Pertama-tama kami menanggapi tulisan Saudara.

Apakah anda pernah mempelajari bagaimana Malaysia Yang Merupakan Negara
Islam ??? dan Bagaimana Mereka Bisa Menangkis Budaya yang tidak sesuai
dengan BANSANYA tampa melibatkan SARA ???

>Serangan budaya Barat terhadap kaum Muslim saat ini antara lain berwujud
kebebasan seksual (free sex), pergaulan bebas, pamer aurat di depan umum
=Bagaimana dengan Tari Perut Dari Negara2 Arab, sehingga para Remaja juga
sudah pada ikutan mode baju yang kelihatan perutnya ???

>Barat lalu memanfaatkan agen-agen mereka dari kalangan Islam, baik yang
sadar ataupun yang tidak sadar, untuk melancarkan serangannya itu.
 >Walhasil, serangan budaya Barat pada awalnya sebatas ide, tetapi pada
tahap selanjutnya sudah dalam bentuk aksi, baik secara pasif maupun aktif.
Secara pasif, misalnya, melalui penyebaran buku-buku, majalah-majalah, dan
film-film porno maupun yang "setengah" porno. Singkatnya, masyarakat secara
vulgar diberikan pemandangan dan tuntunan yang merusak.
= Apakah Anda ada Buktinya ??? kalau ada silakan dibukan dan kita akan rame2
menuntutnya. disamping itu Penerbitnya siapasih dan bintang filmnya siapasih
??? Wong kita jugakan ??

>Melalui ide ini, tidak mustahil, akan banyak kaum Muslim yang murtad;
= Bearti Iman mereka ngak kuat kan atau mereka meragukan Agamanya ?? Oleh
sebab itu Tugas dari Ulama untuk meningkatkan Iman dan Taqwa umatnya,
Bukannya anda trus menghalangi orang lain beribadah. Contoh, Kalau anda
sakit masak tetangga anda yang anda salahin dan suruh mereka pindah. Itu
namanya arogan dan Mengkambing hitamkan Agama lain karena ketidakmampuan
anda dalam meningkatkat Iman Mereka.
>akan banyak gereja dibangun berdampingan dengan masjid
= Katedral dibangun 5 Feb 1830 dan Istiqlal dibangun ....... baca sendiri
kutipan dibawah ini, dan Arsiteknya F SILABAN ( Orang Batak Bah )
Ketua Badan Pengelola Masjid Istiqlal H.Adang Syafaat ketika ditemui
Beritajakarta.com, mengatakan pemancangan batu pertama, sebagai tanda
dimulainya pembangunan Masjid Istiqlal oleh Presiden pertama RI Soekarno
pada tanggal 24 Agustus 1961. Sebagai pemenang pertama pembuatan gambar
maket Mesjid adalah arsitek F Silaban, yang kemudian bertugas membuat desain
Istiqlal. Kemudian dilanjutkan oleh pemerintah Orde Baru. Tanggal 22
Pebruari 1978 Presiden Soeharto meresmikan penggunaan dan pemanfaatan Masjid
Istiqlal.

= Kenapa dulu kerukunan beragama bisa terjadi dan sekarang berantakan ????

Kami juga ingin bertanya pada saudara, Kenapa Negara2 Arab masih berhubungan
Business dengan Negara Barat . Anda tahu tidak siapa Investor terbesar di
Arab Saudi ?Major Foreign Investor= U.S.A., Japan, United Kingdom,
Switzerland, France, Germany ( sumber :
http://www.the-saudi.net/saudi-arabia/investment_climate.htm ) ?? dan kenapa
mereka tidak teriak2 seperti apa yang anda tuliskan.

Perlu saudara Mengetahui, bahwa Negara dan Bangsa ini dibangun oleh SARA
yang berbeda-beda, kami cuma ingin bertanya, Apakah anda Setuju kalau Negara
Ini Pecah Menjadi Negara Bali, Negara Batak, Negara Manado, Negara Papua,
Negara Ambon, Negara NTB ???

salam
budiman
----- Original Message ----- 
From: "puskim puskim" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; "Chae"
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; "Seno Pradono" <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, December 02, 2004 3:38 PM
Subject: [ppiindia] Mewaspadai Propaganda Kebebasan

Mewaspadai Propaganda Kebebasan

Buletin Edisi 1 1

Paling tidak, ada dua fenomena sosial dan keagamaan mutakhir, yang sejatinya
mengusik rasa keberagamaan kita sebagai Muslim. Pertama, yang terkait dengan
kebebasan berekspresi, yakni munculnya film Virgin (Ketika Keperawanan
Dipertanyakan). Film ini menggambarkan fenomena sebagian anak-anak "abege"
di Jakarta yang berani melakukan hal-hal yang tidak pantas, yang melanggar
norma budaya, bahkan agama sekalipun, hanya sekadar untuk mengumpulkan uang
untuk memenuhi kebutuhan konsumtifnya dalam bergaul. Di film Virgin banyak
adegan-adegan atau ucapan-ucapan yang tak pantas dilakukan oleh para remaja
yang masih berstatus pelajar SMU. Masalahnya, gambaran itu dipertontonkan
secara vulgar; entah lewat bahasa visual maupun verbal, seperti adegan Ketie
(salah seorang tokoh utama dalam film ini) yang ingin melepas keperawanannya
dengan seorang om-om di sebuah toilet mal. Parahnya, Ketie pun gembira
setelah melepas keperawanannya. (www.kafegaul.com, 10/11/2004).

Itu hanya salah satu contoh. Masih banyak adegan vulgar dan memuakkan
lainnya yang ditampilkan dalam film ini. Meski menurut produser dan
sutradaranya film tersebut sekadar ingin memotret realitas sosial yang
terjadi di kalangan remaja, yang pasti, propaganda kebebasan berekspresi dan
berperilaku tampak menonjol dalam film ini; tidak jauh berbeda dengan
kebanyakan film-flm atau sinetron-sinetron yang beredar di tengah-tengah
masyarakat saat ini.

Kedua, yang terkait dengan kebebasan beragama, yakni munculnya kembali
desakan dari sejumlah tokoh non-Muslim, khususnya kalangan Kristiani, kepada
Pemerintah untuk mencabut Surat Keputusan Bersama (SKB) Dua Menteri, yakni
Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri, Nomor 01/BER/mdn-mag/1969 mengenai
aturan pembangunan rumah ibadah. Pasalnya, selama ini SKB tersebut dianggap
telah melanggar HAM dan menghambat kebebasan beragama. Hal ini antara lain
disampaikan Komite Perjuangan Rakyat (KPR) kepada pers, Jumat (26/11), oleh
Habiburokhman (Koordinator KPR) dan Pdt. Stephard Supit (Sekretaris KPR).
(www.kompas.com, 29/11/2004).

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Sekretaris Hubungan Agama dan
Kepercayaan, Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Benny Susetyo kepada
Sinar Harapan, Kamis (18/11) di Jakarta.





Kebebasan Berekspresi: Serangan Budaya

Jika kita cermati, fenomena kebebasan berekspresi, yang antara lain
dipropagandakan lewat film-film seperti Virgin, Buruan Cium Gue, Ada Apa
Dengan Cinta?, Eiffel. I'm in Love, Asyiknya Pacaran, dan yang sejenisnya
sebetulnya tidak lebih merupakan serangan budaya Barat terhadap kaum Muslim.
Memang, dalam konteks film-film tersebut, Barat bukanlah pelakunya secara
langsung, tetapi sebagai "inspirator". Sebab, kebebasan berekspresi, yang
antara lain dipropaganda lewat film-film itu, tidak lain merupakan buah dari
demokrasi, sedangkan demokrasi sendiri bersumber dari ideologi sekularisme
yang dianut sekaligus dipropagandakan masyarakat Barat. Hanya saja, Barat
lalu memanfaatkan agen-agen mereka dari kalangan Islam, baik yang sadar
ataupun yang tidak sadar, untuk melancarkan serangannya itu.

Serangan budaya Barat terhadap kaum Muslim saat ini antara lain berwujud
kebebasan seksual (free sex), pergaulan bebas, pamer aurat di depan umum,
hedonisme, permissivisme, dan segudang budaya sesat lainnya. Semua itu
antara lain diprogandakan lewat film-film di layar lebar maupun di layar
kaca (tv).

Serangan budaya Barat ini, disadari atau tidak, bertujuan untuk
menghancurkan-secara sistematis-kepribadian kaum Muslim. Mula-mula,
hukum-hukum Islam yang terkait dengan kehormatan kaum Muslim disimpangkan.
Misal, jilbab dianggap budaya Arab, bukan tuntutan syariat. Lalu Muslimah
yang berkerudung dan berjilbab dianggap kuno dan kolot. Setelah itu,
kebebasan berbusana yang memamerkan aurat dianggap modern dan maju.
Selanjutnya digulirkanlah ide kebebasan berekspresi. Seks bebas dan
pergaulan bebas adalah salah satu hasilnya.

Walhasil, serangan budaya Barat pada awalnya sebatas ide, tetapi pada tahap
selanjutnya sudah dalam bentuk aksi, baik secara pasif maupun aktif. Secara
pasif, misalnya, melalui penyebaran buku-buku, majalah-majalah, dan
film-film porno maupun yang "setengah" porno. Singkatnya, masyarakat secara
vulgar diberikan pemandangan dan tuntunan yang merusak.

Sedangkan secara aktif, kita menyaksikan banyak public figure secara tidak
langsung mengajak masyarakat untuk berbuat dosa. Mereka berpakaian dan
berperilaku tidak islami bukan hanya di sinetron atau di film, namun juga
dalam kehidupan sehari-hari. Akibatnya, masyarakat kita tidak hanya disuguhi
pornografi, tetapi juga pornoaksi; bukan hanya di panggung-panggung hiburan,
tetapi juga di mal-mal, di pasar-pasar, bahkan di kampus-kampus.

Jika kondisi ini dibiarkan secara terus-menerus maka bisa dipastikan akan
terjadi kerusakan iman, kebejatan moral, dan meningkatnya tindakan
kriminalitas di kalangan kaum Muslim. Kita bisa menyaksikan betapa banyak
seorang bapak memperkosa anaknya, seorang anak memperkosa ibunya, maraknya
aborsi akibat hamil di luar nikah, suburnya perselingkuhan, dan fenomena
menyimpang lainnya. Semua itu disebabkan masyarakat disuguhi pornografi dan
pornoaksi secara terus-menerus, yang mengakibatkan mereka lepas kendali.
Sungguh, ini adalah tragedi kemanusiaan yang luar biasa, yang tidak hanya
menimpa kaum Muslim saja, tetapi juga seluruh umat manusia.

Mengapa semua ini terjadi? Minimal ada tiga unsur yang mempengaruhi fenomena
di atas. Pertama, dari sisi pelaku. Baik artis, sutradara, maupun para
pelaku film lainnya telah termasuki paham sesat Barat berupa kebebasan
berekspresi yang bersumber dari demokrasi. Mereka beranggapan, apa yang
telah mereka lakukan tidak melanggar HAM, karena tidak ada yang dirugikan
secara material. Mereka juga beranggapan, bahwa semua itu adalah seni.
Selain itu adalah alasan ekonomi (bisnis). Mereka melakukan semua itu demi
uang, tanpa peduli apakah yang dilakukannya itu halal ataukah haram; apakah
berakibat baik atau buruk bagi masyarakat.

Selain itu, mereka juga beralasan bahwa mereka sekadar memotret realitas
sosial yang ada di masyarakat. Free sex, pergaulan bebas, dan budaya hewani
lainnya menurut mereka-diakui ataupun tidak-adalah fenomena yang terjadi di
masyarakat. Padahal sebenarnya, meski fenomena itu ada, itu bukanlah gejala
umum di masyarakat. Itu semua adalah penyimpangan yang dilakukan oleh
sebagian masyarakat di lapisan tertentu masyarakat saja. Artinya, semua itu
adalah realitas yang jauh dari masyarakat; ia hanyalah penyakit sosial.
Sayangnya, penyakit sosial itulah yang justru ingin disebarkan oleh mereka
melalui pornografi dan pornoaksi kepada kaum Muslim.

Kedua, diamnya masyarakat. Para penggagas ide kebebasan berekspresi dan
berperilaku biasanya berlindung di balik jargon demokrasi. Ketika mereka
menyuguhkan pornografi atau pornoaksi, mereka cukup berkata, "Biarlah
masyarakat yang menilai, karena masyarakat sekarang sudah dewasa."

Celakanya, meski sebagian besar masyarakat tidak setuju terhadap fenomena di
atas, mereka diam. Jangankan melakukan aksi menentang keberadaan fenomena di
atas, sekadar berkomentar dengan nada sinis saja tidak bisa. Sikap diam
masyarakat ini akhirnya dijadikan pembenaran oleh penggagas ide sesat di
atas sebagai 'tanda setuju' terhadap apa yang mereka lakukan, karena tidak
ada protes apalagi pemboikotan.

Ketiga, dukungan pemerintah. Pemerintah, secara sadar atau tidak, justru
menjadi pendorong utama bagi tumbuh-suburnya penyimpangan sosial di atas.
Betapa tidak? Pemerintah telah mengadopsi demokrasi dan HAM sebagai
mainstream (arus utama) dalam menata negeri ini. Sebagaimana kita ketahui,
yang menjadi alasan utama para penggagas dan pelaku penyimpangan sosial di
atas adalah demokrasi dan HAM. Dari sinilah kita bisa mengerti mengapa
pemerintah tidak bisa melarang bahkan menghapus praktik-praktik sesat di
atas.



Kebebasan Beragama: Serangan Akidah

                Kebebasan beragama sesungguhnya adalah serangan Barat
terhadap kaum Muslim dari sisi akidah. Melalui ide kebebasan beragama,
setiap orang bukan saja dibiarkan untuk memilih agama, tetapi juga untuk
tidak beragama. Melalui ide ini, seorang Muslim tidak boleh
dihalangi-halangi untuk murtad dan memeluk agama lain. Melalui ide ini pula,
orang-orang non-Muslim, seperti Kristiani, tidak boleh dihalang-halangi
untuk membangun rumah peribadatan di tengah-tengah masyarakat yang mayoritas
Muslim. Karena itu, bagi para penganut kekebasan beragama, SKB Dua Menteri
di atas dianggap melanggar HAM dan demokrasi, diskriminatif, dan menghambat
kebebasan beragama.

                Dari fenomena di atas, ide kebebasan beragama ini jelas
sangat berbahaya bagi kaum Muslim. Melalui ide ini, tidak mustahil, akan
banyak kaum Muslim yang murtad; akan banyak gereja dibangun berdampingan
dengan masjid; akan banyak kaum Muslim melakukan doa bersama, merayakan
Natalan bersama; dll. Semua ini jelas mengancam akidah kaum Muslim sehingga
mengakibatkan semakin lunturnya keimanan mereka. Justru, fenomena seperti
inilah yang diharapkan oleh Barat. Ketika keimanan kaum Muslim semakin
luntur karena tercerabut dari akarnya, mereka tidak akan lagi berpegang
teguh dengan syariat mereka, syariat Islam. Ketika mereka tidak lagi
berpegang teguh dengan syariat Islam, akan semakin mudah bagi Barat untuk
menguasai mereka, bahkan menghancurkan mereka. Sebaliknya, dengan itu semua,
akan semakin sulit kaum Muslim untuk bangkit dalam upaya mereka meraih
kembali posisi sebagai khair ummah (umat terbaik). Inilah yang sebetulnya
dikehendaki Barat.



Seruan

Wahai kaum Muslim,

Marilah kita bersama-sama menghadapi serangan Barat yang berupaya untuk
menghancurkan Islam. Kita tidak boleh berdiam diri. Sebab, jika demikian,
kita akan dianggap menyetujui mereka walau kita sebenarnya menolak. Bukankah
Rasul saw. telah bersabda:



����� ����� �������� ��������� ��������������� �������� ������ ����
���������� ������������� ������ ���� ���������� ������������ ��������
�������� ������������

Siapa saja yang melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tangannya; jika
tidak mampu, dengan lisannya; jika masih tidak mampu, dengan kalbunya. Itu
adalah selemah-lemahnya iman. (HR Muslim).



Oleh karena itu, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengubur gagasan
dan sistem demokrasi yang dianut oleh negara dan sebagian masyarakat,
sekaligus menggantinya dengan sistem Islam. Marilah kita menata hidup kita
berlandaskan syariat Islam yang bersumber dari Pencipta kita, Allah SWT,
bukan dari hawa nafsu manusia.



Wahai para ulama,

Sungguh, Anda adalah para pewaris nabi; pewaris bagi upaya tegaknya syariat
Islam. Bukankah Rasul saw. dan para nabi yang lain mencurahkan segenap
hidupnya bagi tegaknya syariat Islam? Persoalan umat bukanlah hanya seputar
masalah ibadah ritual semata. Sungguh, persoalan di atas tidak kalah penting
dengan masalah ibadah ritual. Untuk itu, sudah selayaknyalah Anda senantiasa
lantang menyerukan syariat Islam. Sebab, syariat Islam adalah solusi bagi
kehidupan. Hanya dengan syariat Islamlah semua persoalan kita akan dapat
diatasi.



Wahai para penguasa,

Sungguh, menjaga akidah umat, menerapkan syariat Islam, dan menciptakan
nuansa kehidupan Islam adalah tugas dan tanggung jawab Anda. Untuk itu,
sudah sepatutnya, dengan kekuatan yang ada di tangan Anda, Anda segera
menegakkan sistem Islam dengan cara menerapkan syariat Islam secara total
dalam seluruh aspek kehidupan, bukan malah terus mempertahankan sistem
sekular yang bersumber dari Barat, yang sudah terbukti banyak menimbulkan
kerusakan.

Untuk itu, marilah kita semua kembali pada aturan-aturan Allah, bukan malah
terus berpaling darinya. Sebab, Allah SWT telah berfirman:



[������ �������� ���� ������� ������� ���� ��������� ������� ������������
������ ������������ �������]

Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku, sesungguhnya baginya
penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada Hari Kiamat
dalam keadaan buta. (QS Thaha [20]: 124).



Wall�hu a'lam bi ash-Shaw�b. []





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke