tentang ini saya se7 sekali, napa yah kok jadi serakah gitu? kurang rupanya
menjadi orang nomer dua di negara ini?? huhh..pusssssiiiiinngggggggggggg, susah
sekali rupanya belajar dari pengalaman orang lain yah?
Rud Dillon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pada saat pemilu Presiden untuk phase ke dua, seorang teman bertanya kepada
saya. Pilihan mana yang ditargetkan dalam pemilu nanti, saya hanya terdiam dan
menarik napas panjang karena dari dua pilihan (pasangan SBY dan YK dengan
pasangan Megawati dan siapa ya..lupa) saya tidak mempunyai pilihan, namun dari
dua pasang pilihan yang saya anggap tidak pas, pilihan saya jatuhkan kepada
pasangan SBY dan YK. Sebenarnya jagoan yang saya tonjolkan adalah Prof. Amin
Rais namun beliaunya tidak masuk pada pemilu phase kedua apaboleh buat. Dari
dua pasang yang maju saya membuat tally mencari mana yang terbaik, ternyata
dari tally pilihan jatuh kepada SBY dan YK. Variasi tally tidak menjadi diskusi
disini, namun yang ingin saya diskusikan adalah bagaimana pilihan pasangan SBY
dan YK ini dapat menjalankan negara kita yang tercinta dengan segala
persoalannya.
Kepemimpinan 100 hari SBY dan YK berbagai pihak mengatakan ada yang berhasil,
belum berhasil, masih diskriminatif terhadap persoalan-persoalan besar yang
seharusnya ditangani atau berbagai hasil, namanya juga pengamat seperti
kita-kita ini. Secara pribadi dan sebagai langkah awal pemerintahan saya
melihat adanya perbaikan, namun masih belum melihat perubahan sikap yang masih
ingin menduduki berbagai jabatan yang mengakibatkan timbulnya monopoli seperti
masa-masa orde baru.
YK yang telah terpilih menjadi Ketum Golkar sangat disayangkan pepatah
mengatakan �you can�nt do two works in once time�, selain itu YK telah
�men-down grade-kan� dirinya yang dipilih oleh rakyat Indonesia untuk menjadi
WK. Presiden dan bukan untuk Ketum Golkar (Bp. Tolong jangan rakyat dibohongi,
setelah rakyat menempatkan bp. Menjadi Wk. Presiden kenapa kok maunya menjadi
Ketum). YK telah terpilih menjadi Wk. Presiden (nomor dua) di Indonesia, lho
kenapa kok masih mau menjadi Ketum Golkar. Apa masih kurang sibuk, masih kurang
kuat, masih kurang uang, masih kurang kekuasaan, kapan YK dapat percaya kepada
generasi muda untuk memimpin partai Golkar, kenapa harus dirinya yang
dicalonkan?. Maaf saya bukan pula pendukung Golkar.
Kedua, kenapa SBY yang telah saya percayakan untuk memimpin negara ini (karena
dia saya pilih) membiarkan YK menjadi Ketum Golkar, apa tidak mengganggu
kegiatannya di kepresidenan, apa aktornya sebagai Ketum Golkar (tentunya
menjadi pengatur legislatif) tidak mengganggu jalannya pemerintahan atau
terjadi konspirasi antara pemerintah dengan legislatif seperti juga yang
terjadi pada era orde baru. YK sebagai Eksekutif jangan dong legislatifnya mau
dipegang. Ingat bp. YK, kita ini ciptaan YM Kuasa memang !!! tetapi bukan
menjadi Maha Kuasa karena kita manusia penuh dengan kekurangan.
Mari kita berlomba-lomba menuju hidup sederhana dan baik serta terdistribusi
bukan berlomba-lomba memcapai jabatan, harta dan terfokus di satu tangan. Saya
hanya teringat dengan Almarhum Ferdinand Marcos yang dituduh rakyatnya tidak
bertanggung-jawab dalam kepemimpinannya, sehingga maaf ya, mayatnyapun rakyat
philipina tidak terbuka menerimanya kembali ke tanah kelahirannya. Dan saya
juga sangat sedih melihat akhir dari beberapa pemiimpin kita yang diujung
pengabdiannya kurang berterima di masyarakat, apakah ini yang kita cari dalam
menjalankan negara dan kehidupan ini. Bp. YK yang saya hormati, berikanlah
kesempatan kepada para pemuda untuk memimpin Golkar dan jangan sampaikan kepada
yang namanya sudah cacat seperti Akbar Tandjung dan Wiranto. Jika hal ini Bp.
YK lakukan saya tidak akan menyesalkan pilihan saya yang memilih YK sebagai Wk.
Presiden.
Kepada netter !!! mohon pikiran-pikiran gaya preman dibuang jauh-jauh dari
benak anda, karena bagaimanapun gaya preman berkuasa telah banyak terjadi di
Indoesia, mulai dari pejabat tinggi, rendah, ustad, pokoke di segala kehidupan
gaya preman lebih dominan daripada gaya seorang yang hidup bersahaya seperti
pemimpin pavoritku �Mahatma Gandhi� dan �Nelson Mandela�. Kita ini sudah korban
pengaruh gaya preman. Data Seorang Redaktur Tempo yang terkenal Bambang
Harimurti merupakan salah satu korban gaya pereman, mungking keduanya Bambang
salah atau mungkin premen salah, tetapi kalau sudah didahului dengan
penghancuran dengan mengerahkan preman apa itu tidak preman.
Dalam kehidupanku, aku banyak melihat para pejabat yang berkelakuan seperti
preman dan bukan pejabat yang seharusnya aku gugu dan tiru. Para pejabat ini
hanya melihat kepentingannya (monopoli) dan bukan kepentingan Indonesia dan
umumnya mempunyai batasan-batasan pemikiran yang tidak kreatif.
Lalu, mari kita diskusikan mencari cara-cara jitu mengatasi korupsi,
keterbelakangan pendidikan ingat bahwa sejarah tidak dapat dipakai sebagai
jalan menuju dan memperediksi masa depan, tetapi hanya dipakai sebagai
pengetahuan untuk mencapai masa depan Indonesia yang gemilang. Bp. YK, jangan
bandingkan pemerintahan Belanda, Soekarno, Soeharto, Habibie, Gus Dus, Megawati
dengan pemerintahan SBY dan YK, tentunya nggak perlu dilihat kalau Soeharto dan
Megawati tetap menjadi Ketum, jangan ditiru dong.
Thanks
---------------------------------
ALL-NEW Yahoo! Messenger - all new features - even more fun!
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [email protected]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Sponsor
Get unlimited calls to
U.S./Canada
---------------------------------
Yahoo! Groups Links
To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [email protected]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/