Mudah-mudahan petugas-petugas yang sewenang wenang itu sudah di mutasi ke tempat yang lebih bermatabat, sehingga tidak lagi melakukan hal-hal yang "tidak bermartabat" lagi. Kalaupun bapak-pabak masih bertugas di sana, tolonglah, saudara2 kita yang telah berjuang mencari nafkah , bersusah payah di negri orang, mereka itu pahlawan devisa yang harus kita hormati. Aku sendiri mengalami perlakuan yang sama dan menyebalkan ketika tiba dari liburan di Bangkok bulan Mei 2002. Cara mereka bertanya apakah kita rombongan TKW atau bukan pun seperti polisi yang menginterogasi penjahat yang baru ditangkap, caranya sangat tidak sopan, kasar sekali . Aku langsung sewot, (bukan karena aku bukan rombongan yang baru datang dari Saudi atau tempat lainnya), CARA nanya nya itu lhoooooooo . Trus kebayang cerita orang tentang perlakuan petugas ke para TKW yang tidak manusiawi.. Aku cepat2 lihatin sobekan ticket PP, dan bicara sejelas-jelasnya jadwal perjalanan lalu pergi dengan tergesa-gesa dan berhasil keluar dengan selamat.
Belum lagi Taxi liarnya,...... wahhhhhhhhhhhhhh Kalau mo pergi ke luar , aku mikir-mikir dulu kalau mesti ngelewatin Sukarno Hatta , Trauma Sophia Isadora - Phie <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Nice Article dari milis sebelah, buat bapak-bapak petugas bea cukai di bandara yang sewenang-wenang! From: "Heri Hendrayana" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Mon Nov 8, 2004 9:59 am Subject: marissa/Re: [LayarKata-Network] Re: Mas Sony apa khabarnya? marisa haq jadi angota dpr? kata aa gym, jangan hanya presiden kita aja yang dikritik selama 100 hari. tapi, kinerja dpr juga mesti disamain. kita lihat kinerjanya selama 100 hari. kalo nggak becus, suuh agnkat kopor saja. Pergantian paruh waktu kan bisa dimaksimalkan. saya pernah liha marisa di tv. saya pikir doi lagi maen sinetron. wah, sinetron apa ini? saya lihat settingnya di senayan... hoho... ternyata dia jadi saksi untuk pemilihan ketua dpr, ya.... soni, lu coba deh terbang ke bagnkok. lu lagi banyak duit kan. hehehee... yg diomongin mia amalia itu benr. pernah gue ngekhayal. moga2 ada yg ngebom bandara soekarno-hatta. supaya para pgawai yg kerja disana di restrukturisasi semua. bangsa kita ini bangsa pendosa. beraninya mendzholimi rekannya sendiri. mereka pikir, para tkw itu bodoh semua. mestinya mia melakukan tindakan yang kontroversial waktu itu. langsung dikungfu aja itu petugas..... sampai hari ini, saya itu masih ogah2an ke bandara soekarno-hatta. kasihan para proklamator kita itu. namanya yang harum dikotori ulah2 korup dan mental cecunguk para petugas di bandara... astahgfirullah... ini puasa... kok, marah2 melulu. ok, selamat berjuang, marissa. jangan kelamaan di ohio. jangan banyak cuti, ya... sekarang anda digaji rakyat, bukan dibayar PH, hehehe... tetap semangat gg ----- Original Message ----- From: "mia amalia" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Saturday, November 06, 2004 9:20 AM Subject: RE: [LayarKata-Network] Re: Mas Sony apa khabarnya? > hmmm ... terminal 8 ... > saya punya pengalaman buruk soal itu. ini terjadi maret 2002, sepulang saya dari bangkok. saking 'terkesannya' saya dengan kejadian ini saya sampai menulis sebuah artikel dan berniat mengirimkannya ke sebuah majalah (which never happen because i love this city so much). ini artikelnya. Selamat Datang di Jakarta Pemimpin Redaksi tempat saya bekerja tahu betapa saya cinta masakan Thailand dan selalu berharap suatu saat bisa mengunjungi negeri itu. Akhirnya sebagai hadiah ulang tahun ia menghadiahi saya tiket pp ke Bangkok (sebenarnya bukan hadiah tapi pinjaman lunak yang boleh dicicil berapa saja dengan term waktu tidak terbatas). Saya ambil cuti sepuluh hari, lima malam saya habiskan di Bangkok, tiga malam di Chiang Mai, dua malam di kereta dalam perjalanan Bangkok-Chiang Mai. Kebetulan teman yang saya tumpangi di Bangkok adalah seorang editor di sebuah kantor berita asing, hingga ia hanya bisa menemani saya pada hari pertama saja. Hari itu ia menemani saya keliling Bangkok dengan cara termudah; naik sky train. Dengan modal kartu langganan (abodemen) dan peta kecil rute perjalanan kereta, mulai hari kedua saya menjelajah Bangkok sendirian, aman, tak kurang suatu apa. Tak ada sapaan mister atau bule seperti kalau orang asing jalan sendirian di Jakarta . Tadinya saya pikir karena wajah Asia saya, namun ketika saya bertanya pada teman saya itu (ia berkebangsaan Australia) ia mengaku tidak pernah mendapat perlakukan yang aneh selama di Bangkok, tidak ada harga yang dimanipulasi atau taksi yang muter-muter. Hari ketiga saya pergi ke Chiang Mai sendirian. Berangkat dengan kereta pukul tujuh malam, sampai pagi hari dengan selamat. Selama di Chiang Mai saya selalu berjalan kaki dari losmen saya ke pasar malam yang letaknya kira-kira 2 km pukul 7 hingga 10 malam, juga tak pernah kurang suatu apa. Sepulang dari Chiang Mai saya sampai di Bangkok pukul 3 pagi dan naik taksi dengan supir yang tak mengerti bahasa Inggris, sampai dengan selamat dengan tarif yang wajar alias tidak dibawa muter-muter. Sampai di Bangkok PD saya makin tinggi, saya mulai mencoba naik taxi river. Tak pernah nyasar, selalu sampai dengan aman dan selamat di tempat tujuan. Alhasil saya makin cinta dengan kota kecil yang semrawutnya hampir seperti Jakarta tapi juga teratur dan friendly buat pendatang seperti saya. Akhirnya cuti sepuluh hari habis sudah, kalau tahun sebelumnya ketika berkunjung ke Singapura saya kembali dengan kerinduan pada semrawut dan bisingnya Jakarta karena begitu >steril< kota Singa ini, kali ini saya pulang dengan janji akan saya kunjungi kembali negara ini. Tibalah saya di Bandara Internasional Sukarno Hatta. Saya hirup dalam-dalam udara Jakarta, saya nikmati bising dan semrawutnya, saya katakan pada diri saya, Bersiaplah untuk kembali bekerja. Kau sudah menikmati masa liburan yang indah, kini saatnya kembali ke kehidupan nyata! Tiba di pemeriksaan bea cukai seorang petugas menyuruh saya berdiri di antrian yang lain. Saya bertanya kenapa, ia menjawab TKW sebelah sana. Saya tersentak, sejenak terhina, Apa saya kelihatan seperti TKW? Tapi lalu saya sadar TKW mungkin lebih mulia dari saya, mereka pergi ke negeri orang mencari uang, menghasilkan devisa, sementara saya justru > membuang uang. Akhirnya saya katakan saya bukan TKW. Ia tidak > percaya lalu meminta KTP saya, saya berikan dan saya katakan saya hanya pergi sepuluh hari jadi tidak mungkin saya bekerja di sana. Akhirnya dengan mengerutu ia membiarkan saya melewati pemeriksaan dan keluar dengan bebas. Saya hampir saja melupakan insiden kecil yang mengesalkan itu ketika seorang pria mendekati saya dan bertanya saya akan pulang kemana. Saya katakan, "Maaf, ada yang bisa saya bantu?", ia menjawab dengan kasar dan galak, "Saya yang mau bantu kamu!" Tapi saya tidak butuh bantuan Anda, tolong tinggalkan saya! " Hei, kamu TKW jangan macam-macam ya, saya panggil petugas baru tahu rasa!" Oh, jadi ini perkaranya, mereka mengira saya TKW dan mencoba memeras saya. Saya melihat sekeliling, ada beberapa orang sejenis pria yang menganggu saya memperhatikan sambil tersenyum mengejek, lalu sekilas saya melihat bapak petugas bea cukai masih memperhatikan saya dan kemudian menghilang ketika saya tatap tajam. Darah saya sudah naik ke ubun-ubun, "Dengar ya, saya bukan TKW, jadi tolong jangan ganggu saya, kalau memang mau panggil petugas silakan, saya akan laporkan kalau Anda mengganggu saya!" saya tinggalkan dia secepatnya, walau setelah itu saya menyesal, karena dengan kalimat itu saya saya seolah setuju bila mereka mengganggu TKW. Baru saya duduk dan hendak menghela napas atau ketidaknyamanan tadi, seorang petugas berseragam mendekati saya dan meminta saya pergi ke kantor untuk menghadap atasannya. Saya kembali tersentak, Untuk apa?, apa saya melakukan kesalahan? "Bukan, ada laporan kalau anda TKW, jadi Asnda harus melapor ke kantor!" " Ini keterlaluan. Dengar ya Pak, saya bukan TKW, saya wartawan, saya pergi ke Bangkok sepuluh hari untuk berlibur bukan bekerja! Lalu ia membentak saya dan meminta saya mengeluarkan KTP dan paspor, ia meneliti dan sekali lagi saya tegaskan profesi saya adalah wartawan. Ia menoleh ke belakang, sekilas saya lihat petugas bea cukai dan pria yang tadi mengganggu saya tersenyum seolah mengejek,Rasain lu! Petugas berseragam ini ngotot hendak membawa saya ke kantor menemui atasannya, saya juga ngotot tidak Tidak mau. "Untuk apa, Bapak kan sudah lihat KTP dan paspor saya. Sudah jelaskan saya bukan TKW.?" "Ya, justru itu, lebih baik Anda ikut saya menemui atasan saya untuk melapor bahwa Anda bukan TKW!" "Kenapa saya yang tidak salah yang harus melapor, kenapa bukan atasan Anda yang keliling memeriksa mana yang TKW mana yang bukan kalau memang itu dirasa perlu. Kalo saya harus menemui atasan Anda, bagaimana dengan ratusan orang lain di sini yang bukan TKW, kenapa Bapak tidak ajak mereka semua untuk melapor, kenapa hanya saya?" Si bapak petugas berseragam bengong melihat saya nyerocos, beberapa orang mulai berkerumun, beberapa seolah memberi dukungan. Akhirnya saya minta KTP dan Paspor saya. Ia ngotot minta saya ikut ke kantornya. Akhirnya saya putuskan untuk menelpon pemred saya, saya nyerocos dalam bahasa Inggris (majalah tempat saya bekerja adalah majalah bilingual) untuk membuat si petugas ciut nyalinya. Saya minta pemred saya bicara pada petugas tadi, saya berharap taktik ini akan membuatnya mundur, ternyata berhasil. Petugas menolak bicara di telpon dengan pemred saya, ia mengembalikan KTP dan paspor saya sambil menggerutu. Penonton bubar sambil bergumam, beberapa mendekati dan memuji keberanian saya, mereka mengira saya memang TKW yang melawan petugas yang kerap meminta uang pada TKW yang baru pulang. Saya berusaha menenangkan diri dengan menarik napas dalam-dalam. Sepuluh hari di negeri orang, sendirian, saya pulang tak kurang suatu apa. Setengah jam pertama di negeri sendiri, pukul 11 siang, beberapa orang yang sebangsa dengan saya mencoba menipu saya, di kota tempat saya lahir dan tinggal. Tiba-tiba saya merasa sangat lelah dan butuh liburan kembali. Maret 2002 > > > ;From: "sinergi_finance" <[EMAIL PROTECTED]> > ;Reply-To: [EMAIL PROTECTED] >;To: [EMAIL PROTECTED] >;Subject: [LayarKata-Network] Re: Mas Sony apa khabarnya? >;Date: Sat, 06 Nov 2004 01:30:30 -0000 >; >; >;dear, >; >;kabar saya baik, baik banget...pemberdayaan perempuan? hmmm...saya minta tolong ke mbak icha untuk memperjuangkan di Komisi 8, menghapus sistem jalur khusus penerimaan TKW luar negeri (terminal 8? atau berapa?). bedanya apa sih TKW sama orang-orang yang balik dari LN? kenapa harus masuk terminal khusus? udah capek-capek jadi pahlawan devisa, diperas dan diperkosa, eh sampai pulang di pintu bandara ;soekarno hatta pun masih ditipu dan diperas lagi. Bisa kan? >; >;berat? nggak lah...kan anda sudah janji? >; >salam >; >Sony set. > Janji? kita-kita di layarkata menunggu buktinya...oke? > --- In [EMAIL PROTECTED], marissa haque [EMAIL PROTECTED]> wrote: > Mas Sony yang baik, >; >Saya siap membantu rakyat, saya diletakkan oleh partai >; di Komisi 8 -- Agama, Sosial, serta Pemberdayaan > Perempuan. Apa yang saya dapat bantu supaya dekat > denga rakyat? Tapi saya masih di Ohio sampai dengan > tgl 22 November ini. Please keep in touch dengan saya. > semoga saya dapat menjadi jembatan yang baik untuk > rakyat Indonesia yang saya cintai. >; > Merdeka! and...PEACE >; > Wass, Icha (www.marissahaque.net) > >. > > > --------------------------------- Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" your friends today! Download Messenger Now [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT --------------------------------- Yahoo! Groups Links To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

