--- In [email protected], "Zaini" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Termasuk refleksi kepada ummat yang emilihnya 
> 
> 1. Diamnya PKS dalam masalah BBM sementara pada masa Megawati
> "gempur" tanpa mau tahu kesulitan pemerintah 

Maksudnya yang kaya' gini bukan? 
Mari kita baca dengan perlahan dan 'sabar', artikel" berikut ini..

1. http://pk-sejahtera.org/modules/news/article.php?storyid=1573
Wednesday, 15 January 2003 13:26 WIB (Terbaca: 210) 

Hidayat Nur Wahid Minta DPR Tak Beri Ruang bagi Pemerintah untuk
Rasionalisasi Kenaikan Harga.

Bahkan (dulu) sampai ada acara 'ancam-mengancam' segala.. 
untuk menunjukkan keseriusan, barangkali.. :-p
Kalau sekarang bagaimana? Bisa di baca di bagian akhir.. :)

"..
Usai menghadiri acara "Selamatkan Indonesia Kita" dalam rangka
memperingati ulang tahun ketiga Indonesian Democracy Monitor (Indemo)
di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat
(15/1/2003), ia meminta DPR nanti malam tidak melempem dan tidak
memberi ruang untuk pemerintah menyampaikan rasionalisasi kenaikan
harga BBM, TDL dan telepon.
..
Ditanya soal ancamannya akan menarik kader partainya dari Senayan,
jika Pemerintah tidak membatalkan kenaikan harga BBM, TDL dan
telepon, Hidayat mengatakan bahwa dirinya akan konsisten dengan
pernyataan tersebut.

"Jika pertemuan itu tidak menghasilkan kebijakan pada rakyat, 
PK akan membuktikan niatnya untuk menarik anggotanya dari DPR.
Jumlahnya akan ditentukan nanti," jelasnya. 
[Eramuslim.com, 15 Januari 2003] 
.."

2. http://pk-sejahtera.org/modules/news/article.php?storyid=1562

Hidayat Nurwahid: Mega Lebih Berpihak pada Wong Licik 
(konglomerat hitam) Ketimbang Wong Cilik.

Termasuk bersikap kritis pada rencana dana kompensasi BBM (dulu).
Kalau sekarang bagaimana? Ada yang bisa bantu jawab?

"..
PK juga menilai kebijakan Pemerintah yang terkait dengan dana
kompensasi BBM hanya merupakan "lip service" karena tidak satu pun
yang dapat mengetahui kalau seluruh dana tersebut bisa sampai 
ke masyarakat.

"Alih-alih Pemerintah dapat mengurangi penderitaan masyarakat, 
dana kompensasi sampai ke masyarakat pun tidak, malah kebijakan itu
memunculkan ironi baru karena menjadi sarang KKN-KKN baru," katanya
dalam pertemuan yang dihadiri para pengurus DPP dan majelis syuro 
PK tersebut. 
.."

3. http://pk-sejahtera.org/modules/news/article.php?storyid=1575
   Thursday, 16 January 2003 13:49 WIB (Terbaca: 233) 

Wacana
Kenaikan Harga dan Peran DPR
Oleh : Dr Irwan Prayitno
Ketua Komisi VIII DPR RI 

Dulu ada yang berpendapat pengurangan subsidi BBM, tidak harus
ditutupi oleh kenaikan harga BBM. Kalau sekarang gimana?
Bisa dilihat di bagian bawah artikel" berikut ini.. :)

"..
Berbagai macam pelaksanaan kebijakan tersebut adalah sepenuhnya hak
pemerintah dan hak DPR adalah untuk mengontrolnya. Kenaikan harga BBM
dan TDL adalah berdasarkan keputusan presiden (keppres) yang ini
menunjukkan bahwa pemerintahlah yang dominan dalam penentuan kenaikan
tersebut.

Mengenai masalah kenaikan harga BBM untuk menutupi pengurangan
subsidi dalam anggaran, perlu adanya suatu kritikan. Pengurangan
harga BBM tidak harus sepenuhnya ditutupi oleh kenaikan harga BBM,
tetapi bisa dengan cara kenaikan penerimaan melalui beberapa sumber.
Alternatif yang tersedia di antaranya adalah berasal dari windfall
profit yang per Desember 2002 berjumlah sebesar Rp 6 triliun.

Tentunya ke depan windfall profit akan lebih besar mengingat harga
minyak dunia saat ini US$ 31 per barel. Juga Rekening Dana Investasi
yang diperkirakan berjumlah sebesar Rp 17 triliun. Selain itu bisa
berupa terobosan seperti peningkatan tax ratio agar dapat
meningkatkan penerimaan negara.
.."

----------
Udah cukup artikel dari jaman dulu kala.. 
Ini yang dari jaman sekarang.. :)
 
1. http://www.pks-jakarta.or.id/integrated/print.php?sid=160

Ketua MPR: Program 100 Hari Jangan Hanya Jadi Slogan
Tanggal Monday, December 06 @ 13:14:10 

Nah kalau ditanya pendapatnya sekarang barangkali menjadi 
_boleh aje kali ye_, asalkan 'kenaikannya jangan terlalu tinggi'.

"..
Ditanya mengenai rencana pemerintah menaikkan harga BBM (bahan bakar
minyak), Hidayat Nur Wahid mengatakan, jika akhirnya pemerintah
menaikkan harga BBM, kenaikannya jangan terlalu tinggi. "Dan yang
paling penting, kenaikan itu jangan hanya dinikmati oleh pihak-pihak
tertentu misalnya pengusaha bidang perminyakan," kata dia. 
.."

2. http://www.pks-jakarta.or.id/integrated/article.php?sid=169

Tifatul Sembiring: Kenaikan BBM Harus Dilakukan Secara Bertahap
Publikasi: 21/12/2004 15:07 WIB

Jadi untuk jaman sekarang, kenaikan harga BBM tidak menjadi masalah..
asalkan dilakukan secara bertahap.

"..
eramuslim, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak
mempermasalahkan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dilakukan
oleh pemerintah, tetapi pelaksanaan kenaikan tersebut,
hendaknya dilakukan secara bertahap. Demikian dinyatakan Pjs Presiden
PKS Tifatul Sembiring, di sela-sela Peringatan Hari Ibu 
di gedung Dharma Wanita Pusat Jakarta, Selasa (21/12).
.." 

IMHO, fakta" di atas jelas menunjukkan 'ambivalensi' sikap dari
suatu partai yang mengaku dekat dengan 'wong cilik' dan lebih peduli.
Jaman dulu banget yang ngaku partainya wong cilik kan partai 
'banteng ndut'. Dalam bahasa lain sikap di atas dikenal dengan
'standar ganda'.

Memang sulit untuk bersikap konsisten dengan nilai" idealisme 
yang diperjuangkan sebelumnya. Ini yang gw sebut sebagai budaya/
politik klaim dan seolah-olah. Atau dalam bahasa Aa Gym sebagai
'penggunaan topeng'.

Bahayanya, sikap ambivalen ini jelas merupakan eksploitasi 
'nama rakyat', pada saat dibutuhkan saja (mis: 1-2 tahun menjelang
pemilu). Yakni sewaktu partai tersebut butuh 'stimulus' dan 'vitamin'
untuk berkembang (growth). Langkah paling mudah dan murah, ya jual
(atau minimal gadaikan) 'nama rakyat' tadi. :-P

> 2. Diamnya PKS dalam kasus bojong, jagorawi padahal di masa mega 
> sedikit saja kesalahan pemerintah "gempur habis jalanan'

Apa ada yang lagi sakit gigi, ya? 
Atau itu dikarenakan 'katanya' dari milis internal pks (masih
berkaitan dengan kenaikan harga bbm), perbedaan sikap(?) 
dan penanganan suatu isu yang berkembang (di masyarakat) oleh pks;
dikarenakan saat ini partai tersebut telah memasuki 'lingkaran dalam
kekuasaan'. Ya, istilah gw sih, ada yang sedang 'magang kekuasaan'. :)

Jadi amat mungkin perbedaan sikap yang terjadi belakangan ini memang
dikarenakan terjadinya perubahan status tersebut. Satu hal yang perlu
menjadi perhatian kita semua adalah kebanyakan kita memiliki 
'ingatan sejarah' yang pendek. Terkadang kita tidak begitu ingat 
apa yang terjadi beberapa tahun (bahkan bulan) yang lalu.
Apalagi kalau sudah menyangkut sikap dan ada kaitannya dengan
perubahan posisi, misalnya.

IMHO, ini salah satu kegunaan dari media massa, khususnya yang 
ada di dunia internet sebagai acuan berita. 
Karena peng-arsip-annya 'lebih awet" dan yang pasti lebih mudah
diakses kapan saja ketimbang media konvensional.
Apalagi sebagai alat pendukung diskusi dalam milis semacam ini. :D

Mudah"an, tulisan yang kaya' gini gak dianggap bergaya preman,
komunis, kuman atau sebutan jelek lainnya.. :)
Mohon maaf kalau ada yang merasa tersinggung atas uraian yang 
cukup panjang ini. 

Wallahu a'lam.. CMIIW..

Wassalam,

Irwan.K

======== 
> --- In [email protected], "Gurum Ahmad Pauzi" <[EMAIL PROTECTED]> 
> wrote:
> > 
> > Berbicara mengenai PKS rasanya akan kurang adil kalau 
> > hanya dinilai dengan sudut pandang yang sedikit dan bahan 
> > yang kurang. Ini berlaku untuk umum dalam menilai segala 
> > sesuatu. saya rasa harus ada standar dasar ketika kita 
> > mwenetap suatu kelompok fasis atau isalam atau liberal 
> > atau bukan. saya fikir dalam metode ini semua akn setuju 
> > bahwa standar itu menentukan nilai akhir suatu pendapat.
> > 
> > saya akan sangat sepakat, seandainya kita menjadi orang 
> > yang ilmiah menilai berdasarkan realistis yang ada 
> > mengenai PKS. Saya usulkan beberapa standar untuk menilai 
> > dan kemudian hal itu dulu yang kita bicarakan,
> > 
> > 1. Mengenai Ideologi mereka,
> >      untuk itu mohon para penilai dapat memberikan 
> > sandaran pada buku dan referensi yang mereka gunakan.
> > 2. Metode Indoktrinasi.
> >      Perlu contoh konkrit dan data yang menyertakan tempat 
> > dan waktu
> > 3. Pola pergaulan
> > 4. Tujuan akhir
> > 
> > dst
> > 
> > semuanya akan terasa memuaskan, jika kita bisa sama sama 
> > membaca dengan berbagai referensi. bisa jadi kita akan 
> > betul-betul menolak atau malah menjadi bagian dari mereka 
> > OK.
> > 
> > Saya rasa pasti teman-teman SETUJU.





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [email protected]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke