Saya juga pernah punya pengalaman seperti ini, bahkan bukan cuma satu kali.
Tiga kali saya pergi ke singapura untuk berobat , yang terakhir dengan ibu
saya, dan tiga kali juga petugas - petugas ini mencegat saya.
Saya tidak tersinggung mereka menyangka saya TKI - tapi yang saya sesalkan
adalah sikap mereka yang jelas - jelas mau cari untung dari orang - orang
yang lemah.
Setiap kali mereka mencegat, saya selalu mengeluarkan kartu nama saya untuk
meyakinkan mereka bahwa saya bukan TKI, dan biasanya mereka terus meminta
maaf.
Tapi yang terakhir, yang benar -benar membuat saya marah,mereka terus
mencecar ibu saya ( mereka tidak percaya kalo dia benar - benar ibu saya,
menurut mereka bisa aja dia mengaku ibu saya dan saya menurut untuk menolong
dia, astaghfirullah...). Memangnya penampilan ibu - ibu setengah baya, lelah
sehabis perjalanan, itu pasti TKI dan membuat mereka bebas mengintimidasi ?!
Pada kali terakhir itu saya yang menuntut untuk bertemu dengan kepala
terminal dan minta dia meminta maaf atas kejadian itu. Kasihan sekali ibu
saya, bayangkan jika dia pergi seorang diri, pasti habis oleh manusia
-manusia korup itu.
Saya sampai mengata -ngatai mereka , bahwa uang yang didapat dengan cara
tidak halal pasti tidak akan jadi berkah, Insya Allah malah akan
mencelakakan mereka.
Untuk rekan -rekan, harap berhati - hati.
Jangan sampai terintimidasi oleh mereka, kalau kita berada di pihak yang
benar Tuhan pasti akan membantu.
Tapi bagaimana caranya menghentikan kejadian seperti ini ya ? Bagaimana
caranya supaya hukum bisa diterapkan dan mereka mendapat sangsi untuk
tindakan mereka itu.
----- Original Message -----
From: "mia amalia" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, November 06, 2004 9:20 AM
Subject: RE: [LayarKata-Network] Re: Mas Sony apa khabarnya?
>
hmmm ... terminal 8 ...
>
saya punya pengalaman buruk soal itu. ini terjadi maret
2002,
sepulang saya dari bangkok. saking 'terkesannya' saya dengan
kejadian ini saya
sampai menulis sebuah artikel dan berniat mengirimkannya ke
sebuah
majalah (which never happen because i love this city so
much). ini
artikelnya.
Selamat Datang di Jakarta
Pemimpin Redaksi tempat saya bekerja tahu betapa saya cinta
masakan
Thailand dan selalu berharap suatu saat bisa mengunjungi
negeri
itu.
Akhirnya sebagai hadiah ulang tahun ia menghadiahi saya
tiket pp ke
Bangkok
(sebenarnya bukan hadiah tapi pinjaman lunak yang boleh
dicicil
berapa saja dengan
term waktu tidak terbatas). Saya ambil cuti sepuluh hari,
lima
malam saya
habiskan di Bangkok, tiga malam di Chiang Mai, dua malam di
kereta
dalam
perjalanan Bangkok-Chiang Mai. Kebetulan teman yang saya
tumpangi
di Bangkok
adalah seorang editor di sebuah kantor berita asing, hingga
ia hanya
bisa
menemani saya pada hari pertama saja. Hari itu ia menemani
saya
keliling
Bangkok dengan cara termudah; naik sky train. Dengan modal
kartu
langganan
(abodemen) dan peta kecil rute perjalanan kereta, mulai hari
kedua
saya menjelajah Bangkok sendirian, aman, tak kurang suatu
apa. Tak
ada
sapaan mister atau bule seperti kalau orang asing jalan
sendirian
di
Jakarta .
Tadinya saya pikir karena wajah Asia saya, namun ketika saya
bertanya pada teman saya itu (ia berkebangsaan Australia) ia
mengaku
tidak
pernah mendapat perlakukan yang aneh selama di Bangkok,
tidak ada
harga yang
dimanipulasi atau taksi yang muter-muter.
Hari ketiga saya pergi ke Chiang Mai sendirian. Berangkat
dengan
kereta pukul tujuh malam, sampai pagi hari dengan selamat.
Selama
di
Chiang Mai saya selalu berjalan kaki dari losmen saya ke
pasar
malam yang
letaknya kira-kira 2 km pukul 7 hingga 10 malam, juga tak
pernah
kurang
suatu apa.
Sepulang dari Chiang Mai saya sampai di Bangkok pukul 3 pagi
dan
naik taksi dengan supir yang tak mengerti bahasa Inggris,
sampai
dengan
selamat dengan tarif yang wajar alias tidak dibawa
muter-muter.
Sampai di Bangkok
PD saya makin tinggi, saya mulai mencoba naik taxi river.
Tak
pernah
nyasar, selalu sampai dengan aman dan selamat di tempat
tujuan.
Alhasil saya
makin cinta dengan kota kecil yang semrawutnya hampir
seperti
Jakarta tapi
juga teratur dan friendly buat pendatang seperti saya.
Akhirnya
cuti sepuluh
hari habis sudah, kalau tahun sebelumnya ketika berkunjung
ke
Singapura saya
kembali dengan kerinduan pada semrawut dan bisingnya Jakarta
karena
begitu
>steril< kota Singa ini, kali ini saya pulang dengan janji
akan saya kunjungi kembali negara ini.
Tibalah saya di Bandara Internasional Sukarno Hatta. Saya
hirup
dalam-dalam udara Jakarta, saya nikmati bising dan
semrawutnya, saya
katakan
pada diri saya, Bersiaplah untuk kembali bekerja. Kau sudah
menikmati
masa liburan yang indah, kini saatnya kembali ke kehidupan
nyata! Tiba di pemeriksaan bea cukai seorang petugas
menyuruh saya
berdiri di
antrian yang lain. Saya bertanya kenapa, ia menjawab TKW
sebelah
sana. Saya
tersentak, sejenak terhina, Apa saya kelihatan seperti TKW?
Tapi lalu saya sadar TKW mungkin lebih mulia dari saya,
mereka pergi
ke
negeri orang mencari uang, menghasilkan devisa, sementara
saya
justru
> membuang uang. Akhirnya saya katakan saya bukan TKW.
Ia tidak > percaya lalu meminta KTP saya, saya berikan dan
saya
katakan saya
hanya pergi sepuluh hari jadi tidak mungkin saya bekerja di
sana.
Akhirnya dengan mengerutu ia membiarkan saya melewati
pemeriksaan
dan keluar
dengan bebas. Saya hampir saja melupakan insiden kecil yang
mengesalkan itu
ketika seorang pria mendekati saya dan bertanya saya akan
pulang
kemana. Saya
katakan, "Maaf, ada yang bisa saya bantu?", ia menjawab
dengan
kasar dan galak, "Saya yang mau bantu kamu!"
Tapi saya tidak butuh bantuan Anda, tolong tinggalkan saya!
" Hei, kamu TKW jangan macam-macam ya, saya panggil petugas
baru
tahu rasa!"
Oh, jadi ini perkaranya, mereka mengira saya TKW dan mencoba
memeras saya. Saya
melihat sekeliling, ada beberapa orang sejenis pria yang
menganggu
saya
memperhatikan sambil tersenyum mengejek, lalu sekilas saya
melihat
bapak petugas bea cukai masih memperhatikan saya dan
kemudian
menghilang
ketika saya tatap tajam. Darah saya sudah naik ke ubun-ubun,
"Dengar ya, saya bukan TKW, jadi tolong jangan ganggu saya,
kalau
memang mau
panggil petugas silakan, saya akan laporkan kalau Anda
mengganggu
saya!"
saya tinggalkan dia secepatnya, walau setelah itu saya
menyesal,
karena
dengan kalimat itu saya saya seolah setuju bila mereka
mengganggu
TKW.
Baru saya duduk dan hendak menghela napas atau
ketidaknyamanan
tadi, seorang petugas berseragam mendekati saya dan meminta
saya
pergi ke kantor
untuk menghadap atasannya. Saya kembali tersentak,
Untuk apa?, apa saya melakukan kesalahan?
"Bukan, ada laporan kalau anda TKW, jadi Asnda harus melapor
ke
kantor!"
" Ini keterlaluan. Dengar ya Pak, saya bukan TKW, saya
wartawan, saya
pergi ke Bangkok sepuluh hari
untuk berlibur bukan bekerja!
Lalu ia membentak saya dan meminta saya mengeluarkan KTP dan
paspor, ia meneliti dan sekali lagi saya
tegaskan profesi saya adalah wartawan. Ia menoleh ke
belakang,
sekilas saya
lihat petugas bea cukai dan pria yang tadi mengganggu saya
tersenyum
seolah mengejek,Rasain lu!
Petugas berseragam ini ngotot hendak membawa saya ke kantor
menemui
atasannya, saya juga ngotot tidak
Tidak mau.
"Untuk apa, Bapak kan sudah lihat KTP dan paspor saya. Sudah
jelaskan saya bukan TKW.?"
"Ya, justru itu, lebih baik Anda ikut saya menemui atasan
saya
untuk melapor bahwa Anda
bukan TKW!"
"Kenapa saya yang tidak salah yang harus melapor, kenapa
bukan
atasan Anda yang keliling memeriksa mana yang TKW mana yang
bukan
kalau
memang itu dirasa perlu. Kalo saya harus menemui atasan
Anda,
bagaimana
dengan ratusan orang lain di sini yang bukan TKW, kenapa
Bapak tidak
ajak mereka
semua untuk melapor, kenapa hanya saya?"
Si bapak petugas berseragam bengong melihat saya nyerocos,
beberapa
orang mulai berkerumun, beberapa
seolah memberi dukungan. Akhirnya saya minta KTP dan Paspor
saya.
Ia
ngotot minta saya ikut ke kantornya. Akhirnya saya putuskan
untuk
menelpon
pemred saya, saya nyerocos dalam bahasa Inggris (majalah
tempat
saya bekerja
adalah majalah bilingual) untuk membuat si petugas ciut
nyalinya.
Saya
minta pemred saya bicara pada petugas tadi, saya berharap
taktik
ini akan
membuatnya mundur, ternyata berhasil. Petugas menolak bicara
di
telpon dengan
pemred saya, ia mengembalikan KTP dan paspor saya sambil
menggerutu.
Penonton bubar
sambil bergumam, beberapa mendekati dan memuji keberanian
saya,
mereka mengira saya memang TKW yang melawan petugas yang
kerap
meminta
uang pada TKW yang baru pulang.
Saya berusaha menenangkan diri dengan menarik napas
dalam-dalam.
Sepuluh hari di negeri orang, sendirian, saya pulang tak
kurang
suatu apa.
Setengah jam pertama di negeri sendiri, pukul 11 siang,
beberapa
orang yang
sebangsa dengan saya mencoba menipu saya, di kota tempat
saya lahir
dan
tinggal.
Tiba-tiba saya merasa sangat lelah dan butuh liburan
kembali.
Maret 2002
>
>
> ;From: "sinergi_finance"
<[EMAIL PROTECTED]>
> ;Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>;To: [EMAIL PROTECTED]
>;Subject: [LayarKata-Network] Re: Mas Sony apa khabarnya?
>;Date: Sat, 06 Nov 2004 01:30:30 -0000
>;
>;
>;dear,
>;
>;kabar saya baik, baik banget...pemberdayaan perempuan?
hmmm...saya minta tolong ke mbak icha untuk memperjuangkan
di Komisi
8,
menghapus sistem jalur khusus penerimaan TKW luar negeri
(terminal
8?
atau berapa?). bedanya apa sih TKW sama orang-orang yang
balik dari
LN?
kenapa harus masuk terminal khusus? udah capek-capek jadi
pahlawan devisa, diperas dan diperkosa, eh sampai pulang di
pintu
bandara ;soekarno hatta pun masih ditipu dan diperas lagi.
Bisa kan?
>;
>;berat? nggak lah...kan anda sudah janji?
>;
>salam
>;
>Sony set.
> Janji? kita-kita di layarkata menunggu buktinya...oke?
>
--- In [EMAIL PROTECTED], marissa haque
[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Mas Sony yang baik,
>;
>Saya siap membantu rakyat, saya diletakkan oleh partai
>; di Komisi 8 -- Agama, Sosial, serta Pemberdayaan
> Perempuan. Apa yang saya dapat bantu supaya dekat
> denga rakyat? Tapi saya masih di Ohio sampai dengan
> tgl 22 November ini. Please keep in touch dengan saya.
> semoga saya dapat menjadi jembatan yang baik untuk
> rakyat Indonesia yang saya cintai.
>;
> Merdeka! and...PEACE
>;
> Wass, Icha (www.marissahaque.net)
>
>.
>
>
>
---------------------------------
Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" your
friends today! Download Messenger Now
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan.
Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali
sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan
dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
NOTICE
This email was sent from within the Reckitt Benckiser plc group of companies.
This email (and any attachments or hyperlinks within it) may contain
information that is confidential, legally privileged or otherwise protected
from disclosure. If you are not the intended recipient of this email, you are
not entitled to use, disclose, distribute, copy, print, disseminate or rely on
this email in any way. If you have received this email in error, please notify
the sender immediately by telephone or email and destroy it, and all copies of
it.
We have taken steps to ensure that this email (and any attachments) are free
from computer viruses and the like. However, it is the recipient's
responsibility to ensure that it is actually virus free. Any emails that you
send to us may be monitored for the purposes of ascertaining whether the
communication complies with the law and our policies.
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/