Buat
Muh Syafei

Bagaimanapun juga, saya pikir generasi sinchan di perlukan jika itu 
diartikan sebagai generasi pengacau kemapanan. Membongkar segala 
kemunafikan realitas yang ada, dari realitas keberagamaan semu sampai 
realitas politik yang hipokirit, bukan hanya perlu tapi penting.

Salam
SA Albana
Pengacau Kemapanan





--- In [EMAIL PROTECTED], Muh Syafei <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Dari Unyil ke Sinchan
> 
> Bagi yang sempat mengalami masa kanak-kanak di era 80-an pasti 
cukup 
> akrab dengan tokoh Unyil. Unyil, boleh dibilang merupakan salah 
satu 
> tokoh yang sangat akrab bagi masyarakat Indonesia waktu itu, 
khususnya 
> anak-anak. Unyil adalah gambaran anak Indonesia teladan, anak yang 
> sangat patuh pada ajaran "moral"  Pancasila. Singkatnya, Unyil 
adalah 
> gambaran anak Indonesia yang "almost perfect".
> 
> Unyil sama dengan Sinchan (lho .. Sinchan???), kalau dilihat dari 
> kenyataan bahwa dia hanya tokoh rekaan. Rekaan, artinya dia tidak 
> benar-benar ada di alam nyata. Dia hanya "ciptaan" yang selanjutnya 
> menjadi alat untuk menyampaikan pesan dari si "pencipta". Itulah 
> kesamaan antara Unyil dan Sinchan, dan dengan sangat terpaksa kita 
harus 
> rela berhenti sampai di situ jika kesamaan yang masih ingin kita 
lihat. 
> Karena selanjutnya yang kita temui adalah deretan perbedaan yang 
lumayan 
> panjang.
> 
> Di urutan paling atas di antara deretan perbedaan yang bisa ditemui 
itu 
> ialah "era". Tapi, tunggu .. "era" di sini jangan hanya dipahami 
sebatas 
> kurun waktu tertentu. "Era" di sini bermakna lebih luas antara 
kurun 
> waktu lengkap dengan bangunan sosial-politik-budaya nya. Unyil 
lahir di 
> era ketika segala sesuatu harus melalui "restu Bapak". Artinya, 
Unyil 
> bisa sukses lahir dan hadir ke hadapan jutaan pemirsa melalui 
> satu-satunya stasiun televisi waktu itu setelah lulus ujian. Pun, 
Unyil 
> bisa digemari masyarakat, khususnya anak-anak ketika praktis tidak 
ada 
> pesaing lainnya. Pesaing lain bisa jadi tidak dapat muncul ke 
permukaan 
> karena gagal mendapat "restu Bapak". Sinchan jelas berbeda. Sinchan 
> lahir di era yang relatif lebih terbuka. Untuk bisa merebut hati 
> masyarakat, Sinchan mesti bersaing secara fair dengan pesaing-
pesaing 
> lain yang juga mendapat kesempatan yang sama.
> 
> Unyil, karena seperti yang disinggung di atas, relatif tidak ada 
> resistensi dari masyarakat. Unyil bisa diterima -seolah- apa adanya 
di 
> tengah-tengah masyarakat yang sudah sangat akrab dengan sensor, 
> masyarakat yang terbiasa diseragamkan, masyarakat yang nyaris tidak 
> punya alternatif selain menerima apa yang sudah digariskan "Bapak". 
> Sinchan sebaliknya. Kehadiran Sinchan menimbulkan kontroversi, 
terutama 
> karena Sinchan dianggap membawa nilai-nilai yang bertentangan 
dengan 
> nilai yang dianut sebagian masyarakat, yang notabene merupakan 
warisan 
> era "restu Bapak". Namun begitu, Sinchan tidak serta merta lenyap 
dari 
> peredaran. Sinchan tetap bisa 'survive' dan eksis meskipun akhirnya 
> harus rela kompromi dengan adanya pembatasan-pembatasan.
> 
> Watak Generasi
> 
> Sebegitu pentingnya kah fenomena Unyil dan Sinchan ini sehingga 
mesti 
> diperhatikan? Bisa iya, bisa juga tidak. Bisa tidak penting, jika 
kita 
> menganggap fenomena Unyil dan Sinchan hanya sebatas variasi atau 
> pergeseran selera tontonan. Tapi bisa penting, bahkan sangat 
penting, 
> jika kita mau melihat bahwa tontonan serta sejauh mana dia bisa 
> diterima, sama sekali tidak lepas dari sebab-akibat. Dan status 
penting 
> ini bisa meningkat jadi 'urgent' (mendesak) jika kita mau mengamati 
> sebab-akibatnya secara luas, terutama menyangkut pergeseran ataupun 
> perubahan nilai, perubahan watak suatu generasi, perubahan sosial, 
> politik dan sebagainya.
> 
> Khusus mengenai Sinchan, jika kita jeli mengamati, Sinchan 
sebenarnya 
> bukan sekedar tontonan baru yang lebih segar. Dalam skala fenomena 
> perubahan-perubahan secara luas, Sinchan sebenarnya sudah menjadi 
> simbol. Simbol perubahan itu sendiri dan juga pada akhirnya simbol 
dari 
> watak suatu generasi. Berbeda dengan Unyil yang bisa dianggap 
sebagai 
> simbol generasi yang pasrah serta patuh pada apa-apa yang sudah 
> digariskan dari atas, Sinchan adalah simbol dari watak generasi 
yang 
> memilih mencari nilai-nilai baru. Generasi yang sudah muak dengan 
> pendiktean. Generasi yang melek informasi, dan berarti juga jauh 
lebih 
> cerdas dibanding generasi Unyil. Generasi yang jauh lebih pede pada 
> kemampuan serta nilainya sendiri, ketimbang menelan mentah-mentah 
nilai 
> yang dijejalkan.
> 
> Pada akhirnya, generasi Sinchan akan terlihat sebagai generasi yang 
> penuh dengan enerji perubahan. Enerji yang akan menimbulkan 
efek 'bola 
> salju', menggelinding dan terus menggelinding semakin besar, untuk 
pada 
> akhirnya melibas setiap penghalang terhadap enerji perubahan. 
Generasi 
> Sinchan inilah yang beberapa waktu lalu sukses menumbangkan 
Megawati 
> yang -notabene- didukung oleh dua parpol terkuat di tanah air.
> 
> Setiap orang sah-sah saja jika memiliki pandangan sendiri-sendiri. 
> Termasuk sah juga jika memandang remeh pada fenomena generasi 
Sinchan. 
> Setiap pandangan dan sikap toh memiliki konsekuensi yang akan 
kembali ke 
> masing-masing diri. Ketidak mampuan serta keengganan 
menangkap "sinyal 
> dini", dampaknya juga akan kembali ke masing-masing orang. 
Jika "sinyal 
> dini" itu diabaikan, kemudian sampai pada saat "bola salju" itu 
sudah 
> sampai di hadapan kita serta pada akhirnya melibas kita, saat 
itulah 
> penyesalan sudah sangat terlambat.





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$4.98 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke