya.
>
> Lalu, bagaimana sikapnya terhadap sesama muslim yang berjuang di jalur
> demokrasi dan berpolitik dengan mendirikan partai? "Saya tetap menjalin
> hubungan baik dan silaturahmi dengan mereka. Namun saya juga selalu
> memberikan tausiyah (pesan) bahwa demokrasi adalah akal-akalan manusia 
> Barat
> saja," katanya seraya menyunggingkan senyum. Sejauh ini, Ja'far pesimistis
> bahwa muslim yang berlaga di medan demokrasi bisa menegakkan syrariat 
> Islam
> dengan kaffah. "Sulit menegakkan syariah kalau negaranya masih 
> berdemokrasi.
> Meski tidak harus negara Islam, aturan negaranya harus syariah dulu atau,
> paling tidak, ada arah untuk menerapkan syariat Islam," paparnya.
>
> Ustad yang selalu berserban dan berbaju gamis ini mengaku, partai politik
> sebagai alat demokrasi hanya akan menjadi alat untuk melakukan politik
> praktis. Partai politik dan tokoh Islam yang sudah masuk partai dan terjun
> ke kancah demokrasi pasti akan terkontaminasi paham. "Akhirnya tidak akan
> pernah murni berjuang lagi menegakkan syariat Islam," tuturnya.
>
> Kalau sudah demikian, sikap parpol dan orang Islam pasti akan oportunis.
> "Kalau toh kini belum oportunis, karena belum dapat jatah," kata Ja'far.
> Kepada anak dan ketiga istrinya, ia melarang menggunakan hak pilihnya.
> Sedangkan para santri diberi kebebasan. Dalam prakteknya, tak satu pun
> santrinya yang keluar pondok untuk menyalurkan suara ke TPS terdekat.
>
> Meski tak bersetuju dengan demokrasi dan berjuang lewat politik praktis,
> silaturahmi dengan mereka yang memilih jalur ini tetap dilakukan. Ja'far
> menerapkan prinsip dakwah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW bahwa
> addinu-n-nasihah (agama itu nasihat). Ya, untuk beriman dan ikhlas
> untuk-Nya. Dengan prinsip dakwah seperti itu, pendekatan kepada 
> tokoh-tokoh
> yang dipandang dapat membikin perubahan yang signifikan bagi kehidupan
> bangsa dan negara ini terus dilakukan. Adapun inti nasihatnya yang selalu
> ditekankan adalah untuk kembali kepada Islam dan membangkitkan semangat
> komitmen terhadap Islam.
>
> Ja'far berpandangan bahwa kaum muslimin harus menaati penguasa, siapa pun
> penguasa itu. Dan menaati itu dalam perkara yang makruf, yang baik. Kepada
> para pemimpin negeri, ia memberi nasihat agar jangan berlarut-larut dalam
> berbagai kejahatan dan kezaliman. "Itu yang terus-menerus kami dakwahkan,"
> kata ayah 10 putra-putri ini.
>
> Orang-orang yang berpaham seperti Ja'far Umar Thalib itu tidak sedikit. Di
> Indonesia, ada puluhan ribu umat Islam yang punya paham seperti Ja'far.
> Mantan pejuang di Afghanistan ini menyebut komunitas itu sebagai salafi.
> Aktivitas mereka berdakwah dengan pola-pola yang pernah diajarkan oleh
> Rasulullah SAW dan para sahabatnya.
>
> Karena menolak demokrasi dengan segala perangkatnya, mereka jarang 
> terdengar
> kiprahnya di masyarakat. Mereka bekerja seperti warga negara lainnya. 
> Namun
> aktivitas dakwahnya lebih menonjol. Di mana pun berada, mereka membuat
> aktivitas dakwah di lingkungannya, baik itu berupa pesantren maupun
> lembaga-lembaga pendidikan yang memberantas buta huruf Al-Quran.
>
> Tapi, ketika pada April 2000 Ja'far Umar Thalib memimpin Laskar Jihad ke
> Ambon, republik ini geger. Dengan memakai serban, baju gamis, celana di 
> atas
> mata kaki, jenggot dipanjangkan, bersenjatakan pedang dan bedil seadanya,
> sekitar 2.000 anngota Laskar Jihad diterjunkan ke Ambon yang waktu itu
> sedang dilanda konflik horizontal. Tidak hanya itu, sedikitnya 700 
> personel
> Laskar Jihad juga diterjunkan ke Poso. Mereka terdiri dari beragam profesi
> dan latar belakang, dari ustad, mahasiswa, sampai pekerja kasar.
>
> Kehadiran mereka di medan laga itu memicu kontroversi berkepanjangan. Tapi
> Laskar Jihad yang merupakan sayap militer Forum Komunikasi Ahlu-Sunnah
> Wal-Jamaah (FKSWJ) itu punya argumen lain. "Sepanjang pemerintah tidak 
> mampu
> melindungi umat Islam di wilayah konflik, kami terpanggil untuk 
> membelanya,"
> begitu Ja'far Umar Thalib memberi pembenaran. Lalu mereka pun hadir di 
> medan
> konflik, tidak hanya untuk berperang, juga membangun masyarakat dengan
> cara-cara Islami.
>
> Komunitas Laskar Jihad di Ambon dan Poso mendirikan lembaga-lembaga
> pendidikan dan pelayanan kesehatan. Juga memberi pelajaran dan teladan
> bagaimana hidup secara Islam itu. Hal ini tampak, antara lain, tak lagi
> dibenarkannya membunuh musuh dengan cara-cara di luar kemanusiaan,
> melindungi anak-anak, perempuan, dan para manula, serta tidak menganggu
> rumah ibadah umat lain.
>
> Syariat Islam pun diterapkan di Ambon. Di wilayah muslim Ambon, tak ada 
> lagi
> peredaran minuman berakohol, pelacuran diberantas, perjudian ditutup. 
> Hukum
> rajam juga diberlakukan ketika anggota laskar memerkosa seorang warga.
> Kecaman pun bertubi-tubi dialamatkan kepada kelompok ini. Ja'far sempat
> diperiksa dan ditahan polisi dengan berbagai macam tuduhan, dari
> memberlakukan hukum di luar hukum positif nasional sampai tuduhan
> mencemarkan nama baik presiden ketika berpidato di Ambon. Setelah diproses
> di pengadilan, Ja'far lolos dari jeratan hukum.
>
> Munculnya Laskar Jihad yang tiba-tiba itu sempat membuat orang terkejut.
> Tapi, ketika pada 7 Oktober 2000 Ja'far mengumumkan dibubarkannya Laskar
> Jihad, masyarakat tak kalah terkejutnya. Ada apa gerangan? Kepada Gatra,
> Ja'far mengungkapkan bahwa mereka mendapat teguran keras dari Syekh Robi'
> bin Hadi al-Makdkhali, guru besar ilmu hadis di Universitas Islam Madinah,
> Arab Saudi. Menurut Ja'far, Syekh Robi' marah karena Laskar Jihad sudah
> dimanfaatkan oleh para tokoh politik Islam.
>
> Syekh Robi' menunjuk, misalnya, ketika FKSWJ mengadakan mukernas di Pondok
> Gede, Jakarta, 13 Mei 2000, tokoh-tokoh politik seperti Hamzah Haz (PPP),
> Hidayat Nur Wahid (PKS), dan Ahmad Sumargono (PBB) datang diundang dan
> berceramah. Juga tabloid Laskar Jihad yang menghadirkan orang-orang yang 
> tak
> mengerti tentang manhaj salafi ikut mengisi dan menulis di sini. Upaya
> klarifikasi sudah dilakukan, tapi tidak berhasil. Akhirnya, Laskar Jihad
> dibubarkan. Para aktivisnya kembali ke kehidupan normal, dan bekerja 
> seperti
> sediakala.
>
> Tapi perjuangan dan keteguhan Ja'far memberlakukan syariat Islam memang 
> tak
> pernah padam. Bahkan setelah Laskar Jihad dibubarkan, keyakinannya makin
> menjadi-jadi. "Islam sangat komplet mengatur dan mengontrol kehidupan
> manusia. Hukum buatan manusia tak akan pernah menyelamatkan manusia," kata
> Ja'far, seakan mengajak untuk berpikir ulang tentang sistem kenegaraan 
> yang
> kita pilih.
>
> Herry Mohammad dan Sujoko
> [Kontra-Demokrasi, Gatra Edisi Khusus Beredar 27 November 2004]
>
>
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia 
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> Read only the mail you want - Yahoo! Mail SpamGuard.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia 
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
> 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke