Dijamin hasilnya sebagian besar yang berpoligami...istrinya itu 
menarik & masih muda. Bagi yang mau berpoligami, tolong deh nikahi 
jada-janda aceh korban perang itu...:-). Betul kalau mau mengikuti 
sunnah rasul jangan sepotong-sepotong. Dapat dikatakan bahwa 
rasulullah berpoligami setelah istri pertamanya St. Khadijah wafat. 
Jadi, beliau juga seorang monogamis. Setelah menikahi St Aisyah, 
baru lah beliau berpoligami. Jadi, St aisyah merupakan istri 
tua/istri pertama dalam konteks poligami rasul. Perlu di catat 
bahwa "istri2 muda" beliau berusia lebih tua dari istri tuanya (St. 
Aisyah). Jadi,..kalau para pria mau berpoligami ala rasul...:-) cari 
istri muda yang umurnya lebih tua dari istri pertama.

Poligami itu menjadi rusak karena diaplikasikan oleh orang-orang 
yang hanya mementingkan hawa nafsu. 

--- In [EMAIL PROTECTED], Danardono HADINOTO 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Mungkin menarik, bila diadakan social research, ditumpu statistik, 
apakah isteri yang dinikahi sampai empat itu, rata2, berwajah yang 
menarik dan masih muda, ataukah, sejajar usia, dan tanpa melihat 
attraktivitas penampilan. Sebab, memang, yang membutuhkan bantuan 
terutama, adalah para janda yang ditinggal suami, dan harus 
menanggung anak2.
>  
> Salam
>  
> RM D Hadinoto
> 
> Oman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Sebenarnya sederhana saja mas dan mbak, kalau masalah poligami mau 
merujuk
> sama Rosullulooh SAW jangan sepotong-sepotong yaitu 
hanya "dibolehkan nikah
> empat kali" sesuai Rosulluloh SAW tetapi contoh persis sama plek 
yaitu
> peristri janda-janda tua yang umurnya diatas 40 tahun yang 
suaminya gugur
> dimedan perang syahid dan bertujuan untuk merawat dan menjaga 
kehormatan
> mereka.
> Sudah titik yang diluar itu berarti tidak mengikuti Rosullulloh 
Poligaminya
> alias ngarang-ngarang sendiri.
> Ada yang masih tertarik berpoligami????
> Regards,
> Oman
> ----- Original Message -----
> From: "Aman FatHa" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Wednesday, December 01, 2004 10:50 AM
> Subject: Re: [Kebangkitan_Bangsa] Dapur "Antipoligami"
> 
> 
> >
> > Artinya kalau ayah melarang makan udang bukan berarti menentang 
Tuhan yang
> > menghalalkan makanan itu, begitu kan mas?! "Kuluu min 
thayyibaati ma
> > razaqnaakum" juga jelas dalilnya bukan?! Apakah saya harus 
protest kepada
> > ayah dengan segala macam akidahnya, berargumen mendekati 
kekufuran,
> > dipengaruhi roh jahat, bisa ngga nanti mendebat Tuhan di alam 
barzakh dan
> > seterusnya.?! Makanya saya juga agak bingung ketika permasalahan 
seperti
> ini
> > seringkali dikomentari dengan cara pikir "logika". Uniknya lagi, 
bahkan
> > mereka yang "berkiblat" ke Saudi dan utamanya mengikuti Ibnu 
Taimiyah
> > mengharamkan "logika" tetapi pada prakteknya malah sering kali 
menggunakan
> > "logika" ini. Contoh sederhana, ketika si A bilang hitam, 
seringkali si B
> > yang memang sudah tidak senang dan tidak sependapat mengatakan 
itu artinya
> > tidak putih. Ya benar saja tidak putih, tapi tidak putih itu 
secara tidak
> > langsung mereduksi maksud hitam si A karena bisa saja kuning 
yang haram.
> > Untung sekali dalam cara pengambilan hukum ada ushul fiqih yang 
dengan
> tegas
> > dan jelas memberikan standard dan jenis-jenis apa yang dinamakan 
dengan
> > "Mafhum muwafaqah" dan "mafhum mukhalafah" dan tema-tema lainnya 
itu.
> >
> > Ketika saya mengomentari persoalan ini, saya mengajukan sebuah 
pertanyaan
> di
> > akhir email itu yang menurut saya sangat penting. memang 
huruf "Fa" kalau
> di
> > terjemahkan kedalam bahasa kita biasanya menggunakan 
kata "Maka". Sangat
> > sederhana!! Tapi coba anda buka sekian banyak tafsir kalau 
menginginkan
> > pendapat yang sudah jadi, atau mau lebih luas lagi bukalah lagi
> kitab-kitab
> > Nahwu, pembahasan Fa ternyata tidak cukup satu lembar dua 
lembar. Sama
> > halnya dengan Ba pada ayat Wudhu "Bi ruusikum" dalam bahasa 
indonesia ya
> > artinya "dengan" atau "di" atau "pada", tapi Syafi'i, Hanafi, 
Maliki dan
> > lain-lainnya semua berbeda dalam menetapkan hukumnya. Lalu 
bentuk mana
> yang
> > qath'i?
> >
> > Persoalan Qath'i juga tidak bisa dikatakan Qaht'i qath'i begitu 
saja
> karena
> > hanya terdapat dalam al-Qur'an atau al-Hadits. La sholata illa bi
> fatihatil
> > kitab kata hadits, tapi kata Hanafi tidak wajib al-Fatihah 
karena Faqra'u
> ma
> > tayassara minal Qur'an, apakah juga melanggar yang Qath'i? Yang
> berkompeten
> > untuk menjelaskan soal qath'i ini lebih diperlukan pencerahannya 
baik itu
> > qath'i dilalah atau qath'i tsubut dan segala macam bagiannya. 
Silahkan.
> >
> > Sebagaimana "logika" di atas, Mutaqin Hasan kok jauh-jauhnya ke 
soal
> > selingkuh?! Sekiranya bisa dijawab sendiri ajalah, karena memang 
tidak
> > membicarakan soal selingkuh saya kira, kenapa mesti dikaitkan 
kesana?!
> Coba
> > sampean gunakan logikanya begini aja, poligami aja mereka 
tentang apalagi
> > selingkuh! Dan saya kira mereka menentang poligami bukan minta
> di"logika"kan
> > bahwa mereka membolehkan atau bertoleransi wanita ganggu suami 
orang atau
> > berzinah di hotel-hotel kan? Memang moralitasnya harus 
ditanyakan dimana
> > diletakkan kalau sampai menyuruh yang begituan. Kalau mereka 
tidak
> > mendirikan Gerakan Anti Selingkuh ya yang lain dong.. persoalan 
yang
> penting
> > kan banyak seperti kata sampean dan memang begitu kenyataannya. 
Masa
> > tega-teganya kita bebankan kepada kelompok yang itu-itu juga.
> >
> > Seperti juga ratio wanita dan laki-laki itu sudah berbeda jauh, 
sudah saya
> > singgung sedikit dengan alasan sederhana, laki-laki yang belum 
nikah juga
> > banyak. Kalau sampean bawa data-data Amerika sejak tahun 80-an 
lagi ya
> > bagaimana dong? "Fazhfar bi dzatid din taribat yadak" ini 
dikemanakan?
> >
> > Secara riset sementara dalam pengalaman sederhana melihat dan 
menerima
> > curhat yang ada, poligami memang biang ketidakharmonisan 
keluarga dan juga
> > bukan biang ketidakharmonisan keluarga, Ha?! Artinya tidak 
berpoligami
> juga
> > bukan jaminan keharmonisan keluarga sebagaimana juga poligami 
bukan
> jaminan
> > kerharmonisan keluarga. Tak perlu saya ceritakan banyaknya 
wanita yang
> > "curhat" karena suami berpoligami dan betapa mereka tersiksa, 
tapi pada
> sisi
> > lain guru-guru dan guru-guru-gurunya guru-guru saya juga ada yang
> > berpoligami. Seperti Syaikh Syarwani Abdan Bangil beristri dua, 
kalau udah
> > jam berdentang pergantian waktu, dalam keadaan seberat apapun 
mesti
> > meninggalkan rumah menuju istri kedua. Syaikh Anang Sya'rani 
mufassir dan
> > muhaddits, saat keluar rumah istri pertama, tiba-tiba hujan 
deras, sang
> > istri tidak berani memanggil masuk atau mengasih payung 
sekalipun.
> menangis
> > aja melihat lewat jendela kuatir kalau suami tercinta sakit, 
tapi kalau
> > dipanggil masuk lagi ke rumah beliau akan marah besar.
> >
> > Intinya, dalam persoalan seperti ini, kenapa kita jauh-jauh 
beretorika
> > segala macam, apalagi menanyakan sesuatu yang sebenarnya tidak 
untuk
> dijawab
> > seperti pertanyaan mendebat tuhan segala di alam barzakh. 
Menyindir figur
> > dan individu apalagi mengarah pada caci dan cela, yang 
sebenarnya bagi
> saya
> > tidak pantas. Bahkan yang non-muslim sekalipun, siapa yang 
berani menjamin
> > dia akan islam atau tidak?!
> >
> > Ini tanpa basa-basi bisa saja dikatakan pembelaan kepada gerakan 
itu :)
> > menurut versi saya sebagai apresiasi terhadap perjuangan mereka 
ketika
> saya
> > sendiri terkadang tak mampu berbuat apa-apa ketika mendengarkan 
curhat
> > hingga menangis-nangis, apalagi saya sendiri belum menikah. 
Pendapat saya
> > yang tegas, anti-poligami pada kondisi tertentu, dan tidak 
menyalahkan
> yang
> > berpoligami pada kondisi tertentu pula sesuai dengan syarat-
syaratnya dan
> > saya akan menjawab sebaiknya tidak berpoligami dalam kondisi 
yang umum.
> > Begitu saja.
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: <[EMAIL PROTECTED]>
> > Sent: Tuesday, November 30, 2004 7:36 AM
> > Subject: Re: [Kebangkitan_Bangsa] Dapur "Antipoligami"
> > >
> > > Mas Mutaqin
> > > Apakah poligami selalu halal ???
> > >
> > > Ketika anda bertanya dengan istri anda dan kebetulan istri 
anda tidak
> > > keberatan
> > > , apakah ini berarti istri anda mengerti tentang syah atau 
tidaknya
> > > poligami.
> > > Seandinya istri anda cantik sekali , seandainya dikaya raya 
dan mengerti
> > > tentang
> > > poligami , maka ketika dia menikah dengan anda , istri anda 
akan meminta
> > > syarat
> > > kepada anda , istri anda akan bilang " mas anda boleh kawin 
dengan saya
> > > dengan
> > > syarat anda tidak boleh poligami "
> > > Ketika ada syarat tersebut apakah anda tetap berpoligami ???
> > >
> > > From: Mutaqin Hasan <mutaqinhasan @ yahoo.com> on 30/11/2004 
04:34:28
> GMT
> > > Assalamu'alaikum wrwb
> > >
> > > Terus terang saya tidak tertarik mendiskusikan apa yang 
dimaksud dengan
> > > "Perspektif Islam dulu dan sekarang". Aksi anti terhadap 
sesuatu yang
> > > memang
> > > Allah SWT telah halalkan memang patut disayangkan. Apalagi itu 
keluar
> dari
> > > isteri seorang tokoh dan "sang wali" dari NU dengan "klaim" 
gerbong 30
> > > juta
> > > ummat Islam. Saya hanya ingin mengingatkan bahwa Islam memang 
tidak
> > > mengajarkan
> > > untuk mudah mengkafirkan seseorang, namun kita juga diajarkan 
bahwa ada
> > > kriteria-kriteria tertentu yang dapat kita gunakan untuk 
menilai sikap
> > > seseorang
> > > apakah dia mengarah pada kekufuran atau tidak. Salah satu 
kriteria
> > > kekufuran itu
> > > ialah kalau kita sudah sangat mudah mengatakan apa yang haram 
dan halal
> > > semau
> > > wudhel kita sendiri. Baik itu karena kedegilan kita ataupun 
karena
> > > kedunguan
> > > kita terhadap hukum Allah. Poligami adalah salah satu 
contohnya.
> > >
> > > Bagi saya aksi ini tak lebih  aksi orang pengangguran yang 
kurang
> kerjaan.
> > > Yang
> > > besar karena warisan, faktor keturunan. Imam Syafi'i memang 
menyatakan
> > > pengangguran adalah salah satu penyakit yang berbahaya, karena 
ia mudah
> > > merontokkan potensi kebaikan siapapun dari dalam. Imam Syafi'i
> > > mengibaratkan
> > > penganggur sebagai air yang mampat. Sebaik apapun air itu jika 
ia tidak
> > > dialirkan maka ia akan busuk juga. Banyak bakterinya. Makanya 
jangan
> jadi
> > > pengangguran.
> > >
> > > Ya, jangan mau jadi pengangguran. Jangan mudah berkedok dan 
berlindung
> > > nama
> > > besar keturunan yang didapat hanya karena diwariskan. Nama 
besar kakek,
> > > ayah,
> > > keluarga tak kan membantu kredibilitas kita dimata orang-orang 
yang
> > > beriman.
> > > Boleh jadi saat kita begitu bangga dengan gelar Kyai, Wali, 
dan segala
> > > macam,
> > > kita hanya diperalat. Kita jadi alat oleh orang lain. Kita 
menjadi si
> > > dungu
> > > dengan jubah kaisar.
> > >
> > > Masih banyak pekerjaan lain yang tidak kalah pentingnya dari 
sekedar
> > > mengutak-atik masalah poligami yang sudah qoth'i ini. Kalaulah 
poligami
> > > ini
> > > dituduh sebagai perbudakan terhadap wanita, apakah selingkuh 
dengan
> wanita
> > > yang
> > > bukan isterinya itu bukan melakukan kejahatan terhadap wanita? 
Tapi koq
> > > tidak
> > > pernah ada Gerakan Anti Selingkuh oleh yang bersangkutan. Atau 
minimal
> > > Gerakan
> > > Anti Memangku Isteri Orang lah. Kalau poligami dituduh sebagai 
biang
> > > ketidakharmonisan keluarga, apakah dengan  monogami otomatis 
kita
> menjadi
> > > harmonis? Apakah sudah ada riset yang membuktikan kasus ketidak
> harmonisan
> > > lebih
> > > besar pada keluarga yang poligami dibanding dengan keluarga 
yang
> monogami?
> > > Apakah kalau tidak poligami lalu berzina (selingkuh) kita bisa 
harmonis?
> > > Kalau
> > > poligami dituduh sebagai biang tidak terbinanya anak kita, 
apakah
> monogami
> > > otomatis menyebabkan anak kita terurus dengan baik? Apakah 
anak SMP yang
> > > dicat
> > > rambutnya merah kuning dan mengundang kelompok musik 
luarnegeri lalu
> > > mencium!
> > > inya
> > > dengan segala birahi di Istana Negara itu anak hasil poligami 
atau
> > > monogami?
> > >
> > > Saya sudah menikah, dan saya tidak anti poligami. 
Alhamdulillah isteri
> > > saya pun
> > > pernah saya tanya tentang hal ini, dan ia tidak keberatan. 
Karena selain
> > > nash
> > > Qur'an yang menyatakan seperti itu, ia juga menyadari bahwa 
kalau
> seluruh
> > > dunia
> > > ini satu wanita mendapatkan satu pria, maka masih banyak 
wanita yang
> tidak
> > > menikah. Amerika tahun 1980an saja angkanya sudah 20 juta 
wanita yang
> > > tidak
> > > menikah jika satu wanita menikah dengan satu pria. Bukankah 
mereka juga
> > > punya
> > > hak untuk memiliki keturunan dan dicintai? Bukankah mereka 
juga punya
> > > syahwat?
> > > Atau apakah anda lebih bertoleransi jika mereka mengganggu 
suami orang
> dan
> > > berzina di hotel-hotel. Bagaimana jika itu terjadi pada anak 
anda, kakak
> > > perempuan anda, ibu anda, dan sebagainya? Dimana moralitas 
anda?
> > >
> > > Dan hanya kepada Allah lah kita kembalikan segala urusan.
> > >
> > > Wassalam
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > Anwar Deang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > Seharusnya kita melihat presfektif Islam dulu dan sekarang, 
saya tidak
> > > menentang
> > > dan tidak juga menyetujui poligami, namaun mari sama-sama kita 
berfikir
> > > jernih
> > > dan kembalikan permasalahan ini kepada pribadi masing-masing. 
Sebuah
> > > kelauarga
> > > adalah kumpulan antara Ayah, Ibu dan Anak, jadi sangatlah baik 
apabila
> > > kita
> > > mengambil sebuah keputusan dalam rumah tangga atas 
sepengetahuan
> komponen
> > > tersebut, lalu kita kembalikan lagi, relakan dua komponen 
tersebut bila
> > > komponen
> > > yang namanya Ayah memiliki mahluk yang namanya perempuan dan 
akan
> menjadi
> > > komponen Ibu yang kesekian dalam lingkup kehidupan mereka? 
Wallahu
> "alam.
> > > Saya yakin kelauarga sakinah mawa'dah warohmah adalah keluarga 
harmonis
> > > yang
> > > berpegang pada akidah Quran dan Hadits, jadi jelas undang-
undangnya.
> > > Dan perlu diingat lagi undang-undang Allah vonisnya bukan di 
dunia tapi
> di
> > > akhirat, kembalikan ke diri kita dan kita jadikan ruh titipan 
Ilahi ini
> > > menjadi
> > > mahluk yang bijak bestari.
> > >
> > > Husein Irawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > di akhir zaman sunnah Rasulullah akan rusak oleh
> > > orang-orang seperti ini.
> > > mereka mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah.
> > > Rasulullah, para sahabat, tabi'in, tabiut tabi'in, para
> > > ulama-ulama besar menghalalkan bahkan menjalankan
> > > poligami, tetapi orang-orang ini menolak, mengharamkan,
> > > bukankah ini tindakan sok pintar dan sok ngerti mengenai
> > > hukum Islam?
> > > Tindakan tersebut adalah sangat picik dan sempit karena
> > > hanya memandang dari sisi saja, bahkan hanya karena
> > > terpengaruh oleh kawan-kawan yang tidak jelas aqidahnya.
> > > Mau dibikin kayak apa sih Islam ini oleh mereka?
> > > Apa sudah merasa hebat bisa mengalahkan keutamaan para
> > > sahabat? apa sudah merasa sangat cerdas mengalahkan
> > > kecerdasan Imam Syafi'i? Apa sudah cukup alim layaknya
> > > Imam Malik? Apa sudah cukup faqih sefaqih Imam Abu
> > > Hanifah? Apa sudah jago ilmu hadits mengalahkan Imam AHmad
> > > bin Hambal?
> > > Koq berani-beraninya merubah hukum Allah!
> > >
> > >
> > > On Mon, 29 Nov 2004 18:48:03 +0700
> > >  "He-Man" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > >>
> > >>
> > >> http://suaramerdeka.com/harian/0411/29/nas22.htm
> > >>
> > >> SOSOK
> > >> Dapur "Antipoligami"
> > >>
> > >> Sinta Nuriyah SM/dok
> > >>
> > >> PENOLAKAN terhadap poligami membuat Sinta Nuriyah merasa
> > >>perlu bergerak.
> > >> Bersama sejumlah Aktivis Antikekerasan terhadap
> > >>Perempuan NU, dia
> > >> membuat dapur antipoligami khusus menyediakan makanan
> > >>bagi muktamirin.
> > >> Apa hubungannya poligami dengan dapur? Ternyata istri
> > >>Ketua Umum Dewan
> > >> Syuro PKB KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tersebut merasa
> > >>gerah dengan
> > >> makanan yang disediakan sebuah perusahaan katering.
> > >>
> > >> Sudah bukan rahasia lagi, pemilik bisnis waralaba
> > >>tersebut memang sosok
> > >> yang menganut poligami, yakni beristrikan empat.
> > >>Padahal, Sinta beserta
> > >> aktivis tersebut sangat keras menolak poligami. Sebab,
> > >>menurut pandangan
> > >> dia, poligami merupakan salah satu bentuk kekerasan
> > >>terhadap perempuan.
> > >> karena itu, sudah seharusnya secara kelembagaan NU tegas
> > >>menolaknya.
> > >>
> > >> ''Poligami setara dengan perbudakan yang juga telah
> > >>ditentang semua
> > >> manusia dan secara legal oleh PBB. Poligami sebagaimana
> > >>perbudakan,
> > >> seharusnya dihapuskan karena tidak sesuai dengan roh
> > >>spirit Islam yang
> > >> rahmatan lil 'alamin.'' Karena itu, dia sangat
> > >>menyesalkan sekaligus
> > >> menolak sajian katering dalam Muktamar Ke-31 NU. (Tim
> > >>SM-78j)
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>
> > >> Milis Keluarga Islami
> > >> Mewujudkan Keluarga yang Islami , Sakinah , Mawaddah wa
> > >>Rahmah
> > >> ARSIP DISKUSI :
> > >>http://groups.yahoo.com/group/keluarga-islami/messages
> > >> Kirim Posting : [EMAIL PROTECTED]
> > >> Berhenti      :
> > >>[EMAIL PROTECTED]
> > >> Bagi yang hendak merahasiakan identitas posting ke milis
> > >>kirimkan
> > >> e-mail anda ke
> > >>mailto:[EMAIL PROTECTED]
> > >> Milis Wanita Muslimah
> > >>mailto:[EMAIL PROTECTED]
> > >> Milis Anak Muda Islam [EMAIL PROTECTED]
> > >>
> > >> This mailing list has a special spell casted to reject
> > >>any
> > >> attachement...
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>
> > >> ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor
> > >>
> > >> --- PKB dari Ulama oleh Ulama untuk Umat ---
> > >>         Dulu 35 sekarang 3x5 = 15
> > >> --- Maju tak Gentar Membela Yang Benar ---
> > >>
> > >> Yahoo! Groups Links
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>
> > >
> > > =============================================
> > > Netkuis Instan untuk wilayah Bandung (kode area 022) - 
SD,SMP,SMA
> > > Berhadiah total puluhan juta rupiah... periode I dimulai 1 
April 2004
> > > =============================================
> > >
> > >
> > > --- PKB dari Ulama oleh Ulama untuk Umat ---
> > >         Dulu 35 sekarang 3x5 = 15
> > > --- Maju tak Gentar Membela Yang Benar ---
> > >
> > >
> > >
> > > Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
> > >
> > >
> > > ---------------------------------
> > > Yahoo! Groups Links
> > >
> > >   To visit your group on the web, go to:
> > > http://groups.yahoo.com/group/Kebangkitan_Bangsa/
> > >
> > >   To unsubscribe from this group, send an email to:
> > > [EMAIL PROTECTED]
> > >
> > >   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service.
> > >
> > >
> > >
> > > ---------------------------------
> > > Do you Yahoo!?
> > > Yahoo! Mail - You care about security. So do we.
> > >
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> > >
> > >
> > > --- PKB dari Ulama oleh Ulama untuk Umat ---
> > >         Dulu 35 sekarang 3x5 = 15
> > > --- Maju tak Gentar Membela Yang Benar ---
> > >
> > >
> > >
> > > Yahoo! Groups Sponsor
> > > Get unlimited calls to
> > >
> > > U.S./Canada
> > >
> > >
> > > ---------------------------------
> > > Yahoo! Groups Links
> > >
> > >   To visit your group on the web, go to:
> > > http://groups.yahoo.com/group/Kebangkitan_Bangsa/
> > >
> > >   To unsubscribe from this group, send an email to:
> > > [EMAIL PROTECTED]
> > >
> > >   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service.
> > >
> > >
> > >
> > > ---------------------------------
> > > Do you Yahoo!?
> > > Read only the mail you want - Yahoo! Mail SpamGuard.
> > >
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > --- PKB dari Ulama oleh Ulama untuk Umat ---
> > >         Dulu 35 sekarang 3x5 = 15
> > > --- Maju tak Gentar Membela Yang Benar ---
> > >
> > > Yahoo! Groups Links
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > --- PKB dari Ulama oleh Ulama untuk Umat ---
> > >         Dulu 35 sekarang 3x5 = 15
> > > --- Maju tak Gentar Membela Yang Benar ---
> > >
> > > Yahoo! Groups Links
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> >
> >
> >
> >
> >
> > --- PKB dari Ulama oleh Ulama untuk Umat ---
> >          Dulu 35 sekarang 3x5 = 15
> >  --- Maju tak Gentar Membela Yang Benar ---
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> 
> 
> 
> 
*********************************************************************
******
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-
india.uni.cc
> 
*********************************************************************
******
> 
_____________________________________________________________________
_____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> Yahoo! Groups Sponsor 
> Get unlimited calls to
> 
> U.S./Canada
> 
> 
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
> 
>    To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
>   
>    To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>   
>    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service. 
> 
> 
>               
> ---------------------------------
> Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 100MB kostenlosem Speicher
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke