Catatan A. Umar Said

(tulisan ini juga disajikan dalam website

http://perso.club-internet.fr/kontak/  )





                           PRESIDEN SBY : MEMAHAMI FIKIRAN FIKIRAN

                            BUNG KARNO MERUPAKAN KEHARUSAN



      Kepaa para pembaca diharapkan perhatian mereka terhadap berita yang
disiarkan oleh Media Indonesia Online 17 Desember 2004 mengenai pidato
presiden SBY di depan 250 wisudawan universitas Bung Karno di Istana Negara
tanggal 17 Desember. Yang menarik dari isi pidatonya itu ialah bahwa
presiden SBY mengatakan bahwa memahami pikiran-pikiran Bung Karno merupakan
keharusan, tetapi yang lebih penting adalah mengaktualisasikan
pikiran-pikiran beliau, untuk menjawab tantangan masa depan.



      Presiden SBY juga mengatakan bahwa "Bung Karno adalah pejuang besar
dan bukan sekedar proklamator karena perjuangannya sudah lama dan mencapai
puncaknya pada proklamasi �. Menurutnya, sekalipun Indonesia mempunyai
kekayaan alam yang melimpah tapi yang lebih penting adalah membangun sumber
daya manusia yang tidak hanya tinggi kemampuannya tapi juga mempunyai mental
yang baik. Dan karenanya, ia betul-betul memohon kepada Universitas Bung
Karno untuk ikut membangun 'national and character building�. (lihat berita
selengkapnya pada akhir tulisan ini)





      DIUCAPKAN SEORANG MANTAN JENDERAL



      Sayang sekali bahwa berita yang disiarkan oleh Media Indonesia Online
itu terlalu singkat atau secara pokok-pokok saja. Padahal, pidato itu
merupakan peristiwa yang penting, kalau dilihat dari berbagai segi atau
sudut pandang. Oleh karena itu, adalah penting sekali kalau ada usaha  -
dari fihak mana pun juga -  untuk mendapatkan teks yang lebih lengkap dan
akurat tentang pidato presiden SBY tentang Bung Karno itu. Sebab pidato
penting presiden SBY ini rupanya tidak disiarkan oleh sebagian besar pers
nasional.



      Sedangkan, isi yang amat positif tentang Bung Karno seperti yang
disajikan oleh berita Media Indonesia Online itu, jarang sekali (kalau tidak
dikatakan � tidak pernah � sama sekali) dinyatakan oleh para presiden yang
terdahulu, termasuk Habibi, Abdurrahman Wahid, dan bahkan oleh Megawati
sekali pun. Yang lebih menarik, ialah bahwa penilaian yang sangat positif
tentang Bung Karno itu (kalau penyajian berita itu benar-benar akurat)
diucapkan oleh seorang mantan jenderal TNI-AD. Sebab, sejarah lahirnya Orde
Baru oleh TNI-AD yang bersekutu dengan Golkar � dan mendapat dukungan dari
blok Barat yang didalangi imperialis Amerika - adalah sejarah pembangkangan
dan pengkhianatan para petinggi militer (terutama dari  kalangan TNI-AD)
terhadap Bung Karno. Seperti kita ketahui, pengkhianatan kalangan petinggi
TNI-AD terhadap Bung Karno adalah pada dasarnya pengkhianatan terhadap
kepentingan revolusi rakyat Indonesia.





      ISI PIDATO YANG LUAR BIASA



      Mengingat sikap terhadap Bung Karno yang selama ini dianut sebagian
besar golongan militer (terutama TNI-AD), maka kelihatan sekali bahwa isi
pidato presiden SBY ini termasuk � luar biasa �.  Ia menegaskan bahwa �
memahami fikiran-fikiran Bung Karno adalah keharusan �, ketika selama lebih
dari 32 tahun (sampai sekarang !!!) ajaran atau fikiran Bung Karno dimusuhi,
disingkirkan, dikerdilkan, atau digelapkan oleh Orde Baru beserta para
pendukungnya, terutama oleh TNI-AD. Presiden SBY juga menganjurkan supaya
fikiran-fikiran Bung Karno itu diaktualisasikan dengan  kondisi sekarang
untuk menjawab tantangan masa depan. Anjurannya ini bisa diartikan bahwa
menurutnya ajaran-ajaran atau fikiran-fikiran Bung Karno itu tetap mempunyai
nilai berharga yang dapat dipakai atau masih relevan.



      Esensi fikiran-fikiran atau ajaran-ajaran Bung Karno adalah pada
pokoknya sikap anti-imperialis, gandrung kepada persatuan nasional,
perjuangan untuk masyarat adil makmur, yang dirumuskannya dalam berbagai
pidato dan tulisan, yang dapat dibaca dalam buku � Di Bawah Bendera
Revolusi �.



      Kalau presiden SBY betul-betul menganjurkan kepada semua orang supaya
fikiran-fikiran Bung Karno � difahami dan diaktualisasikan guna menghadapi
tantangan masa depan � maka seruan ini bisa merupakan peristiwa penting yang
bisa membawa dampak besar sekali dalam masyarakat. Kita semua merasakan
bahwa sejak lahirnya Orde Baru, terasa sekali bahwa kehidupan moral (dan
politik)  bangsa Indonesia sudah kehilangan pedoman. Karena, Bung Karno yang
sejak tahun 1920-an sudah menjadi pedoman atau obor perjuangan bangsa telah
dikhianati, dan � dibunuh � secara politik dan fisik oleh pimpinan TNI-AD
yang bersekongkol dengan kekuatan imperialis, terutama Amerika.





      REAKSI TERHADAP PIDATO PRESIDEN SBY



      Dengan mengatakan bahwa Bung Karno � adalah pejuang besar dan bukan
sekedar proklamator karena perjuangannya sudah lama � rupanya presiden SBY
bermaksud untuk mengingatkan mereka yang anti-Bung Karno tentang betapa
besar jasa Bung Karno bagi bangsa. Dapat diduga bahwa berbagai ucapannya
dalam  pidatonya di depan wisudawan Universitas Bung Karno tidak saja
mengejutkan banyak orang, tetapi juga membikin tidak senangnya  sebagian
pimpinan TNI-AD, dan juga tokoh-tokoh pendukung Orde Baru dalam partai
Golkar (dan kalangan-kalangan lainnya yang pro-Orde Baru).



      Sekarang masih sulit diramalkan apakah sikap atau pandangan presiden
SBY yang begitu positif tentang Bung Karno itu akan dipertahankannya di
kemudian hari ataukah akan dirobahnya. Sebab, pastilah berbagai kalangan
TNI-AD yang tetap anti-Bung Karno akan bereaksi dengan macam-macam kegiatan,
bersama-sama dengan kekuatan dari berbagai kalangan  lainnya yang pro-Orde
Baru.



      Yang perlu dicatat adalah bahwa pidato presiden SBY itu diucapkan
beberapa hari sebelum Wakil Presiden Jusuf Kalla dipilih (oleh Munas Golkar
di Bali) menjadi ketua umum partai Golkar. Mengingat sikap tokoh-tokoh
Golkar yang anti-Bung Karno sejak beliau masih menjadi presiden, maka wajar
pulalah bahwa Jusuf Kalla pun mempunyai sikap yang juga tidak positif
tentang Bung Karno. Apakah presiden SBY akan mengucapkan pidato yang begitu
positif tentang Bung Karno seandainya Jusuf Kalla sudah menjadi Ketua Umum
partai Golkar ? Ini adalah suatu tanda-tanya yang besar.





      CACAD TERUS BAGI TNI-AD DAN GOLKAR



      Sejarah Orde Baru sudah menunjukkan dengan gamblang sekali bahwa
Golkar dan TNI-AD adalah satu dan senyawa. Rezim militer Suharto dkk yang
telah mengangkangi Indonesia dan melakukan berbagai kejahatan  - termasuk
kejahatan terhadap Bung Karno - telah mendapat dukungan yang mutlak dari
Golkar. Karena itu Golkar wajib ikut bertanggungjawab atas berbagai
kejahatan yang pernah dilakukan oleh Orde Baru itu.



      Selama para petinggi militer (terutama TNI-AD) dan Golkar tidak mau
terang-terangan dan jelas-jelas  mengakui kesalahan mereka atau dosa mereka
terhadap Bung Karno dan para pendukungnya yang paling setia (termasuk
anggota dan simpatisan PKI yang dibunuhi dan dipenjarakan secara
sewenang-wenang), maka cacad ini akan tetap terus disandang oleh TNI-AD dan
Golkar.



      Apakah pidato presiden SBY yang positif mengenai Bung Karno itu bisa
dilihat sebagai usaha untuk memperbaiki citra TNI-AD, atau dalam rangka
usaha untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan masa lalu, ataukah hanya sebagai
lamis bibir saja, ini akan bisa sama-sama kita lihat di kemudian hari.



      Paris, 21 Desember 2004



       * * *



      Lampiran : Berikut di bawah ini disajikan selengkapnya berita pendek
teentang pidato presiden SBY yang disiarkan Media Indonesia Online tanggal
17 Desember 2004





                                 Presiden: Aktualisasikan Pikiran-Pikiran
Bung Karno



      JAKARTA�MIOL: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak seluruh
lapisan masyarakat untuk mengaktualisasikan pikiran-pikiran Bung Karno guna
menjawab tantangan masa depan.



      "Memahami pikiran-pikiran beliau merupakan keharusan, tetapi yang
lebih penting adalah mengaktualisasikan pikiran-pikiran beliau," kata
Presiden di Istana Negara, Jakarta, Jumat, ketika menerima 250 wisudawan
Universitas Bung Karno.



      Yudhoyono yang berpidato tanpa teks mengatakan Bung Karno bukan hanya
merupakan proklamator tapi juga adalah pejuang besar di tanah air.



      "Bung Karno adalah pejuang besar dan bukan sekedar proklamataor karena
perjuangannya sudah lama dan mencapaui puncaknya pada proklamasi," katanya
yang didampingi Mendiknas Bambang Sudibyo serta Sekretaris Kabinet Sudi
Silalahi.



      Yudhoyono mengatakan pula, sekalipun Indonesia mempunyai kekayaan alam
yang melimpah tapi yang lebih penting adalah membangun sumber daya manusia
yang tidak hanya tinggi kemampuannya tapi juga mempunyai mental yang baik.



      "Saya betul-betul memohon kepada Universitas Bung Karno untuk ikut
membangun 'national and character building," katanya. (Ant/O-2)





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$4.98 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke