heheheh, barangkali penulisnya bingung, mo ngritik PKS tapi susah menemukan fokus kritikannya. Nah , yang keluar kritikan ecek-ecek macam begituan, Toha anwar.. anwar,tapi nggak papa kok, kan udah di muat di surat kabar, artinya kau juga dapet honor kan hehehehhehhe, maap yah kalau iseng-isengku ini gak bermutu.
PKS, tetaplah melaju, bagaimanapun juga, aku pendukung setiamu. yoi..yoi Salam SA --- In [EMAIL PROTECTED], "irwank2k2" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Maaf.. bukannya PKS = Partai Kebanyakan 'Syahwat (politik)'? :-) > > Dulu gw sempat kagum dengan banyaknya spanduk n kaos or atribut > mereka. Kelihatan solid dan ngakunya pakai kantong sendiri. > Tapi baca artikel ini, jadi timbul pertanyaan. > > * Ngomong" salah satu bazis nasional ada yang bentukan partai ini > (atau partai pendahulunya) ya? > > * Apa mungkin itu semua (atau sebagian) mendapat suntikan dana dari > sumber lain (dana zakat)? > > Wassalam, > > Irwan.K > > ".. > http://www.suaramerdeka.com/harian/0311/10/kha2.htm > > Senin, 10 November 2003 > > Peran Masjid dan Politik Partisan > Oleh: M Thoha Anwar > > PEMILU 2004 yang sudah semakin dekat telah membuat partai-partai > politik semakin memantapkan langkahnya untuk memperoleh kemenangan > atau mendapatkan sebanyak mungkin kursi legislatif. > > Langkah-langkah yang mereka tempuh, ada yang masih dalam jalur yang > sah dan sesuai aturan, tetapi ada pula yang menyimpang. Bukan saja > dari aturan yang berlaku, tetapi juga dengan cara menggunakan > lembaga keagamaan untuk kepentingan partai. Seperti menggunakan > masjid sebagai tempat atau basis kampanye demi kepentingan politik > partisan. > > Bertepatan dengan Ramadan, di antara banyak hal yang harus > diperhatikan kaum muslimin ketika menjalankan ibadah puasa adalah > kesungguhan mengendalikan hawa nafsu dan syahwat. > > Sedangkan mengenai syahwat ini di samping syahwat perut dan syahwat > bawah perut, terutama menjelang pemilu yang tidak kalah bahayanya > syahwat politik. Karena jika syahwat politik terlalu bergelora akan > menabrak kanan kiri, tidak memperhatikan lagi etika dan rambu-rambu. > Bahkan tidak memperhatikan halal dan haram yang berujung kontra > produktif pada politik umat Islam. > > Gejala tidak terkendalinya syahwat politik ini sudah tampak sekali > pada para aktivis partai politik, di mana perhatian mereka sekarang > hanya bertumpu pada bagaimana memenangkan Pemilu 2004 dan sama > sekali tidak peduli pada kesengsaraan yang tengah dirasakan rakyat. > > Sebagai bukti misalnya, rakyat yang tergusur dengan semena-mena, > rakyat yang tercekik dengan beban ekonomi sangat berat. Kemudian > masalah pendidikan yang menjadi beban tambahan sehingga terjadi > kasus-kasus mengerikan seperti siswa SD di Garut coba bunuh diri, > tetapi parpol tampaknya tidak peduli dengan semua itu. > > Lebih parah lagi ketika ada partai Islam yang sangat berambisi > menjadikan masjid sebagai ajang tempat kampanye dengan alasan > memaksimalkan fungsi masjid. > > Dalam hal ini kita dukung imbauan Ketua Umum Keluarga Alumni Remaja > Islam Masjid Cut Meutia, H Wisnu Dewanto SH, yang menegaskan pada > Pemilu 2004 agar masjid tidak dijadikan ajang kampanye. > > Ini bukan berarti membonsai fungsi masjid atau sekadar menjadikan > masjid sebagai tempat ibadah saja, tetapi dalam rangka menghilangkan > kerancuan pemahaman umat antara politik yang parsial dan politik > keumatan secara menyeluruh. Bahwa masjid haruslah berdiri di atas > dan untuk semua golongan, untuk semua partai (Islam atau yang > berbasis kaum muslimin), untuk semua kelompok. > > Sebab hanya dengan demikian konflik-konflik yang melibatkan jamaah > dan aktivis masjid dapat dihindarkan. Apalagi politik parsial > cenderung memicu kecemburuan pihak lain, walau slogan-slogan yang > dikumandangkan "demi kepentingan kaum muslimin" tetapi yang > sebenarnya demi kepentingan partainya saja. > > Apalagi jika ada partai yang mengklaim diri sebagai yang paling > Islami, cenderung mengabaikan aspirasi pihak lain, walaupun sesama > Islam. Karena yang perlu diingatkan bahwa umat Islam itu menyebar di > banyak partai dan tidak semata berada di satu partai tertentu. > > Ketika ada pertemuan partai tertentu di dalam masjid, walau sifatnya > terselubung, misalnya dengan alasan pengajian, sebenarnya > keterselubungan itu dapat dibaca oleh umat dengan jelas karena > mereka mengenakan atribut-atribut partai tertentu. Bahkan atribut- > atribut itu sangat atraktif mereka kenakan seperti gambar pada > jaket, dan lambang lainnya. > > Timbulkan Gangguan > > Kalau dilakukan di luar masjid, itu tidak mengapa, tetapi jika itu > di dalam masjid pasti menimbulkan gangguan pada pihak yang lain. > Bukan saja gangguan yang sifatnya kejengkelan tetapi bisa jadi > sembahyang pun tidak khusyuk. > > Kadang hal-hal seperti itu tidak disadari para aktivis partai > tersebut, bahwa perbuatan mereka itu sudah melampaui batas. > > Lebih jauh ada juga tindakan-tindakan yang menjengkelkan pihak lain, > misalnya mengumpulkan dana zakat dari orang-orang masjid atau jamaah > masjid, tetapi ketika dana zakat itu didistribusikan maka yang > keluar adalah bendera partai. > > Walau zakat itu sampai juga ke tangan mustahiq tetapi tangan yang > memberikan sudah tidak netral lagi, karena tangan itu sudah menjadi > bagian dari tangan partai. Ini sering terjadi karena ada partai > politik Islam yang membuat target pemasukan zakat dengan mengerahkan > anggotanya untuk mengumpulkan sebanyak mungkin zakat. > > Kemudian zakat itu didistribusikan atas nama partai. Bahkan bukan > hanya zakat, tetapi juga sumbangan-sumbangan kemanusiaan lain. Mohon > maaf, ini adalah cermin dari syahwat politik yang kelewat besar. > > Gejala partai tertentu ingin menguasai setiap masjid yang bisa > dikuasai sudah tampak nyata bagi orang yang mempunyai kepekaan dalam > membaca lingkungan. > > Dengan rendah hati, kita ingatkan kepada saudara-saudara kita sesama > kaum muslimin ini, hendaknya menghentikan langkah-langkah yang akan > berakibat buruk bagi umat. Masjid memang pusat peradaban Islam, > bukan semata sebagai tempat ibadah. > > Di masjid, semua bidang kehidupan umat dapat dipusatkan sebagaimana > yang terjadi pada masa Nabi Muhammad SAW. Maka mengoptimalkan fungsi > masjid berarti kegiatan ekonomi, politik, militer, pendidikan, > budaya dan seterusnya bisa digodok dan dikendalikan dari masjid. > > Namun semua itu haruslah bersifat keumatan secara menyeluruh, bukan > bersifat parsial seperti partai politik sekarang. Kalau yang > sifatnya parsial akan lebih baik jika kegiatan-kegiatan itu > diselenggarakan di tempat yang sudah disediakan oleh partai-partai > politik sendiri. > > Lebih jauh, sebenarnya masjid bukan saja sebagai basis "politik" > keumatan secara menyeluruh, bahkan masjid harus terlibat aktif dalam > membangun bangsa sehingga peran masjid bisa lebih dinamis dan > inklusif.(33) > > -- M Thoha Anwar, pemerhati masalah sosial keagamaan, alumnus > Universitas Al-Azhar Kairo 1989. > ======= > --- In [EMAIL PROTECTED], abie zahra <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > PKS = Partai Kebanyakan Selebaran > > > > RG Nur Rahmat <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Dari Kompas ONLINE, kemungkinan terbitan 2-3 hari yang lalu. > > > > irwank2k2 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Maaf Mas.. artikel ini ada link sourcenya gak? > > Apa saya yang gak mudeng ya? Judul ama isi artikelnya koq kaya'nya > > 'Jaka sembung kerja bangunan'.. :) > > > > Wassalam, > > > > Irwan.K > > > > ========== > > --- In [EMAIL PROTECTED], RG Nur Rahmat wrote: > > > > > > Segi Tiga Bermuda > > > > > > TENTANG acara peringatan ke-11 Hari Guru sekaligus peringatan ke-39 > > Hari Aksara Internasional di Istora Senayan, Kamis (2/12) lalu, > > seorang pembaca rubrik ini melayangkan komentar tertulis. Ia agak > > gusar dan takjub setelah menyaksikan siaran langsung acara tersebut di > > layar televisi. > > > > > > Puluhan ribu guru dua kali bersorak gaduh karena memprotes pidato > > Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Protes juga terjadi di luar > > Istora ketika puluhan alumni Sekolah Menengah Pertama Negeri 56 > > Melawai sempat memblokir pintu gerbang utama tempat masuknya mobil > > presiden. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

