I am rude?
Maybee, If u long has been living in the world full of Yes Man and enjoying the kind of fake warmness--. So when the people like me start to use those kind of words; you feel humiliated or feel not properly treated.--- what a lovely life u have been enjoyed then. Have u ever thought that so many in cyber world use anonymous names...which means they only exchange opinions / thoughts, they dont see who the hell u are, what tittles u have got or what level u are in government system (that i know u r some kind of high level one in India)...they see only what they say or think....No More No Less... So you wanna sue me then? or maybe u can easily use ur power to kick me out of this group. ptP [EMAIL PROTECTED] only a -below 30 year old- kid and iVE dumpED all my tittles here ----- Original Message ----- From: rahardjo mustadjab <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Friday, December 03, 2004 11:39 AM Subject: Re: [ppiindia] sekadar file-- > > Dear Pieter, > > I wonder who you are. Dr.Ir. Anto John Hartomo is a > real scholar, who is willing to stoop low in ppiindia. > But he meant good -- he just wants this mailing list > free of all rubish. Because he longs an Indonesia > that is making progress and not in a mess. Next time > don't be rude, before you utter a word stand erect > before a mirror and have a good look and see who you > really are. > > Cheers, > RM > > > > --- Petter Taulan P <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > to: abieZahra, coba u jawab tulisan si Lutfie > > Sangkuni ini sampai dia > > bungkam ini ketimbang cuma ribut ga keruan soal > > nama. > > bisa gak? > > > > > > > > > > ----- Original Message ----- > > From: antonhartomo <[EMAIL PROTECTED]> > > To: <[EMAIL PROTECTED]> > > Sent: Friday, December 03, 2004 1:13 AM > > Subject: [ppiindia] sekadar file > > > > > > > > > > dear all > > semoga milis ini makin dewasa dan toleran. > > pergulatan batin tidak diumbar > > dan kita sungguh mau memajukan NKRI. > > salam dalam renungan > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > -------------------------------------------------------- > > > > Dikutip dari: > > Luthfi Assyaukanie. > > Dosen Sejarah Pemikiran Islam > > Universitas Paramadina > > Jakarta > > > > > > > > Sebagian besar kaum Muslim meyakini bahwa Alquran > > dari halaman > > pertama hingga terakhir merupakan kata-kata Allah > > yang diturunkan > > kepada Nabi Muhammad secara verbatim, baik > > kata-katanya (lafdhan) > > maupun maknanya (ma' nan). Kaum Muslim juga > > meyakini bahwa Alquran > > yang mereka lihat dan baca hari ini adalah persis > > seperti yang ada > > pada masa Nabi lebih dari seribu empat ratus tahun > > silam. > > > > Keyakinan semacam itu sesungguhnya lebih merupakan > > formulasi dan > > angan-angan teologis (al-khayal al-dini) yang > > dibuat oleh para ulama > > sebagai bagian dari formalisasi doktrin-doktrin > > Islam. Hakikat dan > > sejarah penulisan Alquran sendiri sesungguhnya > > penuh dengan berbagai > > nuansa yang delicate (rumit), dan tidak sunyi dari > > perdebatan, > > pertentangan, intrik, dan rekayasa. > > > > Alquran dalam bentuknya yang kita kenal sekarang > > sebetulnya adalah > > sebuah inovasi yang usianya tak lebih dari 79 > > tahun. Usia: ini > > didasarkan pada upaya pertama kali kitab suci ini > > dicetak dengan > > percetakan modern dan menggunakan standar Edisi > > Mesir pada tahun > > 1924. Sebelum itu, Alquran ditulis dalam beragam > > bentuk tulisan > > tangan (rasm) dengan teknik penandaan bacaan > > (diacritical marks) dan > > otografi yang bervariasi. > > > > Hadirnya mesin cetak dan teknik penandaan bukan > > saja membuat Alquran > > menjadi lebih mudah dibaca dan dipelajari, tapi > > juga telah > > membakukan beragam versi Alquran yang sebelumnya > > beredar menjadi > > satu standar bacaan resmi seperti yang kita kenal > > sekarang. > > > > Pencetakan Edisi Mesir itu bukanlah yang > > pertamakali dalam upaya > > standarisasi versi-versi Alquran. Sebelumnya, para > > khalifah dan > > penguasa Muslim juga turun-tangan melakukan hal > > yang sama, kerap > > didorong oleh keinginan untuk menyelesaikan > > konflik-konflik bacaan > > yang muncul akibat beragamanya versi Alquran yang > > beredar. > > > > Tapi pencetakan tahun 1924 itu adalah ikhtiyar > > yang luar biasa, > > karena upaya ini merupakan yang paling berhasil > > dalam sejarah > > kodifikasi dan pembakuan Alquran sepanjang masa. > > Terbukti kemudian, > > Alquran Edisi Mesir itu merupakan versi Alquran > > yang paling banyak > > beredar dan digunakan oleh kaum Muslim. > > > > Keberhasilan penyebarluasan Alquran Edisi Mesir > > tak terlepas dari > > unsur kekuasaan. Seperti juga pada masa-masa > > sebelumnya, kodifikasi > > dan standarisasi Alquran adalah karya institusi > > yang didukung oleh -- > > dan menjadi bagian dari proyek-- penguasa politik. > > Alasannya > > sederhana, sebagai proyek amal (non-profit), > > publikasi dan > > penyebaran Alquran tak akan efektif jika tidak > > didukung oleh lembaga > > yang memiliki dana yang besar. > > > > Apa yang telah dilakukan oleh pemerintah Saudi > > Arabia mencetak > > ratusan ribu kopi Alquran sejak tahun 1970-an > > merupakan bagian dari > > proyek amal yang sekaligus juga merupakan upaya > > penyuksesan > > standarisasi kitab suci. Kendati tidak seperti > > Uthman bin Affan yang > > secara terang-terangan memerintahkan membakar > > seluruh versi (mushaf) > > Alquran yang bukan miliknya (kendati tidak > > benar-benar berhasil), > > tindakan penguasa Saudi membanjiri pasar Alquran > > hanya dengan satu > > edisi, menutupi dan perlahan-lahan menyisihkan > > edisi lain yang diam- > > diam masih beredar (khususnya di wilayah Maroko > > dan sekitarnya). > > > > Agaknya, tak lama lagi, di dunia ini hanya ada > > satu versi Alquran, > > yakni versi yang kita kenal sekarang ini. Dan jika > > ini benar-benar > > terwujud (entah kapan), maka itulah pertama kali > > kaum Muslim (baru) > > boleh mendeklarasikan bahwa mereka memiliki satu > > Alquran yang utuh > > dan seragam. > > > > Edisi Mesir adalah salah satu dari ratusan versi > > bacaan Alquran > > (qiraat) yang beredar sepanjang sejarah > > perkembangan kitab suci ini. > > Edisi itu sendiri merupakan satu versi dari tiga > > versi bacaan yang > > bertahan hingga zaman modern. Yakni masing-masing, > > versi Warsh dari > > Nafi yang banyak beredar di Madinah, versi Hafs > > dari Asim yang > > banyak beredar di Kufah, dan versi al-Duri dari > > Abu Amr yang banyak > > beredar di Basrah.Edisi Mesir adalah edisi yang > > menggunakan versi > > Hafs dari Asim. > > > > Versi bacaan (qiraat) adalah satu jenis pembacaan > > Alquran. Versi ini > > muncul pada awal-awal sejarah Islam (abad pertama > > hingga ketiga) > > akibat dari beragamnya cara membaca dan memahami > > mushaf yang beredar > > pada masa itu. Mushaf adalah istilah lain dari > > Alquran, yakni > > himpunan atau kumpulan ayat-ayat Allah yang > > ditulis dan dibukukan. > > > > Sebelum Uthman bin Affan (w. 35 H), khalifah > > ketiga, memerintahkan > > satu standarisasi Alquran yang kemudian dikenal > > dengan "Mushaf > > Uthmani," pada masa itu telah beredar puluhan > > --kalau bukan ratusan-- > > mushaf yang dinisbatkan kepada para sahabat Nabi. > > Beberapa sahabat > > Nabi memiliki mushafnya sendiri-sendiri yang > > berbeda satu sama lain, > > baik dalam hal bacaan, susunan ayat dan surah, > > maupun jumlah ayat > > dan surah. > > > > > === message truncated === > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

